Bisakah Kelvin menjadi seorang ayah, yang baik untuk keluarga kecil barunya?
Apakah pada akhirnya Vina bisa menerima kehadiran Kelvin dalam hidupnya?
Akankah kehidupan rumah tangga mereka akan berjalan dengan lancar?
Apakah pada akhirnya kebenaran akan terungkap?Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai?
Aku akan belajar menjadi seorang ayah yang baik untuk mu dan anak mu, walaupun aku tidak tau, anak yang berada di kandungan mu anak mu dengan siapa, hanya saja jika melihat mu seperti ini mengingatkan ku dengan gadis itu gadis yang ku tinggali setelah malam itu, aku ingin tanggung jawab tentang hidupnya tapi bahkan sampai detik ini aku tidak tau dia dimana.
Aku berharap dia akan bertemu dengan laki laki yang mau menjaganya dan menerima kekurangan nya, sama halnya aku yang akhirnya menikahi mu dan menerima kekurangan mu. Aku harap suatu saat nanti kamu juga bisa menerima ku pada akhirnya
Jika kalian yang baru bergabung jangan lupa baca Novel sebelumnya dulu ya agar kalian ga bingung karna ini adalah Sequel lanjutan dari Cerita Kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7
Vina terbangun masih dalam keadaan berpelukan dengan Kelvin dia tersenyum melihat wajah suaminya yang sangat tampan bila di lihat dari dekat. tanpa Vina sadari tangannya mengelus pipi mulus Kelvin membuat Kelvin terjaga dalam tidurnya. saat Kelvin membuka lebar matanya dia melihat ada sepasang mata yang sedang memandanginya dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan.
"apakah sudah puas memandangi wajah suami mu yang tampan ini sayang?" ledek Kelvin kepada Dwi dan mendapat cubitan di perutnya yang six pack
Kelvin pun merintih kesakitan dengan cubitan kecil Vina membuatnya mengelus perutnya yang sehabis di cubit oleh Vina. "Kamu keterlaluan tau Vin ini sakit," ucap Kelvin sedikit kesal
"Siapa suruh masih pagi udah narsis!" kesal Vina seraya akan menjauh dari Kelvin
"Siapa yang narsis, emang aku tampan" ucap Kelvin gamau kalah dan dia langsung menarik Vina agar dia bisa mencium bibir istrinya dengan singkat
"Morning my wife.." ucap Kelvin seraya tersenyum lebar
"Morning.. too" ucap Vina yang menatap kepergian Kelvin setelah mencuri ciuman di pagi hari
Vina bangkit dari kasurnya dan merapihkan kasur dan memilih baju untuk dia kenakan karna dia akan mandi karna hari mulai siang dan dia merasa sangat kegerahan saat ini. Setelah Vina merapihkan kasur dan memilih baju dia langsung menuju kamar mandi untuk mandi dengan air dingin. Sedangkan Kelvin memiliki memasak makanan untuk dirinya dan Vina karna ini sudah telat sebenarnya untuk sarapan. mungkin karna kelelahan semalam mereka bangun sudah siang seperti ini.
Kelvin menyiapkan roti agar di buat sandwich olehnya dia memasukan selada, telur, daging sapi tipis yang sudah ia goreng setengah matang dan keju mozzarella, ga lupa dia berikan saus. setelah sudah siap rotinya dia membuat susu hamil untuk Vina dan memotong kan buah buahan untuk cemilan Vina. Kelvin sangat memerhatikan setiap makanan yang akan di makan istrinya karna dia mau istri nya memakan makanan sehat agar banyinya tumbuh dengan sehat dan kuat.
Livina yang sudah rapih dengan pakaian nya turun menyusuri anak tangga untuk melihat kemana perginya suaminya itu kenapa tidak kembali ke kamar bahkan tidak ada di ruang tv bawah, Vina menyusuri rumah sampai dia bisa mencium wangi masakan dia langsung menuju dapur dan benar saja dia bisa melihat ada Kelvin yang sedang menata piring sarapan dengan celemek yang masih menempel di badan nya menandakan dia baru saja selesai masak.
Kelvin menoleh ke arah Vina yang menatapnya dengan senyum sumringah. "pagi cintakuh.. sini ayo kita makan jangan hanya berdiri saja di sana" ucap Kelvin seraya menghampiri Vina seraya mendorong istri nya untuk duduk di bangku meja makan dan Kelvin menata piring sarapan untuknya.
