Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#10 "Bertemu Mertua"
Happy reading guys!
Karena sudah bosan menangkis serangan istrinya, Al akhirnya menggendong tubuh mungil wanita yang sangat dicintainya itu seperti layaknya karung beras, lalu melemparnya ke atas ranjang king size super empuk miliknya.
"Jangan macam-macam sama aku Arti! Sebab aku gak akan pernah melepaskanmu sampai kapanpun juga!" Ancam Al dengan mengukung tubuh istrinya sambil mencengkeram tangan wanita yang sangat dicintainya itu keatas kepalanya.
"Aku gak takut sama kamu!" Pekik Arti sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman Al.
"Ok kalau begitu jangan salahkan aku jika bertindak sesuka hatiku kepadamu!" Al langsung membungkam mulut kekasih halalnya itu dengan bibirnya karena Arti terus mengumpatnya dan memakinya dengan sumpah serapah yang tidak jelas.
Sampai akhirnya Arti lemas karena kehabisan nafas barulah Al melepaskan tautan bibirnya.
"Kamu jahat." Lirih Arti sebelum kehilangan kesadarannya.
"Astaghfirullah Al azdim!" Al sangat terkejut dibuatnya.
Dia sebenarnya tidak bermaksud untuk membuat kekasih halalnya itu sampai pingsan, namun karena kebodohannya sendiri akhirnya hal itupun terjadi. Tanpa pikir panjang lagi dia langsung memberikan nafas buatan untuk istrinya, hingga akhirnya Arti kembali membuka matanya perlahan lalu mengerjabkan indera penglihatannya.
"Minumlah Sayang." Al menyodorkan air putih yang ada di atas nakas ke mulut istrinya.
Namun Arti justru memalingkan wajahnya ke arah lain hingga air itu tumpah mengenai dadanya.
"Aku benci sama kamu! Pergi dari sini! Jangan pernah menyentuhku lagi" Teriak Arti dengan histeris hingga menggema di seluruh ruangan kamar mewah itu.
"Arti." Sebut Al dengan nada sangat lembut." Kumohon jangan seperti ini terus." Pintanya sembari menangkup wajah istrinya supaya menghadap ke arahnya." Papah sama Mamah udah nungguin kita di rumah utama, kalau mereka tau kita selalu bertengkar, aku gak tau harus bilang apa." Ujarnya sembari menatap sendu kearah wanita yang sangat dicintainya itu.
"Aku akan bersikap baik didepan kedua orangtuamu, seolah-olah kita memang pasangan yang saling mencintai. Tapi ingat! Aku melakukannya hanya karena menghormati mereka sebagai orangtua yang memang patut untuk di hormati, bukan berarti aku cinta sama kamu!" Tegas Arti dengan menekankan kata-katanya.
"Baiklah terserah kamu saja sayang." Al beranjak dari duduknya karena tidak mau berdebat lagi dengan istrinya." Semua pakaian yang kamu perlukan sudah ada di lemari khusus yang ada di sana!" Tunjuknya kearah walk in closet super mewah miliknya.
Arti hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun lagi, sebab dia sudah bosan berbicara dengan laki-laki tampan yang berstatus suaminya itu.
Al akhirnya keluar dari kamarnya untuk mendinginkan otaknya dan kepalanya yang terasa berdenyut sakit, dia bahkan lupa bahwa dirinya belum makan apa-apa sejak kemarin karena terlalu fokus kepada istrinya.
Berbeda dengan Arti yang berada didalam kamar. Setelah memastikan Al sudah benar-benar pergi meninggalkannya, dia langsung beranjak dari tempat tidur lalu masuk ke dalam walk in closet yang ditunjukkan Al kepadanya tadi. Disana banyak sekali baju-baju branded tersusun rapi di dalam lemari khusus yang disiapkan tuan muda Adriansyah Alrizzi itu untuknya, begitu juga dengan sepatu, sandal, aksesoris dan tasnya.
Seberapa tajir sich tuan muda Adriansyah Alrizzi ini? Kenapa dia gak segan-segan mengeluarkan bajet yang sangat besar untuk membelikan rumah beserta isinya untuk Om Toni dan Tante Tia hanya untuk menikahiku? Dia bahkan rela menebusku ditempat hiburan malam itu! Dia juga sudah menyiapkan semua ini untukku. Apakah salah bila aku gak bisa menerimanya sebagai suamiku?" Batinnya sambil berkeliling melihat-lihat koleksi busana dan semua yang ada di sana.
Arti termenung memikirkan jumlah honornya setiap kali manggung, pasti butuh waktu puluhan tahun untuk bisa mendapatkan semua yang ada dihadapannya saat ini, itupun kalau uangnya tidak diambil oleh Om dan Tantenya. Setelah cukup lama Arti mengagumi setelah sudut tempat itu, akhirnya dia memilih pakaian luar dan dalam dengan warna senada. Arti memoles wajahnya dengan make up natural flawless lalu turun ke bawah untuk menemui Al yang sudah menunggunya sedari tadi.
Masya Allah tabarakallah! Kamu tambah cantik sayang!" Batin Al sembari menatap wajah cantik istrinya tanpa berkedip sedikitpun.
"Kamu kenapa liatin aku sampai segitunya?" Arti mengerutkan keningnya menatap ke arah laki-laki tampan yang sudah sah menjadi suaminya itu.
"Kamu cantik banget sayang." Jawab Al seraya tersenyum penuh makna.
