NovelToon NovelToon
AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Pelakor / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Febriliani

Menceritakan seorang gadis cantik yang bernama Halwatu Zahra terpaksa menikah siri dengan seorang pria yang dikiranya duda. Karena sebuah kesalahpahaman. Ternyata pria yang dinikahinya mendadak itu, adalah ayah tirinya.

Akankah Zahra akan terus jadi madu sang ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir

Ferdy akhirnya mengantarkan Zahra pulang ke rumahnya. Mereka mengenderai mobil, dan motor bututnya Zahra ditinggal di parkiran Hotel. Begitu banyak pertanyaan yang berputar di otaknya Zahra saat ini, mengenai Ferdy. Tapi, dia lagi tidak ingin membahas itu semua, karena Ferdy yang terlihat tidak terbuka, ditambah kondisi jiwanya yang masih syok dengan semua yang terjadi padanya. Dia akan menanyakan semua yang mengganjal di hatinya, pada Ferdy di lain waktu. Karena, waktu untuk mereka masih banyak, apalagi si pengganggu sudah out dari sekolah, yaitu Rara.

“Kenapa melirik-lirik aku terus?” tanya Ferdy tersenyum pada Zahra yang nampak bingung dan tidak tenang itu. Zahra yang masih bingung itu, berusaha bersikap ramah dan tenang dengan membalas senyum manisnya Ferdy.

“ Heran saja fer, kamu dengan gampangnya dibolehin bawa mobil perusahaan, hanya untuk antar aku pulang. Emang kamu dibolehin atasanmu meninggalkan pekerjaanmu, kamu kan tadi bilang lagi masuk sif malam.” Zahra

yang merasa tidak enak hati dan takut itu, melirik-lirik Ferdy saat bicara. Bagaimanapun, berduaan dengan pria di larut malam begini, tidak baik.

“Kalau kita bekerja dengan baik. Pimpinan sudah percaya. Disaat kita minta tolong, pasti dibantu.” Jawab Ferdy dengan pandangan fokus ke badan jalan yang sangat sunyi itu. Bahkan kini mereka sedang melewati hutan

yang terkenal angker.

“Iya sih.” Jawab Zahra pendek. Dia yang ketakutan akhirnya membaca-baca doa dalam hati. Mulai dari ayat kursi, Al-ikhlas, Annas, semua suroh pendek  yang sudah dihapalnya lebih dari tiga puluh suroh. Dia Tidak berani menatap badan jalan. Dia menundukkan kepalanya dan menutup kedua matanya. Karena dia tidak mau melihat penampakan di jalan yang terkenal angker yang sedang mereka lintasi saat ini.

Baru juga membaca satu suroh. Ferdy sudah membunyikan klakson mobil.

Tin

Tin

Tin

Suara klakson yang dibunyikan Ferdy membuat Zahra terlonjak kaget. Itu artinya para penunggu hutan itu sudah pada jahil,mengganggu para pengendara. Tak jarang, banyak terjadi kecelakaan di tempat itu.

“Fer, Fer… Jangan berhenti. Kita lanjut Fer..!” Ucap Zahra, karena melihat gelagat Ferdy yang ingin menepikan kenderaannya.

“Apa..? Lanjut..?’ ferdy yang belum paham, menoleh ke arah Zahra yang terlihat ketakutan. Walau Zahra wanita yang taat beribadah, entah kenapa dia sangat takut yang namanya makhluk halus.

“Iya lanjut Fer..”

“Tapi, itu ada wanita yang ngesot dijalan, sepertinya mau menyebrang.” Ferdy mengklakson lagi, agar wanita yang dilihatnya itu menepi. Saat bicara Ferdy melirik Zahra yang terlihat samar, karena lampu mobil di dalam mati.

“Tabrak aja Fer, ayo baca ayat kursi atau suroh al-ikhlas..!” ucap zahra panik penuh penekanan

Ferdy pun melakukan apa yang dikatakan oleh Zahra, dia membaca ayat kursi dalam hati, dan disaat pandangannya kembali fokus ke badan

jalan. Wanita yang berambut panjang dengan wajah yang tidak jelas yang dilihatnya tadi sudah raib. Ferdy yang terheran, celingak-celinguk menyoroti badan jalan ke

kiri dan ke kanan. Dia ingin mengetahui ke mana perginya wanita yang ngesot tadi

“Menghilang dia Ra.” Jawabnya dengan herannya.

“Ohh Syukurlah.” Jawab Zahra lengah, akhirnya berani membuka kedua bola matanya dan menoleh ke depan.

“Apa yang tadi itu hantu? Kunti? Atau…”

“Iya, itu syetan.”

“Apa…?” Ferdy yang kaget langsung tancap gas.

Bulu kuduknya seketika meremang, dia juga merasa hembusan angin di ceruk lehernya.

