NovelToon NovelToon
Bunda Untuk Daddy (Tamat)

Bunda Untuk Daddy (Tamat)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:18.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: saskavirby

pengalaman pahit serta terburuk nya saat orang yang dicintai pergi untuk selama-lamanya bahkan membawa beserta buah hati mereka.

kecelakaan yang menimpa keluarganya menyebabkan seorang Stella menjadi janda muda yang cantik yang di incar banyak pria.

kehidupan nya berubah ketika tak sengaja bertemu dengan Aiden, pria kecil yang mengingatkan dirinya dengan mendiang putranya.

siapa sangka Aiden adalah anak dari seorang miliarder ternama bernama Sandyaga Van Houten. seorang duda yang memiliki wajah bak dewa yunani, digandrungi banyak wanita.


>>ini karya pertama ku, ada juga di wattpad dengan akun yang sama "saskavirby"

Selamat membaca, jangan lupa vote and coment ✌️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saskavirby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 2

"Lo harus datang, Ste."

"Iya, gue usahain, Rin."

"Oke, gue tunggu, kalau gitu gue pergi dulu ya. Bye, Ste," lambaian Erin dibalas anggukan oleh Stella.

Stella membolak-balikkan undangan di tangannya, di sana tertulis acara ulangtahun Vini, —putri dari sahabatnya, Erin. Sebenarnya ia malas untuk datang, karena di sana pasti banyak anak-anak. Hal itu mengingatkan dirinya dengan mendiang Rafa.

Stella menghembuskan nafas panjang, beranjak dari cafe tempatnya bertemu dengan Erin, ia memutuskan untuk ke mall mencari kado untuk keponakannya itu.

...***...

Suasana kediaman Erin sangat ramai. Beberapa tamu sudah hadir, rumah Erin pun disulap dengan berhiaskan balon-balon yang lucu, anak-anak saling kejar-kejaran memeriahkan acara.

Setelah memberikan kado untuk Vini dan berbincang-bincang dengan Erin, Stella memutuskan untuk pulang saja, karena sebenarnya dirinya kurang enak badan.

Saat berjalan keluar rumah, tidak sengaja dirinya melihat anak kecil yang duduk sendirian di kursi taman samping rumah Erin. Stella berniat menghampiri.

"Hai," sapa Stella tersenyum melambaikan tangan, saat berada di depan pria kecil yang sedari tadi menundukkan kepala. "Boleh Aunty duduk di sini?" tanyanya lagi, setelah tak mendapat sahutan.

Pria kecil itu lantas mengangguk lesu.

"Nama kamu siapa, sayang?" tanya Stella mengintip pada pria kecil di sampingnya yang masih betah menunduk.

"Aiden," jawab pria kecil itu hampir berbisik.

Stella mengangguk. "Kenapa nggak masuk ke dalam? Teman-teman kamu sedang bermain di dalam loh."

"Aiden nggak mau ke sana," tolak Aiden cepat.

Stella menyernyit. "Kenapa?" tanyanya penasaran.

"Di sana semua bersama Mommy, sedangkan Aiden tidak punya Mommy," jawab Aiden memainkan kedua jarinya yang bertaut.

Stella terkesiap. "Memangnya Mommy Aiden kemana? Kalau boleh Aunty tahu," tanyanya hati-hati.

"Kata Daddy, Mommy ada di surga. Waktu Aiden tanya dimana surga, Daddy bilang tempatnya jauh, Aiden tidak bisa ke sana," jawabnya murung.

Stella terenyuh mendengar jawaban pria kecil di sampingnya, ia jadi teringat Rafa. "Terus, Aiden ke sini sama siapa?" tanyanya lagi.

"Sama Aunty Fara. Tapi Aunty Fara bilang ada urusan, jadi Aiden di sini sendiri, nanti dijemput Pak Udin."

Terlihat jelas wajah sedih dari Aiden, kalau dilihat-lihat sepertinya usia Aiden tidak beda jauh dengan Rafa, seandainya Rafa masih hidup.

