[ Cerpen ] [ Horor ] Niatnya Mancing Malah Tersesat #1
Apakah diantara pembaca Budiman yang memiliki hobi memancing ? Nah, saya berani menjamin diantara Anda sekalian suka sekali memancing dan sebagian mengalami kejadian yang tidak bisa diterima oleh nala
0
0
Bukan Batu Tapi Cinta
Malam yang gelap terlihat sedikit cahaya remang dari bohlam jalanan, seorang pemuda berjalan cepat agar sampai di rumah nya. Rasa lelah nya begitu nyata dirinya langsung masuk dan menutup pintu. Esok
0
4
nomin
jaemin sayang ini mama bangun nak
0
2
adik [horror]👻
Aku dan keluargaku mendiami kuartes kediaman guru di sebuah perkampungan terletak di kawasan luar bandar. Ayahku merupakan seorang guru manakal ibuku surirumah. Ibu aku orang yang paling gembira keran
2
3
Mari bersikap sopan
Saya paling tidak suka dengan orang yang tidak memiliki etika sopan santun, ketika kita tidak mempunyai adab kesopanan diluar dari lingkungan kita, atau diluar rumah kita,sudah bisa saya pastikan baga
0
2
Rumah kaca ku retak
Hana menutup pintu rumahnya tepat pukul 09.00 malam. Kenangan itu muncul, kenangan saat dia menunggu suaminya pulang dari kota, yang bekerja sebagai supir pribadi seorang pegawai kementerian. Men
0
3
Cinta Nana
"Hati-hati Anneth ... !" teriak seorang wanita cantik nan semampai mengikuti langkah bocah kecil yang berlarian di terminal kedatangan dari Bandara kota tempat tujuan keduanya. "Ah, Momo saja yang le
5
26
Bawang Merah & Bawang Putih
Pada masa lalu, di sebuah desa yang dikelilingi sawah dan sungai, hiduplah seorang gadis bernama Bawang Putih. Sejak ibunya meninggal, ia tinggal bersama ibu tirinya, Bu Endang, dan saudara tirinya, B
0
2
Legenda Batu Menangis 🗿
Pada zaman dahulu, di sebuah desa terpencil di Kalimantan Barat, hiduplah seorang janda miskin bersama seorang anak perempuan. Sang ibu bekerja keras setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
0
2
My live
Ku buka pintu dengan perlahan,air mata yang terbendung sedari tadi masuk kembali, teringat..akan ku lampiaskan kemana keluhku ini?. Selembar kertas jatuh dari sela pintu saat aku membukanya tadi, pemb
0
1
Primbon Tidak Menghafal Namamu
Di keluargaku, tanggal lahir bukan sekadar penanda usia. Ia adalah penentu arah. Hari dan pasaran dicatat rapi, disimpan di kepala orang-orang yang lebih tua dariku, dan disebut dengan suara pelan seo
0
3
Old Church part 5
Malam harinya, acara beberapa perusahaan besar sedang berlangsung disebuah ballroom hotel terbesar di kota Bucharest. Ada banyak investor dan para pemimpin perusahaan berpengaruh yang hadir dengan und
0
1
Cinta Itu Bersemi Kembali
Malam itu, hujan turun dengan deras, menambah kesan melankolis pada suasana kota yang tampak sepi. Di sebuah kafe kecil di sudut kota, seorang wanita bernama Raya duduk di meja dekat jendela, memanda
0
1
Cinta sepihak
Naya seorang gadis lugu yang kesehariannya sibuk bekerja.Ia adalah gadis yatim yang kesehariannya hanya sibuk bekerja di sebuah ruko kecil, walaupun gaji tidak seberapa tapi naya tetap bersyukur kare
1
2
Aku,TemanKu dan Temanmu
Kami bertemu lagi di sebuah kafe kecil yang nyaris tak berubah sejak sepuluh tahun lalu. Meja kayunya masih sama, dindingnya masih memajang foto-foto hitam putih kota tua, hanya wajah kami yang kini b
0
2
Anak Tengah
Lara selalu merasa hidupnya seperti lorong sempit tanpa jendela. Tak gelap sepenuhnya, tapi juga tak pernah benar-benar terang. Di rumah kecil mereka, Lara bukan siapa-siapa. Santi,kakaknya adalah ma
0
2
Ternyata bukan aku
Ku,kira definisi berpisah lama lalu bakal menyatu itu nyata tapi bukan buat aku. Yaa aku kenal dengan dia 3thn yg lalu sampai akhirnya dia menghubungi aku kembali setelah perpisahan 3thn itu.aku dan d
0
1
Pasir Penghisap di Padang Sunyi 🏜
Di sebuah padang luas yang jarang dilewati orang, terbentang tanah berpasir yang tampak kering dan tenang. Angin bertiup pelan, dan jejak kaki mudah tercetak di atasnya. Penduduk desa menyebut tempat
0
1
Si Monyet Pencuri 🐒🍌
Di tepi hutan yang berbatasan dengan ladang, berdirilah sebuah gubuk kecil milik seorang petani tua. Setiap pagi, petani itu menanak nasi dan menyimpan pisang serta ubi di sudut gubuknya. Di atas poh
0
1
Jubah Keputusasaan
Jas itu telah kehilangan masanya. Warna abu-abunya kini serupa langit Jakarta yang tertutup polusi; kusam, mati, dan menyimpan beban yang tak sanggup diurai. Kancingnya hanya tersisa dua, bergantung p
0
1