Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. 7.000 Vs 20.000!!
Di dunia Kultivasi ini, terdapat beberapa tingkatan yang di gunakan untuk menentukan kekuatan mereka. Yakni basis kultivasi.
Yang paling rendah adalah Prajurit dan yang paling kuat adalah Dewa Fana. Perbedaan basis kultivasi hampir sama seperti sistem kepemerintahan politik namun berbeda nama dan fungsi.
Prajurit -> Master -> Grandmaster -> Tanah -> Bumi -> Langit -> Star -> Dewa Fana. Setiap tingkatan di bagi menjadi 1 hingga 8 sebelum bisa menerobos ke tahap selanjutnya.
....
Saat Shen Luo telah sampai di benteng Chang'an. Ia berdiri di benteng sejak sore menatap perkemahan musuh yang tak jauh terlihat dari cahayanya.
Fei Xuen dan Chang Hei naik ke benteng untuk membahas strategi tempur namun kebetulan mereka melihat Shen Luo ada di benteng.
"Kaisar." Sapa mereka berdua.
Shen Luo mengangguk tanpa berbalik ke arah mereka. "Ada perlu apa kalian kemari."
"Ini..." Chang Hei merasa rau untuk menjelaskannya.
"Kami kemari untuk membahas strategi tempur besok pagi, Kaisar." Fei Xuan menyela Chang Hei. Chang Hei merasa begitu namun dia merasa tidak apa-apa.
Tangan Shen Luo mengepal di belakang punggungnya sebab amarah dan dendam menguasai dirinya. "Panglima Fei Xuan dan Panglima Chang Hei. Apa kalian sudah tentukan strategi perang seperti apa yang akan kalian pakai."
Fei Xuen menggeleng. "Kami belum mempunyai strategi. Karena perbedaan kekuatan kita dengan mereka berbeda jauh. Kita memiliki 7.000 Pasukan sedangkan mereka 20.000 Pasukan."
Chang Hei menambahkan kalimat Fei Xuen. "Selain itu dari 20.000 Pasukan berbagai kekuatan dari Prajurit hingga basis Kultivasi Grandmaster berada disana. Kekuatan basis komando mereka menurut rumor berada di basis kultivasi ranah Tanah.
Shen Luo terlihat tidak takut dengan pernyataan Chang Hei. Justru ia tersenyum kepada mereka berdua.
"Kalau begitu besok pagi saat mereka mengira kita bertahan dalam benteng tapi sebenarnya kita akan menyerang mereka."
Fei Xuen dan Chang Hei terkejut, namun melihat wajah percaya diri Shen Luo keduanya mengangguk mengerti.
"Akan kami atur segera yang mulia kaisar." Ucap Fei Xuen kemudian melangkah mundur pergi disusul Chang Hei.
Hanya tersisa Shen Luo dan keheningan malam dan bisikan angin di telinga secara samar-samar. Alasan Shen Luo melakukan serangan frontal adalah, karena mereka tidak memiliki pilihan lain.
"Hah... Hahah." Shen Luo mendesah rendah lalu tertawa. "Mungkin para leluhur tidak akan memaafkan ku jika Kekaisaran ini hancur."
Matanya terpejam dengan sedih walau ia harus menahan air matanya sebab ia Kaisar.
Duar!...
Sesuatu jatuh di sebelah Shen Luo hingga ia terkejut dan langsung melompat mundur. "Siapa!."
Keributan itu memancing pasukan penjaga dan bergegas mengepung dua arah dan Fei Xuen serta Chang Hei berdiri di sebelah Shen Luo karena mendengar suara keras.
Pupil mata Shen Luo bergetar saat melihat pria keluar dari asap pendaratannya. Pria itu terlihat muda dengan rambut panjang putih sepunggung.
Pria itu menegakkan badannya seperti orang bijaksana serta kedua tangannya di belakang pinggul.
"Tentu saja semua akan marah pada penerus Kaisar selanjutnya." Katanya disertai tatapan tajam.
Shen Luo merasa seperti melihat sosok agung yang membuat tubuhnya bergetar.
"M-mana mungkin... Se-sejak kapan ada sosok sekuat ini di Benua Zhanxi? Aura ini adalah aura Dewa!." Teriaknya dalam hati.
"Groarrr!!!!..." Auman Naga keras membuat jiwa di kesadaran ilahi Shen Luo terkikis menjadi puluhan bagian dan matanya melihat Naga emas besar sekali lagi ia ketakutan karena itu ialah Simbol Kekaisaran Shen.
...
Shen Hao Feng terus melangkah hingga jaraknya dengan Shen Luo hanya beberapa kaki.
Sing!...
Fei Xuen menghunuskan pedang perak naganya ke leher Shen Hao Feng. "Siapa kau! Berani sekali kau membuat kekacauan di depan Kaisar!."
