Mencintai dalam diam seperti cintanya Fatimah terhadap Ali adalah pilihannya yang membuatnya terjebak dalam situasi sulit dimana sahabatnya juga mencintai pilihan Aisha, disaat ia memilih mengalah dan menyerah karena Naufal memilih Azizah, takdir malah mempersatukan mereka lewat perjodohan tanpa rasa cinta
Mampukah Aisha menjalani pernikahannya? dan merubah sikap Naufal?
Akankah Aisha memilih egois dan bertahan? atau malah menyerah dan pergi? atau memilih bertahan bersama - sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nailah gina khairunnisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengalah
Pulang kuliah Aisha dan teman temannya mampir ke sebuah kafe termasuk Azizah dan saat ini mereka tengah berbincang dan bercanda tawa sembari menikmati pesanan mereka
"Eh iya, Zah tadi aku lihat kamu sama Kak Naufal dikampus kok deket banget ya?" tanya Farah penasaran
"Nggak kok, nggak deket," jawab Azizah membuat Farah memicingkan matanya
"Atau kamu suka sama Kak Naufal ya?" tanya Farah dengan nada menggoda
Pertanyaan Farah yang seharusnya untuk Azizah tapi ini malah berefek lain pada Aisha, gadia itu tersedak minumannya sendiri karena mendengar pertanyaan Farah, "Uhuk, uhuk,"
Ia cukup terkejut tapi Farah tak salah bertanya pada Azizah karena pada dasarnya Farah tak pernah tahu bahwa Aisha juga menyukai Naufal karena ia menyimpannya dengan sangat rapat
"Eh, eh Aisha kenapa? minumnya pelan pelan dong," panik Azizah
"Makanya kalau minum jangan sambil melamun," kata Farah
"Ais, kamu nggak papa?" tanya Zaira
"Aku nggak papa, kalian lanjutin aja ngobrolnya," Kata Aisha berusaha untuk tidak membuat teman temannya khawatir
"Aku ke toilet bentar," teman temannya yang lain mengangguk, Aisha segera beranjak menuju toilet dengan mata mengembun
"kenapa rasanya sesakit ini?" batin Aisha
Padahal ia baru bertemu dengan Naufal dan kemudian jatuh cinta, apa karena terlalu larut pada perasaan hingga yang seharusnya diprioritaskan tersingkir dan cemburu makanya Allah menjatuhkan perasaannya
Aisha segera mencuci mukanya agar terlihat lebih fresh, setelah itu ia kembali ke mejanya bergabung bersama yang lain dan jangan lupakan senyumannya yang selalu melekat dibibirnya
"Eh udah sore bentar lagi mau maghrib, pulang yuk," ajak Aisha di angguki ketiga temannya
"Iya udah sore nanti aku dicariin Mama," kata Zaira
"Yaudah aku pulangnya sama Farah, Azizah kamu bareng Aisha aja ya soalnya kan rumah kamu searah," kata Zaira
"Iya, ayo Ais," kata Azizah, Aisha hanya menganggukan kepalanya
Lalu mereka semua berjalan keluar dari kafe menuju parkiran dan menaiki mobil masing masing kemudian pergi dari sana
Seperti yang direncanakan Zaira tadi Aisha pulang bersama Azizah dan kini sepanjang perjalanan hawanya terasa sedikit canggung entah kenapa keduanya tiba-tiba memilih untuk bungkam hingga akhirnya pertanyaan Aisha memecahkan keheningan
"Zah, kamu suka sama Kak Naufal ya?" Azizah membulatkan matanya mendengar pertanyaan Aisha, meski sudah berteman sejak kecil tetap saja jika ditanya soal perasaan akan terasa gugup
Menyadari kegugupan Azizah, ia langsung melontarkan kalimatnya "Udah nggak usah dijawab aku udah tau kok, dulu kamu pernah bilang kalau kamu suka sama Kak Shakeel kan,"
"Kenapa kamu nanya gitu Ais?" tanya Azizah heran karena tiba-tiba Aisha bertanya soal perasaannya kepada Kak Naufal satu kalimat yang terlintas dipikirannya 'Apa Aisha juga menyukai Kak Naufal ?'
"Nggak papa cuma mau nanya aja," kata Aisha sembari terkekeh pelan
"Kalau seandainya Kak Naufal datang buat lamar kamu?" tanya Aisha sembari menaik turunkan alisnya
"Apaan sih, udah jangan gitu malu tau," kata Azizah, pipinya menjadi seperti kepiting rebus
"Tuh kan," celetuk Aisha
"Apanya?"
