NovelToon NovelToon
Imamku Ajari Aku Mencintaimu

Imamku Ajari Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cinta setelah menikah / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:522.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: NCY

Ditinggalkan tepat dihari pernikahan membuat Elisabeth hidup tak tentu arah. Ia akhirnya bertemu dengan sosok pria tampan yang baik hati. Si pria muslim pengidap anhedonia. Menikah? Kenapa tidak? Toh kami sama sama tak bisa memiliki cinta. Apa bedanya menjadi teman seumur hidup, dalam bingkai sebuah rumah tangga?

Tapi saat benih cinta mulai tumbuh. Bagaimana seorang Elis akan mencintai si anhedonia sedangkan si anhedonia terus tersiksa karena cinta nya terhadap Elis. Berhasil kah mereka? Yuk baca kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IAAM-010

Elis sudah membenamkan diri seutuhnya dalam selimut, namun udara masih terasa dingin baginya. Ujung jemari kakinya dingin namun hawa badannya hangat. Beberapa saat Elis pun tertidur.

“Ma mama? Mama,” Elis yang terus mengigau dalam tidurnya berhasil menarik perhatian beberapa santri wanita yang sekamar dengannya.

“Kak Elis? Bangun kak, kakak mimpi ya?” Ayudia menarik selimut yang menutup wajah Elis. “Ih, kakak demam ya? Wajah kakak merah dan dahi kakak hangat,” Ayudia terus meletakkan punggung tangannya pada dahi Elis. “Yuyun, panggilin teteh Yun, bilang kak Elis demam.” Teriak Ayudia pada Yuyun yang juga adalalah teman sekamarnya.

Sesaat Yuyun keluar dari kamar itu dan kembali bersama teh Amel beberapa saat kemudian. Sebuah kotak P3K sudah dalam genggaman Yuyun.

Amel langsung mengeluarkan termometer dan menempelkannya pada ketiak Elis.

“38,9 drajat. Yun tolong bantu teteh ambilkan air dan handuk kecil ke sini. Ay kamu ambilkan segelas air putih ya,” perintah Amel.

“Baik teh,” Yuyun dan Ayudia melakukan seperti yang diperintahkan.

Beberapa saat kemudian Ayudia dan Yuyun sudah berdiri diruangan itu membawa yang diminta teh Amel.

“Elis, bangun dulu. Kamu minum obat dulu, baru tidur lagi,” ucap Amel sembari membantu Elis duduk.

“Maafin Elis nyusahin teteh legi,” ucap Elis lemah.

“Sudah kamu minum obat ini dulu, kemudian tidur lagi.” Amel memberi sebutir paracetamol dan satu butir vitamin ke tangan Elis. “Teteh buatkan bubur, nanti begitu kamu bangun tinggal di panasin trus dimakan ya. Kalau butuh apa apa telpon teteh aja. Soalnya teteh tidur dibawah. Atau kamu minta Yuyun ataupun Ayudia panggilkan teteh,” ucap Amel panjang lebar sembari mengompres dahi Elis dengan handuk.

“Iya teh, Elis udah minum obat. Istirahat bentar, paling besok udah mendingan.” ucap Elis.

“Oh ya. Besok kamu istirahat aja, jangan ke dapur dulu sebelum kondisi kamu fit,” ucap Amel yang hendak keluar dari ruangan itu.

“Iya teh,” sahut Elis.

“Ya udah, teteh turun dulu. Assalamu’alaikum.”

“Waalaikum’salam,” jawab Elis, Yuyun dan Ayudia.

Amel beranjak keluar dari ruangan itu. Elis pun mengambil posisi tidur, kemudian masuk kembali kedalam selimutnya.

“Kak, kalau butuh sesuatu panggil Ayu ya kak. Kakak teriak aja, Ayu pasti bangun,” ucap Ayudia.

“Iya, kalian tidur gih.”

Setelah meminum obat yang diberikan, Elis terlelap. Dirinya bangun setelah pukul sembilan pagi dengan kondisi yang sudah lebih baik.

Suasana sepi dan begitu tenang, tak ada siapapun dalam ruangan itu. Elis menatap keluar jendela, sang mentari mulai beranjak meninggalkan ufuk timur. Elis langsung sadar jika dirinya bangun kesiangan saat itu. Segera lah dirinya keluar dari dalam selimut kemudian merapihkan ranjangnya.

“Assalamualaikum kak, sudah bangun?” ucap Ayudia tiba tiba dari arah pintu dengan semangkok makanan ditangannya.

“Waalaikum’salam,” sahut Elis tanpa menoleh sembari melipat selimut.

“Kakak mau ngapain? Kakak makan bubur dulu, sudah Ay panasin,” ucap Ayudia sambil meletakkan mangkok bubur diatas meja.

