NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"Cih dasar gak tahu diri! Kau sudah bukan bagian dari perusahaan lagi! Apa yang terjadi dengan perusahaan itu bukan urusan mu lagi karena mulai detik ini aku adalah pemilik yang sah dari perusahaan tersebut!" ucap Arkan yang membuat manik mata Luna terbelalak.

"Apa?" ucap Luna menatap tak percaya ke arah Arkan.

"Jangan berlagak seperti orang bodoh, kamu jelas melakukannya secara sukarela Luna..." ucap Arkan dengan tawa yang menggema bak menampar Luna dengan bertubi-tubi.

"Apa maksud ucapan mu?" ucap Luna menatap dengan raut wajah tak percaya ketika kata-kata tersebut keluar dari mulut Arkan.

"Hahaha, biarkan aku ingatkan kau kembali.. Dan kodenya ada pada dokumen, siang hari, proyek jembatan kota Selatan... Apa kau sudah bisa mengingatnya sekarang?" ucap Arkan kemudian dengan tatapan yang mengejek.

Mendengar hal tersebut ingatan Luna di tarik mundur tepat ketika kala itu Arkan menyapa dengan senyuman manis siang itu.

Arkan yang datang membawa sebuah map yang berisi dokumen tentang proyek besar di kota Selatan, membuat Luna terlena dan mengira dokumen tersebut benar-benar berisi tentang proyek yang dibicarakan oleh Arkan, tanpa mengundang curiga jika hal itu hanyalah sebuah rekayasa yang sengaja di susun oleh Arkan dan juga Rachel sejak lama.

Kata-kata manis yang terucap dari mulut buaya milik Arkan, membuat Luna terlena dan tak memperhatikan dengan detail tentang dokumen yang di bawa oleh Arkan kala itu.

Air mata Luna nampak menetes tanpa bisa ia tahan, namun dengan cepat langsung Luna usap agar tidak memperlihatkan sisi rapuh miliknya.

Manik mata Luna nampak membulat dengan mulut yang bergetar berjalan mendekat sambil menunjuk dada Arkan dengan tatapan yang penuh dengan amarah.

"Aku percaya padamu! Sekali lagi aku percaya padamu! Tapi ini balasan mu padaku ha? Semuanya sudah ku lakukan untuk mu dan bodohnya aku selalu percaya perkataan mu yang selalu berbalut dengan dusta!" ucap Luna dengan nada penuh penekanan.

Arkan tersenyum mendapati amarah Luna yang memuncak, kemudian dengan santai mengambil jari tangan Luna dan mengecupnya dengan perlahan.

"Tak perlu semarah itu, aku masih bisa menampung mu dengan syarat kamu harus tunduk dan patuh kepadaku. Bukankah itu hal yang mudah?" ucap Arkan dengan tawa menggema yang seakan terdengar mengejek masuk ke dalam telinganya.

Luna yang jijik mendengar setiap kata yang terucap dari mulut Arkan, menarik dengan keras tangannya dan membuang muka seakan tak sudi lagi menatap wajah Pria yang dulu pernah berlabuh di hatinya.

"Tutup mulut mu, setelah semua yang kau lakukan padaku, apa menurut mu aku akan bersedia untuk tunduk dan patuh kepadamu?Aku benar-benar tak sudi!" teriak Luna dengan lantang membuat ekspresi wajah tak suka dari wajah Arkan mulai terlihat.

Mendengar kata-kata penolakan yang tak ingin Arkan dengar, membuat Arkan menarik dengan keras lengan Luna dan membuat tubuh tersebut terhuyung mendekat ke arahnya.

"Kau jangan sok suci, tak ada yang akan menampung mu setelah semua yang terjadi. Ah aku tahu... Kau pasti berpikir akan kembali pada Sagara bukan? Luna Luna... Apa kau pikir semua hal yang sudah kau lakukan pada Sagara selama ini akan membuatnya kembali kepadamu! Jangan pernah bermimpi Luna!" ucap Arkan dengan nada yang mengejek.

