Season awal.
Perjalanan para ksatria nusantara setelah berakhirnya zaman kerajaan. Dan berubah menjadi zaman ksatria era baru dengan tujuan memberantas kejahatan penindasan yang merajalela di nusantara.
Perjuangan Barata untuk membentuk sebuah perguruan dengan mendidik anak-anak yang berhasil ia selamatkan dari korban peperangan yang pernah terjadi pada zamannya.
"Meskipun kami harus mati sekalipun ditangan kalian! Tidak akan membuat aliran putih lenyap dari muka bumi ini! Dan kau! Akan membayar semua ini" tutur Suntari setelah melihat Satril yang tergeletak dengan nada kebencian pada Arya
Kesatuan dan kekompakan perguruan Sugiran yang menjadi simbol sebagai hubungan kebersamaan yang kuat, menciptakan kekuatan yang nyaris tak tertandingi oleh kelompok lain dan ksatria hebat sekalipun.
Jelajahi kisah lengkapnya! Semoga terhibur,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka junhata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjalanan Bermula Part 4
Beralih ke kelompok yang lain
Karnada dan Aprianda tiba disebuah hutan, mereka berdua bertemu dengan seekor burung Rajawali yang mencegat perjalanan mereka.
"Siapa kalian?" tanya burung tersebut
"Aku Karnada!" jawab Karnada
"Aku Aprianda!" Sambung Aprianda
" Sebenarnya aku sudah tau siapa kalian! Kalian adalah murid Barata yang diutus untuk menyelamatkan Putri Mayang sari!" kata burung Rajawali tersebut
"Bagaimana kau bisa tau semua itu?" Tanya Aprianda seolah heran dengan ucapan burung tersebut
" Putri Mayang Sari adalah majikan ku yang diculik oleh Sentana! Aku pernah mencoba menyelamatkannya tapi gagal! Sampai suatu ketika tuan putri menyuruhku untuk meminta bantuan Barata! Namun sayangnya Barata tidak bisa berbuat apa-apa, dan Beliau memintaku agar menunggu waktunya tiba! Dan aku yakin kalian berdua adalah utusan Barata karna aku bisa merasakan kekuatan Barata dalam diri kalian!" terang Burung tersebut
" Dan mungkin sudah waktunya kita menyelamatkan Putri Mayang Sari" sambung Aprianda
Aprianda dan Karnada pun bertanya pada burung Rajawali tentang keberadaan Putri Mayang Sari
" Rajawali! Apakah kau mengetahui tempat dimana Tuan Putri disembunyikan?" tanya Aprianda
" Iya!" jawab Rajawali
" Maukah kau mengantarkan kami agar perjalanan kami bisa lebih cepat?" pinta Aprianda pada Burung tersebut
"Tentu saja! Dengan senang hati!" jawab Rajawali
Kemudian merekapun berangkat terbang bersama Rajawali.
.......
(Kembali Ke kelompok Argus)
Artasura dan teman-temanya menemukan Apriana dan tiga temanya pada saat perjalanan kembali keperguruan.
"Ternyata menemukan kalian bukanlah hal yang sulit!" kata Artasura
" Siapa Kalian sebenarnya? Dan apa yang kalian mau dari kami?" tanya Apriana bercampur dengan perasaan takut
"Aku adalah Artasura ksatria terkuat di seluruh Nusantara! Aku ingin agar kalian memberitahuku keberadaan Barata!" jawab Artasura dengan sombongnya
Namun Apriana tidak mengikuti keinginan Artasura tersebut.
" Kami tidak tau siapa Barata!" kata Apriana seraya berbohong
" Jangan bohong! Aku tau siapa Kalian! Ikuti perintahku jika kalian tidak ingin menyesal!" bentak Artasura
Tanpa berpikir panjang, Apriana dan tiga temannya segera melarikan diri. Namun sayangnya Trihalimun mereka berhasil digagalkankan oleh Artasura dan merekapun ditangkap.
" Lepaskan kami pengecut! Beraninya hanya dengan perempuan!" kata Apriana
" Diam! Kalian belum tau siapa aku!" ujar Artasura
Sebelumnya, surat panah Zabela sudah sampai ke tangan Barata. Dan Baratapun sudah mengetahui semuanya .
