Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman
Tok.... tok... tok....
"Bos... Halo Bos.... Bangun bos...."
Tok... tok... tok...
Karena mendengar keributan, akhirnya mata yg tertutup terbuka sedikit demi sedikit dan memandang kearah keributan.
Krek....
"Diam....! Kenapa kalian berisik sekali?" Ucap King, Elang, dan Sebastian bersamaan. Elang yg melihat sekeliling pun tersadar dan refleks terkejut. "Kenapa kita ada disini?" Tanya Elang dan pertanyaan tersebut mampu memulihkan kesadaran King dan Sebastian.
Para anak buah yg kebingungan melihat bosnya pun menjelaskan dari awal mereka melihat mobil bos mereka. "Maaf Bos kami kurang tau, kami hanya berpatroli dan melihat mobil bos dan yg lainnya tak jauh dari Markas kita. Awalnya kami menunggu, tapi setelah 3 jam tidak ada pergerakan, sehingga kami menyusul kesini bos."
"Sial...." Umpat Tian dan memukul bagian mobil yg di depannya. "Siapa mereka?" Sambungnya kembali.
*******
"Halo lapor Queen, rencana berhasil dilakukan sesuai dengan perencanaan" Lapor anak buah Queen setelah Queen pulang dari perkemahan.
"Bagus. Terus pantau pergerakan mereka, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam." Ujar Queen.
"Bagaimana keadaannya, apakah lukanya sudah kering?" Tanyanya lagi setelah mengingat anggotanya ada yg terluka.
"Sudah Queen."
"Baiklah jika begitu, kalian bisa kembali ke Amrik setengah, setengah lagi menetap disini. Ingat untuk tetap latihan lebih keras lagi."
"Baik Queen..."
Mereka pun akhirnya pergi setelah isyarat tangan Queen yg memintanya pergi.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
#Dunia Maya#
👦 : Hai..... Bagaimana kabarmu?
👦 : Kenapa tidak membalas? Apakah kamu sakit?
👦 : Kamu tidak kenapa - kenapa kan? Ayah kamu tidak melakukan hal gila lagi kan?
👦 : Balas pesan aku jika kamu on. Aku harap kamu baik - baik saja. Aku akan selalu ada mendukung kamu.
Sebuah pesan selama 3 jam ditunggu, tapi tidak ada balasan juga.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Angga yg baru kembali pun segera mencari Calista. Tapi dia tidak menemukan diri Calista disetiap sudut ruangan ini. Sehingga ia pun bertanya kepada pembantu yg dijumpainya.
"Buk, Calista dimana?" Tanyanya
"Nona Calista sedang tidak ada ditempat tuan muda."
"Dia sedang berlatih, kamu tidak perluh memikirkannya. Fokuslah pada pengalihan kedudukan mu yg sebentar lagi." Ucap Lucas yg baru tiba dan berjalan ke ruangannya meninggalkan Angga.
"Mari tuan muda, saya permisi dulu." Pamit pembantunya meninggalkan Angga.
(Semangat Lis, aku akan menunggu kamu kembali) Batin Angga tanpa menaruh rasa curiga pada Lucas.
*******
Sebulan pun sudah berlalu, kesehatan Calista pun sudah berangsur dengan baik. Ia begitu senang dan bersemangat untuk memulai harinya. Ia langsung ke sekolah tanpa pulang terlebih dahulu. Ya apalagi tujuannya jika bukan bertemu dengan Angga, seseorang yg sudah merajai hatinya.
Tapi senyum yg merekah kini meredup, dia tidak menemukan Angga dikelasnya. Dia juga sudah menghubungi Angga, tapi tidak ada balasan dari Angga. Ia pun kembali ke ruangan guru untuk mengejar ketertinggalannya selama satu bulan ini.
Walaupun itu tidak perluh dilakukan mengingat dia anak dari seorang Mafia yg disegani, tapi dia tidak ingin menganggarkan apa yg melekat pada dirinya. Dia ingin menunjukkan pada semua orang bahwa dia juga bisa seperti yg lainnya tanpa bantuan dari embel-embelan ayahnya sang Mafia.
"Masih hidup lo?" Tanya Sebastian saat berpapasan dengan Calista yg baru keluar dari ruangan guru.
Calista hanya menghiraukannya, ia pergi tanpa menjawab pertanyaan Sebastian.
"Dasar gadis nyeselin, untung lo musuh jadi bisa dibalas dendam." Ucap Sebastian kesel dan ia pun membalikkan badannya ketempat tujuannya melangkah sebelumnya.
Ketika mata ini melihat seseorang yg kita cintai bisa tertawa lepas dengan orang lain, apakah kita dapat turut bahagia melihatnya? Atau terasa jauh lebih menyakitkan daripada tertusuk sebilah pisau berkali - kali?
Bugh... suara yg dihasilkan dari buku yg menyentuh permukaan lantai akibat jatuh dari tangan kecil Calista.