Wiihh.... Ferdy benar-benar ketakutan.

Tubuh Zahra pun terdorong ke depan, syukur kepalanya tidak terbentur ke dashbord mobil itu, karena Ferdy ngebut. Ferdy ngebut sampai ke depan rumah Zahra, kecepatan mereka seperti peluru saja. Syukur mereka tidak mengalami kecelakaan. Apalagi setelah melewati hutan, mereka kembali melewati TPU.

Sesampainya di depan rumah Zahra, Ferdy ngos-ngosan. Dia merasa perjalanan mereka malam ini sangat menegangkan. Seumur-umur. Baru kali ini dia melihat makhluk halus.

Huuffttt…

Ferdy kembali menghela napas kasar, dan memegangi dadanya yang berdebar-debar, setelah mematikan mesin mobilnya. Begitu juga dengan zahra yang masih ketakutan. Sungguh malam ini dia apes sekali

Tok

Tok

Tok

“Hantu… hantu..!’ teriak ferdy, disaat melihat ke arah pintu mobil yang diketuk, sebelah Zahra. Tentu saja Zahra ikut teriak. Karena terpengaruh dengan teriakan menakutkannya Ferdy, yang kini bahkan sudah mengangkat kedua kakinya ke atas jok, saking takutnya.

“Zahra... zahra…!” suara sang nenek yang memangil-manggil namanya, akhirnya membuat keduanya berhenti berteriak minta tolong. Sedangkan sang nenek yang ada di luar mobil, dibuat panik dan takut. Karena sang cucu berteriak ketakutan di dalam mobil yang terkunci. Sang nenek tidak bisa melihat keadaan cucunya di dalam mobil itu. Yang membuat sang nenek begitu khawatir. Sang nenek berfikiran. Orang yang ada di dalam mobil, ingin mencelakai Zahra. Ataupun melecehkannya.

“Zahra, Ra… Kamu kenapa? Apa yang terjadi di dalam sayang?” suara paniknya sang nenek, akhirnya menyadarkan Zahra. Bahwa yang ditakutkan mereka bukanlah hantu, tapi sang nenek.

Nenek Zahra yang mendengar suara  mobil ngebut, berhenti di depan rumah mereka.

Sehingga wanita tua yang menantikan cucunya pulang itu, langsung menyamperin mobil yang berhenti itu. Padahal sang cucu yang ada di dalam mobil itu, tidak menyadarai kehadirannya, disebabkan masih takut dan belum tenang.

“Zahra..?” suara sang nenek terdengar penuh kekhawatiran.

“Itu nenekku Fer, bukan hantu.” Ucap Zahra dan menghela napas dalam. Dia pun membuka pitu mobil.

“Iya, habis tadi penampilan nenek seperti mak lampir, yang tiba-tiba nongol di kaca mobil. Mana nenek pakai selendang putih dan mulutnya mengunyah sirih.” Jawab Ferdy, memperhatikan sang nenek yang menyambut cucunya yang turun dari mobil. Ferdy pun akhirya turun juga dari mobil itu, menghampiri

zahra dan neneknya.

“Malam Nek!” ucap Ferdy sopan menjulurkan tangannya untuk bersalim dengan sang nenek.

“Malam.” Jawab sang nenek datar, terlihat ekspresi wajah nenek kesal, dalam penerangan cahaya bulan purnama.

“ Terima kasih ya Fer, sudah anterin aku pulang.” Ucapan Zahra membuat Ferdy sedih. Itu artinya dia tidak diizinkan masuk ke rumah. Mana dia takut untuk pulang ke rumahnya malam-malam begini. Karena insiden tadi. Maklumlah ABG, masih penakut.

“Oohhh iya, sama-sama. Sebagai teman kita harus saling bantu.” Jawabnya cengengesan, menggesek-gesekkan kedua telapak tangannya yang kedinginan. Dia berharap sekali ditawarkan masuk ke rumah nya Zahra. Sekalian dia ingin tahu lebih banyak mengenai wanita itu. Tapi, tanda-tanda ditawarin singgah gak ada.

“ Nak Ferdy, terima kasih ya. Kami masuk dulu.” Sang nenek merangkul cucunya, berjalan ke dalam rumah. Ferdy yang kecewa, malah mengekor di belakang. Sontak Nenek dan cucu itu menoleh ke belakang.

“ Maaf ya Nek. Aku numpang di rumah nenek ya? Sampai terbit matahari.” Ucapnya gugup, karena tatapan sang nenek terlihat tidak bersahabat.

Sang nenek, bukannya sombong. Tapi, dia sedang menjaga harga diri mereka. Akan terlihat tidak baik, apabila, mereka memasukkan seorang pria ke dalam rumah, malam-malam begini. Apalagi di rumah itu, tidak ada pria. Sang nenek sedang berjaga-jaga. Tahulah di kampung, semuanya pada diurusi tetangga.