"Berarti kemarin-kemarin aku gak cantik?" Arti melipat kedua tangannya di atas dada sembari mendelik tajam ke arah Al.
"Bukannya gak cantik cuma hari ini jauh lebih cantik." Jujurnya sembari terus menatap wajah Arti." Aku pasti akan tambah mencintaimu kalau kamu berdandan hanya untukku sayang." Ujarnya dengan nada sangat lembut.
"Aku juga akan berusaha membuka hatiku untuk menerimamu sebagai suamiku seutuhnya, apabila kamu mau bisa membuatku jatuh cinta." Sahut Arti dengan nada seriusnya.
"Insya Allah aku pasti bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku secepatnya, dengan limpahan kasih sayang yang senantiasa kuberikan kepadamu." Jawab Al seraya tersenyum penuh makna.
"Aku akan menunggu saat-saat itu." Ujar Arti sambil berlalu di hadapan Al.
"Arti tunggu!" Seru Al sambil mengikuti langkah istrinya.
Arti menghentikan langkahnya untuk menunggu tuan muda Adriansyah Alrizzi itu.
"Yaudah yuk kita berangkat!" Ajak Al sembari menggandeng tangan istrinya dengan mesra menuju mobil yang terparkir di depan pintu utama.
Semua pelayan yang berjumlah puluhan orang itu menjadi heran dibuatnya, sebab mereka semua tahu bahwa Al dan Arti tidak pernah semesra dan serukun itu sebelumnya sejak pertama kali melayani Nyonya mudanya itu.
Sopir pribadinya langsung membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya itu sembari membungkukkan badannya.
"Silahkan masuk duluan sayang." Perintah Al dengan nada sangat lembut.
Kali ini Arti hanya mengikuti apa yang dikatakan suaminya tanpa membantahnya lagi. Sepanjang perjalanan Al terus melirik ke arah istrinya yang duduk di sampingnya, dia tersenyum-senyum sendiri membayangkan firs night mereka. Apabila dia berhasil membuat Arti jatuh cinta kepadanya.
Arti berusaha cuek melihat sikap Al yang terus memperhatikannya, walaupun sebenarnya debaran didadanya tidak seirama dengan bahasa tubuhnya. Sesampainya di halaman rumah utama milik orangtuanya Al keluar lebih dulu dari mobilnya, lalu mengulurkan tangannya kepada kekasih halalnya itu.
"Silahkan masuk Nyonya Muda Adriansyah Alrizzi." Al membungkukkan sedikit badannya, layaknya seorang pelayan yang sangat setia memberikan pelayanan terbaik untuk majikannya.
"Kamu terlalu berlebihan Tuan Muda! Gak usah lebay, aku baik sama kamu hanya karena gak mau terlihat buruk di depan orangtuamu." Bisik Arti dengan menekankan kata-katanya.
Al menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, ketika mendengar kata-kata yang terucap dari mulut istrinya.
"Arti aku hanya ingin kita bisa menjalani hubungan baik tanpa harus berpura-pura seperti ini." Lirihnya sembari menatap sendu kearah istrinya.
Sebenarnya dari hatiku yang terdalam, aku juga berharap seperti itu tuan muda." Batin Arti sambil membalas tatapan mata suaminya.
Aku tau sebenarnya kamu wanita yang baik Arti, tapi kenapa kamu selalu menabuh genderang perang denganku?" Al bermonolog.
Mereka berdua akhirnya melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah mewah itu sambil bergandengan tangan, seperti layaknya pasangan suami istri yang saling mencintai. Namun sayangnya semua itu hanya sandiwara belaka, keduanya disambut oleh para pelayan yang langsung membungkukkan badannya ketika Al dan Arti berlalu dihadapan mereka.
"Mana Papah sama Mamah?" Tanya Al kepada kepala pelayan yang berdiri dihadapannya.
"Mereka berdua menunggu Tuan dan Nyonya Muda dimeja makan." Jawab kepala pelayan sambil menunjuk ke arah ruang makan.
Al menganggukkan kepalanya lalu melangkahkan kakinya bersama Arti menuju ke tempat orang tuanya berada. Mereka berdua mengulas senyum manisnya ketika bertatapan langsung dengan tuan dan nyonya besar rumah itu.
"Assalamualaikum." Ucap Al lalu mencium punggung tangan kedua orangtuanya.
Arti juga ikut melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Al.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi dan Nyonya besar Mahfuza.
"Duduklah! Sudah waktunya makan siang lebih baik kita makan dulu, nanti makanannya keburu dingin." Ujar Nyonya besar Mahfuza sembari menatap anak dan menantunya itu.
Mereka berdua akhirnya duduk di kursi meja makan dengan posisi saling berhadapan, lalu menyantap makanan yang sudah di hidangkan oleh para pelayannya. Nyonya besar Mahfuza diam-diam selalu memperhatikan gerak-gerik Arti, sebab dia sangat penasaran apa sebenarnya yang membuat anak tunggal kesayangannya tetap menikahi wanita dihadapannya itu. Padahal Arti sudah mempermalukannya dan meninggalkannya dimalam hari H sebelum pernikahannya.
Apa kelebihan dari wanita ini sehingga Al tetap menikahinya dan mencintainya? Padahal jelas-jelas kemarin dia melarikan diri dari pernikahan yang seharusnya berlangsung sangat meriah." Batin nyonya besar Mahfuza sambil meminum air putihnya sedangkan matanya terus melirik ke arah Arti.
...*****...
Bersambung...
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
Salam sayang selalu dariku Khardha Love.
See you next time!
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