Audry Federica, Gadis berusia 16 tahun, ia harus pindah sekolah, mengikuti kemana kedua orang tuanya pergi, karna sang ayah yang di pindah tugaskan ke kantor pusat yang terletak di kota.
Daffa Wijaya, 16 tahun, seorang ketua Osis, tampan, tinggi dan cerdas.
Daffa seorang most wanted, playboy yang di juluki Casanova.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hartiena_19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merubah panggilan
Seminggu berlalu setelah hari dimana Audry menjadi orang ketiga saat Daffa dan Bianca makan siang. Baik Daffa maupun Audry sama-sama diam. Daffa tak berniat untuk menjelaskan siapa Bianca pada Audry, begitu pula dengan Audry, tak menanyakan prihal siapa Bianca pada Daffa.
Seperti saat ini, mereka sedang bedua di dalam mobil yang sama menuju butik langganan Rima. Tapi tak ada satupun kata yang terucap dari keduanya, hingga mobil sampai didepan butik.
Daffa segera turun berniat membukakan Audry pintu, tapi sepertinya Audry sudah turun duluan sebelum Daffa sampai ditempatnya.
"Tunggu." Ucap Audry sambil menarik belakang tas Daffa. Agar Cowok itu tidak terlebih dulu masuk.
"Ada apa?" ucap Daffa
"Apa Bunda dan Nyo- ah maksudnya Ma-mama, ada didalam?" Ucap Audry gugup. Alis Daffa tertaut mendengar pertanyaan dari calon tunangannya itu. Tentu saja Bunda dan calon mama mertuanya ada didalam.
"Hem."Gumam Daffa, yang membuat Audry berdecak sebel, dan berjalan terlebih dahulu melewati Daffa.
☆☆
"Hai Sayang kalian sudah sampai."Ucap mama Rima senang melihat kedatangan Audry.
"Iya Ma. Eh, Bunda mana Ma?" Tanya Audry karena tidak melihat keberadaan Bundanya disana.
"Bunda kamu lagi coba baju." Jawab mama Rima
"Kamu habis ngapain sih Daff lama banget masuknya." Ucap Rima lagi melihat Daffa yang telat masuk.
" Habis angkat telpon penting ma." Ucap Daffa santai.
"Y uda Sana, Coba bajunya dulu, kamu juga sayang." Ucap mama Rima pada Daffa dan Audry.
Mereka berduapun masuk ke dalam kamar ganti masing-masing. Daffa terlebih dulu keluar menggunakan toxedo biru dongker dan celana hitam yang semakin membuatnya terlihat tampan dan menawan.
Setelahnya Audry pun keluar menggunakan Dress berwarna senada dengan Daffa. Audry terlihat manis dan mempesona. Membuat Daffa melongo karena terpesona. Mereka pun beranjak kekamar ganti.
☆☆
"Daffa tolong antar Audry pulang ya." Pinta bunda Riana, yang di angguki Daffa sebagai jawaban.
"Emang Bunda ngak ikut pulang sama Riry?"Ucap Audry pada sang Bunda.
"Bunda sama Mama Rima mau ke tempat Arisan dulu." Ucap Bunda Riana.
"kalau gitu Riry ikut aja ya Bun. pleasse" Rengek Audry manja. Daffa mengernyit melihat tingkah manja Audry.
"Sayang, Jangan manja donk, malu sama Calon tunangan sama Mama mertua kamu tuh." Ucap Bunda Riana menggoda putrinya. Mala membuat Audry cemberut. Mama Rima hanya tersenyum melihat kelakuan calon mantunya.
"Lain kali aja ya sayang ikutnya," Bujuk Bunda Riana.
" Titip Audry ya Daff." Ucap Bunda Riana lagi.
"Iya Bunda"Ucap Daffa Sopan. Setelahnya ia salim kepada kedua ibunya itu, dan begitu pula dengan Audry. Akhirnya mereka pamit pulang duluan.
☆☆
Sepanjang perjalanan hanya hening, sepertinya Daffa yang terkenal jago merayu dan menaklukan gadis dengan gombalannya, tak dapat mengeluarkan kata-katanya didepan gadis itu. Hingga mereka sampai depan rumah Audry.
"Terima kasih." Ucap Audry sambil melepaskan sabuk pengaman ditubuh mungilnya.
"Sama-sama."Ucap Daffa.
"kalau gitu gue masuk dulu." Ucap Audry hendak membuka pintu mobil.Tapi urung karena Daffa menahan tangannya.
"Ada apa?" Tanya Audry binggung.
"Sebentar lagi kita akan tunangan, masa sama tunangan sendiri panggilnya elu gue sih?" Pinta Daffa.
"Hah?" Audry tak bisa menyembunyikan raut bingungnya.
"Mulai sekarang belajarlah menyebut Aku dan kamu, bkar gak kaku. Pahamkan sayang." Semburat merah tiba tiba muncul dipipi Audry, saat mendengar Daffa memanggilnya sayang.
"Iya. A-aku Masuk dulu." Ucap Audry Grogi. Membuat Daffa mengulum senyum tipis.
lemah
Daffa juga plin plan,gk punya pendirian
jadi kak berkesan