"Mau Aunty temenin ke dalam?" usul Stella kemudian, merasa tidak tega melihat wajah murung pria kecil nan menggemaskan di sampingnya.

Aiden mendongak. "Bagaimana dengan anak Aunty?"

Stella tersenyum. "Sama seperti Mommy Aiden, anak Aunty juga ada di surga," jawabnya mendongak menatap langit.

Aiden turut mendongak. Ia memilin ujung bajunya, "Apa Aiden boleh memanggil Aunty.. Mommy?" tanyanya gugup.

Stella terkejut, detik berikutnya kedua ujung bibirnya terangkat. "Bagaimana kalau Bunda Stella?" usulnya.

Aiden menoleh. "Bunda Stella?" ulangnya tidak mengerti.

Stella mengangguk. "Iya, nama Aunty, Stella, dulu anak Aunty juga manggilnya Bunda," terang Stella tersenyum melihat wajah pria kecil yang ternyata sangat tampan dan menggemaskan, dengan bola mata yang lebar juga bulu mata lentik.

Aiden berbinar, "Oke, Bunda," sahutnya antusias.

"Yuk," ajak Stella mengulurkan tangan dan disambut Aiden.

Stella menggenggam tangan kecil Aiden, menuntunnya menuju kediaman Erin, mengikuti acara sampai selesai, rasa tidak enak badannya tiba-tiba menguap.

*

Beberapa jam kemudian acara usai. Setelah berpamitan dengan Erin dan juga Vini, Stella menggendong Aiden keluar rumah, mencari keberadaan sopir pribadi yang bertugas menjemput Aiden.

"Itu Pak Udin," tunjuk Aiden saat melihat Pak Udin berdiri di samping mobilnya.

"Tuan Muda," sapa Pak Udin menunduk hormat, membukakan pintu untuk Aiden.

"Bunda, Aiden pulang dulu, ya?" pamit pria kecil itu tersenyum riang.

Pak Udin nampak kebingungan, kenapa tuan mudanya memanggil wanita di depannya dengan sebutan Bunda? Dan kemana Fara? yang notabene calon ibu sambung Aiden.

"Iya, sayang. Aiden hati-hati, ya?" balas Stella mencubit pipi Aiden gemas.

Stella tersenyum dan menganggukkan kepala saat Pak Udin menunduk hormat padanya.

Aiden membuka kaca mobilnya, melambai ke arah Stella. "Dah.. Bunda.."

Stella membalas lambaian Aiden, setelah mobil agak jauh Stella menghelas nafas dan berbalik menuju mobilnya.

*

"Pak Udin," panggil Aiden ketika di dalam mobil.

"Iya, Tuan Muda?"

"Pak Udin tahu rumahnya Bunda Stella nggak?"

"Bunda Stella?" gumam Pak Udin mengingat. "Siapa itu, Tuan Muda?" tanyanya.

Aiden mendengus. "Bunda Stella, Pak Udin, yang tadi gendong Aiden," balasnya ketus.

Pak Udin menggeleng. "Bapak tidak tahu, Tuan Muda."

"Hufftt.." Aiden menekuk bibirnya. "Bapak tahu nomor handphonenya?" tanyanya lagi.

Lagi-lagi Pak Udin menggeleng. "Tidak, Tuan Muda," jawabnya pelan, merasa tidak enak melihat wajah muram anak majikannya, dari kaca spion.

...***...

Di tempat lain.

Sandy sedang bertemu dengan klien penting di salah satu restoran ternama di Jakarta. Sebenarnya tadi ia bersama Fara, —kekasihnya, mengantar putra semata wayangnya ke acara ulangtahun teman sekolah.