Iya, Luna memang telah melewatkan banyak hal yang berputar kepadanya selama ini. Mata hatinya yang buta dan terus mengukir nama Arkan di sana, membuatnya melupakan satu nama yang dengan tulus selalu berada di sisinya selama ini yaitu Sagara Razan Aditama.

Seorang teman masa kecilnya, yang selalu menemaninya dengan tulus. Namun semuanya berubah tepat setelah kedatangan Arkan, yang terus memprovokasi Luna dengan hal buruk, membuat hubungan Luna dan Sagara menjadi renggang dan tak lagi seperti dulu.

Mulut Luna terkunci membisu perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut Arkan, seakan tengah memberikan fakta yang tidak akan pernah bisa Luna elak kebenarannya, atau bahkan sekedar memperbaikinya.

"Jangan sebut nama Sagara dengan mulut kotor mu itu!" ucap Luna dengan nada yang bergetar.

"Kenapa sayang? Apakah kamu tengah berpikir untuk kembali kepadanya? Ha ha ha jangan pernah bermimpi." ucap Arkan dengan lembut sambil mengusap wajah Luna dengan penuh kelembutan.

"Singkirkan tangan mu! Aku benar-benar jijik terhadap kau... Dan juga Rachel!" ucap Luna dengan lantang sambil menatap ke arah kaca mobil milik Arkan.

Sepertinya Luna tahu jika sedari tadi Rachel menyaksikan semuanya dan melihat secara langsung dari balik kaca mobil milik Arkan.

Luna yang tak ingin menyianyiakan keadaan tampak tersenyum miring, ia jelas tahu saat ini Rachel pasti tengah menatapnya dengan kesal dari balik kaca mobil tersebut.

Luna mendekat dan berbisik lembut ke arah telinga kiri Arkan, seakan seperti sengaja memancing reaksi Rachel di dalam mobil.

"Jangan pernah bermimpi Arkan, cepat atau lambat karma akan datang menghampiri mu meski tidak melalui tangan ku! Kau jelas tahu bukan hukum tebar tuai?" ucap Luna dengan nada yang sensual sambil mengusap tengkuk leher Arkan.

Sesuai dengan tebakannya, apa yang di lakukan oleh Luna tentu mengundang tatapan penuh amarah dari Rachel.

Rachel jelas tak menyukai hal tersebut mulai terlihat kesal akan tingkah keduanya.

"Bukankah Arkan bilang ingin datang dan menertawakan kegagalannya? Mengapa keduanya malah bermesraan di sana? Sial!" ucap Rachel dengan raut wajah yang tak suka melihat kedekatan keduanya.

Menit demi menit, detik demi detik... Tingkah Arkan dan Luna nampak semakin mengesalkan bagi Rachel.

Dalam rasa kecemburuan yang di balut dengan api amarah, sebuah pikiran gila mendadak terlintas di kepala Rachel kala itu.

"Jadi... Meski aku dan Arkan menang dan mendapatkan segalanya, Arkan tetap tidak bisa melepaskan Luna si gadis sialan itu? Cih... Benar-benar menyebalkan." ucap Rachel dengan nada yang kesal sampai beberapa detik kemudian. "Atau seharusnya dia tidak ada di muka bumi ini, bukankah dengan begitu Arkan hanya akan melihat ku saja?" ucap Rachel dengan raut wajah kegirangan.

Rasa cemburu yang kian memburu di hati Rachel kala itu, membuatnya mulai menarik tuas gas dengan tersenyum lebar menatap ke arah Luna yang berada tepat di depan mobil.

"Kau sudah sepantasnya m*ti Luna!" ucap Rachel dengan nada penuh penekanan.

Tanpa pikir panjang mobil tersebut melaju dengan kencang menghampiri keduanya, tanpa berniat untuk menghentikan lajunya sedikit pun.

Baik Luna maupun Arkan yang mulai menyadari bahaya mendekat ke arah keduanya, mendadak terlihat panik sekaligus terkejut.

"Apa Rachel sudah kehilangan akal sehatnya? Sialan!" ucap Arkan dalam hati sampai kemudian terdengar benturan keras tepat sepersekian detik berikutnya.

Brug..... Tak... Tak... Tak...

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!