"Hmm!!." Chang Hei menampar lantai benteng dengan kapak hingga guntur di langit menjawab panggilannya.
Shen Hao Feng menghela nafas rendah. "Hanya basis kultivasi Tanah tahap 1 dan 3 saja berani menghambatku?." Matanya terbuka bersinar keemasan.
Fei Xuen serta Chang Hei tercengang dan mereka mundur bersamaan karena pria di depannya tahu basis kultivasi mereka.
Shen Hao Feng menghapus cahaya di matanya lalu menatap Shen Luo. "Kamu Kaisar ke berapa."
Semua orang tidak mengharapkan Shen Hao Feng akan bertanya seperti itu tapi orang-orang Shen Luo yakin bahwa Shen Luo tidak akan menjawab pernyataan orang asing.
Shen Luo berlutut dan memberi salam. "Saya Shen Luo Kaisar ke 89 memberi salam kepada leluhur terhormat!." Ia berkeringat deras.
"Kaisar?!." Fei Xuen terkejut.
"Kaisar apa yang anda lakukan! Cepat berdirilah dia hanya orang gelandangan!." Teriak Chang Hei marah.
Namun Shen Hao Feng diam saat Shen Luo memperkenalkan diri. Lalu ia berbalik badan berpaling dari Shen Luo. "Shen Luo, aku ingat namamu. Tapi aku kecewa padamu karena Kekaisaran yang indah di 10.000 tahun lalu harus berakhir hancur di tanganmu."
Shen Luo mengatupkan bibirnya kemudian bersujud di tanah. "Maafkan saya! Karena kesalahan saya Kekaisaran- tidak. Benua Zhanxi terancam hancur!."
Shen Hao Feng meliriknya sekilas dari matanya yang bersinar transformasi emas di pupil. "Aku Shen Hao Feng. Itu saja, jika Kekaisaran di ambang kehancuran aku pasti akan bangun." Shen Hao Feng sekali melangkah ia telah menghilang tanpa jejak spiritual.
Chang Hei terkejut dan pergi ke tempat berdirinya Shen Hao Feng. "Siapa pria itu sebebarnya? Sial dia membuatku sangat kesal."
Akan tetapi Fei Xuen merasa simpati dengan Shen Luo yang masih berlutut. Ia menyimpan kembali pedang ke sarungnya. "Tapi aku juga merasa akrab dengan emas di pupil mata pria tadi." Gumamnya.
"Itu adalah tanda Kaisar." Kata Shen Luo tiba-tiba yang bangun dari duduknya.
"Kaisar?." Fei Xuen terheran. "Tapi aku pernah mendengar ada Kaisar bernama Shen Hao Feng."
Shen Luo berdiri saat wajahnya cerah ketika mengerti sesuatu. "Aku yakin dia adalah Kaisar terdahulu yang sudah lama sekali. Karena aku melihat simbol Kekaisaran ada padanya seperti satu."
Fei Xuen terkejut lagi di buatnya. "Simbol Kekaisaran? Naga Emas yang kabarnya tidak pernah muncul lagi saat Kaisar ke 34 meninggal dunia? Kabar mengatakan Naga Emas tiada juga karena jejaknya tidak di temukan."
Shen Luo tertawa terbahak-bahak kemudian berpaling darinya. "Kita lihat besok saja Fei Xuen!." Shen Luo masih tertawa walau dia pergi.
"Ada apa dengan Kaisar?." Tanya Chang Hei ke Fei Xuen.
Fei Xuen juga ikut tersenyum lebar. "Entahlah, tapi aku juga merasa ingin ikut tertawa. Sampai jumpa besok pagi Chang Hei." Fei Xuen ikut senang walau dia tahu mungkin itu tidak benar.
"Namun seandainya benar maka Kekaisaran pasti bisa bangkit ke masa jayanya!."
...
Sedangkan di pedalama gunung sejauh beberapa Mil dari Benteng Chang'an. Shen Hao Feng duduk di atas lotus raksasa yang tumbuh di atas danau besar.
Shen Hao Feng duduk bersila dan mengeluarkan dua kendi kecil berisi pil pemulihan energi. "Hah... Tertidur selama puluhan ribu tahun entah butuh berapa banyak pil agar energiku bisa pulih.
Shen Hao Feng mengangkat semua pil dari dalam botol untuk ia minum semua. Namun itu semua terlalu kurang hingga Shen Hao Feng habiskan seluruh stok pilnya yakni 240 botol.
Dom!! Bom!!...
Barulah reaksi energi spiritual Shen Hao Feng berkoneksi dan ia segera memfokuskan penyembuhannya malam ini.
....
Esoknya.
Di depan benteng Chang'an, Shen Lup bersama Fei Xuen dan Chang Hei tentunya bersama ratusan pasukan berkuda menunggu musuh tiba.
