Kevin O'Leary adalah seorang CEO dingin dan berwibawa yang sangat disukai oleh wanita manapun. Tapi sayangnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun
Kimberly Kane adalah seorang ballerina profesional yang sangat terkenal didunia. Ia pernah jatuh cinta kepada satu pria tetapi hubungan itu kandas hingga akhirnya ia tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.
Apa jadinya jika mereka bertemu secara tidak sengaja? Dan bagaimana nasib mereka ketika ada yang ingin menghancurkan hubungan mereka?
No plagiat❕❕
Instagram : xylv.ia_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XylviA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 (revisi)
Hari Minggu pun tiba dan Kevin sedang bermain dengan kucing kesayangannya. Kevin membangun ruangan khusus untuk kucingnya itu dengan alasan supaya kucingnya tidak stress.
Molly adalah kucing jenis Persia berumur 2 tahun. Bulunya putih lebat dan panjang. Matanya berwarna hijau emerald membuat siapa saja yang melihat kucing itu jadi ingin menggendongnya. Kevin pertama kali melihat Molly adalah ketika Ia sedang pulang menuju rumahnya Ia melihat seekor anak kucing yang terlihat kotor dan kelaparan. Kevin yang merasa iba memutuskan untuk membawanya pulang.
Kevin yang mengingat akan pertemuan pertamanya pun tersenyum. Ia tidak menyangka bahwa kucing yang tadinya mau Ia serahkan ke tempat adopsi malah menjadi teman hidupnya. Kevin melihat kearah kucingnya yang sedang bermain dengan benang.
Kevin kemudian mengambil benang itu dan langsung bermain bersama Molly. Molly mengejar benang yang dipegang oleh Kevin. Selesai dengan mainan benang, Kevin mengambil mainan lasernya dan langsung mengarahkannya ke lantai, dinding dan benda lainnya. Molly dengan semangat langsung mengejar laser tersebut hingga tidak sengaja menabrak tembok. Kevin yang panik bergegas memeriksa keadaan Molly tapi sepertinya kucing itu baik-baik saja.
Sebentar lagi adalah jadwal Molly untuk melakukan pertemuan dengan dokternya. Kevin langsung menyudahi permainannya dan langsung menggendong Molly. Ia berjalan ke luar rumah dan menuju mobilnya. Kevin menaruh Molly di kursi tengah. Ia tidak pernah memasukkan Molly ke kandang. Ia membiarkan Molly berjalan di atas tempat duduk mobilnya. Kevin langsung menyalakan mesin mobilnya dan langsung pergi ke dokter hewan.
...***
...
Kimberly yang lagi bersantai di rumahnya sambil mengistirahatkan badannya setelah seminggu penuh latihan mendapat telepon dari Fiona.
“Ada apa Fio?”
“Kau mau temani aku?”tanya Fiona di seberang sana.
“Kemana?”
“Dokter hewan. Hari ini adalah jadwal Dexter untuk vaksin. Di dokter biasa kalau kau mau.”
“Baiklah aku akan kesana.”
Fiona langsung mematikan teleponnya. Kimberly bergegas ganti baju dan menata rambutnya. Ia tidak pernah punya peliharaan. Ia tidak pernah punya waktu untuk mengurus mereka.
Selesai menata rambut, Kimberly langsung mengambil kunci mobilnya dan keluar dari apartemennya. Kimberly berjalan menuju parkiran. Ia menyalakan mobilnya dan langsung menuju dokter hewan.
Di tengah perjalanan Fiona menelepon. Kimberly mengangkat teleponnya dan menaruhnya Handphonenya di dashboard mobilnya.
“KIM KAU TIDAK TAU SIAPA YANG BARU SAJA KU TTEMUI,”teriak Fiona. Kimberly yang fokus menyetir langsung kaget mendengar suara Fiona. Untungnya Ia tidak rem mendadak karena hal tersebut.
“Aku lagi menyetir jangan mengagetkanku,”ucap Kimberly yang hampir saja menginjak rem.
“Maafkan aku Kim tapi kau harus datang cepat.”
“Aku lagi di jalan Fio sudah hampir sampai. Memangnya ada apa?”
“Ada Kevin, jodohmu,”ucap Fiona.
Kim yang mendengar itu langsung menutup teleponnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang. Ada Kevin di sana. Ketika hampir sampai ternyata ada kemacetan di sana.
...***...
