Brielle Ardelia Noor selalu hidup bak putri kerajaan—dikelilingi keluarga hangat, kakak-kakak jahil, dan Daddy yang selalu memanjakannya.
Sampai suatu malam… hidupnya berubah.
Demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Brielle harus menerima perjodohan dengan putra keluarga rival.
Masalahnya?
Calon suaminya adalah cowok dingin, menyebalkan… dan seorang bocah cadel yang paling ingin ia hindari.
Namun, siapa sangka—di balik tutur katanya yang tak sempurna, tersembunyi cinta paling tulus yang belum pernah sebelumnya Brielle temui
•“Katanya dia cadel dan aneh…
Tapi kenapa cuma dia yang mampu bikin Princess Noor jatuh paling dalam?” ✨
•“Dijodohkan demi bisnis? Brielle siap memberontak.
Tapi semuanya berubah saat si bocah cadel itu mulai memanggilnya… ‘istri’.” 💍
" kenapa harus bocah kek lu sih, yang jadi Suami gw~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan Princess Noor
“Pah, apaan sih? Zaman sekarang masih main jodoh-jodohan? Elle pasti nggak bakal setuju!”
Suara protes itu menggema di ruang kerja utama mansion keluarga Noor. Freya Louviera Noor berdiri sambil melipat kedua tangan di dada, wajah cantiknya dipenuhi kekesalan.
Di hadapannya, Naufal Noor—kepala keluarga Noor Group—memijat pelipis pelan.
“Honey… I know ini salah,” ucapnya lelah. “Tapi ini juga demi kebaikan keluarga.”
Freya menatap suaminya tak percaya.
“Kebaikan siapa? Perusahaan? Atau ego kalian para pebisnis?”
Naufal menghela napas panjang.
Keluarga Noor adalah salah satu keluarga terkaya di negara itu. Perusahaan mereka bergerak di berbagai bidang—property, teknologi, sampai hotel internasional.
Namun, beberapa bulan terakhir, Noor Group berada di ambang kehancuran.
Entah siapa yang bermain di belakang layar, semua proyek mereka perlahan jatuh. Investor menarik dana. Saham anjlok. Hutang menumpuk.
Dan di tengah kekacauan itu…
Keluarga Garendra datang menawarkan bantuan.
Rival terbesar keluarga Noor itu bersedia menyelamatkan perusahaan mereka.
Dengan satu syarat.
Putra tunggal keluarga Garendra harus menikah dengan Brielle Ardelia Noor.
Putri semata wayang keluarga Noor.
Princess kesayangan mereka.
Freya menggigit bibir pelan.
“Aku nggak mau hidup Elle dikorbanin.”
Naufal menunduk.
“Aku juga nggak mau…”
Keheningan memenuhi ruangan sampai—
“MMMMOOOMMMMYYYYYY!! PRINCESS ELLE NAN CANTIK JELITA PULAAANGGGG!!”
Suara cempreng bak toa keliling langsung mengguncang mansion.
Freya refleks menoleh.
Naufal sampai terkesiap.
Brak!
Pintu terbuka dramatis.
Seorang gadis cantik dengan rambut panjang bergelombang masuk sambil membuka kedua tangan lebar-lebar.
“PRINCESS NOOR HAS ARRIVED!”
“Elle!” Freya langsung tertawa.
“Elle! Suara lo kayak kucing garong, berisik amat,” celetuk Arvenza Kael Noor.
“Tau tuh,” sambung Zayden Levi Noor sambil nyengir. “Sekomplek bisa sport jantung.”
Brielle langsung melotot.
“MOMMY! KAKAK-KAKAK KU YANG JELEK THIDAK SOPAN BICARA LO GUA AMA PRINCESSS!”
Teriaknya sambil berlari memeluk Freya dramatis.
Freya langsung tertawa sambil mengelus rambut putrinya.
“Princess mommy pulang…”
“Ck, pengadu,” gumam Arvenza.
Naufal pura-pura manyun.
“Princess… cuma mommy yang dipeluk?”
Brielle langsung melepas pelukan lalu pindah memeluk ayahnya.
“Sore Daddy Elle yang tampan tiada tara~”
Cup!
Ia mengecup pipi sang ayah.
Naufal langsung tersenyum lebar bak dapat bonus perusahaan.
“Baby, kalau sampai rumah jangan kebiasaan teriak-teriak. Nanti suara emas kamu jadi serak.”
“Tau kan dari mana sifat alay Princess Noor ini?” celetuk Zayden sambil mendengus.
