Eliza Ve Zeera Andreas adalah perempuan jahat yang selalu berbuat jahat pada Sheira Harley, ia tidak menyukainya karena selalu dekat dengan tunangannya, berbagai cara ia lakukan untuk membuat Sheira dan tunangannya tidak saling mencintai.
setelah berkali kali membuat Sheira terluka, Eliza tidak menyangka jika keluarganya akan dieksekusi karena tuduhan pengkhianatan, ya tuduhan kudeta Tuan Duke Andreas terhadap Keluarga kerajaan.
Eliza tidak tahu jika keluarganya mengalami masalah seperti itu, ia terlalu sibuk dengan upaya untuk membuat tunangannya jatuh cinta padanya.
Eliza dan keluarganya dieksekusi, dan Sad ending adalah takdirnya.
"hah? yah, walaupun tidak sampai membuat Sheira terluka parah, tapi Eliza juga berhak mendapat perhatian dari tunangannya sendiri! tapi kenapa keluarganya dieksekusi? ini sangat tidak masuk akal! kapan persiapannya? kapan juga perangnya? kan ini aneh" Erika yang membaca cerita itu pusing dengan alur yang berlubang dimana mana di novel yang dibacanya
tapi Erika tidak menyangka jika ia mati lalu terbangun di dunia Novel yang dibacanya dan menjadi Eliza Ve Zeera Andreas!
#membaca dimulai dari episode 2 karena episode 1 sudah aku remake karena aku kehilangan inspirasi dan juga sudah lama sudah tidak mengingat.
mohon episode 1 diloncati saja. 🙏
#karya merupakan karya asli tidak ada unsur plagiat.
#karya ini merupakan 100% karangan saya sendiri.
#jika ada kesamaan nama, latar belakang, konflik atau semacamnya itu tidak disengaja kan.
#Novel ini tidak mengandung unsur sindiran dan lain lain.
#Foto/media, bukan hak cipta saya sendir, gambar dari Google dan aplikasi lain nya
#judul sebelumnya: The Changed life of the antagonist
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meli kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Ke wilayah Dax
Aku sangat kesal padanya. Aku tidak menyangka bahwa Eliza yang asli jatuh cinta pada pria yang seperti ini.
"Baiklah.. Jika yang menurutmu aku yang tidak bisa apa apa ini malah mempunyai cara untuk mengatasi masalah air kotor itu bagaimana denganmu? Kau pun yang sudah lama ingin memecahkan masalah tidak bisa apa apa, bahkan sudah hampir 1 tahun Nazareth kekurangan air bersih, bahkan hampir tidak ada. Apakah kau tidak kasihan melihat rakyatmu menderita?" Ucapku yang tak sengaja menusuk hati Daniel. Maafkan aku Sheira, aku malah merebut Event pemecahan masalah air kotor. Namun jika kau terlambat maka aku yang akan ambil alih, hei.. Aku tidak bermaksud merebut yang harus menjadi tugasmu oke. Aku hanya akan mengambil alih saja dan aku ingin membatalkan perjodohan konyol itu dan menyelamatkan nasibku.
"Hei! Aku sangat peduli dengan rakyat ku! Namun aku belum mempunyai solusinya!" Tukas Daniel dengan membentak.
"Oh, kau bahkan membentak ku. Baiklah, kalau kau tidak mau solusinya. Aku pun tidak keberatan" ucapku enteng
"Ba. Baiklah, tolong jangan seperti itu. Aku minta maaf"
Aku tersenyum miring "barusan apa kau bilang?"
"Ma. Maafkan aku"
Aku terkekeh kecil "Kau meminta maaf jika ada maunya ya, putra mahkota Daniel."
"Tolong, aku akan melakukan apapun. Demi Rakyatku" ucap Daniel memelas
"Baiklah. Kau tahu Raja mengundang keluarga ku kemari kan?" Ucapku pada Daniel. Aku seharusnya tidak tahu, namun aku tahu karena Novel sampah itu.
Daniel mengangguk "lalu?"
Aku tersenyum "Aku ingin perjodohan dibatalkan"
Daniel terdiam "Aku tidak bisa menjanjikannya."
Aku mengernyitkan kening tidak suka.
