NovelToon NovelToon
Gadis Jahat Insyaf

Gadis Jahat Insyaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:238.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nor Laila Rahmah Wati

Season 1: Berpindah Ke Tubuh Gadis Polos
Season 2: Pembalasan

Ini merupakan season ke 3 atau peran nya yang ketiga Nova untuk membantu jiwa-jiwa yang memiliki penyesalan maupun melakuakan sesuatu yang belum sempat di lakukannya.

Di peran ketiganya ini, Nova akan menjadi Geby Pradita. Geby sebenarnya sudah meninggal dan tidak dapat lagi kembali hidup, tapi karena memiliki penyesalan dalam hiduonya membuat jiwanya tak tenang dan tak dapat mereinkarnasi.

Tambahan: Novel ini akan benar-benar tamat pada season 3 ini, tapi tenang saja, karena perjalanannya masih panjang.

Ikuti bagaimana Nova menjalankan perannya sebagai Geby....

Gambar cover bersumber dari Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3.10

Setelah selesai menjelaskan Dikha tertunduk, bukan takut, tapi malu karena dia itu laki-laki, tapi tak bisa melawan. Meski identitasnya tak sederhana yang terlihat dan diketahui oleh semua orang, tapi dia benar-benar tak mampu melawan jika tak ada bantuan dari identitas aslinya, karena memang pada kenyataannya Dikha tak memiliki kemampuan beladiri yang memadai. Sangat berbanding jauh dari gadis di depannya ini. Tangannya terkepal karena kecewa dan marah pada dirinya sendiri. Bagaimana mau melindungi gadis yang di sukainya jika dirinya saja kalah kuat dari sang gadis pujaan.

Tangan Geby terkepal karena marah "Lihat saja besok, habis kalian," gumamnya "Tunjukkan orangnya padaku besok yang mana orangnya, akan ku beri pelajaran mereka," ucap Geby pada Dikha.

Dikha segera mendongak dan berkata "Jangan," cegah Dikha. Sebelah alis Geby terangkat "Kenapa?"

"Jangan, biarkan saja seperti ini, aku tak mau kau kenapa-napa, aku juga sudah terbisa dengan ini, jadi tak perlu kau membalaskannya," Dikha itu malu, masa seorang gadis yang membalaskannya, gadis yang di sukainya lagi. "Mereka geng yang terkenal kejam dan lagi mereka itu memiliki anggota yang banyak, jadi biarkan saja ya," cegah Dikha.

"Kau tenang saja, mereka akan mendapat balasannya besok, kau jangan remehkan aku, lagi pula jangan biasakan rela untuk di tindas. Biarpun aku seorang perempuan tapi aku...yah lihat aja besok," ucap Geby dengan percaya dirinya membanggakan dirinya sendiri. Tapi dia tak sadar jika jiwa kelelakian Dikha terluka.

Geby pun mengantar Dikha pulang, tapi hanya di depan komplek saja tak sampai di depan rumahnya, karena itu permintaan Dikha yang menolak keras Geby mengantarkannya sampai rumah dengan berbagai alasan.

Keesokannya, tepatnya sekarang Geby sedang menunggu bel istirahat berbunyi dan memantau para mangsanya.

Geby telah berada di kantin sedari jam pelajaran terakhir sebelum istirahat. Cukup sulit meyakikan Dikha mulanya, karena dia terihat sangat cemas, tapi dengan keras kepala pula Geby meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja.

Dan di sini lah sekarang Geby berada, dengan santai duduk di pojokan menunggu mangsanya datang.

Para murid mulai memasuki kantin dan mangsa yang di tunggu telah juga telah terlihat, hanya tiga orang sih. Geby pura-pura asik main dengan ponselnya nya dan

Brakkk

"Heh berani sekali ya kau menduduki tempat kami," ucap seorang murid laki-laki tinggi, sebut saja murid laki-laki A.

"Eh bukankah dia Geby yang selalu mengekor kepada Kenan si murid populer dan cerdas itu?" ucap murid laki-laki satunya, sebut saja murid laki-laki B.