Zahra memberi kode dengan kedipan mata, agar sang nenek, mengizinkan Ferdy masuk ke dalam rumah, menunggu sampai esok. Dengan berat hati sang nenekpun mengizinkan Ferdy masuk ke dalam rumah. Berharap, dengan masuknya ferdy malam-malam ke rumah mereka tidak minimbulkan fitnah dan masalah nantinya.

TBC

Like, content, vote ya say

1
Eka Aphalah Aphalah
ada gitu cucunya di dukung jd pelakor,, walaupun alasan apapun itu
emang gak sakit hati istri pertama nya nanti kalo ketauan,,
si Zahra az cemburu kalo ibunya telponan Ama kakinya
l apa kbr sama ibunya,,,untung ibunya blm di garap juga Ama si bandot😅😅😅 kalo gk,,dosaa besaaaarrr tu
Puji Rahayu
pengalaman...mantan terindahku mo jd misua gk jd jg org batak sayyy...
tp dy islam se iman sm akoh.
jd gk masalah keless...
nm nya dunia nopel ya halu
ikut aja alur crita authornya.
kl gk mo bc ya sudah tp jgn mnghina n berkata kasar.
ni karya org d bkn susah payah tlg hargai..
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
wakkk nyungsep
Noer Hasanah
Cerita dlm Novel mah bebas ya...mau pestax dibuat lbih meriah dri pernikahan pangeran Charles dan Lady Diana pun ok lah ya
febriliani: hihihi.. iya kak. moga suka ceritanya. Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Sulastri Tri
aku enggak suka thor untuk ezra nya, terlalu tua.
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
cerita yg bikin penasaran
Elminar Varida
iiissh..gw mah ohah😅😅
Elminar Varida
astaga...aku yg baca ikutan tegang bayangin ada pempakan gitu😄😄😄
Angel Cristin noel
cerita nya menarik
mommyanis
lanjut....👍👍👍👍👍👍👍👍👍
febriliani: baca novelnya kk
total 1 replies
Mega
kl membaca dr judulnya AKU MADU IBU KU. brti seharusnua anaknya lah yg harus keluar dr lingkup dosa yg tidak di sengaja,apa pun itu alasannya biar cinta mati sm suaminya dan tidak di sengaja itu pasti akan ada salah 1 yg tersakiti,kl mau mundur harus anak dan ibu mundur semua biar tdk ada hati yg tersakiti,kl yg tersakiti si suami itu resiko dia yg main menikah2 aja kayak beli kucing dalam karung ngk tau apa2 main nikah aja,,, jd kl menurut sy sndri si kl mau ada yg mundur ya harus anak sm ibu mundur bareng,kl cmn 1 yg mundur itu bukan pengorbanan tp egois buat dr sendiri,,,,,
Mega
bagus zahra,kl blh jujur jg yg harus mengalah itu zahra,kl bicara mslh cinta mmg zahra sm ezra sama2 cinta,lalu sblm ada zahra ezra cinta ngk sm anin,,, di sini mmg org ke 3 itu jg zahra si anak,dan memang buasanya orang tua mengalah buat kebaikan anak,tp lihat dr awal lg,apa pantas seorg anak merebuat suami ibu kandungnya sndri,,,, dan dlm hukum jg tdk di perbolehkan,,,, ibu anin udh sakit2an mkn hanya pingin merakan kebahagiaan walau pun hanya sebentar,sdgkan zahra,maaa depannya msh panjang msh bisa mncari kebahagiaan yg lain, dan udh jelas jg yg salah ezra main nikah2 aja ngk pernah mau tau keluarga anin atau pun zahra,buat apa katanya org kaya tp ngk bisa mencari info yg sangat mudah sptri itu,konyol kan jdnya,,, anak dan ibu jd ke egoisan ezra,,,,
Tarrie Sidik
maaf ya toorrr...biasanya orang batak itu manggil mantunya itu bukan bere tapi hela at kela buat orang batak karo.
febriliani: ini batak angkola kk, beda kk
total 1 replies
Chy Teteh Bhawel
pak arif digantara nih
Calista
semangat terus yaa tor buat nulis cerita yg baru lagi...
Calista: yo I say...
total 2 replies
Imes Maesaroh
baik
Calista
kutunggu karya terbaru mu slalu...
Calista
sungguh karya yg baik karna banyak mengajarkan tetang cara bersikap lebih baik menghadapi semua situasi... Semangaaaaat terus yaaa tor buat berkarya... sukses slalu buat mu... 😘😘😘
febriliani: iya kak, buka profilku kak, aku sdh ada 9 novel
total 1 replies
Hence Mamanya Ramadhan
tambah seru nih cerita nya
Hence Mamanya Ramadhan
mantap Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!