“Maaf Kakak jadi ngerepotin Ay,” ucap Elis.

“Tadi teh Amel minta Ay panasin bubur baru bangunin kakak jam sembilan, eh kakak dah bangun duluan.”

“Kenapa nggak bangunin awal? Kakak jadi keceplosan tidur.”

“Kakak kan sakit, ya harus istirahat dan makan yang bergizi biar cepat pulih,” ucap Ayudia.

Elis menarik sebuah kursi menghadap ke meja dimana buburnya telah terhidang.

“Waah, aroma nya enak. Teteh ya yang buat?” tanya Elis.

“Bubur Ayam teh Amel emang lezat kak. Teteh memasaknya selama berjam jam,”

“Hmm, pantesan lembut banget. Kamu nggak masuk kelas?” tanya Elis sambil mengaduk ngaduk bubur yang masih hangat.

“Hari ini Ay dapet tugas jagain kak Elis, hehe.” ucap Ayudia senang.

“Seneng ya nggak belajar, bisa santai santai disini?”

“Belajar tuh kan capek kak.” ucap Ayudia sambil membuka buka buku pelajarannya.

Sembari menikmati kelezatan bubur buatan teh Amel. Elis teringat kembali akan sikap jutek dan tegas teh Amel. Sifatnya agak kasar, ngomongnya agak pedas, namun dibalik semua sikapnya itu, teh Amel mempunyai hati yang sangat dermawan. Ternyata teh Amel dipercayakan menjadi kepala asrama itu. Ia mampu mengayomi ratusan anak anak santri wanita. Dan takjubnya, tak ada satupun yang berani membangkang atau pun malas. Teh Amel menyayangi semua anak anak disitu termasuk Elis.

“Teh Amel kemana?” tanya Elis.

“Teteh ke supermarket, mau beli tali kayaknya,” sahut Ayudia.

“Tali buat apa?” tanya Elis asal.

“Untuk jemuran kak, kita kekurangan tali jemuran,” jawab Ayudia.

“Oohhh,”

“Kakak jangan kemana mana. Ay disuruh jagain kakak. Jangan sampai kakak ke dapur ataupun melakukan pekerjaan yang lain.” tukas Ayudia tegas.

“Di dapur rame. Banyak ibu ibu yang bisa di ajak ngobrol.” Elis duduk bersandar membayangkan suasana dapur yang tak pernah sepi. Semangkok bubur telah ludes dilahapnya, Elis mulai berpikir harus melakukan apa setelah itu.

“Itu lah kenapa Ay disini. Ayo kakak mau ngobrol apa? Ngobrol ama ay aja. Ay siap menjadi pendengar yang baik.”

“Hah?” Elis kebingungan kata kata melihat sikap Ayudia yang begitu bersemangat.

Apa yang harus dibahas? Apa harus googling dulu nyari topik pembicaraan yang seru seperti apa? Masa iya curhat ama anak kecil.

“Ay bisa bacakan kakak buku yang Ay baca itu,” ucap Elis asal.

“Kakak ingin belajar aqidah?” tanya Ayudia sedikit heran.

“Ya, bacakan saja yang keras,” pinta Elis.

Elis beranjak dari kursi menuju ke ranjang, sedikit bersandar pada sandaran ranjang membuatnya merasa lebih rileks. Sedangkan Ayudia membaca dengan lebih keras buku yang ada ditangannya.

“Dasar aqidah Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits. Di dalam Al- Qur’an banyak disebutkan pokok-pokok aqidah seperti cara-cara dan sifat Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, hari kiamat, surga dan neraka. Mengenai pokok-pokok atau kandungan aqidah Islam, antara lain...” baca Ayudia mencapai hingga dua halaman. Saat Ayudia menoleh ternyata Elis telah kembali tertidur.

Pukul dua Elis terbangun akibat suara berisik dari arah belakang asrama. Amel telah berada disamping Elis.

“Baru saja teteh mau bangunin, waktunya makan siang. Dari pada jauh jauh kedapur, tadi Ayudia yang membawakan makanan ke sini,” ucap Amel.

“Elis udah sehat teh, nggak perlu lagi di bawakan makan kayak gini.” ujar Elis yang sudah terlihat sangat bugar.

Tiba tiba Ariqah sudah berdiri di balik pintu.

“Assalamualaikum,” Ariqah memberi salam.

“Waalaikum’salam,” sahut Elis dan Amel bersamaan.

“Ariqah dengar ada yang sakit, jadi Ariqah bawakan buah.” ucap Ariqah ramah.

“Terimakasih Ariqah, Elis sudah sembuh kok. Kalau diberi perhatian seperti ini Elis jadi merasa merepotkan semua orang,” ucap Elis sedikit canggung.

