NovelToon NovelToon
Cuma Modal Cerita

Cuma Modal Cerita

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Solo Leveling / Menjadi NPC / Tamat
Popularitas:495
Nilai: 5
Nama Author: jiejie_IYAYA'S

Aku bukan siapa-siapa. Nggak punya prestasi, nggak punya bakat khusus.
Yang aku punya cuma kenangan.

Kenangan jadi remaja perempuan yang dulu mikir dunia selebar halaman sekolah.
Tentang tawa di jam kosong, surat cinta yang nggak pernah dikasih, persahabatan yang pecah karena sepele, dan guru yang tanpa sadar ngubah hidupku.

"Cuma Modal Cerita" adalah kumpulan kisahku.
Loncat dari sekarang ke dulu. Dari dewasa ke anak kecil yang masih percaya permen bisa nyelesaiin semua masalah.

(Gak Semuanya Real Dari Hidup Ku ,Ada Beberapa Karangan)

Ini bukan novel tentang orang hebat.
Ini novel tentang kita. Tentang kamu, aku, dan semua orang yang pernah duduk di kursi paling belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jiejie_IYAYA'S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halu Nya Tuh Ngehalu Banget

Musim dingin di Korea Selatan selalu punya cara tersendiri untuk membuat siapa saja enggan beranjak dari tempat tidur. Udara menusuk tulang, angin berembus membawa kepingan salju tipis yang menempel di jendela, dan suasana kota Seoul mendadak berubah menjadi serba putih.

Namun, di dalam sebuah rumah yang hangat dan nyaman, hidup seorang gadis muda bernama Lee Eunbi. Uniknya, entah bagaimana alur takdirnya, ia biasa dipanggil Ara. Sangat jauh dari nama aslinya, tetapi begitulah keluarga dan orang-orang terdekat memanggilnya.

Pada suatu hari Minggu yang cerah—meskipun hawa dingin salju di luar sana tetap terasa sangat tajam—Ara sedang bersantai di ruang tamu. Ia melipat kakinya di atas sofa empuk, bertelut sambil memeluk bantal sofa yang hangat. Televisi menyala menayangkan acara varietas, tetapi pikirannya melayang ke mana-mana.

Ara menggosok kedua telapak tangannya yang terasa dingin, lalu menempelkannya ke pipi. Ia mengembuskan napas panjang hingga membentuk uap tipis di udara ruangan.

"Dingin sekali hari ini..." gumam Ara pelan pada dirinya sendiri, merapatkan selimut bulu yang menutupi bahunya.

Belum sempat Ara menikmati ketenangan pagi itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki terburu-buru dari arah pintu utama. Pintu kayu berdesain modern itu terbuka,

memperlihatkan sesosok pria tampan yang mengenakan jaket tebal lengkap dengan syal yang melilit lehernya. Pria itu menepis sisa-sisa salju yang menempel di bahunya sebelum akhirnya melangkah masuk dengan senyum lebar yang sangat familiar.

Siapa lagi kalau bukan Lee Chan, atau yang lebih dikenal dunia dengan nama panggungnya, Dino? Ya, Dino sang maknae dari boy group K-Pop ternama, SEVENTEEN—grup yang juga dihuni oleh pria idaman Ara, Kim Mingyu.

Tanpa melepas jaketnya terlebih dahulu, Dino langsung berlari kecil menuju sofa. Wajahnya berbinar penuh kegemparan saat melihat sang adik sedang meringkuk manis.

"Yeodongsaeng! Kamu lucu banget, sih! Tidak kangen Oppa, ya?" seru Dino heboh.

Tanpa peringatan, Dino langsung menyergap dan memeluk Ara dengan sangat erat. Ia mengguncang-guncang tubuh adiknya itu dengan gemas, menyalurkan rasa kangen setelah berhari-hari disibukkan dengan jadwal latihan dan penampilan panggung yang padat.

Ara yang kaget setengah mati langsung terbebas dari lamunannya. Ia berontak, berusaha mendorong dada kakaknya yang bertubuh jauh lebih besar dan tebal darinya.

