Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.
Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Leng Yan’s Flamboyant Rescue Plan
Sinar matahari pagi kian tinggi menembus celah-celah daun bambu di halaman belakang kediaman Pangeran Ke-14, memantulkan pendar keemasan pada permukaan air kolam yang kembali tenang. Dua belas pembunuh bayaran yang telah terkapar tak berdaya kini tergeletak seperti tumpukan karung pakaian kotor di dekat sudut gazebo. Walaupun bahaya utama dari penyusupan tersebut telah dinetralkan sepenuhnya oleh penekanan aura tak kasat mata Mu Xuanyuan, suasana politik di sekitar kediaman justru terasa kian memanas. Ancaman terselubung dari Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong dan Putra Mahkota Long Wuji tidak lagi sekadar gertakan di meja lelang, melainkan telah mewujud menjadi tindakan agresi terbuka.
Leng Yan mengibaskan jubah sutra merah mewahnya yang penuh dengan bordiran bunga peony emas, melangkah maju dengan gerakan yang sengaja dibuat sangat elegan. Pria flamboyan itu mengibaskan kipas emasnya seraya menatap tumpukan pembunuh bayaran dengan pandangan mata yang dipenuhi penghinaan. Wajahnya yang sangat tampan dipenuhi binar ide-ide absurd yang mendadak melintas di dalam otaknya. Ia menoleh perlahan ke arah Xuanyuan, lalu menyunggingkan senyum lebar yang memancarkan kombinasi antara niat jahat yang terselubung dan kepalsuan drama tingkat tinggi.
"Yang Mulia," panggil Leng Yan dengan suara mendayu-dayu yang dipenuhi intonasi puitis, menangkupkan kedua tangannya di dada dengan gaya yang sangat dramatis. "Para tikus gelap ini telah berani menodai ketenangan kediaman Anda yang indah! Jika kita hanya mengembalikan mereka begitu saja, itu akan sangat membosankan dan kurang berkesan. Hamba memiliki sebuah 'rencana penyelamatan' yang teramat fantastis! Sebuah mahakarya drama yang tidak hanya akan membersihkan nama Anda, tetapi juga akan membuat Pangeran Ke-3 memuntahkan darah segar di hadapan seluruh pejabat istana!"
Leng Shuang yang berdiri tidak jauh dari sana seketika mengerutkan keningnya rapat-rapat. Firasat buruk langsung menyergap benaknya setiap kali melihat kerlingan mata konyol milik kakak kembarnya tersebut. "Leng Yan, jangan coba-coba membuat masalah baru. Tugas kita adalah memastikan situasi tetap terkendali, bukan menambahkan pertunjukan sirkus di tengah konflik kerajaan."
"Ah, Leng Shuang adikku yang manis tapi kurang imajinasi!" balas Leng Yan seraya melambaikan kipas emasnya di udara secara berlebihan. "Dengarkan dulu! Rencana hamba sangatlah sederhana namun jenius, Yang Mulia. Kita akan berpura-pura bahwa kediaman ini benar-benar telah diserang secara brutal oleh kelompok penjahat tak dikenal. Hamba, sebagai pemilik rumah bordil ternama yang kebetulan sedang melintas untuk mengantarkan 'kue herbal' kepada Pangeran Ke-14, dengan gagah berani bertarung mengorbankan jiwa dan raga demi menyelamatkan pangeran kita yang tampan dan tak berdaya ini!"
Gu Juechen yang sedang merapikan cangkir tehnya sampai hampir menyemprotkan tawanya, sementara Feng Wuchen tetap menyilangkan tangan di dada dengan raut wajah datar seperti patung batu.
Leng Yan melanjutkan ocehannya dengan binar mata yang makin menyala-nyala. "Nanti, hamba akan memapah Yang Mulia yang berpura-pura pingsan dan ketakutan menuju ke hadapan Aula Rapat Kekaisaran! Hamba akan menangis histeris di depan Kaisar dan para pejabat, menceritakan betapa kejamnya para pembunuh bayaran itu yang mencoba membantai pangeran yang paling polos di kerajaan ini! Dengan begitu, seluruh perhatian istana akan tertuju pada kesalahan kubu Pangeran Ke-3, sementara status Anda sebagai pangeran 'cacat' yang perlu dilindungi akan kian solid dan tak tergoyahkan!"
