Selamat datang di karya pertama saya 😆
Semoga kalian suka sama ceritanya...😚🫰
Gaby dan Harris diam-diam menjalin hubungan yang tidak direstui. Gaby hanyalah seorang gadis dari keluarga biasa, sedangkan Harris seorang anak sultan. Dimasa depan ia akan menjadi seorang pewaris kejayaan perusahaan milik orangtuanya.
Hubungan rahasia mereka, telah membawa keduanya kepada gairah yang tidak tertahankan. Dua orang dewasa yang sama-sama baru pernah menjalin hubungan asmara semasa hidupnya.
Ibu Harris menentang keras hubungan asmara mereka, sampai-sampai menyewa seorang agen rahasia untuk memisahkan mereka.
Akankah hubungan asmara mereka bisa terus berlanjut hingga ke jenjang pernikahan?? Ataukah harus kawin lari?? Atau hamil diluar nikah??
Yuk...~ ikuti kisah cinta mereka yang penuh gairah 🏙️👩❤️💋👨👩❤️👨
#Office Romance
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lukalama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11 Perhatian (Visual Karakter)
Tiga hari setelahnya kejadian pura-pura sakit.
"Ha...ha...lo kenalkan nama saya Tiara" ujar Tiara gelagapan memperkenalkan dirinya pada Harris, karena dulu pernah gagal menikah, ia jadi sedikit trauma sama sosok laki-laki
"Halo senang bisa ketemu temannya Gaby, kalau di luar kantor panggil saja Harris...~" ujar Harris tersenyum ramah dan memberikan isyarat untuk salaman
Namun Tiara yang ada trauma dalam dirinya, tidak membalas jabatan tangan Harris, ia malah menunduk dan diam saja.
"Senang juga kenalan" ujar Gaby yang menggantikan Tiara berjabat tangan dengan Harris
".....?" Harris agak bingung sama sikap Gaby dan temannya yang pemalu ini
Sambil berkeliling kantor, Gaby menjelaskan letak kantin, ruang kesehatan, ruang HRD, dan ruang-ruang divisi lainnya pada Tiara.
"Gak apa-apa nih, jam istirahat kamu jadi buat nemenin aku" ujar Tiara merasa tidak enak
"Gak masalah, aku seneng kok bisa satu kantor sama Tiara" ujar Gaby
"Thank you Gaby" ujar Tiara merasa senang
"Pokoknya kalau ada yang ganggu-ganggu kamu disini, bilang aja ke aku, biar gua pukul" ujar Gaby yang mudah emosi
"Hahahaha.." Tiara agak khawatir melihat Gaby yang suka emosian
Seharian Tiara belajar banyak untuk bekerja sebagai asisten manager keuangan, Gaby juga bekerja lebih rajin karena merasa bersalah sudah bohong sakit.
"Makan malam??" ujar Harris
"Iya anggap aja ini hutang Budi gua, lu udh bantu Tiara dapat kerjaan" ujar Gaby
"Berdua aja nih~" ujar Harris berharap banyak
"Ehh..~ gak lah, bareng sama anak kantor juga, ada Sofia, Brenda, Yoseph, Tiara juga ikut" ujar Gaby
"Oke deh aku ikut~, sekalian mendekatkan diri sama anak kantor" ujar Harris
"Oke nanti langsung ketemuan disana, nih alamatnya gua kasih" ujar Gaby mengirim pesan pada Harris
_________
Matahari sudah tenggelam, Harris mengendarai mobilnya ke alamat yang sudah Gaby share loc.
"PRRIIUTTT PRRIIUTTT" suara tukang parkir
"Maju woii, kanan kanan..!!!" bapak tukang parkir berteriak
Harris kaget karena ia tidak mungkin salah alamat, tempat makannya dipinggir jalan, tapi luas dan terbuka, hanya bangunan sederhana saja, tapi orang-orang pada antri untuk masuk kedalam, parkirannya penuh, tukang parkirnya jutek.
"Woii woii maju jangan bengong..!!!" teriak tukang parkir ke Harris
Dengan panik Harris memasuki wilayah parkiran, dan memarkirkan mobilnya dengan penuh kepanikan.
"Astaga gila ini beneran restoran kan??" ujar Harris masih gak yakin
"Harris..!! sebelah sini" ujar Gaby melambaikan tangannya
"Akhirnya ketemu, aku bingung banget..~" ujar Harris yang merasa lega
"Hehe.. maaf memang tempatnya selalu rame gini" ujar Gaby
"Malam pak Harris" ujar Sofia, Brenda, Yoseph yang juga ikut makan bareng
"Malam, malam" ujar Harris ramah
"Ma..malam pak Harris" ujar Tiara yang menunduk
"Malam juga Tiara" ujar Harris tersenyum ramah ia sudah bisa memaklumi sikap Tiara yang pemalu
Gaby mengajak Harris untuk memilih lauk, Harris begitu kaget karena pilihan di meja prasmanan sungguh sangat banyak, dan ada banyak daging-daging yang belum pernah Harris lihat semasa hidupnya.