"ini kamu yang siapin semua Vin??" ucap Vina sambil minum susu yang sudah di buatkan juga oleh Kelvin
"Iyalah siapa lagi disini yang akan masak kalau bukan aku, udah makan yang banyak aku mau anak anak ku sehat dan istriku senang" ucap Kelvin kepada Vina sambil mengelus rambut istrinya itu
"Makasih ya Vin, maaf harus merepotkan mu seperti ini, wah aku tidak menyangka kalau kamu bisa memasak dengan seenak ini" ucap Vina sambil terus mengunyah makanan nya
"Sayang kamu bisa kan makan dengan pelan pelan jangan sambil bicara seperti itu lihat makan mu belepotan tuh" ucap Kelvin sambil mengelap mulutnya yang sedikit kotor
"hehehe maaf" ucap Vina sambil tersenyum lebar
Kelvin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang kadang bisa manja dan sangat manis seperti sekarang. gada hari hari bagi Kelvin untuk bersyukur atas perubahan sikap Vina padanya bahkan dia memberi kabar perubahan hubungan nya kepada mama dan kakak iparnya dan mereka cukup senang dengan perkembangan Kelvin dan Vina. bahkan merek meminta Kelvin agar sedikit lebih lama di Korea tapi itu ga mungkin karna pekerjaan sudah menantinya.
"Kamu udah selesai makan Vin?" ucap Kelvin kepada Vina yang melihat istrinya akan meletakan piring makanan nya ke wastafel.
"Ah iyaa kenapa?" tanya Vina kepada Kelvin
"Sudah taruh saja di sana aku akan mencucinya" ucap Kelvin lagi kepada Vina
"Ah gausah ini kan cuma cuci piring gapapa kali, aku juga perlu bergerak Vin udh sana kamu mandi aja aku udah siapin baju kamu di atas kasur oke" ucap Vina kepada Kelvin seraya mengumpulkan piring kotor dan peralatan masak yang kotor agar bisa ia cuci juga.
"Baiklah aku akan mandi sekarang" ucap Kelvin kepada Vina seraya meletakan piring kotornya agar bisa sekalian di cuci Vina. Kelvin mencium pipi istrinya sebelum ia melangkah pergi meninggalkan Vina untuk mandi karna badan nya sudah lengket sekarang.
Vina hanya bisa tersenyum saat Kelvin menciumnya dengan singkat dan pergi meninggalkan nya untuk mandi, Vina langsung mengerjakan pekerjaannya dengan hati hati dan sangat perlahan agar dia tidak terlalu lelah. setelah 15 menit mencuci piring Vina langsung menuju ruang tv untuk sekedar duduk dan nonton tv di sana.
Kelvin yang sudah selesai mandi langsung mengenakan baju yang di siapkan Vina, yaitu celana pendek dengan baju kaos oversize. setelah menyisir rambutnya Kelvin segera turun ke bawah untuk melihat apa yang saat ini tengah di kerjakan istrinya. Saat Kelvin turun untuk melihat ternyata Vina sedang menonton tv channel kartun Kelvin hanya bisa tersenyum melihat kepolosan wajah istrinya yang tertawa dan tersenyum melihat karakter kartun yang lucu dengan tingkahnya.
"Apakah kamu menikmati filmnya sayang??" tanya Kelvin kepada Vina yang masih belum sadar kehadiran Kelvin
"Ah sejak kapan kamu di sana? maaf aku tidak melihat mu, aku rasa aku sangat menikmatinya lihatlah bahkan aku ga sadar kamu di sini maaf ya" ucap Vina kepada Kelvin dan di balas senyum dan anggukan kepala Kelvin mengartikan kalau dia gapapa.
"Apakah kamu mau cemilan sayang?? tadi aku memotong buah untuk mu dan menaruhnya di kulkas, apakah kamu mau?" tanya Kelvin kepada Vina yang masih asik nonton
"Ah.. boleh kalau tidak merepotkan mu" ucap Vina dengan senyuman manis dan benar saja Kelvin langsung beranjak ke dapur untuk mengambil buah yang berada di kulkas agar Vina bisa makan buah itu.
Kelvin ke arah dapur dan mengambil buahnya di kulkas setelah itu dia membawa air putih jika sewaktu-waktu Vina haus, dan dia segera ke ruang tv untuk memberikan buah itu untuk Vina. "Ini ayo makanlah sekarang" ucap Kelvin sambil menyodorkan sebuah piring berisi buah mangga dan juga strawberry.
"Wah buang strawberry nya besar besar yah, pasti enak makasih ya Vin" ucap Vina kepada Kelvin sambil mencium pipi suaminya dengan lembut sebagai ucapan terimakasih karna sudah menyiapkan sarapan dan juga mengambilkan nya buah untuk ia cemilin.
Vina sangat bersyukur atas kehadiran Kelvin dalam hidupnya kali ini, menyelamatkan dirinya dan anaknya, bahkan memiliki Kelvin sebagai suaminya adalah suatu keberuntungan baginya memiliki suami yang cekatan dan sangat perhatian dan peduli seperti Kelvin itu adalah sebuah anugerah. "Kelvin terimakasih karna sudah datang dalam hidupku ya aku akan terus mencintaimu" ucap Vina dalam hati
Siang itu mereka habiskan dengan bersantai dan bercengkrama di rumah karna mereka tidak ingin pergi keluar untuk sesaat dan memilih untuk di rumah yang penuh ketenangan untuk saling terbuka dan mengobrol banyak hal yang mereka berdua jarang lakukan. dan mendekati diri mereka berdua agar saling mengenal lebih dalam karakter satu sama lain.