"Hei, kata mu akan melakukan apa saja?" Ucapku menagih janjinya.
"Memang aku akan melakukan apa saja, tapi untuk itu, hanya Raja yang bisa memutuskannya"
Aku menghela nafas "heh, Raja yaa.. kenapa harus Raja?"
"Ya.. karena perjodohan ini diusulkan oleh Raja"
"Baiklah, kebetulan aku juga ingin pergi ke wilayah Dax. Jadi aku akan menagih janji" aku tersenyum miring.
"Ok. Kau minta izinkan pada ayah atau kakak mu dulu"
"Aku sudah meminta izin pada ayah jika aku akan pergi ke Dax. Jadi ayo tunggu apalagi?" Aku pun beranjak dari kursi dan berjalan "ayo".
Daniel mengikutiku
"Em.. Yang mulia apakah kau tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Raja dan orang tua ku?" Tanya ku sambil terus berjalan.
"Ayahanda Raja dan orang tua mu?"
"Ya siapa lagi"
"Entahlah. Aku tidak tahu aku pun sangat kesal saat Ayahanda Raja berniat mencium tangan ibumu"
Aku terus berpikir hingga aku tidak tahu akan kemana jalannya.
"Kita akan kemana yang mulia?"Tanyaku bingung
Daniel terkekeh kecil "Kau sih tidak tanya dulu"
"Kita akan ke ruang Raja, mungkin kedua orang tuamu dan kakak mu ada disana"
Aku pun memperlambat jalan ku agar Daniel yang berada didepan.
Sesampainya di Ruang kerja Raja.
Aku dan Daniel memberi hormat
"Salam yang mulia, semoga Raja sehat selalu" sapa Daniel
"Salam yang mulia, semoga Raja panjang umur" sapaku.
Raja tersenyum, "Oh, kemarilah. Ada apa?" Ucap ramah Raja.
"Menjawab yang mulia, hamba akan pergi ke wilayah Dax, seperti yang diperintahkan yang mulia" jawab Daniel
"Oh, sudah waktunya. Ya sudah kau pergilah"
"Maaf yang mulia, hamba apakah boleh ikut?" Aku dengan mata berbinar bagai 4nj1n9 kecil untuk memohon pada Raja.
Raja terdiam entah kenapa, dia merasa melihat Lexa yang masih muda. Tentu saja Eliza adalah anak Lexa.
Setelah beberapa detik dia kembali sadar
"Ah, baik kau boleh ikut. Tenang saja putraku akan menjagamu saat berada di Dax.
Daniel menundukkan wajahnya mengepalkan tangan geram. Apa katanya? Apa aku harus menjaganya? Yang benar saja!.
Sementara Eliza mencibir dalam hati. Hmph, aku tidak butuh dia menjagaku. Putra mahkota angkuh begitu. Aku pun muak dengan sikapnya entah itu di Novel maupun yang ada didepan samping ku ini.
"Baik yang mulia" terpaksa Eliza dan Daniel mengiyakan nya, tentu saja meskipun mereka ingin pergi ke Dax juga takut menyinggung seorang raja.
Raja tertawa senang.
"Hahaha. Bagus bagus, pergilah kalian berdua, bersama Damian." Suruh Raja.
"Baik yang mulia" jawab Eliza dan Daniel
"Hamba pamit yang mulia" pamit Eliza dan Daniel.
Eliza dan Daniel pun segera pergi dari ruang kerja Raja menuju ke lapangan kuda untuk menemui Damian yang sudah menunggu.
"Kakak" sapaku tersenyum cerah.
Damian yang tadinya sedang mengelus kudanya berbalik badan.
"Oh, adikku. Apakah diizinkan oleh yang mulia Raja?" Tanya Damian.
"En. Sudah kakak"
Daniel yang dari tadi berada di sebelah eliza mengernyitkan kening tidak suka karena dirinya diacuhkan
"Bagus bagus. Oh. Maaf maaf yang mulia putra mahkota, hamba tidak tahu ada yang mulia disini. Hamba memberi salam"
Daniel semakin kesal. Apa maksudnya Damian tidak menyadari kehadirannya? Jelas jelas dirinya berada di samping adiknya, tapi dia segera menepis itu.