Beberapa orang yg ada di toko tersebut pun mengalihkan pandangan mereka ke arah Calista, tak terkecuali Angga dan Queen yg saat ini diam memperhatikan Calista.
Angga yg melihat kedatangan Calista pun segera berjalan menghampiri dirinya. Tidak dapat dipungkiri jika di lubuk hatinya terdalam ada kerinduan dan kekhawatiran yg begitu dalam terhadap Calista.
Park..... Belum sempat Angga bercerita, tangan Calista sudah mendarat sempurna menyentuh pipi kiri Angga.
"Kenapa kamu menampar aku?" Tanya Angga dengan suara penuh penekanan dengan sorot mata yg siap membunuh. Dia tidak terima mengapa dia ditampar, padahal dia tak mengerti letak kesalahannya.
"Apa karena dia, sehingga kamu bolos hari ini?" Sarkas Calista tak suka menatap dirinya dan Queen secara bergantian.
Calista pun berjalan mendekati Queen dan menampar pipi kiri Queen.
Park....
"Sekali lagi jika aku lihat Angga tidak sekolah karena kamu, aku yg akan menjadi imbang kamu." Ucap Calista sambil menunjuk Queen dengan jari telunjuk kanannya.
Angga yg melihat itu pun refleks memegang bahu Calista sehingga menghadap ke dirinya
Park... satu tamparan mengenai wajah Calista oleh tangan Angga.
"Minta maaf samanya!"
Calista pun tersenyum miris melihat Angga "Tidak akan" ucapnya dan pergi meninggalkan mereka berdua.
Angga pun hendak pergi mengejar Calista, tapi ditahan oleh Queen.
"Biarkan dia sendiri dulu, dia butuh waktu." Sesal Queen dan menundukkan kepalanya. "Maaf, karena aku kamu jadi bolos dan berantam dengan Calista." lanjutnya lagi.
Angga pun mendekap Queen kedalam dekapannya. "Gak usah dipikirkan, nanti aku yg akan berbicara dengannya."
Calista pun begitu marah dan pergi menenangkan diri ke Markas kesayangannya. Markas yg sebulan kemarin menjadi saksi bisu dia kehilangan orang kepercayaannya dan peristiwa yg menyebabkan dia diasingkan oleh sang ayah.
*******
"Ayah" Panggil Calista dengan nada yg tak bisa diartikan.
Lucas yg melihat putrinya datang menemuinya di ruang kerjanya pun segera mempersilahkan Calista duduk dihadapannya.
"Kenapa?" Ucap Lucas tanpa melihat kearah Calista.
"Seharusnya aku yg bertanya, kenapa Ayah meratakan Markas kita yg di daerah X? APA SALAH KU SEHINGGA AKU GAK BISA BAHAHIA BARANG SEDIKIT PUN YAH?" Ucap Calista penuh penekanan dan suara tinggi diakhir kalimat dan Lucas hanya bisa tersenyum simpul melihat tatapan penuh luka pada mata sang putri.
"Itu hukuman buat kamu." Jawabnya datar.
"Hukuman? Apa gak cukup Ayah mengirim aku ke hutan pengasingan selama sebulan ini? Apakah Ayah tau bagaimana aku berjuang sendirian mempertahankan hidupku?" Bentak Calista penuh kemarahan pada Lucas.
Brakh.... Suara meja yg digebrak kuat oleh Lucas.
"Kamu pikir kamu siapa? Ingat Calista kamu bukan anak orang biasa. Kamu itu Putri dari seorang Mafia. Tidak seharusnya kamu terlena dengan musuh kamu terlebih pada apa yg membuat kamu lemah. Kamu harus kuat sehingga kamu ditakuti semua orang."
"Benar, aku memang benar anak dari seorang Mafia. Tapi jika itu menguntungkan. Apa Ayah pernah menganggap aku anak? Apa Ayah pernah menganggap aku ada? Kekuasaan dan kekuasaan saja yg hanya ada di otak Ayah. Aku benci sama Ayah, karena keegoisan Ayah, aku harus kehilangan Ibu aku."
Prak.... "Diam kamu! Aku rasa kamu memang anak yg tidak tau diri. Jika kalau bukan karena Mafia ini, kamu pasti sudah mati menyusul Ibumu itu."
Bagaikan tersambar petir, Calista serasa tertampar dengan ucapan yg baru saja didengar oleh kedua telinganya. Dia tidak habis pikir dengan sang Ayah. Bagaimana bisa dia hidup tanpa merasa bersalah oleh kematian Ibunya. Padahal Ibunya pergi akibat keegoisan dirinya.
"Pengawal....." Teriak Lucas memanggil Pengawal yg berada didepan pintu kerjanya.
"Bawa dia pergi dari sini. Usahakan untuk mengajar anak tidak tau diri ini sebelum bertemu denganku." Ucapnya kembali setelah beberapa Pengawal masuk dan menyeret Calista ke kamarnya.
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor