NovelToon NovelToon
Giro - The Shrouded Paradise

Giro - The Shrouded Paradise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur
Popularitas:496.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bophi

"Tatapan seperti itu bukanlah tatapan yang dimiliki orang yang takut dan putus asa"

"Tetapi, keberanian tanpa kemampuan hanyalah omong kosong belaka"

Tidak pernah terbayangkan oleh Giro sebelumnya, bahwa hari itu merupakan hari yang akan menentukan arah takdirnya.

Di usia yang begitu muda, Giro harus mengalami pengalaman yang akan selalu membekas di benaknya, pengalaman yang akan selalu menghantui bunga tidurnya setiap malam.

Tetapi, bayangan dari orang-orang yang ia sayangi mampu membuatnya mengangkat asanya yang perlahan hilang, menariknya agar terus melangkah tanpa peduli seberapa berat halangan yang menantinya.

Mampukah Giro menjawab kepercayaan orang-orang terhadapnya?

"Kau tidak akan bisa melakukannya jika kau bahkan tidak bisa bertahan hidup"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bophi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Act 10 : The Arena

"BAIKLAH! SELANJUTNYA ADALAH PERTANDINGAN ANTARA ROMAN THE GREAT MELAWAN PENANTANGNYA DARI TIMUR, SANG PENGHANCUR GUNUNG, OGHA!"

Semua orang bertepuk tangan. Teriakan demi teriakan terdengar begitu lantang. Giro hanya diam, tidak mengerti apa yang sedang ia lakukan disana. Dia berada disana karena Pyrus mengajaknya ke tempat yang menarik, tapi dia tidak menyangka jika tempat yang ia maksud adalah tempat seperti ini.

Beberapa saat yang lalu...

"Kita sebenarnya mau kemana?" tanya Giro kepada Pyrus yang terlihat bersemangat.

"Kau akan tahu setelah sampai disana. Yang pasti, aku jamin kau tidak akan menyesal telah datang kesana!" jawabnya bersemangat.

"Tapi aku harus berlatih, jika aku tidak bisa menyentuh guru Slipwell dalam satu bulan, aku tidak akan diizinkan untuk berlatih lagi disana" ucap Giro.

"Tenang saja, kau pasti bisa belajar banyak hanya dengan datang ke tempat yang aku maksud!" ucap Pyrus meyakinkan Giro.

"Apakah kita akan pergi ke dojo lain?" tanya Giro lagi.

"Sudahlah tunggu saja, bukan kejutan namanya kalau aku kasih tahu sekarang!" ucap Pyrus enggan menjawab pertanyaan Giro.

Akhirnya Giro hanya diam mengikuti kemana Pyrus membawanya. Dia hanya berharap jika dia tidak akan pulang terlalu malam agar dia bisa berlatih di rumahnya.

Beberapa saat kemudian mereka sampai ke tempat yang Pyrus maksud. Bangunan besar yang penuh dengan orang-orang. Bangunan tersebut tidak sebesar dojo Heavenly Knight, tetapi cukup besar untuk membuat Giro terpana hanya dengan melihatnya.

Pyrus membawanya ke pintu masuk. Mereka dihentikan oleh dua orang berpakaian rapi, mereka terlihat sangat kuat dengan badan besarnya.

"Dia bersamaku..." ucap Pyrus kepada kedua penjaga itu.

"Silahkan masuk" ucap kedua orang itu mempersilahkan Giro dan Pyrus masuk.

"Kau tahu, kedua orang penjaga tadi disebut 'The Twilight', salah satu pasangan terkuat di negeri ini. Mereka awalnya adalah pengawal raja, tapi karena mereka ditawari bayaran yang jauh lebih tinggi disini, akhirnya mereka pindah untuk menjadi penjaga disini" jelas Pyrus.

"Tempat apa ini?" tanya Giro yang penasaran karena orang sekuat mereka dibayar untuk menjaga tempat ini.

"Selamat datang di Arena of Doom..." ujar Pyrus setelah mereka masuk ke tempat yang sebenarnya.

Giro melihat begitu banyak orang disana. Tempat duduknya dibuat bertingkat mengelilingi arena pertarungan di bawah. Dia melihat dua orang yang sedang bertarung di arena tersebut.

