Warning 21+
Sekuel Virgin
Harap bijak dalam membaca..
Valerie Angelina Putri merupakan seorang gadis yang terlahir dari kalangan keluarga berada, dengan semua fasilitas yang ia miliki ia bebas melakukan apa saja sesuka hatinya. Dulu Valerie adalah gadis yang begitu lugu dan polos namun setelah mendapatkan kekecewaan yang begitu mendalam kini ia berubah menjadi sosok yang bertolak belakang dengan sebelumnya.
Sampai suatu hari ia di pertemukan kembali dengan sosok pria yang selama ini ia rindukan, namun situasi dan kondisi yang telah berubah membuat gadis itu membenci sosok yang ia rindukan itu.
Bagaimana kisah selanjutnya? akankah semua nya berubah?
Sambungan dari novel Virgin (true love)
#Slow update
#banyak typo
#alur sesuai isi otak othor
salam othor kecil 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chiechi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Satu mobil lolos dari kejaran polisi, sementara dengan mobil Valeri berhasil mereka hentikan. Dengan tanpa mengurangi rasa hormat seorang polisi mengetuk kaca Valeri hingga gadis itu menurunkan kaca mobilnya.
"Ada apa ya pak?" Tanya Valeri seolah tak bersalah."
"Anda telah melakukan pelanggaran dengan balapan di jalan raya, tunjukkan semua surat-surat nya." Ucap seorang polisi.
Gadis itu pun merogoh tas nya dan mengeluarkan beberapa surat lengkap.
"ini pak, bisa di cek semuanya lengkap." Ucap Valeri.
"Walau semua surat kamu lengkap, mobil tetap kami bawa sebelum ada jaminan, jadi silahkan ambil mobilnya di kantor kami terimakasih." Ucap seorang polisi.
"Loh... gak bisa gitu dong pak, lalu bagaimana aku akan pergi ke kampus?" Ucap Valeri.
"Itu bukan urusan kami, silahkan keluar nona." Ucap polisi itu yang mempersilahkan Valeri untuk keluar dari mobilnya.
Dengan terpaksa gadis itu pun keluar dan berjalan ke pinggiran, ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Friska untuk menjemputnya, dengan suatu kebetulan di saat ia menunggu temannya itu sebuah mobil berwarna putih datang dan berhenti tepat di depan Valeri, seseorang keluar dari mobil itu dan berjalan menghampiri gadis yang tengah berdiri sendiri itu. Ia membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Valeri untuk masuk.
"Apa ini suatu kebetulan?" Tanya Valeri.
"Mungkin, ayo masuk mau sampai kapan kamu berdiri di situ?" Sahut Rivan.
Tanpa berpikir lagi Valeri pun masuk kedalam mobil Rivan dan duduk di sebelahnya, setelah beberapa menit Valeri pergi mobil lainnya berhenti tepat di posisi Valeri tadi menunggu, ya.. siapa lagi kalau Friska yang hanya telat beberapa menit dari Rivan. Ia mencari sosok Valeri di sepanjang jalan namun tidak menemukan tanda-tanda kalau Valeri berada di tempat itu, alhasil Friska pun mencoba untuk menghubungi temannya itu dan menanyakan keberadaan nya.
Dalam sebuah sambungan telpon. . .
"Aku sudah sampai, kau dimana? kenapa aku tidak bisa menemukan mu?" Tanya Friska.
"Astaga aku lupa, sorry beb aku udah jalan." Sahut Valeri.
"Dasar sahabat laknat! dengan siapa kamu pergi?" Ucap Friska.
"Hehe... tadi kebetulan Rivan lewat dan nawarin aku untuk bareng." Ucap Valeri.
"Apa? Rivan? sejak kapan kau dekat dengan pria lain?" Tanya Friska yang sedikit tidak percaya dengan perubahan Valeri.
Friska yang mengenal Valeri dari jaman duduk di bangku SMA tau betul bagaimana dengan sikap nya selama mereka berteman sudah puluhan pria yang di tolak Valeri hanya demi seorang pria yang sampai saat ini masih di pertahankan nya, lalu bagaimana bisa dia tiba-tiba dekat dengan Rivan yang bahkan awalnya mereka tidak begitu dekat?"
"Nanti aku jelaskan, sampai bertemu di kampus." Ucap Valeri yang kemudian menutup sambungan telponnya.
Friska pun kembali masuk kedalam mobilnya dan bergegas menuju kampus nya.
Beberapa pasang mata melihat kedatangan Valerie bersama dengan Rivan, sebagian dari mereka tidak percaya dengan apa yang di lihatnya karena pada dasarnya mereka tau betul bagaimana sikap seorang Valeri yang menjadi bintang kampus. Lalu apa ini? angin apa yang membawanya sampai bisa berada di samping Rivan sang pangeran kampus?
