Seina adalah gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal. Setelah lulus sekolah, hidupnya terasa sempurna ketika dia berhasil debut di dunia hiburan. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Di puncak awal kariernya, Seina justru dibunuh oleh seorang haters yang iri padanya.
Saat membuka mata, Seina tidak lagi berada di tubuhnya sendiri. Dia terbangun di tubuh Serina Elvano, seorang wanita egois yang dibenci banyak orang. Lebih mengejutkannya lagi, dia berpindah tubuh saat Serina sedang berjuang melahirkan anaknya.
Serina harus menjalani kehidupan baru sebagai istri Cristian Elvano, pria dingin dan berkuasa yang sama sekali tidak mencintai istrinya. Tidak hanya diabaikan oleh sang suami, Serina juga diperlakukan rendah oleh keluarga Elvano karena sikap buruknya di masa lalu.
Dia bertekad mengubah hidupnya, merebut kembali harga dirinya, dan membuat semua orang yang meremehkannya menyesal, terutama Cristian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka zeya257, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Setelah kepergian suaminya ke kantor, Serina turun ke lantai bawah sambil menggendong bayinya. Dia melihat sekeliling rumah yang sudah sepi, tidak seperti biasanya yang selalu ramai.
"Serina, kemarilah," titah Abigail dari taman.
Serina yang melihatnya tersenyum lalu menghampiri wanita tua itu.
"Nenek, sedang apa kamu di sini?" tanya Serina. Namun, matanya terkejut saat melihat Salsa juga berada di sana dan sedang membaca buku.
"Nenek sedang berjemur. Sini, berikan Arcelio kepada Nenek."
Serina menyerahkan Arcelio kepada Abigail.
"Jangan terlalu lama menggendong Arcelio, Nenek. Dia cukup berat. Aku tidak ingin kesehatanmu terganggu," ucap Serina lembut. Dia khawatir Abigail akan kelelahan.
Berbeda dengan Abigail, Salsa menatap Serina dengan bingung. Tidak biasanya Serina bersikap selembut ini. Dahulu Serina memang bersikap baik kepada Abigail, tetapi itu hanya kepura-puraan. Sekarang, ketulusannya terlihat jelas.
"Ah, kamu benar. Baru sebentar saja menggendongnya, Nenek sudah mulai lelah. Ini, aku kembalikan padamu. Rupanya aku sudah terlalu tua."
Keduanya mengobrol beberapa saat. Bahkan Salsa tetap fokus membaca bukunya dan mengabaikan mereka. Tak lama kemudian, Abigail pamit untuk beristirahat, meninggalkan Serina dan Salsa berdua di taman. Suasana canggung pun segera terasa.
"Aku pergi dulu," pamit Serina. Dia tidak terbiasa berada dalam suasana seperti ini.
"Kenapa kamu berubah?" tanya Salsa datar.
Entah mengapa, nada suara datar itu mengingatkannya pada suaminya.
"Aku tidak berubah," jawab Serina dengan nada yang sama datarnya.
Untuk apa dia bersikap ramah kepada seseorang yang selama ini tidak pernah memedulikannya? Meski Salsa tidak pernah menghina atau mencacinya, dia tetap memilih diam ketika Serina diperlakukan buruk oleh keluarga mereka.
"Dan kamu pikir aku bodoh?" tanya Salsa dingin.
Serina kembali duduk dan menatap wanita muda itu. Namun, dia sedikit tertegun melihat tatapan Salsa yang tampak dingin, tetapi menyimpan kelembutan di dalamnya.
Kenapa dia berubah? Bukankah dia juga tidak menyukaiku? pikir Serina.
"Serina, kamu salah. Salsa sebenarnya sangat mengkhawatirkanmu."
Suara Mochimochi tiba-tiba terdengar di sampingnya. Serina refleks terkejut. Dia masih belum terbiasa dengan kebiasaan kucing itu yang selalu muncul tanpa peringatan.
Berhentilah datang dan mengejutkanku, gerutu Serina dalam hati.
"Baiklah. Lain kali aku akan mengetuk kepalamu terlebih dahulu agar kamu tidak terkejut," jawab Mochimochi santai.
"Apa maksudmu tadi?" tanya Serina kepada kucing tersebut.
"Salsa tidak membencimu. Dia sama seperti suamimu, tidak tahu bagaimana harus bersikap. Saat kamu dicaci dan dihina, Salsa memang hanya diam. Namun sebenarnya dia selalu memperhatikanmu dan ingin membantumu. Bahkan adik iparmu juga sering membantumu diam-diam. Karena itu, saranku jangan bersikap terlalu dingin kepadanya. Kamu perlu membuatnya berada di pihakmu agar memiliki pendukung yang kuat di dalam rumah ini," jelas Mochi panjang lebar.
"Apa maksudmu pendukung yang kuat?"
"Keluarga Elvano sangat menyayangi anak-anak mereka. Besar kemungkinan kedua orang tua suamimu akan melunak suatu hari nanti karena pengaruh suamimu atau adik iparmu."
Serina terdiam memikirkan sesuatu. Sepertinya ucapan Mochi memang benar. Dia tidak mungkin mengandalkan dirinya seorang diri, terlebih dia masih belum memahami dunia ini sepenuhnya. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika suatu hari nanti harus menghadapi sesuatu di luar pengetahuannya.