"Ini adalah tempat yang sangat cocok untuk menguji kemampuanmu sambil mendapatkan uang. Setiap hari ada puluhan orang yang bertarung disana, dan yang pasti mereka semua adalah orang-orang yang kuat..." jelas Pyrus yang melihat Giro kebingunan.

"Jika kau memenangkan pertandingan, kau akan mendapatkan hadiah tergantung jumlah taruhan dan tingkat kesulitannya..." lanjutnya.

"Yang bertarung dibawah saat ini adalah Roman melawan Ogha, keduanya sama-sama petarung tingkat B. Yang tertinggi adalah peringkat S, tetapi hanya ada satu orang yang mempunyai peringkat tersebut. Bisa dibilang kalau orang dengan peringkat S adalah raja petarung disini..." lanjutnya lagi.

"Dan yang paling rendah adalah peringkat E. Peringkat E hanyalah amatir yang baru pertama kali bertarung disini. Dan yang terpenting kenapa aku mengajakmu kesini hari ini adalah..." lanjut Pyrus.

"Lihat keatas sana..." lanjutnya sambil menunjuk seseorang yang sedang duduk di kursi yang paling besar dan berada di lantai teratas.

Giro melihat sosok yang begitu mengintimidasi. Badannya besar berotot. Rambutnya panjang namun diikat ke belakang. Dia bisa melihat luka-luka yang menghiasi tubuhnya. Orang itu terlihat begitu tenang namun mengerikan.

"Dia adalah satu-satu orang yang berada di tingkat S. Raja dari arena ini. Namanya adalah Dobbs. Dan dia akan bertarung hari ini melawan Aenon yang merupakan kandidat terkuat untuk mengalahkan Dobbs..." Pyrus menjelaskan alasannya mengajak Giro datang kesini.

"Peringkat S jarang mendapatkan jatah bertarung. Oleh karena itu, setiap kali peringkat S bertarung, maka tempat ini akan sangat penuh oleh penonton. Ini kesempatan yang langka untukmu, tidak mudah untuk bisa masuk di saat seperti ini" lanjutnya.

Giro hanya terdiam memandangi Dobbs. Entah mengapa, tapi Giro merasa jika Dobbs memiliki aura yang hampir sama dengan Kapten Lazor.

Tiba-tiba Dobbs melihat kearahnya, Giro bisa merasakan tekanan yang luar biasa hanya dengan dari pandangannya saja hingga membuatnya kesulitan bergerak.

Tap...

"Palingkan wajahmu, jangan memandang matanya..." ujar seseorang yang tiba-tiba menepuk bahu Giro dan membuatnya bisa bergerak lagi.

Giro langsung memalingkan wajahnya dari Dobbs, dia tidak menyangka tekanan seseorang mampu membuatnya tidak mampu bergerak sama sekali.

"Terima kasih... eh...? Siapa barusan?" gumam Giro yang bingung karena tidak melihat orang yang menyadarkannya barusan.

"Hah? Apa kau bilang sesuatu?" tanya Pyrus kepada Giro.

"Ah... tidak, aku rasa tadi ada seseorang yg menepuk bahuku. Kukira itu kau..." jawab Giro sambil masih mencari orang tersebut.

"Kau melamun, aku dari tadi di sebelahmu, tidak ada yang mendekatimu dari tadi" ucap Pyrus kebingungan mendengar jawaban Giro.

"Ya... sepertinya itu hanya khayalanku saja..." ucap Giro.

Giro memandang kearah Dobbs lagi, dia melihat Dobbs tersenyum kearahnya. Seketika Giro langsung memalingkan wajahnya lagi, ia mengingat pesan orang misterius tadi.

"Hai, Pyrus!!" teriak seseorang dari kejauhan memanggil Pyrus.

"Oh, Tyna! Sudah lama aku tidak melihatmu" Pyrus menjawab wanita bernama Tyna tersebut.

"Kau mau bertaruh denganku? 10 gold dariku untuk kemenangan Dobbs" ucap Tyna.

"Tentu saja kau akan memilihnya! Aku juga ingin bertaruh untuknya!" ucap Pyrus keberatan.