Di atas benteng sendiri terdapat ribuan pasukan untuk mendukung dari jarak jauh. Saat Shen Luo merasakan tanah sedikit bergetar, matanya menyipit.
"Mereka tiba." Shen Luo menghunuskan pedangnya ke puluhan formasi segi empat yang di atur secara khusus untuk mengepung benteng Chang'an.
Satu formasi berisi seribu pasukan yang artinya memiliki 20 formasi segi empat dan komando di bagian tengah yang paling aman.
"Hem untuk apa Kaisar Kekaisaran itu ada disini?." Ia merenungkan sejenak. "Apa sejenis perangkap? Tapi harusnya mereka tidak memiliki pasukan sebanyak itu."
"Ah sudahlah." Komandan akhirnya berdiri dan terbang di atas udara. "Semua pasukan Tiga Aliansi dengarkan! Serang!!."
"haaa!!!..."
3 formas segi empat pertama menyerang terlebih dahulu, sisanya 4 formasi di belakang menyerang menggunakan anak panah.
Shen Luo menarik nafas terdalam. "Siap?."
Fei Xuen memakai helmnya dan mengangguk serta Chang Hei. Shen Luo memecut kudanya pergi.
"Serang!!." Teriak Shen Luo di susul gerakan kuda yang lain dan serangan di benteng berupa serangan spiritual.
Shen Luo mempercepat langkah kudanya hingga jarak antara Fei Xuen dan Chang Hei melebar. Namun meski begitu Shen Luo adalah pria yang kuat sebab ranahnya di Langit tahap 1.
Shen Luo memisahkan badan anak panah menjadi dua setiap kali anak panah di lepaskan ke arahnya.
Saat jarak dengan lawan semakin terhimpit Shen Luo melompat dari kuda. "Infinite Blade!." Shen Luo mendarat seperti tornado dan ujung pedangnya adalah ujung tajam tornado.
Shen Luo berlari secepat kilat membunuh semua pasukan lawan per detiknya. Fei Xuen tidak mau kalah, ia membuka jalur untuk pasukan mereka bisa masuk lebih dalam.
Komandan lawan sedikit terganggu konsentrasinya saat membaca peperangan. Shen Luo sendirian menerobos satu formasi dan menyerang satu formasi sendirian. Satu formasi yang tidak terganggu tak bisa mendekati benteng karena formasi jebakan.
"Tch, suruh formasi ke 4 dan 5 untuk mengepung Kaisar Shen! Perintahkan formasi ke 6 menyerang musuh di formasi ke 2 dan formasi ke 7 dan 8 menyerang benteng!!."
Segera formasi lainnya bergerak dan Shen Luo selesai membantai satu orang terakhir di formasi ketiga yang ia hancurkan. Zirah emasnya di penuhi bercak darah dan ia berdiri ditumpukan mayat manusia.
"Hah... Hah... Hahh." Shen Luo berbalik badan melihat ribuan pasukan lain mengejarnya.
"Baiklah... Karena kalian tidak ragu untuk mati maka aku tidak akan segan!." Teriaknya.
Swush!!!...
Serangan spiritual dari berbagai arah di lepaskan saat Shen Luo berdialog.
Bom!!...
Ledakan keras mengguncang tempat Shen Luo hingga Fei Xin melihat kesana dengan cemas. "Kaisar!."
"Hiyaaa!!." Chang Hei memukul area dengan kapaknya dan petir menyengat puluhan pasukan hingga menjadi abu.
"Chang Hei aku serahkan urusan disini padamu. Aku mau menyusul Kaisar!." Sentak Fei Xuen lalu berkuda menyusul Shen Long.
"Ya pergilah Fei Xuen!." Chang Hei tertawa saat merasa senang membantai pasukan musuh langsung di depan.
Fei Xuen terus berkuda cepat dan melihat Shen Luo di kepung banyak pasukan hingga zirah Shen Luo beberapa lepas dari badan namun Shen Luo melawan dengan sengit.
"Kaisar!!." Teriak Fei Xuen lalu masuk ke pertempuran.
"Haaa!!! Formasi 5 pedang langit!!." Fei Xuen mengangkat pedangnya ke langit dan 5 pedang raksasa turun dari langit membentuk segi lima.
Fei Xuen melompat ke bagian tengah. "Penjara Lima Pedang!."
Kelima pedang mengeluarkan cahaya dan cahaya itu mengeluarkan rantai hingga tidak ada yang bisa masuk atau keluar karena rantai itu saling terhubung satu sama lain.
Shen Luo mendongak dan tersenyum. "Kerja bagus Fei Xuen!." Shen Luo berputat cepat dan menghirup udara dingin. "Infinite Blade. The Slayer!."
...