NovelToon NovelToon
Cinta CEO Arrogant

Cinta CEO Arrogant

Status: tamat
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurmay

Brrruk


"Hei, apa kau tidak punya mata, Hah!" Bentak Daniel pada seorang gadis, yang tidak sengaja menabraknya dan menumpahkan minuman kejas Daniel.

"Ma-afkan sa-ya tu-an," ucap wanita itu dengan nada gugup dan sedikit gemetar.

Daniel Carroll, adalah seorang CEO yang terkenal sangat dingin, dan Arrogant. Dan bukan hanya itu, Daniel juga terkenal sebagai pria yang tidak tersentuh sama sekali, karena Trauma di masa kecilnya.

Hingga sifat Arogan dan juga dingin Daniel, perlahan bisa pudar akibat tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita, yang merubah hidupnya.

Apakah trauma yang Daniel pernah alami akan hilang? Dan bagaimanakah kisah cinta mereka?

Yuk, simak di novel ini.....

JANGAN LUPA TEKAN LIKE, KOMEN, VOTE, DAN FAV NYA YA😊KARENA ITU SANGAT BERHARGA BUAT AUTHOR

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAKIT 2

Semalaman suntuk Daniel rela tidak tidur hanya untuk memantau keadaan Devita yang belum sadarkan diri juga, rasa khawatir yang teramat dalam pada gadisnya membuat Daniel sampai hampir kehilangan akal.

"Vita segeralah sehat, ada yang ingin ku tanyakan padamu." Gumam Daniel dengan mengenggam tangan Devita, raut wajah Daniel tidak seperti biasanya yang tetap datar dengan keadaan bagaimana pun.

Sesekali Daniel memeriksa suhu tubuh Devita yang masih panas itu, terdengar helaan nafas kasar Daniel setelah merasakan suhu tubuh Devita yang belum juga turun.

"Mama, Ayah. Vita ingin ikut kalian." Devita mengigau, Daniel hanya mendengarkan dengan raut wajah yang sulit terbaca, terlihat raut wajah Devita yang sedang menahan luka, entahlah mungkin luka batin yang saat ini di rasakanya.

"Semenderita itu kah hidup mu Vit, kenapa kita baru di pertemukannya sekarang," Gumamnya.

"Tapi tenang sayang, aku kan membalas nya demi dirimu." Daniel berucap dengan tatapan menyalang menyiratkan bahwa rasa amarahnya sudah memuncak.

Daniel merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya dan langsung menghumenghubungi seseorang.

"Siapkan dokumen itu sekarang," ucapnya pada seorang di sebrang sana.

Devita mengerjapkan matanya berulang kali, untuk menyesuaikan cahaya lampu yang menyerang mata indahnya.

"Ssshhh

Devita meringis memegangi kepalanya.

"Vita kau sudah bangun, bagaimana keadaan kamu?" Tanya Daniel dan langsung menaruh ponselnya di nakas samping ranjang Devita.

Devita menoleh ke samping, alis tebalnya menyatu "Tuan Jas, kau disini juga?" Devita bertanya dengan suara paraunya.

"Iyah aku disini untuk mu," jawabnya.

Devita melihat sekelilingnya, dan dia juga baru menyadari bahwa dirinya sedang berada di sebuah Rumah sakit.

"Aku kenapa, kok bisa masuk Rumah sakit gini," bantin Devita.

Devita melihat jam di dinding yang menunjukkan 07:30.

"Tuan saya harus ke kampus, Tuan apa bisa antarkan saya?" Ucap Devita dengan suara seraknya.

"Tidak, tidak. Saya tidak akan mengizinkan kamu untuk turun dari ranjang mu, sehatkan diri mu dulu baru kalau mau beraktivitas, silahkan." Tegas Daniel.

"Tapi tuan, hari ini saya ada kuis." Ucap Devita.

"Kalau Tuan tidak ingin mengantarkan saya, saya juga bisa pergi sendiri." Devita berusaha bangun dari ranjangnya.

Daniel terkekeh geli karena Devita tanpa sadar berani berbicara lantang pada Daniel.

"Kau bawel juga ya, aku kira kau gadis yang pemalu," Ucapan Daniel membuat Devita tersadar dengan ucapannya.

Devita memalingkan wajahnya karena ingin menyembunyikan wajah merahnya.

"Muka merah mu membuat aku ingin memakan mu sekarang juga Vit," Gumamnya.

"Tenang saja, kuis mu akan di lakukan setelah dirimu sembuh sedia kala, semua sudah saya urus, jadi kamu istirahat ya." Ucapan Daniel membuat Devita ternganga dan bertanya-tanya dalam hatinya. "Sebenarnya aku sedang berurusan dengan siapa?" itu lah pertanyaan Devita dalam hatinya.

Tok Tok Tok

Seorang gadis masuk dengan tergesa-gesa menghampiri Devita yang tengah tersenyum menyambut kedatangannya.

"Pu kau datang," tanya Devita.

"Kau kenapa? kenapa tidak mengabari ku?" Puspa bertanya tanpa menjawab pertanyaan Devita, Puspa memeluk tubuh sahabat nya karena khawatir.

"Aku hanya kelelahan Pu, kau tidak perlu khawatir seperti itu," ucap Devita membalas pelukan sahabat nya.

Daniel berdehem. "Apa aku tidak nampak disini, dan kenapa harus ada acara memeluk Vita ku." Gumamnya yang terdengar ke telinga ke dua gadis itu.

Puspa menoleh ke arah dimana seorang Pria dewasa sedang duduk dengan tangan bersedekap.

"Dia siapa Dev?" bisik Puspa yang matanya masih terpanah melihat Pria tampan di depannya.

"Diaa..

*Ekhemm

Sekali lagi Daniel berdehem memotong ucapan Devita yang ingin menjawab pertanyaan dari Puspa.

"Sekarang ada yang menjagamu juga, saya permisi pergi dulu ada urusan nanti saya balik lagi," pamit Daniel dengan wajah datarnya.

"Dan kamu, tolong jaga Vita ku, kalau ada apa-apa tolong hubungi saya langsung." Ucap Daniel memberikan kartu namanya ke Puspa, Puspa menerima nya dengan gemetar.

"Baik Tuan." Puspa memberikan senyum manisnya, tapi Daniel tidak membalas senyuman itu, melainkan berlalu pergi setelah mengusap kepala Devita dan mengecupnya singkat di keningnya.

"Dev, apa aku barusan bermimpi bertemu pangeran," tanya Puspa, Devita hanya terkekeh geli melihat nya.

"Dia malaikat penolong bagi ku Pu," lirih Devita.

"Oh ya kamu tau dari mana aku sakit," tanya Devita.

Mimik muka Puspa langsung berubah.

"Kamu kenapa tidak pernah bercerita soal yang sebenarnya, aku memang sahabat yang tak berguna ya." Ujar Puspa.

"Tidak, Tidak. Maafkan aku, aku memang tak ingin bercerita karena tak ingin kalian khawatir," jawab Devita.

"Aku sahabat mu Dev, mestinya aku tahu apa yang di alami sahabat nya sendiri, kalau Oji tidak memberitahu ku mungkin aku tidak akan pernah tahu." Ucapnya.

Di sela-sela pembicaraan dua gadis cantik itu, pintu terbuka tanpa di ketuk.

Ceklek

Nampak seorang Pria muda tampan menghampiri 2 gadis itu, dia berjalan dengan wajah yang begitu khawatir dan tiba-tiba pria itu langsung memeluk Devita tanpa permisi yang membuat Devita serta Puspa tercengang.

"Dev kamu sakit, sakit apa, kenapa tidak menelpon ku, please jangan buat aku khawatir lagi ya." Ucap Jonathan yang masih memeluk Devita

"Aku hanya kelelahan Jo." jawab Devita.

"Hei Jo, aku juga ada disini, jangan kau anggap aku ini gagang sapu yang ada di belakang pintu." omelan Puspa mbuat Jonathan melepaskan pelukannya.

"Maaf, aku begitu khawatir dengan Devita sampai tak menyadari kalau aku memeluk mu Dev," Ujar Jo.

Devita hanya memberikan senyum manisnya.

"Dev please jangan tersenyum seperti itu," batin Jo.

🍁

Di sebuah rumah mewah.

Seorang Pria duduk dengan menyilangkan kakinya serta tangan yang bersedekap di dadanya.

"Zen berikan domumen itu pada Pak Tua ini." Titah seorang Daniel Carroll.

"Baik Tuan." Zen yang berada di belakang Daniel dengan sigap menghampiri 3 orang yang sudah pucat mukanya dengan kringat yang membanjiri dahinya.

"Silahkan Tuan, di pahami." Ucap Zen dengan tegas.

Pri parubaya itu perlahan membuka dokumen itu, seketika tubuhnya seakan lunglai tak bertulang, Sari dan putrinya Chloe yang melihat Santos langsung bersimpuh penasaran isi dari dokumen itu.

Chloe memberanikan diri untuk mengambil dokumen yang terkatuh tepat di kakinya itu.

Chloe dan Sari membacanya dengan wajah yang semangkin pucat.

Inti dari isi dokumen itu adalah MH Group telah berpindah ke tangan seorang Daniel Carroll karena tidak bisa membayar hutangnya, serta Santos akan di penjarakan karena tuduhan penggelapan dokumen palsu.

"Saya mohon Tuan, ampuni saya, saya janji saya akan menggantinya." Ucap Santos dengan memohon.

"Saya sudah memperingati kalian lewat dua manusia yang ada di belakang mu, jangan bermain-main dengan saya," tegas Daniel.

"Iya Tuan maafkan lah kami, kami melakukan itu karena berusaha mendidik Devita karena dia bagian dari keluarga ini," timpal Sari.

Brraakkk.

Daniel menggebrak meja dengan sangat kuatnya.

"Keluarga kau bilang, Ck persetan dengan nama itu, bahkan kalian menjadikan Vita sebagai Babu kalian kan, JAWAB!!" Bentakan Daniel membuat ke tiga orang yang ada di hadannya semangkin merasakan ketakutan.

"Tolong Tuan ampuni kami."..

"Zen bereskan semuanya." Tanpa permisi lagi Daniel berlalu pergi dari rumah mewah itu.

Tinggalah Zen dengan dua pria bertubuh tegap yang sedang memandang pasangan suami istri dengan satu anaknya masih bersimpuh.

"Tuan Zen, kami mohon tolong bantu kami," Santos masih memohon.

"Maaf Tuan, ini sudah keputusan Tuan Daniel." Zen dan dua pria bertubuh besar itu berlalu pergi.

Santos Sari dan Chloe hanya bisa menyesalinya.

"Ini semua karena tindakan bodoh kalian, kita sudah jatuh sekarang," lirih Santos.

"Ini semua salah Devita Pih, bukan salah ku," teriak Chloe.

"DIAM ANAK BODOH." Bentak Santos.

Tbc..

1
cetom😘😘
mansion torr
echa purin
/Good/
siti fatimah
Luar biasa
Dewi Fajar
hehehehe maaf ya Thor sampai di sini bacanya..aq skip ya...saya kurang nyaman ceritanya...maaf aktornya teramat murah..maaf
Dewi Fajar
devita belagu..coba hidup bersama lagi dengan keluarga tirinya.. diperlakukan istimewa gitu nggak mau merasa tidak nyaman segala
Dewi Fajar
sombonglah namanya juga CEO penguasa /Grin/
Dewi Fajar
pemain tapi tidak mau di sentuh..ini gimana melakukan nya thor.. namanya tidak mau di sentuh itu ya bersih..kok celap celup
Dewi Fajar
mampir thor
SARI MEUTIA
Luar biasa
Ika Sujarwo
daniel suka marah² nggak jelas ntar gantian devita marah br tau rasa
Me Ta
payah Devitanya lemah😡😡😡
Al Mumtaz
👍👍👍
kinan kinan
Ceritanya bagus..
the🐻
lebih baik gituh ayah mahen,dari pada bersama tapi berantakan tidak gantle😌
Febe Yanuarti
pie to ki...
Bundane Adit
galak amat sih daniel😌😌
Ica Susanti
coba mampir
maredni Jiba
jangan menilai orang seperti itu Zen,kenapa kamu harus marah,hu dasar kulkas
maredni Jiba
awas benci beda tipis ya bang,bisa cinta loh
maredni Jiba
semoga jodoh ya Jo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!