"Tidak bisa, aku duluan yang nemilihnya! Baiklah begini saja, aku bertaruh 10 gold untuk Dobbs, jika aku menang kau bayar aku 5 gold. Tapi jika kamu menang, aku bayar kau 10 gold. Bagaimana? Adil bukan?" jelas Tyna.

"Baiklah... baiklah... aku bertaruh untuk Aenon" ucap Pyrus menyerah.

"Anak pintar!" ucap Tyna senang.

"10 gold... itu cukup untuk membeli beras selama sebulan..." gumam Giro mendengar mereka.

"Oh, Tyna. Perkenalkan ini temanku di dojo, Giro. Dan Giro, perkenalkan ini teman dari kampung halamanku, Tyna" ucap Pyrus memperkenalkan mereka berdua.

"Oh.. ya... itu.. senang bertemu dengamu... aku Giro..." ucap Giro gugup.

"Apa ini? Kenapa aku segugup ini berkenalan dengan wanita?" Gumamnya dalam hati.

"Hai! Aku Tyna, senang berkenalan denganmu, Giro" ucap Tyna sambil menjabat tangan Giro.

"Tidak usah gugup begitu. Dia kelihatan cantik tapi sebenarnya dia itu iblis!" ucap Pyrus yang melihat Giro gugup.

"Apa kau bilang??" ucap Tyna sambil menjewer telinga Pyrus.

"Ahhh!! Ampun... ampun!!" teriak Pyrus merasakan telinganya panas.

Giro tertawa. Dia memandangi Tyna yang memiliki wajah yang sangat cantik. Rambut panjang berwarna birunya menutupi sebagian wajahnya, membuatnya terlihat semakin menawan. Apalagi saat ia tersenyum seperti sekarang.

"Apa yang aku fikirkan! Tidak! Aku datang kesini untuk belajar! Bukan untuk bersenang-senang!" gumamnya dalam hati mencoba menyadarkan dirinya sendiri.

"Kau berasal darimana, Giro?" tanya Tyna.

"Ah... aku berasal dari desa Ardheim" jawab Giro tetap terlihat gugup.

"Ardheim? Aku belum pernah mendengar kota dengan nama itu sebelumnya. Apa itu ada di luar negeri?" tanya Tyna lagi.

"Ardheim hanyalah desa kecil, jadi aku ragu kau akan mengetahuinya" jawab Giro.

"Ohhh begitukah... lalu kau tinggal disini skarang?" tanya Tyna lagi.

"Iya, aku tinggal bersama bibi Naomi, tidak terlalu jauh dari dojo" jawab Giro.

"Sudahi dulu kencannya kalian berdua" ucap Pyrus memotong pembicaraan mereka berdua.

"Kencan ndasmu!" ucap Tyna sambil memukul kepala Pyrus.

"Awww! Maksudku lihat kebawah, pertandingan Dobbs akan segera dimulai" ucap Pyrus meringis kesakitan.

Giro melihat ke tempat Dobbs, dia sudah tidak ada disana. Sepertinya dia sedang bersiap-siap di ruang gantinya.

"INI DIA PERTANDINGAN YANG SUDAH KALIAN TUNGGU-TUNGGU! PERTANDINGAN ELITE YANG MEMPEREBUTKAN PERINGKAT S!" teriak komentator dengan sangat keras.

"MARI KITA SAMBUT, SATU-SATUNYA PERINGKAT S, PRIA YANG HANYA SATU KALI MENELAN KEKALAHAN SELAMA KARIRNYA DI ARENA OF DOOM! RAJA DARI ARENA INI, DOBBS THE DESTROYER!" lanjutnya.

Semua orang bertepuk tangan dan berteriak kegirangan saat Dobbs memasuki arena. Nama Dobbs terdengar begitu nyaring karena hampir semua orang meneriakan namanya.

"DAN SELANJUTNYA. PENANTANG KALI INI ADALAH SESEORANG YANG DIGADANG-GADANG MAMPU MENGGULINGKAN SINGGASANA SANG RAJA KARENA DIA BELUM PERNAH KALAH SEKALIPUN DI ARENA INI! KITA SAMBUT BERSAMA, AENON THE SILENT!"

Kembali tepuk tangan dan teriakan-teriakan bergemuruh saat Aenon memasuki arena. Tapi sambutan untuknya tidak semeriah sambutan Dobbs sebelumnya.