"Dan tentu saja," potong Leng Shuang dengan suara sedingin es, melangkah mendekat seraya mengepalkan tangannya hingga berbunyi klak. "Di tengah drama histerismu itu, kau akan memiliki alasan sah untuk terus memeluk dan menempel pada Yang Mulia di depan umum, bukan?"
Leng Yan mengerdipkan matanya dengan raut wajah paling polos yang bisa ia buat. "Oho~ Leng Shuang, bagaimana bisa kau menuduh niat murni dan tulus dari seorang pengagum keindahan ini sebagai dorongan egois? Itu adalah bonus takdir yang sangat manis!"
Plak!
Sebuah pukulan telapak tangan melayang presisi, mendarat tepat di kening Leng Yan hingga pria flamboyan itu terhuyung dua langkah ke belakang seraya memegangi kepalanya yang memerah. Leng Shuang mendelik tajam, siap melayangkan pukulan kedua jika kakaknya itu terus meracau. "Tutup mulutmu! Rencana konyolmu itu hanya akan membuat Yang Mulia menjadi pusat perhatian yang tidak perlu!"
Mu Xuanyuan yang sejak tadi sibuk meniup-niup burung kayunya mendadak terkekeh riang. Senyum cemprengnya terkembang lebar seraya ia melompat-lompat konyol di atas rumput. "Wah! Main drama! Main drama! Aku mau jadi putri yang pingsan! Kakak Flamboyan jadi kuda merahnya!"
Leng Yan yang tadinya meringis kesakitan seketika menegakkan tubuhnya kembali, matanya berbinar-binar dipenuhi rasa haru yang dibuat-buat. "Lihat! Yang Mulia menyukai ide jeniusku! Beliau bahkan memintaku menjadi 'kuda merah' yang gagah untuk melindunginya!"
"Yang Mulia maksudkan adalah kau menjadi binatang beban, Kakak Bodoh," cetus Leng Shuang penuh penekanan seraya memutar matanya malas.
Di tengah pertengkaran konyol tersebut, Feng Wuchen melangkah maju satu tapak, memecah suasana dengan laporan singkatnya. "Yang Mulia, jaringan informasi Po Jun melaporkan bahwa Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong saat ini sedang berada di Aula Utama Istana untuk menghadap Kaisar. Ia bermaksud melaporkan keberhasilannya mendapatkan Kotak Giok Bersegel Kaisar untuk mencuri panggung di hadapan para pejabat."
Gu Juechen tersenyum tipis, menambahkan dengan nada cerdas. "Jika kita menggunakan 'rencana penyelamatan' gila dari Tuan Leng Yan ini—tentu saja dengan beberapa penyesuaian agar tidak terlalu memalukan—kita bisa mengirimkan tumpukan pembunuh bayaran ini langsung ke gerbang istana bersamaan dengan rapat majelis. Ini akan membalikkan tuduhan secara total dan membongkar kepalsuan Pangeran Ke-3 tepat saat ia sedang berada di puncak kesombongannya."
Xuanyuan menghentikan tawa cemprengnya sejenak. Di balik wajah konyol dan sorot mata polosnya, kedalaman aura Immortal Emperor Puncak bergetar halus. Ia menyapu noda tanah di jubah birunya secara asal-asalan, lalu tersenyum penuh makna ke arah Leng Yan dan kedua pengawal pribadinya.
"Baiklah! Mari kita buat panggung teater yang sangat ramai!" seru Xuanyuan dengan suara anak kecil yang gembira. "Kakak Flamboyan, cepat siapkan tangisan paling kerasmu! Kita akan pergi ke istana untuk meminta ganti rugi ubi manis yang rusak!"
Leng Yan menangkupkan tangannya penuh semangat seraya mengibaskan jubah merahnya dengan gaya memukau. "Siap laksanakan, Yang Mulia! Hamba berjanji pertunjukan 'penyelamatan' ini akan menjadi drama paling dramatis dan tak terlupakan di seluruh sejarah Kekaisaran Tianming!"
Leng Shuang hanya bisa menepuk jidatnya sendiri seraya menghela napas pasrah. Dengan dikemasnya dua belas pembunuh bayaran ke dalam gerbong tertutup, rombongan konyol tersebut siap meluncur menuju jantung Kekaisaran Tianming, membawa badai komedi dan kehancuran politik yang siap menghantam Pangeran Ke-3 tanpa ampun.