Mengisahkan seorang pemuda manja cucu dari wanita lansia yang kaya raya, Dia hidup dengan segala aturan yang diterapkan sang Oma hingga akhirnya menikah dengan gadis yang pura-pura jadi pacarnya untuk memenuhi permintaan terakhir dari wanita yang di anggap sebagai Ibunya Cinta dan juga akibat kesalah pahaman semata dari sang Oma yang menginginkan hal serupa, namun setelah menikah Oma Alima sangat terkejut saat mendapti Foto Ibu Cinta adalah mantunya yang dinikahi sirih oleh Suryo Pranoto putra tunggalnya Dua puluh tiga tahun silam. sejak kejadian itu Al dan Cinta dipisahkan karena di anggap menjalin hubungan terlarang. Banyak juga liku-liku yang mereka lalui setelah kejadian itu dari hadirnya orang ketiga dan orang yang datang dengan dendam. Apakah pernikahan Al dan Cinta adalah pernikahan sedarah? lalu bagaimana reaksi keduanya?dan bagaimana cara Al dan Cinta melewati bahtera dalam rumah tangga mereka? Baca terus setiap episode nya ya kalau ingin tahu kisah cinta kedua cucu manja Oma??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part_13 Dekha Dijebak
Arman dan para pengawalnya tergopoh-gopoh membantu Al masuk keruang tamu dan mendudukkan nya di sofa. "Aduh sakit!" teriaknya histeris sambil memegangi lengannya.
Arman dan yang lainya menjadi bingung melihat wajah Al menjadi pucat. Arman berinisiatif menelpon Dekha yang belum lama pergi dari rumah tapi ternyata ponselnya tidak aktif.
"Oma.. sakit!" Al terus meringis memanggil wanita lansia itu. "Woy, Oma kemana? kenapa diem aja!" sentak Al pada para pengawal dan pelayan yang sedang mengerumuninya.
"Apa yang harus saya lakukan Tuan?" tanya Arman bingung.
"Bodoh!" maki Al hingga ludahnya berterbangan ke wajah Arman yang berdiri didekatnya. "Panggil Dokter!" titahnya kemudian.
"Oh iya, Baik Tuan muda." Arman segera meraih gagang telpon rumah yang tak jauh dari sana namun hentakkan pintu yang keras mengalihkan pandangan mereka. Ternyata Oma Alima terburu-buru melihat kondisi Al yang Ia ketahui dari penjaga diluar.
"Aduh malangnya Cucu oma, ada apa dengan mu, Al?" Arman segera menggeser tempatnya berdiri agar Oma bisa melihat kondisi Al.
"Sakit Oma, sakit," keluhnya dengan manja sambil menyenderkan kepalanya dipundak wanita lansia itu. Wanita lansia itu mengusap rambut Al dengan tulus.
"Arman, panggil Dokter Very kesini!" titahnya kepada Arman. Wajah wanita lansia itu nampak panik saat melihat Al terus meringis.
"Tadi sama Nona Cinta gak dirasa sekarang Tuan Muda manjanya kumat," batin sang sopir yang mengulum senyum melihat wajah manja Al pada Oma nya.
Bug!
Al yang sadar akan pandangan sang sopir kepadanya langsung menendang kaki sopir itu sambil memasang wajah garang dan mengancam. Apalah daya, sang sopir langsung menunduk dibuatnya. Siapa yang berani menertawai Seorang calon CEO dan cucu wanita berkuasa itu.
***
Saat ini Dekha tengah berada disebuah bar, Ia datang untuk memenuhi undangan sahabatnya Dante. Dante adalah laki-laki playboy cap kuda liar yang suka berbuat semaunya pada gadis yang Ia kehendaki. Ya elah, buaya darat kek apa kucing garong ini kok cap kuda liar, aneh kan? bukan aneh lagi tapi Waw.
Dante juga orangnya sangat mudah penasaran, terutama pada gadis yang pasti Cantik dan seksi dimatanya, Setelah Ia kejar bagai singa lapar begitu dapat langsung Ia buang begitu saja seperti kulit kacang yang dibuang orang di jalanan itu lo. Malangnya, habis manis sepet dibuang!
