we Lin seorang penjaga toko perhiasan yang di kirim ke dunia lain dan menjadi karakter op di dunia lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WERWET, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 2 guncang yang terjadi
Dengan susah payah, Teo memberanikan diri melangkah mendekati meja kasir.
Melihat pelanggan pertamanya akhirnya mendekat, We Lin tiba-tiba melihat layar sistem muncul di hadapannya.
[Peringatan: Lakukan penjualan perhiasan pertamamu sekarang.]
We Lin menatap Teo dengan senyuman ramah, berusaha menyembunyikan kegugupannya.
“Perhiasan apa yang ingin kau beli?” tanyanya sopan.
Teo menatap rak kaca di sampingnya. Pandangannya langsung terpaku pada sebuah perhiasan berbentuk naga emas dengan mata batu permata merah menyala di mulutnya.
Energi yang terpancar dari benda itu sangat luar biasa.
We Lin menyadari arah pandang pelanggan pertamanya itu.
“Ah, sepertinya kau menyukai perhiasan itu,” kata We Lin tersenyum.
“Karena kau adalah pelanggan pertamaku, aku akan memberikannya secara gratis.”
Teo terbelalak.
“Gratis?”
Memberikan benda sekuat ini tanpa meminta imbalan?
Sebelum ia sempat berkata apa pun, We Lin sudah mengambil kalung naga emas itu dari etalase dan menyerahkannya.
We Lin mengamati sikap Teo beberapa saat.
Dari pakaiannya, ia terlihat seperti seorang pemburu atau petualang.
Mencoba keberuntungan, We Lin berkata pelan,
“Kau sedang mencari seseorang, bukan?”
Mata Teo membulat sempurna.
Tebakan pemuda di depannya tepat sasaran!
“Jika tebakanku benar,” lanjut We Lin dengan seringai percaya diri, “aku akan memberimu petunjuk dari perhiasan ini.”
Tentu saja, We Lin tidak tahu apa-apa tentang buronan itu. Ini hanyalah bualan dan trik marketing agar kalung naga tersebut terlihat semakin istimewa, sekaligus membuat pelanggannya percaya bahwa toko perhiasannya adalah tempat yang luar biasa.
Teo menatap kalung di tangannya dengan takzim.
Sementara itu, We Lin hanya bisa berharap dalam hati...
Semoga strateginya berhasil.
Tiba-tiba, suara pintu toko yang terbuka memecah keheningan.
We Lin dan Teo serempak menoleh ke arah pintu.
Pintu toko terbuka perlahan, menampakkan siluet seorang perempuan. Setelah melangkah masuk, matanya langsung terbelalak lebar.
matanya langsung terbelalak lebar. Seluruh ruangan dipenuhi artefak dan perhiasan legendaris yang memancarkan aura luar biasa.
Tatapannya segera tertuju pada Teo dan We Lin. Namun, yang paling menarik perhatiannya adalah sebuah perhiasan yang memancarkan energi kuat dari dalam etalase toko.
We Lin memperhatikan perempuan itu yang tampak sangat tertarik dengan koleksi perhiasan di dalam toko.
“Selamat datang di toko perhiasan,” ujar We Lin dengan senyum ramah. “Apakah Anda sedang mencari sesuatu?"
"Di sini tersedia berbagai macam perhiasan berkualitas tinggi.”
Cara bicara We Lin terdengar seperti seorang pedagang berpengalaman.
Perempuan itu terdiam sejenak sebelum menjawab pelan, “Saya tidak berniat membeli apa pun. Saya hanya ingin melihat-lihat saja, jadi saya permisi dulu.”
Namun, We Lin tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ia segera mencoba menawarkan sebuah perhiasan untuk menarik perhatian wanita tersebut.
[Sistem: Jangan biarkan wanita itu pergi dan tawarkan perhiasan yang ada di toko.]
[Hukuman: Tidak akan ada pelanggan yang datang ke toko.]
We Lin menghela napas pelan.
“Muncul lagi sistem ini…”
Tanpa membuang waktu, We Lin segera mengambil salah satu perhiasan terbaik di toko.
“Tunggu, saya punya perhiasan yang sangat cocok untuk Anda.”
Wanita itu langsung berhenti dan terdiam.
We Lin kembali menambahkan, “Saya bahkan bisa memberikan diskon.”
Namun sebelum We Lin menyelesaikan perkataannya, layar sistem kembali muncul di hadapannya.
[Sistem: Diskon diperbolehkan 23% saja.
Tuan rumah tidak boleh menentukan harga sesuka hati.]
Urat di dahi We Lin langsung berkedut kesal.
Dalam hati, ia terus mengutuk sistem tersebut.
Teo dan wanita itu bahkan bisa merasakan hawa dingin penuh kutukan yang menyebar ke seluruh toko.
Dengan wajah kesal, We Lin tetap menyerahkan perhiasan itu sambil berkata, “Karena diskon 23%, total harganya menjadi 15 koin emas.”
Wanita itu terdiam.
Harga yang diberikan terlalu murah untuk sebuah perhiasan dengan aura sekuat itu.
Tanpa ragu, ia segera membayar.
Setelah itu, wanita tersebut buru-buru keluar dari toko dengan tubuh sedikit gemetar, seolah baru saja berada di tempat yang sangat menakutkan.