"Benar," sahut murid laki-laki C.

"Um? Memangnya ini tempat kalian? dan apa urusan kalian tentang hubunganku dengan Kenan? Kalian iri? Bilang boy," ucap Geby terlihat menantang.

"Wooww, ternyata gadis ini memang seperti rumornya ya, sangat berani," ucap murid laki-laki B.

Mereka bertiga pun tertawa, menimbulkan perhatian para murid yang berada di kantin. Mereka adalah anggota geng kapak sekolah yang dua diantaranya merupakn pelaku yang membully Dikha di toilet kemarin.

Pagi sebelum bel masuk berbunyi, Geby dengan paksa menurun Dikha menunjukkan orang yang membully nya dan dengan terpaksa Dikha memberitahukannya.

"Lebih baik kau pergi deh dari tempat kami, kami tak ingin berbuat kasar pada seorang gadis," ucap murid laki-laki A.

"Em? Yang ku tahu aku juga bayar untuk bersekolah di sini, jadi aku bebas mau duduk di mana aku mau bukan?" dengan wajah sok polosnya Geby menjawab.

Sepertinya mereka bertiga telah kehabisan kesabaran meladeni Geby dan tak lama salah satu dari mereka ingin memukul Geby, tapu dengan cepat Geby menangkap tangannya.

"Heh, pengecut, bisanya main tangan sama cewe," ejek Geby sambil meremas tangannya.

Geby semakin kencang meremas tangan murid laki-laki itu sampai

"Arghh, lepas sakit bo\*\*h," ringisnya.

"Bo\*\*h? Bukankah kau yang bo\*\*h beraninya main tangan sama cewe?"

Karena keributan yang Geby buat para murid mulai berkumpul memadati satu tempat yaitu pojok sudut kantin. Diantara mereka semua ada dua pasang mata yang memiliki pandangan berbeda, yang satu khawatir dan yang lainnya memiliki pandangan yang rumit.

Dua anggota geng kapak lainnya mencoba membantu melepaskan cekalan tangan Geby terhadap anggotanya, tapi selalu di tepis oleh Geby.

Bruak

Geby melempar anggota yang ia cekal tangannya menghantam meja, dan membuat meja itu patah dua. Dua temannya membntunya berdiri, tapi mereka tak berani maju lagi. Gadis ini sangat liar, fikir mereka.

"Katakan pada ketua kalian, sama seperti kalian yang jika anggota kalian di ganggu akan marah, sama seperti ku jika temanku di ganggu aku juga akan marah dan membalasnya," setelah mengucapkan itu Geby berlalu pergi keluar kantin.

Yang tak di duga setelah di luar kantin, Geby "Wah wah wah aku tadi keren gak ya, dulu, saat aku SMA di dunia ku dulu, aku tak se nakal ini deh. Ini sih aku melanjutkan apa yang sudah tergambar di otak para murid tentang kepribadian Geby, jadi ku teruskan saja bukan hehe,"

Geby memasuki kelasnya yang ternyata sedang tak ada guru, kalau ada guru sudah di pastikan di akan di hukum dengan berdiri di depan kelas atau membersihkan toilet.

"Hei Dik," sapa Geby.

"Hmm," Dikha hanya berdehem untuk menanggapi sapaan Geby.

Geby menggedikkan bahunya acuh dengan sikap acuh Dikha padanya. Mungkin dia lagi gak mood, fikir Geby.

...

Setelah Geby memprovokasi anggota geng kapak di kantin dua hari yang lalu, sekarang ketuanya marah dan membuat rencana untuk membalas Geby dengan mencegah motornya lewat dan Geby di bawa ke gang kecil.

Tepatnya sekarang rencana mereka dijalankan dan Geby telah mereka bawa ke gang sempit.

"Oh jadi ini yang membuatmu bonyok kaya gini?" mungkin ketuanya geng kapak?

"Benar bos," jawab anggota yang kena lempar Geby di kantin.

"Hanya gadis kecil kau kalah? Hah...apakah harus aku yang turun tangan sendiri?"