"Bener kan kamu suka sama Kak Naufal, hayoo," goda Aisha membuat pipi Azizah bersemu merah karena malu
Azizah menatap keluar untuk menyembunyikan pipinya yang merona karena godaan dari Aisha
"Udah dong Ais, jangan gitu," kata Azizah membuat Aisha terkekeh
"Gimana?"
"Gimana apanya Ais?"
"Iya kalau seandainya Kak Naufal datang buat lamar kamu jadi istri gimana?" tanya Aisha penasaran
"Ya kalau jodoh, Insya Allah aku terima Ais," jawab Azizah dengan penuh senyuman
"Kalau dilihat-lihat ya kayaknya Kak Naufal juga suka sama kamu tuh, kalau seandainya benar Kak Naufal lamar kamu jangan lupa undang aku ya," kata Aisha berusaha menggoda Azizah
"Ais, jangan godain aku terus deh," kata Azizah sembari cemberut
"Kamu itu lucu banget sih kalau lagi cemberut Zah," kata Aisha sembari tertawa
Meski ia menampilkan senyuman dan tawanya tetap saja dilubuk hatinya yang terdalam itu menyimpan segores luka
Aisha menghela napas panjang kemudian kembali mengalihkan fokusnya pada jalanan yang basah karena guyuran hujan tadi
Setibanya di depan rumah Azizah, gadis itu segera turun dan mengucapkan terimakasih pada Aisha, ia hanya tersenyum kemudian pamit pulang "Aku pulang dulu ya Zah,"
"Iya, hati hati ya," kata Azizah sambil tersenyum
"Iya, Assalamualikum,"
"Waalaikumsalam," Aisha segera menjalankan mobilnya pulang kerumah, sesampainya didepan apartemen gadis itu langsung memarkirkan mobilnya di garasi apartemennya
Aisha keluar dari mobil lalu melangkah gontai masuk kerumah tak lupa mengucapkan salam lalu berjalan kekamarnya melewati Zilia yang keheranan karena tak biasanya Aisha tak menyapanya saat pulang
Ia meletakkan tasnya diatas kasur lalu meraih handuk dan membersihkan dirinya tak lupa mengambil air wudhu karena sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib
Selesai mandi Aisha segera melaksanakan sholat maghrib karena waktunya sudah tiba, usai melaksanakan sholat 3 rakaat itu tiba tiba air matanya luruh begitu saja
"Ya Rabb, jika Kak Naufal bukan jodoh Aish, Aish ikhlas jika Kak Naufal sama Azizah, Ais rasa Kak Naufal lebih pantas sama Azizah daripada Ais, Ais lebih baik mengalah demi persahabatan karena jodoh seperti Kak Naufal masih banyak di dunia ini, tapi sahabat seperti Azizah belum tentu bisa Aish dapatkan," Air mata mengalir dari kedua sudut matanya hatinya sungguh terasa sakit tapi meski begitu dia akan tetap mengikhlaskan Naufal untuk Azizah
"Ais yakin Kak Naufal akan bahagia jika bersama Azizah begitupun sebaliknya, Ais ikhlaskan Kak Naufal dengan Azizah dan maafkan Ais yang sudah melupakan prioritas Ais, Ya Allah," Aisha menyelesaikan doanya lalu membaca Alquran berwarna merah muda pemberian dari sahabat nya itu
Setelah itu Aisha segera melipat mukenahnya dan menyimpannya ia menjatuhkan dirinya diatas kasur lalu matanya menangkap sebuah bingkai foto yang menggantung di dinding kamarnya, Aisha bangkit dari posisinya lalu berjalan memdekat foto itu bibirnya membentuk sebuah lengkungan manis
Aisha menatap foto persahabatannya sewaktu masih kecil, sungguh ia sangat menyayangi Azizah baginya Azizah adalah saudara dan sahabat terbaik yang pernah hadir di hidupnya
"Azizah, kamu adalah sahabat terbaik aku sejak kecil dan aku nggak akan sanggup menyakiti hati kamu Zah, lebih baik perasaan ini aku pendam sendiri demi persahabatan, biarlah aku mengalah tetapi kamu selalu tersenyum Zah,"
"Aku rela mengalah demi mempertahankan persahabatan yang sudah kita bangun sejak kecil,"
jangan lupa mamour ke novelku yah penantian cinta sejati