NovelToon NovelToon
Malaikat Pelindung

Malaikat Pelindung

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sariyah

Arifah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar seringkali mendapatkan kenakalan teman-temannya bahkan gurunya sendiri pernah sesekali mempermalukannya.

Puncaknya, Aska sebagai saudara kandung Arifah tidak memberitahunya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan sebuah pesawat. Tidak sampai disitu, Aska sebagai keluarga satu-satunya yang ia punya pun juga pergi meninggalkannya. Belum lagi menghadapi anak angkat Mami yang ternyata seseorang yang datang hanya untuk mengambil keuntungan dari keluarganya.

Lalu mampukah Arifah berdamai dengan takdir yang telah digariskan? Dan apakah dengan hadirnya malaikat pelindung disisinya mampu membuatnya menjadi pribadi kuat dan tangguh?

Saksikan kisah selengkapnya ya, jangan lupa like dan vote juga. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 10 Janji Aska

"Kamu dimana?"Tanya seseorang dari seberang.

"Aku dirumah, ada apa Viona?" Tanya Aska dengan senyum mengembang.

"Kamu sibuk?" Tanya Viona lagi.

"Tidak! Katakan ada apa."

"Aku ingin bertemu dengan mu!" Ucap Viona dari seberang mengatakannya dengan malu-malu.

"Baiklah, aku akan segera kesana." Jawab Aska lalu mematikan ponselnya.

Aska berlalu pergi meninggalkan Arifah sendirian didalam gudang menuju rumah Viona.

Sesampainya disana Aska disambut Viona yang terlihat sangat anggun dan cantik, rambut pendek sebahu terurai indah, dan lesung pipi tampak jelas menghiasi wajahnya yang manis.

Aska melihatnya tanpa berkedip berjalan mendekati Viona, dia sangat merindukan gadis itu. "Sempurna." Ucapnya.

Viona tersenyum lepas mendengarnya, "Oh ya?"

"Ya, apa kamu meragukan ucapanku?" Tanya Aska dengan membelai rambut pendek Viona.

"Tentu saja, aku tahu aku sangat cantik. Benarkan?" Tanya Viona menggoda dengan memainkan rambutnya.

"Kamu ini terlalu percaya diri. Siapa yang mengatakan kamu cantik?" Tanya Aska dengan tatapan sinis menatap Viona dari ujung rambut hingga kaki.

"Lalu apanya yang sempurna?". Tanya Viona mengedipkan matanya berkali-kali mendekati wajah Aska, meledek.

Aska terkejut dengan tingkah laku sahabat sekaligus orang yang diam-diam ia cintai.

"Tentu saja sandal jepit yang kamu pakai! Kecantikanmu bahkan kalah jauh dengan sandal mu itu!" Jawab Aska ketus.

"Ishh kamu ini, bisa tidak sekali saja memujiku!" Ucap Viona cemberut.

Melihat Viona cemberut Aska tertawa lepas dan mencubit kedua pipinya dengan gemas hingga membuat Viona meringis kesakitan. Bertemu dengan Viona seakan ketegangannya dengan Arifah hilang seketika.

Viona adalah sahabat Aska sejak duduk dibangku SMA. Mereka bersahabat karena Viona merupakan kekasih Markus yang tak lain adalah sahabat Aska sendiri. Ketika Markus dan Viona jalan-jalan atau nongkrong disebuah cafe, tak jarang Markus mengajak sahabatnya yang selalu jomblo itu untuk ikut serta. Sebenarnya Aska tahu jika Markus mengajaknya hanya sebagai obat nyamuk saja, dan Aska sangat sabar dengan kelakuannya.

Markus selalu menasehati Aska untuk mencari seorang gadis, entah sudah berapa kali Markus memperkenalkan Aska dengan teman wanitanya. Namun tak ada satupun yang menarik dihatinya.

Viona dan Aska menjadi sangat akrab karena sering bertemu, mereka juga saling bertukar nomor. Ia sangat nyaman dengan Aska, setiap ada masalah Viona selalu mencurahkan isi hatinya tanpa ragu. Sampai akhirnya hubungannya dengan Markus pun kandas. Aska tidak pernah tahu apa masalah yang dihadapi mereka saat itu. Aska mencoba bertanya pada Viona maupun Markus, namun mereka tidak pernah memberikan jawaban apapun.