“Sudah kamu makan makanan mu, biar ada energi. Teteh nggak suka lama lama lihat orang sakit,” ucap Amel.

“Elis, Ariqah juga bawakan Elis baju. Ariqah nggak enak karena baju bekas. Ariqah lihat baju baju Elis hanya dua dan cuci pakai, jadi Ariqah...”

“Mana bajunya? Badan kalian kan sama, pasti lebih bagus dilihat daripada Elis pakai baju teteh yang kelonggaran,” potong Amel.

Ariqah keluar sejenak mengambil sekantong baju yang di letaknya didepan pintu sebelum masuk ke kamar itu.

“Hanya ada tiga potong gamis, semoga Elis suka.” Ariqah menyodorkan kantong baju itu ketangan Elis.

“Ya pasti suka lah, Ariqah kan modis dalam berbusana muslim pasti bagus dibadan Elis.” puji Elis dengan senyuman tulus ke Ariqah.

“Jadi maksud kamu teteh nggak modis gitu?” singgung teh Amel.

“Teteh juga modis kok, tapi baju teteh benar benar longgar dibadan Elis. Jika sempat keluar Elis pengen beli baju gamis. Biar nggak pakai baju teteh lagi,” ucap Elis.

“Loh, emang kamu belum berencana pulang? Katamu kamu kerja dan sekarang lagi cuti?” tanya Amel.

“Iya, Elis nyaman disini. Setiap akhir pekan Elis akan ke sini, bisa kan teh?” tanya Elis.

“Ya bisa aja, kan gada yang larang,” jawab Amel.

“Asik, makasih teh.” Wajah Elis girang, tak sepucat semalam. Kebahagian mulai ditampakkan diwajahnya, tak seperti hari pertama Elis menginjakkan kaki di pesantren itu.

“Udah kamu makan gih, keburu dingin.”

Elis menuju ke meja dimana makanannya telah terhidang. Sedangkan Amel berbincang dengan Ariqah soal pekerjaan barunya sebagai staf pengajar dipesantren itu.

*Next **🔜*

1
Juna Dong
luar biasa
eni nuryati
cinua sejati/Heart/
Felycia Fernandez
hai elis...ternyata kita satu kampung Elis...nama kamu juga seperti nama temanku Elisabeth dan Petra...senang bisa mampir di ceritanya kk author...
Fitriyani
hahaa,,,pasti amel n Elis hamil tu,,waah barengan tu..
Fitriyani
bukannya Indira itu istri papanya y,klo iy,bkn nya manggil nya ibu,atau aku yg lupa y....🤔
Fitriyani
mantab bgt naluri Abi ni,Dy sllu tau n paling peka duluan dgn smua hal...
g ky khafi...
Fitriyani
jgn2 Hardian ada hati SM Amel...
Fitriyani
jgn2 Hardian ada hati SM Amel...
Fitriyani
mudah2an Pras menyesal semenyesal2 nya Krn udh lbh minggalkn istri sebaik Amel..
Fitriyani
mudah2an othor nya memberikan hukuman yg berat utk ariqah,kesel bgt aku sm ariqah tu
🫧Alinna 🫧
Nur artinya cahaya, nama Elisabeth cahaya petra
Fitriyani
pasti sedih bgt ,ada d posisi Amel..
Fitriyani
pasti sedih bgt ada d posisi Elis..😭
Fitriyani
lucu,punya rasa bersalah,tp mmperlakukn ank nya ky gt,,,aneh
Fitriyani
knp khafi manggil nur Thor???
Fitriyani
mf y thor,,maaf,,,bgt,sy hanya seseorang yg minim ilmu,cm dr awal sy agak janggal rasa nya setiap mmbaca salam mereka kpd Elis,,
bkn nya g boleh y mengucapkan salam kpd non muslim 🙏
Fitriyani
mf thor,dr mn Abi nya Kahfi tau klo cewe itu bukan seorang muslim,,,
klo hanya dr pakaian kan,blm bs mnntukan seseorang itu muslim atau tidak🙏
kelinci lucu
sprtinya seru..
pi bngung cz da yg menyangkut agama, dri awal dgreja trus da rang azan n dia nyebut allah, agama si cewek sbnernya apa?
saran j.. jka begronny brat y brat n pergaulan bbasny j jngn bwa2 agama🙏🙏🙏
kelinci lucu: oh... apa ini nnti si cewek jodohnya orng islam? lnjut bca dh biar gk slah faham, maaf y tor jka tdi slah faham🙏
total 1 replies
Dede Dewi
kak author, aslinya mana sih? Medan ya?

saya baca sambil belajar logat batak lho kak😁😁
🫧Alinna 🫧: Saya asli manado
total 1 replies
Try Maryati
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!