Suara yang Menemani Diam
Suara yang Menemani Diam Hello, Reader selamat datang di cerita tentang diam, sarkas, dan suara yang terlalu keras. Happy reading Rosetta terbiasa dengan keheningan. Ia menyukai pagi tanpa sapaan
6
6
Gerimis di sudut ingatan
Malam itu, ia kembali. Bukan sebagai badai yang mengobrak-abrik tidurku, melainkan sebagai gerimis yang lembut dan samar, persis seperti yang selalu kurindukan di tengah kemarau. Mimpi itu bukanlah
0
3
MASUK KE DUNIA FANTASI
Mezz menatap layar ponselnya dengan wajah yang tidak menunjukkan emosi sama sekali. Tangannya yang ramping melayangkan jari telunjuk untuk menggulir halaman komik fantasi yang tengah dibacanya. Di seb
0
0
Jejak Cahaya di Hutan Larangan
Pagi itu, kabut masih menggantung ketika Arga, Nara, dan Bima berdiri di tepi Hutan Larangan. Konon, hutan itu tak pernah benar-benar menolak orang—ia hanya menguji siapa yang berani melangkah dan sia
0
0
Di Antara Jam yang Terhenti
Hujan turun sejak sore, rintiknya kecil namun rapat, seperti seseorang yang sengaja memperlambat waktu. Jalanan basah memantulkan cahaya lampu kota, sementara aroma tanah dan aspal menyatu di udara. A
0
5
Cerita Anak Kedua
aku kira pada tahun 2025 akan terlewati seperti tahun tahun yang lalu, selalu biasa saja ada sedih ada senang. tapi di tahun 2025 adalah tahun yang paling menyakitkan, dan juga sedikit melegakan (?)
1
0
Hujan Bulan November
Aku berlari menuju sebuah kedai dipinggir jalan. Bulan September ini cuaca mulai mendung. Hujan mulai turun meskipun tidak deras amat. Kadang pagi ini cerah dan nanti sore hujan sampai malam. Burukny
0
2
Antara Seragam dan Senyum yang Memudar
Pagi itu, namaku masih tertempel di pojok kanan meja kelas XI-IPS 3. Bumi, itulah aku. Seorang remaja yang lebih suka menghabiskan waktu dengan mencoret-coret pinggiran buku paket sosiologi daripada m
0
2
Apa yang terjadi di balik kaca ini....
Eh teman pernah gak kamu ngerasa dunia ini seperti... kurang sinkron? Jadi gini ceritanya... Tadi pagi, saat aku sedang menyikat gigi di depan cermin. Rutinitas biasa yang aku lakuin tiap pagi, samp
0
2
DENTANG KE DUA BELAS
Langit sore itu tampak kelabu, seperti enggan memberi cahaya. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang meresap di udara. Mobil berhenti di depan rumah tua bercat krem pudar, dengan pa
0
1
Ibadah
Seperti biasa, setiap setelah Asar. Anak-anak di kampung kami pergi mengaji. Begitupun setelah Subuh dan Magrib. Tiba-tiba, suara tegas namun penuh rayuan terdengar. "Dek Anjani cantik! Cepet banget
2
7
Ketukan di Jam Tiga
Setiap malam, jam dinding di rumah Rani selalu berhenti tepat pukul 03.00. Awalnya Rani mengira jam itu rusak. Tapi anehnya, hanya jam itu saja yang berhenti—jam di ponsel dan laptopnya tetap berjalan
0
0
Lubang Yang Tak Kusadari
Halo! Perkenalkan, namaku Yaya. Ini adalah kisahku—bertemu dengan dia. Seseorang yang memberiku arah, tujuan hidup yang selama ini tidak kusadari. *** Sejak kecil aku tahu… aku selalu berbeda. Buka
2
6
Masa kecil ratu layla
Di sebuah gubuk tua yang sunyi, Layla duduk memeluk lututnya. Perutnya melilit hebat karena lapar yang tak tertahankan. Seulas senyum dingin muncul di wajahnya saat ia melihat sesosok Centaur melintas
1
3
Resonansi di Barisan Terakhir
Aroma pembersih lantai dan sisa keringat dari klub olahraga selalu menyelimuti koridor SMA Minami-Sora di sore hari. Di pojok kiri paling belakang kelas 2-B, aku merasa aman. Di sini, di balik benteng
0
0
Jurit jerit LDKS dan ketos dingin
01.30 malam di salah satu smp terkenal di jakarta selatan. Seharusnya pada saat malam, tidak ada lagi siswa yang berkeliaran di smp ini apa lagi tertidur pulas Namun tidak untuk jumat malam sabtu ini
1
2
Puisi Untuk Naya
Di kota kecil yang selalu basah oleh hujan, Arya belajar memahami dunia dengan caranya sendiri. Kota itu tidak istimewa—jalanannya sempit, bangunannya tua, dan langitnya sering kelabu. Namun bagi Ar
0
0
Judul: Diam-Diam Kamu
Nara selalu duduk di bangku dekat jendela kelas. Ia suka melihat hujan turun pelan, seolah setiap tetesnya membawa perasaan yang tak pernah ia ucapkan. Di bangku depan, ada Raka—siswa pendiam yang jar
0
1
Taman Bintang di Malam Natal
Di sebuah taman yang dihiasi dengan lampu-lampu natal, Lintang dan Rio berdansa dengan mesra. Lintang adalah seorang penari balet yang sangat berbakat, sementara Rio adalah seorang komposer yang sel
0
0
Di Atas Puncak Gunung
Di atas puncak gunung yang diselimuti awan, Maya dan Gilang berdiri berpegangan tangan. Maya adalah seorang pendaki gunung yang sangat berpengalaman, sementara Gilang adalah seorang fotografer yang se
0
0