Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?
===
“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”
“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”
“Masa?”
“Mahameru pantang ingkar janji.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1. Mimpi Buruk
Bab 1
“Cinta ….”
Bau hangus karet ban bercampur anyir darah yang pekat menusuk udara. Sebuah sepeda motor bebek tergelimpang beberapa meter di dekat pembatas jalan, rodanya masih berputar sia-sia di udara, menyisakan deru mesin yang sekarat sebelum akhirnya mati total.
Di tengah keheningan yang mencekam itu, tiga tubuh terhempas terpisah. Tubuh seorang wanita bergerak pelan, dadanya sesak seperti tertikam belati setiap ia menarik nafas. Sakit itu ia abaikan, saat rungunya menangkap suara tangis lirih yang begitu ia kenal.
“Bunda … sakit,” jerit bocah 6 tahun dan menangis merasakan sakit di tubuhnya.
Sang bunda, bergerak samar. Posisinya berada tidak jauh, tapi tak tergapai. Tangan yang terulur berusaha meraih bocah itu. Dar4h segar mengalir di sela Jari-jarinya, berusaha menggapai.
“Sa-yang, Cinta,” panggil wanita itu lagi sambil meringis.
“Bunda, sakit.” Bocah bernama Cinta itu menoleh ke arah lain.
Sang ayah berada di posisi lebih jauh, dekat tiang lampu jalan yang padam. Lelaki itu sudah terbujur kaku. Terpental dan terbentur begitu keras merenggut nyawanya seketika tanpa mengucap kata perpisahan. Luka menganga di kaki dan kepalanya mengalirkan darah segar yang lambat laun membentuk genangan gelap di bawah tubuhnya.
“Cinta yang kuat, ayah dan Bunda sayang Cinta.”
CInta menggeleng, ia ingin meraih tangan Bunda, tapi sulit. Entah apa yang membuatnya sulit bergerak, seolah ada sesuatu menimpa di kakinya dan rasanya … sakit.
Terdengar teriakan dan jeritan orang-orang, bocah itu masih menangis sambil teriak memanggil Bundanya yang sudah terdiam. Ia kesal, kenapa bundanya tertidur, kenapa bundanya tidak beranjak dan membantunya bangun. Tidak seperti biasanya, selalu perhatian dan sayang. Kenapa sekarang tidak peduli.
“Bunda ….” Teriaknya saat ia diangkat oleh seseorang, kakinya terasa semakin sakit. Wajahnya menoleh ke arah Bunda yang kini ditutupi oleh kain. “BUnda, aku mau bunda!”
“Bun-da.” Cinta mengerjapkan matanya, mulutnya berteriak memanggil nama bunda. Sudah 20 tahun berlalu, tapi kejadian itu masih begitu jelas di benaknya. Seolah menjadi mimpi paling buruk.
Beranjak duduk sambil menyeka keringat. Padahal, kamar yang ditempati menggunakan ac. Ia mengambil ponsel di atas nakas, setengah 6 pagi hampir saja ia kesiangan.
...Yess Production...
Mr. Arief : Diingatkan kembali, bagi yang tidak bertugas pagi ini. Kita meeting, jam 8 pagi. Jangan telat. @Cinta-cuantik, telat lagi siap-siap saya mutasi
Asep : Siap bos. Cinta masih gadis telat mulu
081323xxx : Siap pak
0815687xxx : Okeh
Restu : Langsung otw. Cinta, mau dijemput nggak?
Cinta_Cuantik : Iya, pak. ini udah otw … ke toilet 🫣 @Restu : nggak usah, aku udah dijemput
Umar : Dijemput siape?
CInta_Cuantik : Abang
Restu : Halah, paling abang Ojek
Asep : Ngapain pada berisik di sini, bubar. Ini grup resmi untuk kerja. Btw, lo udah punya pacar Ta?
081345xx : Perlu masuk infotainment nggak? CInta anak produksi akhirnya punya pacar 🤔🤭
Mr. Arief : Diingatkan kembali, bagi yang tidak bertugas pagi ini atau baru selesai produksi. Kita meeting, jam 8 pagi
Cinta_Cuantik : Bukan saya yang mulai kegaduhan ini
Umar : Terus siapa?
CInta_Cuantik : Pak Arief
Asep : Stres si Cinta
Mr. Arief : 🤔berani kamu Ta. Awas terlambat
Cinta mendengus meninggalkan obrolan di grup, ada pesan masuk lagi
...Restu...
Serius nih, mau dijemput nggak?
^^^Nggak^^^
...Asep...
Restu makin gencar aja. Terima napa?
^^^Aku ikhlas kalau Kang Asep ^^^
^^^mau terima Restu^^^
Ngaco, gue masih normal. Iya kali mau adu pedang sama Restu
Hampir empat tahun CInta bekerja di Yess TV, berada di divisi Produksi dan Pak Arief sebagai ketua tim produksi. Lulusan broadcasting mendukung pekerjaannya saat ini. Bisa dikatakan ia sangat beruntung, lulus sarjana melamar di sana langsung diterima. Training hanya 1 bulan berikutnya tanda tangan sebagai karyawan tetap. Sebagai gadis perantau sejak jaman kuliah tinggal di kosan. Hanya saja sekarang kosannya lebih baik dibandingkan saat masih kuliah.
CInta berkumur setelah menyikat gigi, mimpinya tadi kembali mengusik pikiran. Kejadian itu seolah menjadi trauma. Kecelakaan yang ia alami merenggut nyawa kedua orangtua pun dengan kakinya yang saat itu tertimpa motor bahkan sampai tindakan operasi. Selama sekolah ia tidak mengikuti olahraga apalagi yang ekstrem termasuk lari.