Tapi, belum sampai menginjakkan kaki di rumah teman Aiden, Alvin sang asisten mengabari kalau ada janji dengan klien. Seandainya tidak penting, pasti Sandy akan menolak dan memilih menemani sang anak, tapi itu adalah kolega bisnis dari luar negeri, yang jarang berkunjung ke Indonesia. Jadi mau tidak mau dirinya harus menemuinya, dan meninggalkan Aiden bersama Fara.

Lewat lima menit Sandy selesai dengan urusan bisnisnya, ia melihat Fara, sang kekasih yang juga berada di restoran yang sama dengannya, bersama teman-temannya.

Kalau Fara di sini, lalu Aiden dimana?

Apakah acaranya sudah selesai?

Tapi baru satu jam Sandy meninggalkan mereka. Dan yang ia tahu, acara ulangtahun seperti itu akan menghabiskan waktu lebih dari satu jam.

Sandy bergegas menghampiri Fara. "Fara, dimana Aiden?" tanyanya to the point.

Fara cukup terkejut melihat kehadiran Sandy di sana, ia mendadak gugup. "Aiden masih di rumah temannya, sayang," ia berusaha bersikap biasa saja dengan bergelayut manja di lengan Sandy.

"Kenapa kamu di sini? Bukannya menemani Aiden di sana?" Sandy meninggikan intonasi suara.

Fara terkesiap, bahkan tangannya terlepas sendirinya dari lengan Sandy. "Ta-di aku ada pemotretan mendadak, sayang. Jadi aku tinggal Aiden sebentar, lagian aku juga sudah menelepon Pak Udin buat jemput Aiden," ucapnya gugup, ia mendadak ciut melihat kilat kemarahan di mata Sandy.

Tanpa menjawab alasan Fara, Sandy segera berlalu meninggalkan Fara. Merogoh saku jasnya, mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. "Halo, Ma. Aiden dimana?" tanyanya, ketika sambungan terhubung.

"Bukannya Aiden pergi ke acara ulang tahun temannya? Sama kamu dan Fara 'kan, San?"

"Sandy ada meeting penting, Ma —"

"Omaaa..."

Terdengar suara anak kecil di seberang yang diyakini adalah suara anaknya.

"Sandy, Mama butuh penjelasan dari kamu!"

Tut!

Sambungan ditutup sepihak, Sandy menghela nafas lelah, pasti Mamanya akan memarahinya setelah ini.

...***...

"Omaaa.." teriakan Aiden menggema di rumah mewah kediaman Van Houten.

"Oma, tadi Aiden ketemu Bunda Stella, dia baik sama Aiden, Oma," cerita Aiden antusias.

"Bunda Stella? Siapa dia, sayang?" tanya Laras, —Ibunda Sandy, seraya memangku cucunya.

"Tadi Aiden ketemu Bunda waktu di rumah Vini, dia temenin Aiden waktu Aunty Fara ninggalin Aiden di sana sendirian, Oma," jawab Aiden dengan wajah bahagianya.

Laras tersentak. "Aunty Fara ninggalin kamu sendirian?"

Aiden mengangguk. "Iya, Oma. Katanya, Aiden pulang sama Pak Udin aja," jawabnya polos.

Laras bergeming.

"Oma, Oma," Aiden menggoyang-goyang lengan Laras yang terdiam.

Laras menoleh. "Iya, sayang?"

"Oma, Bunda Stella baiiikk banget. Kata Bunda, Aiden boleh makan coklat, tapi enggak boleh banyak-banyak. Nanti ompong kayak nenek-nenek," Aiden terkikik. "Bunda juga bilang, Aiden boleh berteman sama semua orang, enggak boleh pilih-pilih," sambungnya riang.

Terus saja Aiden membicarakan tentang Bunda Stella yang Laras tidak tahu siapa itu, dan bagaimana rupanya. Tapi mendengar cerita Aiden, sepertinya wanita itu orang baik.

...***...

"Ma, dimana Aiden?" tanya Sandy ketika memasuki rumah.

"Apa maksudnya dengan kamu meninggalkan Aiden sendirian di acara seperti itu Sandy?" cecar Laras menatap tajam putra semata wayangnya.

