NovelToon NovelToon
Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Derita Wanita Desa Penuh Dengan Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Patahhati / Cinta Seiring Waktu / Playboy / Dikelilingi wanita cantik / Romansa Fantasi
Popularitas:81.5k
Nilai: 5
Nama Author: maminya nathania bortum

Tina dan Vivi adalah saudara kandung, anak dari
pak Budi dan bu Lasma. Kehidupan mereka cukup teramat susah dan menderita. Dikarenakan ketidak mampuan mereka, pada akhirnya mereka hanya tinggal disebuah gubuk
kecil tepat diarea persawahan. Bukan hanya itu saja, mereka tinggal disebuah desa yang sangat
pelosok sekali, jauh dari kecamatan apa lagi dari kota. Bayangkan saja, sekolah SMP dan SMA
saja harus menempuh jarak waktu sekitar 3 jam lebih dari desa mereka. Hingga anak pedesaan itu, setelah lulus dari SD harus ngekos dikecamatan demi melanjutkan pendidikan mereka. Mereka diusia dini sudah harus mandiri dan rela berpisah dengan orang tua, tetapi mengabdi pada pemilik kos yang terkadang pemilik kosnya tidak memiliki perasaan.
Budak, iyah budak, kata-kata itulah cocok dirasakan dan dialami Tina selama ngekos dikecamatan. Dirinya sungguh menderita dan tidak hentinya mengerjakan pekerjaan rumah,
dan malah sering dapat hinaan dan omelan.
Semua itu terjadi demi dikarenakan ngekos gratis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maminya nathania bortum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part.13 pasrah dengan keadaan

Vivipun shock mendengar kondisi ayahnya, tidak terasa air mata Vivi mengalir mmembasahi kedua pipinya.Tanda disadari oleh Vivi, selulernya terjatuh ke lantai dari genggamanya.

Vivi menatap langit-langit atap kamarnya, terlihat jelas masih mengalir yang begitu deras air matanya. Dirinya sesekali menarik nafasnya begitu

dalam. Hari ini tepat sebulan dirinya berada di kota Jakarta bersama Angel, sudah berapa hari ini dirinya diajari Angel cara dandan dan berpakaian

menarik. Sebenarnya Vivi, berharap bukan hanya ingin merubah dirinya cantik saja tetapi lebih memberikanya pekerjaan dengan cepat.

Vivi hanya mengandalkan Angel, sebab Vivi tidak

punya siapa-siapa di Jakarta selain Angel.

Vivi juga tidak memahami lika-liku kota Jakarta, i

itu dikarenakan dirinya belum pernah kemana-mana selain didesanya yang sangat pelosok.

Jika hal apapun yang terjadi dengan dirinya, Vivi hanya bisa pasrah dengan keadaan. Dirinya harus

sabar menunggu sampai Angel menetapkanya

bekerja disebuah perusahaan ternama milik temanya itu. Dirinya bisa apa? selain sabar dan pasrah mengikuti sesuai prosedur Angel.

Dilain tempat di kosan Tina adiknya Vivi, masih pagi-pagi sekali Tina tersentak dari tidurnya yang sangat pulas. Bagaimana tidak, seruan nenek sihir yang sangat melengking menembus ke gendang telinga Tina dengan sangat jelas.

"Tina, Tinabangun, bangun seru nenek!" seru nenek sembari menggedor pintu kamarnya dengan sangat keras. Sudahlah jangan dilama-lamakan, apa tidak cukup istirahatmu seharian mengurung diri dikamar? sekarang sudah waktunya kamu harus mengingat semua tugas-tugasmu dirumah ini!" seru si nenek sihir dari balik pintu kamar Tina.

"Ya saya sudah bangun nek, bentar lagi Tina turun", jawab Tina sembari memberesi tempat tidurnya.

" Eeeeehhh, tidak ada kata nanti, segera turun laksanakan pekerjaanmu semuanya! sahut si nenek berseru dengan nada tinggi dari balik pintu

kamarnya.

Pintu kamar yang sudah terbuka, menghentikan

niat Tina untuk berbicara lagi. Tina langsung menunduk lemas melihat wajah bengis sinenek

yang berdiri didepan kamarnya dengan tatapan tajam ke arah dirinya.

Itulah akibat dirimu dikasih hati, malah minta jantung, kamu Tina! Kamu benar-benar tidak tahu diri ya, seolah-olah bersikap seperti nyonya di rumah ini dan kerjamu apakah cukup hanya

makan tidur disini?

"Tinapun mendengus dan mengelus-elus dadanya

perlahan-lahan. Dasar nenek sihir bicara sembarangan, bisanya selalu menyakiti hati", gumam Tina sembari turun tangga ikut sinenek ke lantai dasar.