Dengan bosan Geby mendengar ocehan mereka yang menyudutkannya.

"Hei kalian, sudahkah ocehannya, kaya gadis aja, terlalu banyak omong," Geby.

Anggota geng kapak yang berjumlah 20 orang di tambah 1 ketua nya itu pun merasa geram mendengar ucapan Geby.

Sepuluh orang pun maju hendak menangkap Geby yang berdiri santai, tapi tak semudah yang mereka fikirkan jika ingin menangkap sang gadis, jadi tadi mereka membawanya dengan mudah itu hanya karena itu keinginannya sendiri, fikir mereka ketakutan.

Perkelahian yang sangat sangat tak seimbang dan yah bisa di katakan pihak lain sangat pengecut karena melawan satu gadis saja kalah.

"Cuih," Geby memuntahkan darah dari mulutnya.

Wajah Geby yang mulanya masih terlihat bermain-main sekarang menjadi serius. Tak ada wajah bercanda lagi yang ada hanya wajah datar dan dingin, matanya menatap tajam satu persatu anggota geng kapak sekolah ynag tertinggak 10 orang yang masih berdiri tegak di tambah sang ketua.

"Ahhh, rasanya sudah cukup main-mainnya," sambil mengusap sisa jejak darah di sudut bibirnya, dia pun melangkah maju mendekati geng kapak 10 orang tersisa, karena 10 orangnya lagi sudah babak belur oleh Geby.

"Maju," dengan gaya menantang plus senyum mengejeknya Geby pun mulai di serang oleh 10 anggota geng kapak, kecuali ketuanya.

Happy Reading

1
azka aldric Pratama
baru x ini bc maraton di borong 🤣🤣🤣🤣
Any
banyak yang hilang ya ceritanya
Libra itu Aku
klik san klik sini, ternyata disini, lanjut
Lindha Suryani
ceritamu keren Thor,,tapi terlalu cepat alurnya, dan banyak masalah n kejadian2 yg dihilangkan sperti pertunanganny dgn Kevin,,itu mmtuskan pertunanganny dihilngkan gak tau jadi apa gak dan banyak lagi,, jadi kurang klimaks ceritanya...kayak
Oi Min
Udah gini aja end nya??? Kok blm bahagia hlooo mereka..... Adam jga blm merasakan balasannya cinta Gaby
Oi Min
Wah....... Ternyata Angga
Oi Min
Hadeuh........ Adam bner2 Bucin tingkat dewa
Oi Min
Woro woro........ Ehem..... Untuk para pengagum Gaby, tolong jgn pada berharap lebih y..... Krna dia sdah di tandai oleh orang hebat.jdi lebih baik kalian jaga jarak dg Gaby
Oi Min
Wuih...... Adam gercep jga
Oi Min
Sabar Dam...... Klo jodoh g kmna, trs klo kmu bnar2 mncintai Gaby, hormati keputusan nya
Oi Min
Ternyata Ardhika dan Dhika kembar, kirain orang yg sama daaannn mereka Keponakan Adam serta si kembar jga sama2 mnyukai Gaby.....
Tp mang lbih cocok ma Adam sech
Oi Min
Jadi..... Adam apanya Dhika y??? Kakak adek kah..... Wah..... Nnti sama2 mnyukai Gaby kan gawat...... Kirain jodohnya ma Dhika..... Tp kok lbh kuat Adam dlm segala aspek
Oi Min
Gmn dg keluarga Gaby..... Kirain yg nemu Dhika....
Oi Min
Yah..... Gaby berubah lagi nnti??
Oi Min
Trs dugaan perselingkuhan ayahnya gmn??
Oi Min
Kasihan....... 😭😭😭😭😭
Oi Min
Si Dhika knp? Apa mLu krna merasa lemah??
Oi Min
Ayo Gab.... Libas semuanya
Oi Min
Dah..... Putusin aja pertunangan mu dg Kenan Gab......biarin dia mnyesal, apalagi klo tau Keysa itu titisan siluman ular rubah betina
Oi Min
Beli mansion buat markas mafianya kah??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!