"Bagaimana menurutmu Giro? Siapa yang akan menang?" tanya Pyrus.

"Entahlah. Aku bisa lihat kalau Dobbs sangat kuat. Kehadirannya saja sudah membuatku terintimidasi..." jawab Giro.

"Tapi... aku melihat aura yang misterius dari orang yang bernama Aenon itu. Entah mengapa tapi aku merasa jika dia bisa mengejutkan orang-orang" lanjutnya.

"Kau benar... ya, aku harap Aenon menang, aku tidak mau kehilangan uangku untuk nenek sihir itu" ucap Pyrus sambil melihat Tyna.

"Apa kau bilang? Aku nenek sihir?!" ucap Tyna sambil menendang kaki Pyrus.

"Aww!! Tidak, tidak! Mana mungkin aku memanggil wanita secantik kamu dengan sebutan nenek sihir!" ucap Pyrus membela dirinya.

"Bagus!" ucap Tyna kesal.

Giro tertawa melihat mereka berdua. Dia melirik kearah Tyna, bahkan saat kesal pun wajahnya tetap cantik. Giro langsung memalingkan wajahnya, malu.

Pertandingan akan segera dimulai. Kedua peserta saling berjabat tangan sebagai tanda sportifitas.

"Kau harus membuat lawanmu keluar dari arena atau membuatnya tidak sadarkan diri agar bisa menang. Bahkan kau diizinkan untuk membunuh. Tidak ada aturan apapun, kau bebas menggunakan senjata apapun yang kau mau" ucap Pyrus menjelaskan peraturan di arena.

"Bahkan boleh membunuh? Itu sedikit terlalu..." ucap Giro.

"Ya, tapi itulah mengapa arena ini sangat populer dan menghasilkan uang yang banyak sekali, baik bagi petarung, penonton, hingga pengelolanya" ucap Pyrus.

Akhirnya pertandingan pun dimulai. Dobbs langsung menyerang seketika menggunakan pedang besarnya. Aenon dengan mudah menghindarinya dan mencoba menjauh.

Jika dilihat dari fisik dan kekuatan, semua orang akan setuju kalau Dobbs lebih unggul dari Aenon. Dobbs dengan tubuh besar berototnya sedangkan Aenon memiliki tubuh yang ramping dengan pedang yang kecil juga. Tapi pertarungan tidak selalu tentang ukuran dan kekuatan, pikir Giro.

Dobbs tidak henti-hentinya melancarkan serangan-serangan yang kuat. Sedangkan Aenon terlihat kewalahan menghindari serangan bertubi-tubi dari Dobbs. Dia dipaksa untuk terus bertahan menghadapi keganasan dari Dobbs.

Giro memperhatikan dengan seksama setiap gerakan yang dilakukan oleh Aenon. Dia merasa terpukau dengan gerakan yang begitu fleksibel dari Aenon, bergerak seminimal mungkin tetapi dengan hasil semaksimal mungkin.

Pertarungan sudah berjalan beberapa menit. Tidak ada yang berubah sampai saat ini, Dobbs masih terus-terusan melancarkan serangannya, dan Aenon masih berusaha menghindari serangan dari Dobbs.

Dobbs terlihat kesal karena semua serangannya dapat dihindari oleh Aenon. Dia berhenti sejenak untuk mengisi sedikit tenaganya. Tapi Aenon tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, dia maju perlahan menuju Dobbs. Tepat sebelum Dobbs hendak menyerang lagi, Aenon mengangkat pedangnya sejajar dengan bahunya, mengarah ke arah Dobbs.

Dobbs yang menyadari bahwa dia tidak boleh membiarkan Aenon melancarkan serangan, langsung menerjang Aenon dengan cepat mencoba untuk menghentikannya. Dobbs mengangkat pedang besarnya untuk menebas Aenon yang diam dengan kuda-kudanya.

Tiba-tiba semua orang terdiam. Tepat saat Dobbs hendak melepaskan serangannya, Aenon menghilang dari hadapan Dobbs, dan seketika muncul di belakangnya.

"Itu jurus yang sama seperti guru Slipwell! Tetapi jauh lebih cepat!" gumam Giro dalam hati.