"Sudahlah ibu, ibu ini selalu asal bicara. Sebaiknya kita mulai pekerjaanya biar kelar selesai", imbuh kak kost sembari memandang wajah ibunya itu.

Apa dirimu takut dimarahi lagi oleh suamimu?

ingat, semakin kamu membiarkan wanita desa itu

selalu dibela oleh suamimu disitu juga kamu akan

menyesal nak! karena wanita desa itu kelak seperti nyonya dirumah ini dan kamu yang akan tersingkir.

Tinapun hanya menunduk lewat mendengar gerutuan sinenek yang berhasil selalu melukai batin dan hati Tina. Dirinya seolah mengabaikan perkataan nenek, dengan sigap membereskan seluruh ruangan rumah. Tidak sampai tiga jam, pekerjaan Tina pun selesai dengan sebagai rutinitasnya setiap paginya.

"Hugh, akhirnya selesai juga", gumam Tina sembari berjalan ketempat tidur anak-anak kakak kostnya untuk dimandikan.

"Tina, suara melengking itu terdengar jelas yang menjengkelkan Tina yang sedang berseru memanggilnya. Ada apa lagi sih nenek sihir?"

gumam Tina sembari mengerutkan dahinya.

Ya nek, apa nenek sedang memanggil saya?

Tentu saja saya memanggil kamu, emangnya siapa lagi yang bernama Tina dirumah selain kamu?

atau ada disini setan bernama Tina, hem ?

nenek itu bertanya dengan seruan melengking yang mampu memekakkan gendang telinga Tina pagi ini. Sekalipun sudah sering mendengarnya tetapi tetap saja melukai hati dan batin Tina.

Ya maaf nek, ada apa nenek memanggil saya?

"Apakah dirimu sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah? sehingga kamu berhenti sejenak? nenek sihir itu bertanya penuh selidik.

"Sudah nek, tinggal naik keatas ganti seragam dan makan", sahut Tina sembari menaiki tangga mau naik keatas menuju kamarnya.

"Tunggu, dengarkan saya! selesai kamu berpakaian langsung makan, setelah itu hidangkan makanan kami dimeja makan, baru bisa

berangkat kesekolah, paham?

Tina pasrah hanya mengangguk lemah, dirinya merasa si nenek terlalu berlebihan. Tetapi apa dayanya , selain menurut dan pasrah lagi dengan

keadaan. Setelah selesai mandi dan berpakaian seragam sekolah lengkap, Tinapun buru-buru turun kebawah dan menyantap sarapan pagi.

"Tina, buruan hidangkan makanan, nenek sudah lapar dan menunggu di meja makan dari tadi, cepatkanlah sedikit makan itu!" seru nenek duduk

dimeja makan dan menatap tajam kearah Tina.

"Ya nek, sahut singkat Tina".

"Dasar nenek sihir, kerjanya bisanya hanya memerintah saja, dirinya tidak bisa apa ?mengambil sendiri, kan punya tangan dan masih sehat bisa gerak". gumsm Tina sembari meneguk segelas air mineral yang hangat.

Tiba-tiba :

Tinnn...tinn tinn, Tina yuk buruan, nanti kita telat piket lagi", Aldi berseru dari luar sembari meminggirkan motornya.

"Hey anak muda! duluan saja dirimu Tina akan

menyusul dikarenakan masih ada pekerjaan yang

harus dikerjakan", seru si nenek menjawab dari meja makan penuh kejengkelan.

"Sudah Tina berangkat saja, saya dengar kalian piket nanti bisa telat kalian. Masalah menghidangkan makanan dimeja, kami masih bisa mengambil sendiri kok", sindir pak kost sembari melirik ke si nenek ibu mertuanya".

Tinapun langsung mengangguk, sembari langsung

berpamitan. "Rasakan nenek sihir, kali ini kemenangan berpihak lagi padaku", Tinapun bergumam sembari melirik sinenek yang kelihatanya sangat jengkel tingkat dewa.

"Apakah semuanya sudah beres pekerjaanmu,Tina?" ujar Aldi bertanya sembari menjalankan motornya.

"Sebenarnya sih belum, tinggal menghidangkan makanan di meja makan, eehh tiba-tiba dirimu

datang jadi gak jadi deh", sahut Tina dengan senyum tipis diraut wajahnya.

"Bagus dong kalau begitu, itu artinya saya menyelamatkanmu lagi. Setidaknya bisa mengurangi sedikit pekerjaanmu", imbuh Aldi menjawab sembari curi-curi pandang dari kaca spion untuk memandang Tina.