"Ayo masuk!" Ajak Viona dengan menggandeng tangan Aska.

Aska menyambutnya dengan senyum, lalu mereka berjalan bak raja dan ratu yang sedang memasuki istana kerajaan. Mereka tertawa bersama dengan tingkah konyolnya.

Viona mengajak Aska keruang keluarga dan duduk disofa empuk berwarna pink. Viona sangat menyukai warna itu karena melambangkan kesucian dan kerendahan hati seorang wanita, sangat cocok dengan karakternya. Maka tak heran jika rumah itu didominasi warna pink.

"Aku akan mengambil minum dan beberapa makanan." Ucap Viona lalu meninggalkan Aska diruang keluarga. Aska hanya mengangguk.

Siaran televisi yang sedang disaksikan Aska menayangkan siaran langsung. Seketika kaki dan tangannya bergetar menyaksikan apa yang baru saja ia lihat. Sebuah kecelakaan pesawat terjatuh disebuah pemukiman di Pulau Kalimantan. Ia melihat seorang paruh baya tergeletak dengan bercucuran darah, namun masih bisa dikenali. "Itu Mami!" Gumamnya. Air matanya tak mampu dibendung, sesegera mungkin ia merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya secepat mungkin. Aska mencari-cari nomor kontak Om Bram yang kebetulan juga tinggal disana.

"Halo Om sudah lihat siaran langsung di tv?" Tanya Aska dengan bibir bergetar menahan tangis.

"Ya, Om sudah berada dilokasi. Om akan mencari orang tuamu. Om harap kamu tenang ya!" Ucap Om Bram dari seberang.

"Bagaimana aku bisa tenang Om, kondisi Mami sekarat, aku melihatnya sendiri!" Ucap Aska terisak-isak.

"Ya Om tahu, Om akan segera mengabarimu nanti!"

Aska tidak mampu berkata-kata lagi, dia berdiri menjambak rambutnya kasar.

Viona yang melihat Aska kalang kabut, mempercepat langkahnya mendekati Aska sembari meletakkan minuman dan camilan yang ia bawa dimeja bulat yang juga berwarna pink.

"Ada apa?" Tanya Viona.

Aska hanya diam mematung dengan memegang keningnya.

Viona yang terlihat khawatir memegang tangan Aska lembut berusaha menenangkan. "Aska, katakan ada apa?"

Aska hanya melihat Viona dengan tatapan semu. Viona benar-benar tidak sanggup melihat Aska menanggung bebannya sendiri. Ia memeluk Aska, "Ada apa, katakan!"

"Orang tua ku mengalami kecelakaan pesawat." Jawabnya terisak-isak.

Viona mengelus punggung Aska lembut. Ia hanya ingin menenangkan Aska saat ini.

Aska merasa nyaman dengan perlakuan Viona, ia memeluk Viona erat dengan isakannya.

Cukup lama mereka berpelukan. Setelah tenang, Viona melepaskan pelukannya dan mengusap Pipi Aska yang basah dengan perlahan menelusuri setiap lekuk wajah tampan milik Aska. Apa kamu tahu Aska, sejak pertama kali aku melihat mu di cafe waktu itu aku sudah menyukaimu. Tapi ternyata kamu sahabat Markus, aku sering mencari informasi tentang mu melalui dirinya. Dan sebenarnya akulah yang menyuruh Markus untuk mengajakmu ketika kami kencan. Sampai akhirnya aku ketahuan bahwa aku menyukaimu. Viona membatin.

Viona memegang pundaknya, Aska yang mengerti maksud Viona pun akhirnya duduk kembali disofa.

Viona berjongkok menghadap Aska dan memegang kedua tangannya erat. "Kamu harus tenang Aska, tugas kita hanya mendoakan semoga mereka baik-baik saja." Jelas Viona lembut.

Aska hanya mengangguk sembari menggenggam kedua tangan Viona erat kemudian menciumnya dengan menutup kedua matanya. "Terima kasih." Ucap Aska menatap lembut Viona.

Viona mengangguk dan tersenyum menatap lekat kedua mata Aska.

***

Arifah yang tertidur digudang beralaskan tikar terbangun. "Jam berapa ini?" Gumamnya.