"Hmph. Sudahlah. Ayo kita akan ke wilayah Dax jangan mengulur waktu"
Mereka pun pergi ke Dax dengan beberapa pengawal yang ditugaskan untuk menjaga mereka juga untuk membantu mereka saat membutuhkan sesuatu.
Eliza teringat jika Sheira nanti akan ada di wilayah Dax karena wilayah Dax merupakan wilayah yang ditanggung oleh keluarga Count Harley. Nantinya Sheira akan memberi pemikirannya untuk mengatasi masalah air. Dengan ide ide dari Sheira, semua masalah air bisa teratasi itu juga yang membuat Daniel kagum dan meminta Sheira agar menjadi sahabatnya, lambat laun sahabat berubah menjadi cinta. Ya Daniel dan Sheira saling jatuh cinta pada pandangan pertama.
Alih alih memikirkan agar tidak membuat Daniel jatuh cinta pada Sheira, Eliza malah penasaran bagaimana Sheira mengatasi masalah air, dirinya ingin melihat bagaimana Sheira mengatasi masalah air, tapi jika Sheira tidak bisa maka dirinya akan mengambil alih.
Mereka semua sudah berada di pinggiran sungai yang kotor dan bau yang menyengat. Pengawal akan membuat tenda yang jauh dari sungai.
"Aku akan turun disini saja oke. Aku ingin melihat air yang kotor dan bau itu." Aku memohon pada Damian dan Daniel
Damian dan Daniel bingung. Alih alih Eliza tidak mau mendekati pinggir sungai malah ingin ke pinggir sungai.
Melihat raut bingung keduanya, Eliza berbicara lagi.
"Aku sudah bilang bukan? Aku ingin sebisa mungkin mengatasi masalah air itu oke?"
Daniel ber'o'h ria saja, ya karena sebelumnya dia meminta agar Eliza mengatasi masalah air itu. Sedangkan Damian bingung, apakah adiknya bisa mengatasi?
"Baiklah kami akan~" ucapan Damian terpotong oleh suara seseorang.
"Yang mulia yang mulia. Hamba sudah 2 hari disini, dan juga putri ku sedang mencari cara mengatasi masalah air itu." Ucap seorang pria paruh baya.
Aku mengernyitkan kening. Apakah ini ayahnya Sheira?
"Oh, baiklah Tuan Count Harley. Apakah masalah air itu bisa di atasi?" Tanya Daniel
Pria paruh baya yang bernama Tuan Count Harley itu mengangguk "Aku yakin putri ku bisa mengatasi masalah ini"
Aku mencibir dalam hati. Pastilah pemeran utama memiliki kelebihan yang menonjol.
"Bagus bagus. Kami akan segera kesana untuk melihatnya"
Kami semua pun berjalan untuk mendekat ke pinggir sungai sementara beberapa pengawal akan mendirikan tenda yang jauh dari pinggir sungai dan beberapa pengawal lagi akan membantu dan menjaga mereka bertiga.
"Bagaimana? Apakah berhasil?"Tanya Daniel tiba tiba pada Sheira. Sepertinya Daniel langsung tertarik pada Sheira. Yah Haloo pemeran utama tidak mengecewakan. Buktinya sekarang Daniel langsung terpikat pada Sheira yang sedang mengamati air itu.
"Ah. Emm salam yang mulia" sapa Sheira dengan suara sopan dan memberi hormat dengan mengangkat sedikit sisi gaunnya dan sedikit membungkuk.
"Aku menerima salam mu" Daniel berwajah binar menyambut salam Sheira.
"Bagaimana? Apakah ada yang bisa kau rencanakan untuk air kotor dan bau ini?"Tanya Daniel.
"Em.. dari hasil pengamatanku ini. Penyebab air yang kotor dan bau adalah sampah sampah yang dibuang ke sungai.
Daniel mengangguk anggukan kepala nya puas dengan kerja Sheira meskipun masih berumur 9 tahun. Dia mengerti akan masalah ini.
**Hai hai hai
author minta pada kalian jika ada kesalahan tulis/typo, tolong beritahu ya.. nanti author akan Revisi segera.
terimakasih~
Bantu Like nya ya..**
kok sm" mati dan rainkarnasi?
dan selanjutnya adalah emang kisahnya oalah