Begitulah kehidupan Dante, Hingga Dekha lebih memilih menarik diri dari sahabatnya itu, bukan untuk memutus tali persahabatan tapi Ia sedikit menjauhkan diri, Ia takut kebiasaan liar yang dijalani sahabatnya itu akan menular pada dirinya, apalagi Oma Alima telah memberi tanggung jawab yang begitu besar padanya.
Menjaga Al dari bahaya dan mengawasi perusahaan adalah suatu kewajiban dalam hidupnya saat ini. Bahkan Dekha tidak pernah berpikir untuk mencari pendamping hidup diusianya yang sudah berusia dua puluh lima tahun.
Dekha masih mematung di ambang pintu dan mengedarkan kedua bola matanya ke setiap sudut keramaian, bukan mau cari kesempatan melihat gadis-gadis seksi itu disana melainkan mencari Dante sahabatnya.
Bising alunan musik Disco membuatnya tak dapat mendengar panggilan Dante yang sedang duduk di kursi VIP bersama teman-temanya.
"Kha, sini!" Dante melambai-lambaikan tanganya sambil berdiri menatap Dekha. Dekha yang menangkap kode temannya pun langsung menghampiri Dante.
"Hey Kha, datang juga dirimu." Dante menyambut tangan Dekha dan memeluknya sesaat. "Ayo duduk, kita bersulang bersama-sama." Dante tersenyum memberikan tawa liarnya laku kembali mendaratkan bokongnya di sofa setelah itu dengan tak tau malu Ia mengecup pipi gadis disampingnya.
Ya, tujuannya adalah membuat Dekha merasa iri dan tertantang melakukannya.
Dekha akhirnya ikut bergabung dengan mereka, sesekali seorang gadis disampingnya yang sengaja di sewa Dante untuk Dekha memegang lengannya sambil mengembangkan senyum racunnya. Namun Dekha merasa tak nyaman, dan melepas tangan gadis itu dengan halus.
Dante terkekeh melihatnya. "Kenapa kau kaku sekali, Kha?" Dante mengeluarkan gelembungan asap yang baru dihisap nya dan mematikan benda berasap itu kedalam asbab sesaat kemudian menghela nafas. "Hah, ayolah Kha, nikmati saja malam mu, dan pilihlah gadis mana saja yang kau kehendaki. aku traktir!" lirih Dante di penghujung kalimatnya.
"Ya, walaupun aku tahu kau bisa membayarnya dengan mudah, tapi karena ini ultah ku maka aku yang bayar," bujuk Dante lagi.
"Aku belum berminat mengencani gadis, Dan. tugasku untuk membimbing Al belum selesai," tolak Dekha dengan halus.
"Hey, Kha kau itu sahabatku dan tamu spesial ku. bersenang-senanglah, jangan hanya sibuk memikirkan adik manja mu itu biar kau tidak stress." Dante meneguk kembali gelas bir ditangannya. "Kau tahu, aku dengar ada gadis yang baru masuk , dan masih tersegel, apa kau tidak ingin menjadi orang pertama yang mencobanya?" Dante terus membujuk Dekha agar mau mengikuti jejak liarnya.
"Tidak Dan, aku kesini karena aku menghormati mu bukan karena mencari hiburan." Dekha kekeh pada pendiriannya. Ia memang sangat dingin bila berhadapan dengan kaum hawa. Itulah yang membuat Dante tertantang membujuknya.
"apa kau sudah punya pacar?" selidik Dante penasaran. Namun Dekha tak menjawab dan hanya membalasnya dengan senyuman. "Ya sudah tidak perlu kau jawab, tapi jika memang kau sahabat ku dan menghargai ku, minumlah walau hanya segelas?" tawar Dante akhirnya.
"Baiklah tapi satu gelas saja ya?" Kali ini Dekha mengalah, Ia tidak mungkin terus menolak dan mengecewakan sahabatnya itu.
Saat Dekha sedang menikmati para muda mudi yang berdisco ria sampai bejubel tak karuan itu, Dante mengkode temannya dengan mendongakkan Kepalanya agar temanya yang lain membubuhkan obat kedalam gelas yang baru saja di tuang.
"Kha, minumlah!" Dekha dan Dante pun saling beradu gelas lalu meneguk minuman beralkohol itu hingga tandas.
Dante tersenyum puas, kali ini rencananya pasti berhasil.