Arifah merasa sangat lemas tak bertenaga karena Aska tidak memberikan makanan dan minuman. Bagaimana aku bisa konsentrasi belajar jika begini, Arifah membatin. Ia terisak mengingat kejadian yang membuatnya terhempas jauh dari kasih sayang keluarganya, sampai harus menerima hukuman atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan. Tidak ada yang memperdulikannya, tidak ada yang mempercayainya. Ditambah lagi dengan perlakukan Pak Hasibuan yang kurang ajar padanya, Arifah tidak tahu harus berbuat apa selain menerima takdir ini. Kenapa dunia ini sungguh tidak adil untuknya.

Tiba-tiba pintu gudang terbuka. Aska memeluk Arifah erat dan menangis sesenggukan. Arifah heran dengan perlakukan Aska. Arifah hanya terdiam, tidak punya keberanian menanyakan apa yang terjadi dengannya.

Aska melepas pelukannya menatap adiknya yang kurus dan sangat pucat, sudah cukup ia menderita dengan kehilangan kedua orang tuanya, ia tidak ingin kehilangan seorang adik yang sangat disayanginya juga. Hanya Arifah yang ia punya sekarang. Aska bertekad akan menjaga, menyayangi Arifah dengan sepenuhnya apapun yang terjadi, bahkan nyawanya pun akan ia pertaruhkan.

"Maafkan Mas!"

Mendengar itu Arifah menangis sejadi-jadinya.

Aska memeluk erat adik kecilnya. Mereka menangis bersama.

Aska menggendong Arifah kekamar dan menyuruhnya membersihkan diri.

Didapur Aska sudah mempersiapkan makanan kesukaan Arifah, telur dadar. Arifah sangat menyukai telur ayam, terutama jika telur ayam itu digoreng mata sapi atau pun telur dadar.

Arifah menuruni anak tangga perlahan dengan memegang perutnya, melihat itu Aska langsung menggendong Arifah dari tangga sampai duduk dimeja makan. Aska mengambil piring kemudian mengisinya dengan nasi, dan telur dadar tidak lupa dengan kecap manis.

Seperti orang kelaparan Arifah menghabiskan makanan dipiringnya sampai bersih tak tersisa. Aska yang melihatnya tersenyum getir, ia merasa sangat berdosa.

.

.

.

TBC...

Haloo readers yang manis-manis dan baik hati. Gak bosen-bosen ngingetin jangan lupa like, vote, dan tipnya yaa, biar semakin semangat nulis dan up setiap hari.

Terima kasih 😘

.

.

.

1
Novellette (akun thor hiatus)
bc lg judulnya" Pacarku super Idol " cr aja dikolom pencarian dn bc juga karyaku judulnya, "Wu lan zhang" cek diprofilku maaf gak sopan ttp sukses
Novellette (akun thor hiatus): tunggu,ya
total 2 replies
Novellette (akun thor hiatus)
udh mampir
Irena Marsha
stlh skian lama,terucap juga..lanjuut thor. 😁😁
🍬🧀Kara
Terus berkarya Thor😘
Author Rie: makasih yakk 💪
total 1 replies
Kohaku
mantab
Author Rie: makasih 😊
total 1 replies
YouTrie
Ok lanjut..support buat author..
Author Rie: maaciw budhe 🤗
total 1 replies
Ria Diana Santi
Wah, selamat!🥳🥳🥳 Sukses terus!
Author Rie: aamiin, maaciw 🤗
total 1 replies
alisha
rate 5 dan vote
Author Rie: maaciw 🤗
total 1 replies
Anindyta
semangat terus ya thorr
jangan lupa jaga kesehatan jugaa
like nya sudah mendarat
Yuniarti Muskan Sanir: udah habis ya Thor ??
total 2 replies
Yuniarti Muskan Sanir
lanjut
ͼӈªȋϩȧ
semangat up
Syl_Vien
RYU hadir ka👍🥰

lanjut dan semangat selalu💪😍💜
Ria Diana Santi
Semangat up-nya Thor.
Ferly Ina
6 like mendarat 🤗🤗
🍬🧀Kara
Dukungan mendarat
Semangat tuk karyanya ya kak 🤗❤️
HIATUS
Like it 💕 semangat thor 💪 salam dari novel Cinta Beda Status Sosial 😘
HIATUS
Like 💞like 💞 like 💞
HIATUS
Like it 💕
HIATUS
Jempolll 👍
HIATUS
Like thor ❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!