Sesaat keadaan menjadi begitu sunyi, tidak terdengar suara apapun.

Brukkk....

Tiba-tiba tubuh Dobbs tersungkur ke tanah. Darah segar perlahan membasahi tubuhnya. Wasit segera naik ke atas arena untuk memastikan. Setelah dia memeriksa dengan seksama, wasit tersebut mengangkat tangannya.

"DOBBS ROBOH DAN TIDAK SADARKAN DIRI! PEMENANGNYA AENON THE SILENCE!" teriakan komentator memancing teriakan dan tepuk tangan dari semua penonton.

"INI DIA! AKHIRNYA MAHKOTA SANG RAJA TELAH BERPINDAH KEPEMILIKAN! MARI KITA SAMBUT, SANG RAJA BARU, AENON THE SILENCE!"

Gemuruh dari penonton memenuhi seluruh ruangan.

"Aku hanya melihat separuh gerakannya, dia terlalu cepat!" gumam Giro dalam hati.

Aenon segera turun dari arena menuju ke ruang gantinya. Sebelum dia menghilang, dia berhenti sejenak dan melihat kearah Giro, dan dia tersenyum kepadanya. Giro tidak mengerti maksud dari senyuman tersebut. Tapi dia tidak peduli, yang ia pedulikan saat itu hanyalah gerakan yang dilakukan oleh Aenon, dia mencoba mengingatnya walau dia tidak melihat keseluruhan gerakannya.

"Sudah kubilang kan, dia itu nenek sihir, tidak, dia itu iblis!" ucap Pyrus tiba-tiba mengagetkan Giro.

"Huh siapa maksudmu?" tanya Giro yang tidak mengerti maksud Pyrus.

"Tyna, dia kalah tapi tidak mau membayar taruhannya, dia malah memukulku dan menyebutku pengecut karena mencoba memerasnya" jawab Pyrus lemas.

"Hahaha... dimana dia sekarang?" tanya Giro lagi sambil tertawa.

"Dia sudah pergi, kesal karena kalah taruhan, walaupun dia tidak membayar taruhannya" jawab Pyrus kesal.

"Jangan, kau jangan sampe jatuh cinta kepadanya" lanjutnya sambil tersenyum menggoda Giro.

"Apa... siapa yang jatuh cinta?!" sanggah Giro yang mencoba menepis argumen Pyrus.

"Kau tidak pandai berbohong. Ayo kita pulang, tidak ada pertandingan lagi hari ini" ucap Pyrus sambil pergi dari sana.

"Aku tidak... tunggu! Aku tidak tahu jalan pulang!" ucap Giro sambil mengikuti Pyrus.

1
🍾⃝🦚ʜαͩmᷞιͧδαᷠʜͣᵇᵃˢᵉ༄
Novel pertamamu keren Thor semangat❤️🔥❤️
ska
udah lama nggak up thor
silviaanugrah
6 dukungannn, ditunggu feedback-nya ya Thor 🌟
Elisabeth Ratna Susanti
double like 👍👍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav 😍
™DEWA•[PHOENIX]
Huhuhuhu masih early aja dah penuh bawang
Alvi Sy
lnjutt
gegechan (ig:@aboutgege_)
Semangat kakak💛
salam dari Broken Angel'S
Hayaku Gaya
Uuu, kelompok Shaka ya.. aku yakin kalian akan menang, Giro!! Semangat!! Jan kasih kendor!
Hayaku Gaya
Apa! Yang benar saja ngambil kertas gitu doang pake acara begitu guru 😭😭
Fuhhh Giro kau memang terbaik!!!! Siapa yang akan mereka lawan?
★Merepotkan~
Pikiran nya Thor, bukan Fikiran... Hadeh :v🌲🎉
★Merepotkan~
Meskipun setingan cerita novel kita sama, kenapa punyaku bisa beda jauh kali? Apa ini karena novel ku novel parodi dan novel ini novel serius?🌲🎉
Aya-DNA
pasti melihat mayat sampai muntah
aga komara
like meluncur...
Ls
like.
ACILMEY
next up bophi semangat 👍👍
Neo
up
Wulan
Next
Dian Ariesto
up
Eva Santi Lubis
keren thor lanjut mari saling mendukung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!