"Maafkan Sandy, Ma."

"Lalu? Dimana Fara?"

"Dia ada pemotretan," jawab Sandy singkat.

"Bagus. Perempuan itu lebih memilih pekerjaan ketimbang mengurus anak kamu. Ingat ya Sandy, kamu menikah bukan untuk kamu sendiri, tapi mencari sosok ibu untuk Aiden," tutur Laras mengingatkan.

"Sandy tahu, Ma."

"Lalu?"

Sandy menghembuskan nafas panjang. "Nanti Sandy akan bicara dengan Fara," putusnya final.

"Ingat pesan Mama," tuntut Laras berlalu menuju kamarnya, meninggalkan Sandy yang berdiri di posisinya.

...***...

"Lo ada masalah apa sama Sandy, Far?"

Fara menoleh ke arah kiri, melipat kedua tangannya. "Huh! Ini gara-gara anaknya si Sandy. Sandy ninggalin gue di acara ulangtahun anak-anaknya itu, gue bosen 'kan harus ikut acara begituan, bahkan sebenarnya gue nggak suka sama anak-anak, merepotkan," cetusnya kesal. "Gue tinggal aja tuh anak di sana, biar nanti dijemput sama sopir pribadinya, biar gue bisa seneng-seneng di sini sama kalian. Eh, tahunya, Sandy malah meeting di sini juga, sial!" sambungnya mengumpat.

"Heh, lo lupa? Pacar lo itu duda dengan satu anak, kalau lo mau bapaknya, lo juga harus nerima anaknya, dong?" sahut wanita di depannya yang berpakaian mini berwarna pink.

"Kalau saja Sandy bukan orang kaya dan tampan, gue pasti mikir dua kali buat jadi istrinya," balas Fara angkuh. "Apalagi dia punya anak," imbuhnya mendesah kesal.

Wanita di sampingnya tergelak. "Putusin aja, udah."

"Enak aja lo, susah payah gue dapetin dia, sekarang lo nyuruh gue putusin, gue nggak mau," semprot Fara menolak ide konyol temannya itu.

"Iya, lo juga nggak jelek-jelek amat, Far, banyak lah yang mau sama lo."

"Sialan lo. Gue emang cantik," hardik Fara semakin kesal. "Cowok ganteng emang banyak, tapi nggak ada yang setajir Sandy," sambungnya tersenyum kecut.

"Lo harus pura-pura baikin anaknya kalau gitu," usul yang lainnya.

Fara menyeringai, mengetuk meja dengan kukunya. "Ya, gue akan berusaha."

.

.

1
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ye baru sadar klo lo bego san
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
gedeg bgt sama sandy
PNC
katanya Sandy CEO
kok milih perempuan kasar bgt nganggep cocok to dia

aneh sich

tp bnyak kok orang yg ga paham dng pilihannya
PNC
wong sugih tapi kok
Ervina T
Luar biasa
Nuriati Mulian Ani26
semoga ..rumahnya dibeli sandi
Nuriati Mulian Ani26
wanita hebat dan mandiri..stela
Nuriati Mulian Ani26
keren ceritanya ringan .aku suka alurnya
Kasih Bonda
semangat
iis sahidah
Luar biasa/Good//Good//Good//Good//Good/
iis sahidah
rega laki2 banget
iis sahidah
bunda Stella keren
Tea and Cookies
Luar biasa
Dewa Dewi
😂😂😂😂😂
Dewa Dewi
😂😂😂😂😂😂😂😂
Modish Line
♥️♥️♥️♥️♥️
Modish Line
😂😂😂😂😂😂
Modish Line
bodoh banget
Modish Line
good job Rega👍👍👍👍👏👏👏👏
Modish Line
blm jadi mamanya Aiden udh kaya ema tiri gini kelakuannya ....kalo jadi nikah bakalan abis nih Aiden disiksa sama si Fara gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!