“Dari Daddy jelas,” tambah Arvenza santai.
Plak!
Freya langsung menjewer telinga kedua putra kembarnya bersamaan.
“AW AW MOM!!”
“Sakit! Telinganya mau putus!”
“Kenapa bicara nggak sopan sama princess hm?” ucap Freya datar.
“Hehe… bercanda mom…”
“Iya mom, kan kami sayang Elle juga.”
Brielle langsung menjulurkan lidah.
“Syukur kalian sadar.”
“Kebanyakan percaya diri,” gumam Arvenza.
“Padahal tiap malam ngoroknya kayak truk mogok,” tambah Zayden.
“AKU GAK NGOROK!”
“Video bukti ada.”
“AAAAA KAKAK JAHAT!”
Suasana mansion langsung dipenuhi tawa.
Hangat.
Ramai.
Benar-benar seperti keluarga cemara.
Tak ada yang tahu…
Bahwa malam ini akan mengubah segalanya.
---
“Udah sana ganti baju semuanya,” ucap Freya akhirnya. “Kita makan malam.”
“SIAPP COMMANDERRR!”
Brielle hormat lebay sebelum lari ke lantai atas.
“Anak itu energi nuklir ya?” gumam Arvenza.
“Bahkan setan aja capek ngikutin dia,” sambung Zayden.
“Dua-duanya diem sebelum mommy lempar sendal.”
“Baik mom.”
---
Meja makan keluarga Noor malam itu ramai seperti biasa.
Brielle duduk di tengah sambil sibuk mengambil udang favoritnya.
Namun—
Ctak.
Udangnya hilang.
Brielle menoleh pelan.
Arvenza memasukkan udang itu ke mulut dengan wajah polos.
“Hmm enak.”
“ITU PUNYA ELLE!”
“Siapa suruh lambat.”
“Mommyyyy!!”
Belum selesai mengadu, gelas jusnya malah bergeser.
“Kok jus Elle pindah?!”
“Kita sita,” jawab Zayden santai.
“PAH! KAKAK NINDAS ELLE!”
Naufal yang biasanya tegas di kantor malah tertawa kecil.
“Udah sini Daddy ambilin lagi.”
“Daddy terbaik sedunia,” ucap Brielle langsung manis.
“Kalau aku?” tanya Freya.
“Mommy malaikat tanpa sayap.”
“Kalau kami?” tanya si kembar kompak.
Brielle menatap mereka lama.
“Kalian… hama rumah.”
“BRENGSEK.”
Tawa kembali pecah.
Selesai makan malam, seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga.
Kadang menonton film.
Kadang bermain UNO.
Kadang cuma ngobrol random sampai larut.
Malam itu pun sama.
Arvenza sibuk melempar bantal ke Brielle.
Sedangkan Zayden diam-diam menyembunyikan remote TV.
“WOI! RAMBUT ELLE!”
“Makanya jangan rebahan di lantai kayak ikan paus,” ucap Arvenza santai.
“Remote mana remote?!” Brielle melotot ke Zayden.
“Mana aku tau,” jawabnya sambil menahan tawa.
“DADDYYYYYY!”
Namun—
Berbeda dari biasanya…
Naufal hanya diam.
Tak menimpali candaan mereka.
Tatapannya kosong.
Freya yang menyadarinya langsung menepuk pelan bahu suaminya.
“Naufal…”
Pria itu menarik napas panjang.
Lalu menatap putri semata wayangnya.
“Elle…”
Brielle yang masih rebutan bantal langsung berhenti.
“Hm?”
Suaranya melembut.
Mereka semua ikut diam.
Untuk pertama kalinya…
Nada bicara Naufal terdengar begitu berat.
“Kalau Daddy minta tolong sama princess… princess mau bantu Daddy nggak?”
Brielle tertawa kecil.
“Bisa lah Daddy. Mau bantu apa?”
Ia menghitung dengan jari.
“Ngantar bontot Daddy ke kantor?”
“Jagain Kak Arven biar nggak galak di sekolah?”
“Jagain Kak Zay biar nggak ngajarin anak orang balapan?”
“Atau jagain mommy lagi biar nggak ditempelin setan?”
Freya langsung menahan tawa.
Si kembar juga ikut nyengir.
Namun Naufal tidak tertawa.
Ia kembali menghela napas.
Dan detik berikutnya—
“Daddy mau menjodohkan kamu, Princess.”
Deg.
“APA?!”
Semua orang berseru bersamaan.
Termasuk Arvenza dan Zayden.
bantu support juga yaa😇