Kemudian Barata memerintah kan dua murid wanita, Mutiara dan Jelia untuk menyusul Apriana.
Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya Mutiara dan Jelia melihat Apriana dan tiga temanya ditangkap oleh Artasura.
" Celaka! Mereka sudah ditangkap Artasura!" Ujar Jelia melihat dari kejauhan
" Kita harus memberi tau guru secepatnya!" sambung Mutiara yang juga ikut menyaksikan kejahatan Artasura
Mereka berdua pun langsung ke perguruan dan memberitahu Barata.
Dan setibanya, mereka berdua-pun langsung memberitahu Barata.
" Guru! Apriana, Novita, Sugita, Dan Nara ditangkap Artasura!" kata Jelia menyampaikan
" Bagaimana bisa?" potong murid yang lain yang bernama Ray Anaka
" Kami sendiri tidak tau! Kami melihat Artasura memaksa Apriana untuk memberitahu keberadaan guru.!" Terang Mutiara
*Barata takut jika sampai Artasura menemukan perguruan Sugiran sudah pasti dia akan menghancurkannya.
"Kita harus menghadang Artasura sebelum dia menghancurkan perguruan ini dan mencelakai Apriana dan yang lainya! Ray Anaka, Mutiara, dan Jelia! Kalian ikut aku! Dan kau Sukanta! Jaga perguruan ini!" kata Barata
"Baik guru!" jawab mereka dengan serempak
Kemudian Barata dan muridnya-pun bergegas menemui Artasura. Dan setibanya di hadapan Artasura
"Akhirnya kau muncul juga! Baguslah! Aku tidak perlu menyiksa muridmu!" kata Artasura
" Mengapa kau mencariku harus menyiksa orang-orang yang tidak bersalah!" tanya Barata
"Itu bukan urusanmu.!!!" jawab Artasura
" Apa kau tidak bisa menerima kekalahan mu beberapa tahun yang lalu?" kata Barata seraya menyindir Artasura
" Aku mencarimu untuk membalas dendam sekaligus mengambil seluruh kekuatan mu!" ujar Artasura seraya menantang
" Tidak semudah itu!" kata Barata
" Bersiaplah! Bayangan iblis!!" kata Artasura sambil menyerang
" Topan-api!" Barata menangkis dan membalas serangan Artasura
Akhirnya terjadilah perkelahian sengit antara Barata dan Artasura Sementara Ray Anaka Jelia dan Mutiara bertarung melawan tiga orang teman Artasura.
Terlihat Ray Anaka berhasil melawan teman-teman Artasura.
Tapi sayangnya pada akhirnya Barata dikalahkan oleh Artasura.
Melihat temanya sudah kalah Artasura melarikan diri dan menculik Barata.
" Guru..!" teriak Ray Anaka sembari memanggil Barata yang di bawa pergi oleh Artasura dengan cemas
" Apa yang harus kita lakukan..? " tanya Ray Anaka pada Jelia dan Mutiara sedikit panik
"Entahlah!" jawab Mutiara dengan wajah yang sedih dan kesal
Akhirnya, Ray, Mutiara Jelia, serta Apriana, Novita dan Sugita maupun Nara pulang dengan kesedihan dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Dan Sesampainya di perguruan.
" Ray! Apa yang terjadi? Dimana guru?" tanya Sukanta yang belum mengetahui apa-apa
Ray Anaka tidak mampu bicara apa-apa dan dia hanya terdiam saat ditanya oleh Sukanta.
" Artasura mengalahkan guru dan membawanya pergi!" terang Mutiara
"Apa? Kemana kita akan menyelamatkan guru?" kata Sukanta seolah bertanya-tanya
"Entahlah! " jawab Jelia dengan wajah sedih
Mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa memberitahu Berta dan Zabela karna mereka berdua bisa menerawang.
" Kita harus memberitahu Berta dan Zabela! Mungkin mereka bisa mengetahui keberadaan guru!" kata Ray Anaka
" Bagaimana caranya untuk memberitahu Berta dan Zabela?" tanya Sukanta
"Aku akan mencobanya!"