"Ini yang item gosong apaan?" ujar Harris kebingungan
"Itu namanya Paru, enak loh gurih banget rasanya" ujar Gaby
"...." Harris agak heran kalau paru-paru bisa di masak
"Ini kuning bulat-bulat apaan??, agak lembek gitu ya" ujar Harris bingung
"Itu otak, uenak loh" ujar Gaby sambil memberikan jempolnya
Sambi antri pelan-pelan akhirnya mereka semua bisa duduk bersama untuk makan.
"Eh..!!! jangan diminum pak" teriak Tiara
"Kenapa??" Harris bingung
"Itu air buat cuci tangan pak" ujar Yoseph
"Aaagghh..!!" Harris kaget menaruh kembali
"Pfftt..hahaha, sini ikut gua, kita ke wastafel" ujar Gaby sambil menuntun Harris
"Hihihi.." Tiara tertawa geli melihat Gaby dan Harris yang seperti adik kakak
"Si Gaby, walaupun tomboy gitu, sebenarnya masih keibuan juga loh" ujar Brenda
"Iya dari dulu memang perhatian orangnya" ujar Sofia
"Iya memang dari dulu itu sifat Gaby" ujar Tiara tersenyum melihat sahabatnya
Setelah mencuci tangan, semua mulai makan dengan lahap, rata-rata makan menggunakan tangan, kecuali Harris karena tidak terbiasa, ia menggunakan sendok dan garpu, tapi agak kesulitan memotong daging ayam dan paru.
"Sini aku bantuin, gak apa-apa ya aku pegang" ujar Gaby gak tega melihat Harris kesulitan makan
"O..oke" ujar Harris agak deg-degan
Gaby dengan pelan-pelan, menyobek daging ayam dan paru, agar Harris lebih mudah menyendok nya.
"....." Tiara yang melihat kedekatan Gaby dan Harris, agak keheranan
"Ciee cieee.." ujar Brenda yang melihat
"Kayak ibu sama anak deh hehehe" ujar Yoseph yang tertawa geli
Harris yang mendengar tidak menanggapi, ia hanya merasa sangat senang bisa makan bersama Gaby dan perhatian Gaby padanya.
"Restorannya sederhana tapi enak banget ya, gak nyangka paru-paru bisa dimasak seenak ini" ujar Harris merasa kenyang
"Kita-kita juga suka makan disini pak kalau udah tengah-tengah bulan gini" ujar Yoseph
"Makanya gak heran tiap hari restorannya selalu ramai pak" ujar Sofia
"GABY..!!!" teriak seorang ibu-ibu kasir
Harris menoleh terlihat Gaby sedang berdebat dengan ibu-ibu kasir.
"Itu siapa?" tanya Harris
"Hmm..mm..i..tu ibunya Gaby" ujar Tiara agak gugup
"Hah??" Harris agak bingung
"Se....sebenarnya I..ibunya Gaby yang mengelola restoran ini pak..." cicit Tiara sambil menundukkan
"Oo gitu" ujar Harris baru tahu
"Gak apa ya bu, Gaby cicil kali ini aja, nanti gajian baru Gaby bayar full please...~" ujar Gaby membujuk ibunya
"Gak bisa, kamu tuh kalau gak ada uang gak usah traktir-traktir teman segala" ujar ibunya
"Ayolah bu..Gaby mohon" ujar Gaby
"Gak boleh..!!!" ujar Jane dengan tegas
"Biar aku aja yang bayar" ujar Harris yang datang menyusul
Jane agak kaget melihatnya kedatangan Harris, matanya langsung menyapu sosok pria yang baru dilihatnya.
"Eh..!! gak usah..jangan..!!!" ujar Gaby menolak, merasa tidak enak, karena yang mau traktir dia
Tapi Harris langsung mengeluarkan kartu bewarna emas untuk membayar.
"DISINI GAK TERIMA KARTU KREDIT...!!!" teriak Jane yang makin emosi
Visual Karakter :
Gaby
Harris
Tiara
Theo
Sandy
Rendy
*
*
#TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA ❤️
MOHON DUKUNGANNYA, TANPA DUKUNGAN KALIAN NOVEL INI TIDAK BISA BERKEMBANG
#JANGAN RAGU UNTUK MEMBERIKAN SARAN DAN KOMENTAR, AKAN SANGAT BERGUNA KEDEPANNYA 🙏🙏🙏
dari awal yang cuma bisa memendam perasaan, jadian... nda dapat restu... perdebatan, sampai akhirnya menikah, punya anak dan hidup bahagia. semuanya melalui proses yang panjang.
tadi aja marah2'in Gabby.
si Harris juga. nda peka sama sekali... 😤
aku jadi rindu padamu
tapi memang lebih baik seperti itu, supaya mereka nda kebablasan juga 🙈
🌹🌹🌹🌹🌹 meluncur.
nanti pas berdua sama Harris. keluarin dah tanduknya
tapi masih mending gitu sih. supaya mereka nda kebablasan juga.
padahal Gabby yang salah paham