Tina terdiam sejenak, terlihat sesekali menghela

nafasnya dalam-dalam. Tina tidak tahu haruskah

senang atau tidak, yang jelas perasaan dan hati Tina seperti bercampur aduk.

Al, terima kasih sudah baik terhadap saya.

Tetapi, sebenarnya saya kurang nyaman jika dirimu selalu bonceng saya. Saya takut orang-orang berfikir buruk terhadap kita, dan saya takut juga orang-orang berprasangka buruk tentang kita.

Tina, Tina jadi wanita itu jangan terlalu lemah kenapa? sebenarnya awal dirimu duduk disampingku, jujur saya tidak respek.

Tetapi, karena teman-teman kelas mengejek dan membulimu, saya keadaan terpaksa turun tangan karena mengganggu kenyamananku juga.

Saya melihat dirimu kusam, lesu, kesakitan dan menangis, saya kasihan terhadapmu.

Pada saat itu, saya bukan hanya marah terhadap mereka tetapi juga denganmu, saya tidak suka kamu itu terlalu lemah.

Banyak cowok, cewek mendekati saya disekolah. Tetapi, hati saya belum bisa menerima mereka semua sebagai teman dikarena saya tidak menyukai manusia terlalu naif. Masih sulit bagi saya untuk beradaptasi disini.

"Untuk itu Tin, seharusnya dirimu ikut saja apa yang saya katakan. Patuh saja, kenapa? saya ini sudah baik mau menjadi temanmu, saya ingin dirimu tumbuh dengan berkarakter kuat. Jangan mau selalu ditindas, baik boleh saja, nurut boleh saja, tetapi melihat letaknya juga, jangan sampai mau diinjak-injak orang. Tidak semua apa kata orang didengar, banyak orang ingin melihat kita terluka dan hancur, Tina . Untuk itu, harus pintar-pintar menghadapi watak-watak orang, jangan mau selalu menuruti keinginan orang, sementara dirimu terluka akan hal itu", imbuh Aldi menasehati Tina dengan rasa iba bercampur sedikit jengkel.

Mengerti kan, apa maksud saya Tina?

bersambung

1
Rey Nababan
lanjut thor
sungguh menarik ceritanya
pagi menyapa tur
Julia Asyura
crta nya bgs Thor tapi lebih bgus lagi pakai tanda petik agar memudahkan pembaca,dan Masi bnyak sekali kesalahan ketik
Sihotang Naulilagu
wao luar biasa tur alur ceritanya mengandung bawang juga😭
Maminya Nathania Bortum: terima kasih ito
total 1 replies
Tondi Tondiku
penasaran part berikutnya thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob, mohon ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pak Tuakeladi
kasihan Vivibdan Tina adiknya Vivi, bagaimana kabarnya thor?
Maminya Nathania Bortum: Di episode berikutnya, akan ada cerita Tina sob, ditunggu ya🙏
total 1 replies
Mas Bro
sepertinya saya lagi nonton didunia drama perfiliman sungguh ikut terbawa suasana thor pas saat baca
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mas
total 1 replies
Pratama Yahoi
hebat karyanya thor, i like
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Derita Deritamu
alur ceritanya bagus dan sangat berbeda dari novel lainya
Derita Deritamu
penasaran part selanjutnya thor agak gimana gitu
Maminya Nathania Bortum: ok ditunggu ya🙏
total 1 replies
Pratama Yahoi
ada-ada saja musibah menimpa gadis malang itu
Mychael Butar-butar
lanjut...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih nak
total 1 replies
mom mimu
semangat terus Mamih... satu iklan mendarat untukmu mam...
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mom
total 1 replies
Rita Loho
antap ceritanya
good job dekq
seperti sinetron ahhhh
Maminya Nathania Bortum: terima kasih kk
total 1 replies
Valen Tino
ceritanya bagus dan menarik bikin baper dan mengandung bawang.
Valen Tino
ceritanya ringan tapi kwalitasnya bagus, lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih sob
total 1 replies
Susanty Armaida
baru kali ini dapat cerita novel berbeda daribyang lainya, pertahankan thor kesederhanaan ceritanya akan tetapi menarik dan bikin baper
Maminya Nathania Bortum: terima kasih mbak
total 1 replies
Delvin
lanjut thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Ungkapan dan Suarahati
lanjut thor👍
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Didit Pratama
hmmm, makin naik episode ceritanya makin seru thor
Maminya Nathania Bortum: terima kasih
total 1 replies
Boru napogos Situmorang
ditunggu up selanjutnya thor
Maminya Nathania Bortum: ok, terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!