"Oke, aku mengerti sekarang," gumam Serina pelan.
"Apa yang kamu mengerti?" tanya Salsa bingung.
Serina terkejut. Dia yakin gumamannya tadi sangat pelan, tetapi ternyata wanita itu masih dapat mendengarnya.
"Kakak mengerti bahwa kamu sebenarnya anak yang baik. Namun, kenapa kamu selalu bersikap seolah membenci kakak iparmu, Sa?" tanya Serina dengan senyum hangat.
Untuk sesaat, Salsa tertegun dengan mata membulat. Rasanya Serina ingin tertawa melihat ekspresi polos yang muncul di wajah adik iparnya itu, tetapi dia berusaha menahannya.
"Kamu tahu sesuatu?" tanya Salsa setelah kembali sadar.
"Ya. Kakak tahu kamu sering membantu kakak diam-diam saat kakak dikerjai oleh saudaramu yang nakal itu."
"Aku tidak pernah membantumu," bantah Salsa cepat.
"Seperti yang sering dirumorkan, keluarga Elvano memang orang-orang yang gengsian," ucap Serina santai.
"Aku tidak seperti itu!" jawab Salsa tegas.
"Terima kasih."
Ucapan tulus Serina membuat Salsa terpana. Untuk pertama kalinya, dia melihat senyum hangat yang benar-benar ditujukan kepadanya.
"Aku sudah bilang kalau aku tidak pernah membantumu," gumam Salsa lagi sambil memalingkan wajahnya yang mulai memerah karena malu.
"Baiklah, baiklah. Kalau begitu, bolehkah Kakak menitipkan Arcelio kepadamu sebentar?" tanya Serina.
"Kamu tidak takut aku menyakiti bayimu?" tanya Salsa sambil mengangkat alis.
"Kakak percaya kepadamu. Lagi pula, untuk apa kamu menyakiti anak kandung Cristian?"
Salsa terdiam sejenak sebelum mengingat sesuatu.
"Kenapa tidak? Kak Cristian bahkan tidak mengakui bahwa Arcelio adalah anaknya. Jadi kenapa kamu tidak menyerahkan bayi itu kepada pelayan saja untuk diurus?"
"Huh, baiklah. Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa."
Serina mengangkat Arcelio ke dalam pelukannya lalu tersenyum lembut kepada bayi itu.
"Ayo, Arcelio. Kita jalan-jalan ke luar. Di rumah ini memang tidak banyak orang yang menginginkan kehadiranmu. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Masih ada Mama yang akan selalu berada di sisimu dan berjuang untukmu."
Lagi dan lagi, Salsa di buat tertegun melihat pemandangan di hadapannya. Sikap Serina tampak begitu keibuan, dia jelas menyayangi anaknya semua terlihat dari cara bicara dan raut wajah wanita itu. Tanpa Salsa sadari, tangannya sudah bergerak lebih dulu menahan pergelangan tangan Serina hingga membuat wanita itu menoleh padanya.
"B-biar aku yang jaga Arcelio," ucap Salsa spontan.
Wajahnya memerah menahan malu, untuk pertama kalinya dia benar-benar tidak bisa mengabaikan Serina dan anaknya. Padahal biasanya dia akan acuh tak acuh pada wanita itu.
"Sungguh? Apa kamu tidak keberatan?"
Salsa menggeleng pelan. "Tidak, jika hanya sebentar aku tak masalah."
Mendengar itu, Serina memberikan senyuman termanis yang dia miliki. Kemudian, dia menyerahkan Arcelio pada Salsa yang tampak masih kaku dalam menggendong bayi. Serina mengusap pipi gembul anaknya, senyuman di bibirnya tak kunjung redup sejal tadi.
"Sayang, jangan rewel ya, di gendong sama Tante dulu. Mama tinggal sebentar, ya." Ucap Serina sebelum benar-benar meninggalkan anaknya bersama Salsa.
Namun, sebelum dia benar-benar menghilang Serina kembali berbicara. "Ah, aku lupa. Kalau nanti Arcelio menangis, aku sudah menyiapkan asi di lemari pendingin. Jika kamu tidak bisa memanaskannya minta tolong pada pelayan di dapur atau Emma, dia pasti akan mengajarkanmu."
"Aku tahu, sudah sana pergi sebelum aku berubah pikiran dan menolak menggendong Arcelio."
Serina terkekeh. "Sekali lagi terima kasih, Sal. Aku akan mempercayaimu sama seperti aku mempercayai nenek, jaga anakku baik-baik, ya."
Salsa tak menjawab, dia hanya menatap kakak iparnya intens seolah sedang mencari kebohongan dalam wajahnya namun dia tidak menemukannya.
"Dasar wanita aneh," gumam Salsa geleng-geleng kepala.
.. pelan pelan sajaaaaa 🎵🎶🎵
mulai berpihak ke serin kamu cris🫶
novel kmrin blm selesai thor
cerita mu makin seruuu
ada sistem aseekkkk... bisa bantu seina menjinakkan Cristian 😁😁😁😁
ayoooo semangat update. aku maraton nih bacanya😁
lama lama kalau diperlakukan baik lemah lembut Cristian juga akan luluh yaa gaaakkkk😄😄😄
bagus si Serina, ambil hati suamimu. kalau ga bisa cara halus cara kasar aja. terjang 🤣🤣🤣