"Mau lagi?" tanya Dante.
Dekha menolak dengan melambaikan tangan Ia merasa kan kepalanya mendadak sakit. hanya dalam waktu singkat suhu tubuhnya menjadi panas tak karuan. Ia menarik-narik kaosnya agar mengeluarkan air udara.
"Kha, kenapa?" tanya Dante basa basi. Padahal Ia paham obat itu mulai bereaksi.
Dekha tak menjawab, dan semakin lama Ia semakin gelisah tak karuan. Ia pun melepaskan jaketnya dan meniup-niupkan udara yang dikeluarkan dari muludnya kearah dadanya.
"Kenapa panas sekali Dan, apa itu reaksi dari alkohol itu?"
Ia pun bangkit dari duduknya namun oleng, pandangannya menjadi kabur tapi jelas sekali Ia merasa gadis-gadis disana menjadi sangat menarik perhatiannya. Dekha mencoba menahan sakit dikepalanya dengan cari menekan bagian atasnya. Tapi entahlah? dia benar-benar bernafsu melihat gadis yang ada disana.
Dante mengumpulkan senyum dengan puas saat memperhatikan Dekha tampak linglung sambil mengusap dagunya yang halus. "Bawa dia!" titahnya pada seorang temanya.
Temannya pun segera memapah Dekha ke suatu ruangan. Sesekali Dekha merancau. "Hy gadis, Kau cantik sekali, temani aku yok! hehehe...." kalimat itu terus Ia lontarkan berkali-kali saat bertemu para gadis yang tersenyum kearahnya.
"Tenanglah Sob, Bos Dante tidak akan memberi mu barang bekas," ledek lelaki yang kini tengah memapahnya dengan susah payah.
Setibanya disebuah kamar, Dia mendorong tubuh Dekha masuk hingga Ia menabrak kursi. "Nikmatilah bidadari mu!" Lelaki itu pun mengunci pintu dari luar.
Dekha tergagap dan memegangi kepalanya yang sakit, tapi Ia sadar ada gadis yang menangis ditepi ranjang. Gadis itu sangat cantik dan menarik perhatiannya. Gadis itu juga terlihat ketakutan menutupi dadanya dengan kedua tangan.
Dengan terhuyung-huyung Dekha mendekati gadis itu sambil melemparkan senyuman termanisnya. Kemudian Ia mendorong tubuh gadis yang masih terisak Itu ke atas kasur. Anehnya gadis itu terlihat pasrah dan tak menolak.
Dekha brutal dan melucuti pakaian gadis itu sambil mengumbar senyum yang licik. "Kau cantik sekali!" puji nya saat melihat tubuh gadis itu polos. "Hah, kau masih perawan?" Dekha menyeringai sambil menghentikan aktivitasnya hendak menggagahi gadis itu.
Walaupun setengah sadar, tapi Dekha berusaha mengendalikan akal sehatnya lalu beranjak dari atas tubuh gadis itu.
"Lakukan saja Kak, aku ihklas kok," tutur gadis itu yang kembali terisak.
"Tidak ini tidak benar," tolaknya. "kenapa kau bekerja disini?"
"Jangan pedulikan aku, aku melakukan ini demi Papa ku yang sedang sakit," timpal gadis itu.
"Bodoh, apa tidak ada cara lain?" tanya Dekha sembari mengumpat kesal.
gadis itu menggeleng.
" Kalau begitu ikutlah denganku!" ajaknya kemudian.
"Aku akan ikut setelah kau tunaikan hasrat mu!' tukas Gadis itu hingga membuat Dekha terbelalak.
"Kau sudah gila hendak menantang 'ku?" jengah Dekha lagi.
"Karena kau tidak akan sembuh sebelum kau tunaikan," sambung gadis itu lagi.
Benar saja miliknya kembali menegang aneh ketika pandangan yang berusaha dialihkannya kembali merambah tubuh polos itu. "Ah, sial, apa aku dijebak?"
Dekha yang tak tahan lagi pun akhirnya terpaksa menyalurkan hasratnya hingga lelah.
hay kk semua, mampir yuk di novel favorit aku, SYAHDU by otor ALFAJRY, Dan karya 1 nya lagi SANG PENAKLUK yang TAKLUK. keren deh. cus kesana ya kk2... 😉