NovelToon NovelToon
Kamu Tidak Sendiri

Kamu Tidak Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:88.8k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurcahyawati

Namanya adalah Senja Putri Pratama. Seorang remaja perempuan yang menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya.

Ayahnya sudah meninggal kala ia dan adiknya masih kecil, dan ibunya juga sudah meninggal beberapa bulan silam.

Almarhum ibunya pernah mengatakan bahwa tuhan akan mengirimkan malaikat tak bersayap yang akan selalu menemani hari-hari sulit Senja.

Arjuna Alexsa, seorang laki-laki yang tidak lain kekasih Senja yang selalu hadir menemani setiap hari-hari sulit Senja.

Namun, apa jadinya ketika laki-laki yang di anggap Senja sebagai malaikat tak bersayap itu justru membuat suatu masalah?

Apa yang akan di lakukan oleh Senja terhadap kekasihnya bernama Arjun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurcahyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengais Rezeki

Hari libur sekolah telah tiba. Seperti biasa setelah kenaikan kelas libur panjang pasti menjadi alasan setiap siswa siswi bermalas-malasan.

Tapi tunggu, sepertinya itu tidak berlaku untuk Senja.

Demi mendapatkan lembaran-lembaran kertas bernominal. Senja kerja pagi hingga sore menggantikan ibunya.

Kini Senja kelas XI SMA, Karis kelas 9 SMP dan Putra kelas 8 SMP. Itu berarti butuh biaya yang tidak sedikit untuk mendaftarkan Karis ke jenjang yang lebih tinggi.

Kini Senja harus belajar lebih mandiri dari hari-hari kemarin.

Ibu Marinah kondisinya semakin memburuk, sedangkan Senja membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan keluaranya.

Ibu Marinah semakin terlihat pucat setiap bertambahnya hari. Entah penyakit apa yang membuatnya seperti itu.

Karis berjalan pelan menghampiri dapur, dimana Senja sedang membuat kue.

"Kak." Suaranya tidak terdengar yakin dengan apa yang akan di katakannya.

"Ada apa?" jawab Senja.

"Buku tulis ku sudah habis kak. Tinggal 1 buku yang kosong."

Karis menatap kakaknya dengan dalam.

"Oh... begitu. Kalau kau sedang benar-benar memerlukan ambil saja punya kakak diatas meja kamar kak Senja."

"Memang kakak tidak memerlukannya?"

Senja berhenti membuat kue dan terdiam menatap Karis.

Sebenarnya Senja juga jauh lebih membutuhkan di banding Karis. Namun, pemikirannya mengajak Senja untuk mengalah.

"Ahh tidak. Kakak sedang tidak membutuhkannya." Kali ini Senja berbohong.

"Karis lebih baik kau bawakan teh itu ke kamar ibu. Setelah itu kau baca-baca buku ya."

Perintah itu tidak di bantah sama sekali oleh Karis. Ia hanya berkata "Baik kak." Dan meninggalkan dapur sederhananya.

Tidak lama setelah langkah Karis keluar, kini Putra duduk di samping kakaknya dan melihat Senja yang tengah membuat kue.

"Emmmmm, kak."

"Ada apa?" Senja menatap adik laki-lakinya.

"Tas ku sudah rusak kak. Maaf ya aku mengatakannya pada kak Senja. Kata kak Senja kan aku tidak boleh mengatakannya pada ibu."

Putra tertunduk dengan wajah polosnya yang kali ini merasa bersalah.

"Rusaknya parah ya?" tanya Senja.

"Iya kak di bagian ini." Ternyata Putra membawa tas sekolah miliknya.

Ia mengangkat tas tersebut dan menunjukkan bagian yang rusak ke pandangan kakaknya.

Senja terdiam melihat tas adik laki-lakinya sangat parah.

Mungkin jika orang lain sudah tidak ingin memakainya walaupun belum separah itu. Warna hitamnya sudah pudar, resriting tasnya sudah pada rusak, banyak jahitan di kanan kiri tas. Dan bahannya sudah banyak yang robek. Itu karna tas Putra berbahan dasar kain sederhana. Ia sadar tidak punya cukup uang untuk membeli tas seperti teman-temannya.

Mata Senja tertuju pada semua bagian tas yang ia lihat. Tak lama setelah itu ia menatap adiknya.

"Rusak sekali tas kamu ya Tra." Kata Senja

"Iya kak."

"Ya sudah, besok kalau ada reseki kakak belikan yang baru ya. Kan sekolah juga masih lama, jadi kalau belinya tidak saat ini tidak apa-apakan?" tanya Senja.

"Iya kak tidak masalah. Aku hanya memberitahukan kepada kak Senja. Belinya besok saja kalau ada uang."

Putra memanglah Putra. Laki-laki polos yang tahu diri terhadap dirinya.

Ia bukanlah seorang anak yang selalu menuntut untuk hidup mewah. Baginya hidup cukup sehari-hari sudah lebih dari cukup.

"Kalau begitu panggil kak Karis untuk makan ya. Ibu juga belum makan pasti."

"Oke kak."

Putra pergi meninggalkan kakaknya.

Setelah beberapa detik langkah Putra tidak terdengar, Senja menatap kue-kue buatannya dan menatap kursi yang tadinya di duduki Putra.

Ia mengingat ketika Putra menunjukkan bagian-bagian tasnya yang rusak.

Mata Senja kemudian berkaca-kaca. Ingin sekali rasanya ia membelikan tas untuk Putra dan buku tulis untuk Karis.

Namun ia tidak punya uang lebih. Uang hasil ia meraih juara I puisi memang belum terpecah sama sekali. Namun, kata ibu Marinah uang itu harus di gunakan untuk yang jauh lebih penting.

Hati Senja seolah menolak perintah ibunya. Ia ingin menggunakan uang itu dan mengajak ibunya kerumah sakit. Tapi pasti ibu akan menolak hal tersebut. Dan Senja juga ingin membelikan keperluan adik-adiknya.

Mata Senja semakin berlinang. Hingga ketika ia tidak lagi mampu membendungnya air mata itu jatuh membasahi pipinya.

' Ya tuhan aku harus bagaimana? ' (Senja)

Senja menatap atap-atap rumahnya dan kembali mengusap air mata yang sudah membasahi pipinya.

1
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨
Little Peony
Lanjut ya Thor ✨✨✨✨
Annisa Fazila
kerennn
Niswa mandailing
❤❤❤
Kazuky Alichia
hai kak, maaf baru mampir, yah ku taburi like dan rate bintang lima😉

semngat ya kak
Siha
like mendarat, semangatttt nulis nya tor🥰
di tunggu feedback-nya
Juleha2606
💪💪thor
Renna Mustika
like lagii😂
Renna Mustika
teruskan😍
Renna Mustika
like
APRILDA
Next thor....

owh ya thor fav karya ak juga ya. Saling support... 😊
Conny Radiansyah
ikut sedih...
Conny Radiansyah
umur manusia, hanya Allah SWT yang tahu....
Conny Radiansyah
siapa laki" tadi
Conny Radiansyah
kenapa pergi . .
Conny Radiansyah
Arjuna nich gak ngomong terus terang...
Conny Radiansyah
jangan membatin aja...
Conny Radiansyah
katakan terus terang Arjun..
Conny Radiansyah
bagus
Conny Radiansyah
pekerjaan apapun asal halal tidaklah memalukan...yg memalukan ketika berlagak kaya dan menghina orang yang gak punya, kenyataannya diapun kekurangan....gaya loe selangit Dini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!