Yang ia ingat malam itu bukan hanya keluarganya yang mengalami kecelakaan, ada mobil dan suara tangisan anak kecil, balita mungkin. Namun, yang paling membekas adalah sang Ayah yang berlumuran dar4h dan Bunda yang berusaha meraih tangannya lalu terdiam. Kejadian itu menyisakan trauma, sampai sekarang ia tidak sanggup melihat kejadian mengerikan seperti itu lagi termasuk dar4h. Ia akan panik, berteriak atau menangis. Untungnya tidak terjadi ketika ia mendapatkan periode bulanannya.
“Bun-da,” lirih Cinta menyusut ujung matanya yang berair.
***
Penampilan CInta tidak seperti gadis lain, feminim apalagi dengan full make up lengkap dengan maskara dan eyeliner. Pagi ini ia memakai celana jeans hitam, kaos putih dan sneaker senada dengan kaos dilapisi kemeja tactical warna cream seragam tanpa kancing. Kemeja ini seragam kerja dari Yess TV. Rambut dikuncir ekor kuda dan helaian poni dia jepit agar lebih rapi.
Bukan berarti CInta tidak suka bergaya feminim. Di lemarinya ada beberapa dress dan rok dan blouse, juga alas kaki jenis wedges. Ia akan pakai sesuai kebutuhan saja dan pekerjaannya menuntut ia lebih fleksibel agar bisa bergerak aktif saat proses shooting sebuah acara.
Wajahnya ia sapukan tipis bedak dan mengoles lipstik nude dan beberapa kali menyemprotkan parfum. Cantik, sudah pasti. Kalau tidak cantik mana mungkin Restu to the point menggodanya di grup besar di mana semua anggota divisi produksi bernaung.
“Oke, jangan sampai telat, dari pada dimutasi Pak Arif,” gumam CInta. Mengambil ransel kecil memasukan ponsel dan charger, tidak lupa mematikan lampu dan semua perangkat listrik yang tidak digunakan sebelum meninggalkan kamar kosan.
Sampai di lobby gedung Yess TV, Cinta fokus dengan ponsel mencari aplikasi untuk absen. Cukup ramai pagi ini, para karyawan bergegas menuju lift tidak ingin terlambat sampai di ruangan.
Bugh.
Bahunya tersenggol seseorang. Ia menoleh bukan karena kesal, sudah biasa hal itu terjadi karena rebutan menuju lift. menoleh karena aroma parfum, parfum mahal. Bukan karyawan biasa pastinya.
“Sorry mbak.”
CInta hanya berdehem dan kembali fokus dengan ponsel. mentab id cardnya untuk melewati gate dan kembali menggantungkan ke leher.
“Mbak CInta, makin manis aja.”
“Mas Tarjo, makin lebay aja,” seru CInta membalas sapa petugas cleaning service yang bertugas di area lobby dengan senyum.
“Nggak lebay mbak, saya jujur loh.”
“Iya, harusnya Mas Tarjo itu jadi wakil rakyat. Negara kita butuh orang-orang jujur kayak Mas Tarjo.”
“Bisa aja mbak CInta, jadi makin cinta saya.”
Cinta meringis lalu mengangguk menunjuk lift sambil menggeleng pelan. Seseorang merangkul bahunya, ia menoleh dan berdecak mendorong Asep agar menjauh.
“Kasih kesempatan dong Ta. Restu nggak lo terima, Mas Yahya yang News Anchor aja lo cuekin masa Tarjo lo abaikan juga,” seru Asep. “Mau yang kayak gimana?”
Dari cleaning service, rekan satu divisi sampai pembaca berita yang penampilannya nggak kaleng-kaleng. Cinta tidak bertubuh tinggi bak model, apalagi wajah glowing yang biasa perawatan mahal. Disejajarkan dengan Asep saja, tingginya hanya sebatas bahu, bisa dikatakan mungil. Kalau tersenyum lesung pipi membuatnya terlihat menggemaskan. Mungkin itu daya tarik dari seorang Cinta.
“Restu nggak mungkin, aku nggak mau harus mundur dari Yess TV karena pacaran apalagi berjodoh sama dia. Hari gini susah cari kerja. Sama Tarjo, pun sama. Mas Yahya, nggak rela bagi-bagi. Tiap pagi dia nyapa semua orang, nggak kebayang banyaknya perempuan yang nungguin dia tampil karena kagum. Hah, nggak dah.”
“Pe4.” Asep mendorong kepala Cinta. “Dia nyapa satu negara karena baca berita.”
“Tau ah. Ngantri nih, naik tangga aja yuk. Daripada telat, nanti dimutil4si pak Arif.”
“Mutasi dodol, mutasi.”
“Oh, udah ganti ya.” Cinta terkekeh menuju arah pintu darurat. “Yuk ah, siapa cepat nanti siang traktir makan.”
Asep bergegas melangkah mendahului CInta.
“Heh, aba-aba dari aku.”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai, ketemu lagi sama karya aku. Kalau sudah baca ini berarti siap untuk baca sampai tamat ya. Kisah dan situasi agar berbeda dengan Geng Pencari Kitab Suci apalagi Geng Pria Terkutuk, semoga tetap suka. Jangan lupa tinggalkan jejak. Thanks ya, love you full
cinta terhalang kejadian antara orang tua.😭
semangat Eru,setidaknya kamu jangan cepat menyerah.
jadikan cambukan,Cinta yang jadi korban papi mu maka kewajiban mu melindungi nya..kalau perlu menikahi nya
egoisnya akbar hanya mementingkan ke baikan keluarganya sendiri. tanpa memikirkan orang lain.😤
siap2 reaksi cinta nrma ga ya kenyataan
kamu dah di kasih tau sama mamih kan dan di wanti² tentang gosip tidak enak nah ini maksudnya