"Aaa! Lepas peluknya! Aaa, Oppa, lepas!" jerit Ara histeris.

Suaranya sampai melengking mengisi seluruh sudut ruang tamu.

Namun, bukannya melepas pelukan, Dino justru makin mempererat dekapannya. Ia menempelkan pipinya yang masih agak dingin dari luar ke pipi Ara, membuat gadis itu makin menjerit kesal.

"Ya, Dongsaeng! Kau benar-benar tidak kangen Oppa, kah? Sedih sekali hatiku..." kata Dino dengan nada bersungut-sungut yang dibuat-buat, meskipun matanya berkilat jenaka.

"Aaa! Lepas! Eomma!" jerit Ara akhirnya, memanggil senjata pamungkasnya di rumah itu.

Mendengar nama sang ibu dipanggil dengan nada penuh aduan, keberanian Dino langsung ciut. Ia tahu betul jika Eomma sudah turun tangan dan marah, omelannya bisa bertahan seharian penuh. Dengan cepat dan sedikit lebay, Dino melepas pelukannya, lalu mengangkat kedua tangannya ke udara tanda menyerah.

Ara terengah-engah sambil merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah sang kakak. Ia menatap Dino dengan tatapan tajam yang berusaha dibuat segalak mungkin, walau Dino hanya terkekeh melihatnya.

"Dasar Oppa menyebalkan! Datang-datang langsung bikin rusuh!" sungut Ara sambil membetulkan posisi selimutnya.

Dino tidak membalas omelan adiknya. Sebaliknya, senyum di wajahnya makin melebar. Ia merogoh kantong jaket tebalnya dan mengeluarkan sebuah kotak hadiah kecil yang tampak sangat elegan. Kotak itu dilapisi pita cantik dengan logo merek ternama dunia yang sangat tidak asing.

"Nih, Dongsaeng. Kamu pasti suka," ujar Dino sambil mengulurkan kotak tersebut ke hadapan Ara dengan gaya ala pangeran.

Ara memicingkan mata, curiga kalau kakaknya sedang mengerjainya lagi. Namun, rasa penasaran menang. Dengan perlahan, ia mengambil kotak itu dan membuka pitanya. Di dalamnya, terbaring sebuah bando cantik dari merek terkenal, Dior. Bando tersebut berwarna merah muda lembut (pink) yang elegan, dihiasi detail aksen bintang-bintang kecil yang berkilau indah saat terkena cahaya lampu ruangan.

Mata Ara langsung berbinar cerah. Rasa kesalnya pada Dino meluap seketika dalam hitungan detik.

"Suka! Suka banget!" seru Ara penuh kegirangan.

Ia segera mengambil bando itu dari wadahnya dan memasangnya di kepala dengan hati-hati. Ara mematut diri di layar ponselnya yang mati, tersenyum lebar melihat betapa cocok bando itu melengkapi penampilannya hari ini.

Dino yang melihat reaksi adiknya langsung tersenyum puas. Rasa lelahnya setelah seharian beraktivitas seolah sirnah begitu melihat adiknya senang. Ia mengacak-acak pelan bagian atas kepala Ara yang kini sudah berhiaskan bando baru.

"Kyeopta, Dongsaengku!" puji Dino tulus sambil terkekeh pelan.

Ara menyeringai bangga, mengabaikan rambutnya yang sedikit teracak lagi. Di luar rumah, salju masih turun dengan lebatnya, tetapi di dalam ruang tamu itu, kehangatan antara dua saudara yang jahil namun saling menyayangi tersebut membuat musim dingin terasa jauh lebih hangat.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Nah Beres Pokoknya Begitu Lah Yuyur Yangal Tapi Muak Aku Malah Ketawa Sendiri Bikin Alur Halu Di Otak Ku ,Dah Kalau Aku Kepikiran Skenario Baru

1
Araara
seru abis
Araara
semangat ya kakak jangan pantang menyerahnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!