Di sisi lain Fiona yang baru saja datang langsung menunggu untuk namanya dan Dexter dipanggil. Dexter adalah anjing Doberman miliknya yang ada jadwal vaksin. Ketika menunggu Fiona melihat ada seseorang yang tidak asing. Dan itu adalah Kevin.
Seketika Fiona langsung membawa Dexter keluar dari ruangan. Ia mengambil handphonenya lalu menelepon Kimberly. Setelah memberitahu bahwa ada Kevin di sini Kimberly langsung memutus teleponnya sepihak.
Fiona tanpa rasa takut langsung duduk di sebelah Kevin. Dexter adalah anjing terlatih sehingga Ia tidak menggonggong ataupun menggigit orang atau hewan sekalipun tanpa aba-aba Fiona.
“Hai. Kau Kevin kan?”tanya Fiona yang langsung menyadari kebodohannya yang mengajak Kevin berbicara seperti itu.
Kevin yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke arah Fiona. Ia melihat bahwa Fiona membawa anjing Doberman. Untungnya Molly tidak pernah takut melihat anjing.
“Ya aku Kevin. Siapa namamu dan bagaimana kau bisa mengenalku? Apa kita pernah bertemu nona?”tanya Kevin yang bingung. Bagaimana wanita itu bisa tau namanya padahal Ia merasa belum pernah ketemu dengan wanita tersebut?
“Maafkan aku. Namaku Fiona dan aku adalah teman dari kekasihmu,”ucap Fiona.
“Maaf nona tetapi aku tidak mempunyai kekasih. Sepertinya Kau salah orang,”ucap Kevin yang bertambah bingung.
“Ayolah jangan kira aku tidak tau. Kau sedang dekat dengan Kim kan?”ucap Fiona sambil tersenyum.
Kevin pun langsung terdiam mendengar nama Kimberly. Kevin langsung memikirkan apa yang harus dia ucapkan ke temannya Kimberly itu.
“Sudahlah tidak usah malu-malu. Kim baik kok. Hanya saja Ia pernah tersakiti oleh mantan berengseknya yang menghamili sahabatnya. Mantannya itu yang mengajaknya makan malam di saat kau menyelamatkannya. Dia tidak pernah memiliki kekasih sejak saat itu. Jadi siapa tau kau bisa mendekatinya. Tenang saja aku akan membantumu,”ucap Fiona panjang tentang hubungan Kimberly dengan Josh.
Kevin sekarang tau bahwa malam itu Kimberly makan bersama mantan kekasihnya. Ia terlihat tidak nyaman mungkin Ia dipaksa oleh mantannya itu.
Fiona langsung mengeluarkan secarik kertas dan pulpen untuk menulis nomornya disana. Siapa tau Kevin membutuhkan saran darinya. Kemudian namanya dan Dexter pun dipanggil oleh dokter. Bersamaan dengan Kevin dan Molly.
“Ini nomorku siapa tau kau butuh saran atau info mengenai Kim. Kim pendiam jadi mungkin akan sedikit sudah,”ucap Fiona sambil memberikan nomornya dan langsung pergi bersama Dexter.
Kevin menerima nomornya dan langsung membawa Molly ke ruangan dokter.
...***
...
Kimberly baru sampai karena terjebak di kemacetan itu. Setelah Ia sampai Ia melihat Fiona yang sedang membayar untuk vaksin Dexter. Sepertinya Ia sangat telat. Kim langsung menghampiri Fiona.
“Fio maafkan aku karena telat. Tiba-tiba ada kemacetan dan aku harus terjebak di sana,”ucap Kim yang merasa bersalah.
“Tidak apa-apa. Tadi aku ketemu Kevin dan aku mengobrol dengannya. Ia pendiam sama sepertimu. Benar-benar cocok,”ucap Fiona. Kimberly yang mendengar itu hanya terdiam. Ia sedikit sedih karena tidak bisa menemui Kevin.
“Sudahlah ayo kita pulang ke rumahku dulu. Kita makan dan main dulu di sana,”ucap Fiona.
Kimberly yang mendengar ajakan Fiona mengangguk tanda setuju dengan sahabatnya. Tapi sebelum pulang dari dokter hewan, Ia membeli air dulu di vending machine. Terjebak di kemacetan itu membuatnya sangat haus belum lagi cuaca yang panas.
Setelah membeli Kim langsung masuk ke mobilnya sedangkan Fiona harus membantu Dexter untuk naik terlebih dahulu baru Ia masuk ke mobilnya. Mereka menyalakan mesin mobil mereka dan langsung pergi ke rumah Fiona.