"Thanks Van, nanti malam aku traktir." Ucap Valeri yang terburu-buru untuk masuk kedalam kelas.
"Tunggu Val.." Sahut Rivan menghentikan langkah gadis itu.
"Boleh aku minta id Wchat mu?" Tanya Rivan.
"Ah, tentu." Sahut Valeri yang kemudian mengambil ponselnya dan membuka aplikasi chat tersebut.
Dengan segera Rivan menscan kode QR nya dan kini mereka pun saling berteman satu sama lain dalam aplikasi chat itu. Tak lama setelah itu Friska datang dengan mobilnya dan berlari ke arah Valeri.
"Woy bangshat! puas ngerjain aku hah?!" Ucap Friska dengan kata sedikit kasar walau sebenarnya ia tidak marah namun ucapan kasar sering di keluarkan dari mulut nya dan itu telah menjadi hal yang biasa untuk mereka berdua.
"Hehe.. maaf Princess nya Alan." Sahut Valeri.
"Ah, iya gimana dengan kabarnya?" Tanya Friska.
"Kabar Alan maksud mu?"
"Lah iya siapa lagi masa om Ernan." Sahut Friska.
"Ya, siapa tau gitu kangen sama my Daddy." Ucap Vale.
"Apa kau udah siap punya ibu tiri kayak aku hm?" Goda Friska yang tiba-tiba seperti ibu-ibu sosialita.
"Ehh maaf ya tapi Daddy gak doyan model kayak kamu, terlalu rata dan kurang menarik." Ejek Valeri yang melihat seluruh tubuh Friska.
"Sialan!" Ucap Friska.
Mereka pun tertawa bersama sampai akhirnya tiba di dalam sebuah kelas, tak lama dari kedatangan mereka seorang profesor yang akan memberikan sebuah arahan pada mahasiswa tingkat akhir itu pun datang dan kelas pun di mulai.
**
Selesai pengarahan semua bubar meninggalkan kelas termasuk Valeri dan Friska, dengan kebetulan jadwal yang kosong Valeri mengajak Friska pergi ke sebuah mall untuk membeli beberapa barang yang akan di gunakan nya di saat launching cafe barunya. Di saat keduanya akan masuk kedalam mobil, seseorang berteriak memanggil nama Valeri hingga membuat gadis itu terhenti dan menoleh ke belakang nya, terlihat sosok wanita yang beberapa waktu lalu pernah menyerang Valeri. Ya, dia adalah Mela yang selalu mencari masalah dengan Valeri karena merasa tersaingi.
"Ada urusan apa kau memanggilku?" Tanya Valeri.
"Dasar gak tau diri! setelah menolak beberapa pria kini kau mendekati Rivan? apa menurut mu kau begitu pantas untuknya?" Ucap Mela yang meremehkan Vale.
"Ch, masalah apa lagi yang ingin kau buat dengan ku hah? cuma karena seorang Rivan, iya?"
"Ambil lah, aku sama sekali gak membutuhkannya dan gak tertarik untuk memilikinya." Sambung Valeri yang kemudian berbalik dan masuk kedalam mobil Friska.
"Apa yang di katakannya?" Tanya Friska seraya melajukan mobilnya.
"Biasalah butiran debu yang iri sama serbuk berlian." Sahut Valeri.
"Sial, kumat lagi sombong nya." Ucap Friska tersenyum tipis.
"Hehe.. ayolah semua yang aku katakan itu benar, kenapa ekspresi mu seperti itu?"
"Ya, apapun yang di ucapkan tuan putri selalu benar." Sahut Friska.
Di dalam sebuah mall, Valeri memasuki beberapa toko dan membeli beberapa keperluan yang akan ia butuhkan, tak hanya itu ia juga membeli beberapa outfit yang sama dengan Friska, walau status keduanya hanyalah sahabat namun kenyataannya mereka sudah seperti saudara layaknya anak kembar. Tidak hanya sampai disitu, setelah cukup lama mereka berkeliling keduanya terhenti di sebuah tempat makan dan memesan beberapa makanan yang cukup banyak.
Kling. . . Sebuah notifikasi Wchat Vale, ia pun segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan. "Bisakah kita bertemu?" begitulah kira-kira isi pesan singkat tersebut yang membuat Valeri tersedak karena kaget.
***
Bersambung. . .
**Visual versi othor. . .
...Valerie**...
...Friska...
...Alan...
...Elang...
...Rivan...
sukses
semangat
mksh