Kemudian Ray anaka mengambil busur panah yang akan ia gunakan untuk menyampaikan pesan pada Zabela dan Berta seperti yang dilakukan Zabela sebelumnya.
Dan pada saat setelah melepaskan anak panah tersebut, ternyata perguruan kehadiran tamu yang tak diundang, dan tamu itu adalah Trantasura
Trantasura adalah orang yang menyerang perguruan Sugiran berapa waktu yang lalu, Ia juga ingin membunuh Barata. Namun kali ini dia datang hanya beberapa orang saja, karna Gundala temanya dan sebagian besar kelompoknya tewas ditangan para murid sugiran saat pertarungan yang lalu.
"Sepertinya Sugiran sedang dalam berduka.!" kata Trantasura seolah hendak mengambil kesempatan
" Mau apa kau kemari?" tanya Ray Anaka sedikit terkejut saat melihatnya
Trantasura ingin agar Ray Anaka dan yang lainnya agar ikut bersekutu, namun keinginan Trantasura ditolak oleh Ray Anaka.
" Aku ingin kalian bersatu denganku!" ajak Trantasura
" Jangan berharap kami akan mengikuti keinginanmu Trantasura.!" tolak Ray Anaka dengan tegas
" Baiklah! Jangan salahkan aku jika terpaksa menghabisi kalian" kata Trantasura menantang
Akhirnya terjadilah pertarungan antara dua kelompok Ray Anaka dan Trantasura. Dan disaat di tengah-tengah pertarungan tersebut, munculah dua orang wanita yang ikut membantu Ray Anaka.
Singkat cerita, pada akhirnya Trantasura kalah lagi dalam pertarungan tersebut. Trantasura-pun pergi dengan kekalahan yang kedua kalinya, sedangkan anak buahnya sudah habis terbunuh oleh murid-murid Sugiran.
Berkat bantuan dua wanita itulah Ray Anaka dapat mengusir Trantasura,
dua wanita itu adalah Munawangi dan Suntari. Mereka adalah anak tumenggung Adiraksa dari kerajaan Tara.
"Siapa kalian?" tanya Ray Anaka dengan perasaan kagum
"Aku Munawangi dan ini Suntari! orang memanggil kami pendekar dua Selendang.!" jawab Munawangi
" Dan satu lagi! Dari mana kalian berasal?" tanya Ray Anaka lagi
" Aku anak temenggung Adiraksa dari kerajaan Tara, saat pertarungan Ayah melawan pendekar kejam bernama Artasura! Ayah kalah dan bersembunyi di bawah keraton kerajaan Tara! Ayah meminta kami untuk menghadap guru Barata dan bersatu dengan para murid Sugiran untuk kembali bangkit menyebarluaskan para tokoh aliran putih!" terang Munawangi
Namun sayangnya Munawangi dan Suntari datang terlambat, karena Barata sedang diculik oleh Artasura yang Ray Anaka sendiripun tidak tau dimana gurunya berada.
"Kalian datang terlambat! Guru baru saja diculik oleh Artasura.!" kata Sukanta dengan wajah murung
Munawangi sendiri sudah mengetahui tentang kehebatan Artasura yang pernah di saksikannya sebelumnya.
"Artasura? Celaka! Kalau sampai Artasura mengambil kekuatan guru! Semua kekuatannya akan hilang dan Artasura akan menguasai jagad raya" ujar Munawangi
" Kita berharap saja mudah-mudahan Artasura belum sempat mengambil kekuatan guru sampai kita menemukanya!"kat Ray Anaka
.............................................................
Dan Titi di akhir kalimat 🙏🙏
Dan mereka membantai penduduk tanpa pandang bulu 😈👿
Thor, setiap akhir kalimat, mana tanda (.) titiknya??
🙏🙏😊😊
semoga sastra bisa mengendalikan amarah yg sllu datang tiba²
penulisannya tidak terlalu berat & tidak bertele², jadi pembaca dg mudah masuk mengikuti alur cerita
Inti cerita nya pun beda yg lain, pemilihan nama² tokohnya jg merakyat (bener² menyesuaikan)
Mengangkat cerita anak negri,, makasih Bang Jun sudah berkenan menyapa pembaca
Semangat terus dalam berkarya ya Bang Juna