NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 10

Dua tahun berlalu

sudah 2 tahun lebih Aluna menikah dengan Aryan. sudah 2 tahun lebih pula dia tinggal di rumah ini. tapi kehidupannya jauh dari kata baik. kehidupannya di rumah ini bagaikan di sebuah neraka.

Aluna hidup dalam kesengsaraan di rumah ini. dia dituntut untuk selalu sempurna. setiap kali dia melakukan kesalahan, maka dia akan mendapatkan kekerasan dan siksaan yang tak pernah berhenti.

seperti saat ini. Aluna terduduk di lantai, menahan tangisnya agar tidak keluar setetes pun. dia takut. takut jika dia mengeluarkan suara, hukuman yang dia dapatkan akan jauh lebih buruk dari sekarang.

Cetas!

Cetas!!

Cetas!!!

Cetas!!!!

Cetas!!!!

darah segar mulai mengalir dari balik bajunya, tapi cambukan itu masih belum berhenti. entah sampai kapan hukuman ini akan berakhir.

Aluna menggigit lengannya, berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa ini sembari memejamkan mata.

tiba-tiba cambukan terakhir yang sangat keras dan kuat menghantam punggungnya. sepertinya orang ini mengeluarkan seluruh kekuatannya hanya untuk memberinya pukulan yang lebih keras dari yang tadi.

CETAS!!!!

mata Aluna melebar sempurna. rasa sakitnya menghantam telak di punggungnya yang sudah penuh luka. dia menggigit lengannya sendiri, mencoba untuk tidak mengeluarkan suara. isakan yang sangat menyiksa terasa di dadanya.

"Bangun" ujar Aryan dingin.

"Aku bilang Bangun!!!" teriak Aryan menggema di penjuru ruangan.

Aluna tidak punya pilihan lain selain menuruti apa kata suaminya. dia berusaha untuk bangun walau tubuhnya tidak bisa lagi bergerak. tapi agar tidak membuat suaminya marah lagi, dia akan berusaha tetap berdiri.

"Aluna, kenapa kau sangat ceroboh sekali, hah! apa sedari kecil kau tidak pernah diajari kedua orang tuamu tentang hal seperti ini!"

Aluna hanya mampu menundukkan kepalanya dengan tangan yang bergemetar hebat.

"hey! jawab pertanyaanku tadi, bukan malah menunduk seperti manusia sampah seperti ini Aluna!!" Aryan mendekat ke arah Aluna yang berdiri tepat di depannya.

"Apa kau bisu sampai tidak bisa berbicara lagi Aluna? aku tanya, APA KAU BISU!!!" bentak Aryan sambil menarik dagu Aluna agar menatapnya.

"M-maafkan aku, mas.... hiks hiks. aku minta maaf" tangis Aluna dengan wajah yang sudah penuh luka.

"aku tidak menyuruhmu untuk menangis!!"

"maaf.... hiks hiks hiks"

karena sudah muak dengan tangisan Aluna, Aryan pun memejamkan matanya, mencoba menahan rasa kesal dan amarahnya yang terus bergejolak di dadanya.

"keluar" ujar Aryan dingin

"mas, aku mi-"

"aku bilang keluar!!" teriak Aryan di depan wajah Aluna

tapi Aluna tetap tidak beranjak dari posisinya. dia menggenggam tangan kekar suaminya dan terus berucap meminta maaf.

Aryan yang sudah diliputi amarah menarik tangan Aluna dan menyeretnya keluar dari ruangannya.

Aryan yang sudah kelelahan menghampiri kursi kebesarannya dan duduk di sana, bersandar di kepala kursi.

pandangannya tertuju ke arah berkas-berkas yang baru saja dia selesaikan. kini berkas itu sudah basah oleh air kopi yang sempat dibawa oleh Aluna.

Aluna yang terlalu terburu-buru membawa kopi hitamnya, sampai setetes air kopi yang masih panas tidak sengaja menyentuh tangannya.

karena terkejut, dia pun tidak sengaja melempar kopi itu ke arah berkas-berkas Aryan yang tepat di depannya.

dia tidak habis pikir dengan wanita itu. bisa-bisanya melakukan hal seperti ini padahal dia mengerjakan berkas-berkas itu hampir seminggu, dan dengan entengnya Aluna malah merusaknya.

Aryan pun merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponselnya, lalu menghidupkannya.

saat Aryan baru menghidupkan ponselnya, sudah terpampang jelas wallpaper di layar itu.

ada seorang wanita cantik yang sedang tersenyum manis.

bukan hanya wanita itu saja, dirinya juga ada di sana. mereka saling berpelukan di negara Paris. Aryan memeluk wanita itu, sedangkan wanita itu memejamkan mata lalu tersenyum ke arah kamera.

Aryan tanpa sadar mengelus foto itu. wajahnya yang semula lelah berubah menjadi sendu. matanya memerah, menahan isakan tangis dengan hati yang terluka.

"S-sayang.... kapan kamu akan kembali? A-aku rindu" ucap Aryan lirih sambil mendekap ponsel itu dan memejamkan mata.

sedangkan di sisi lain.

Aluna masih berdiri di depan pintu, menangis sesenggukan sembari terus mengucapkan maaf. bahkan sesekali dia memukul dirinya, hanya untuk menebus kesalahan yang baru saja dia buat.

"M-maaf.... hiks hiks mas, maaf.... hiks hiks"

sudah berjam-jam lamanya Aluna berdiri di depan pintu ruangan Aryan, tapi Aryan masih saja tidak membukakan pintunya.

di rumah saat ini hanya ada mereka berdua Dan beberapa maid saja. untuk darman dan Lea, mereka tidak ada di rumah karena sedang mengurus pekerjaan beberapa Minggu ini.

karena pintu tidak kunjung terbuka, akhirnya Aluna pun memilih untuk ke kamar dan beristirahat. mungkin besok dia akan meminta maaf sekali lagi kepada Aryan.

Di pagi hari

pagi-pagi sekali Aluna sudah berada di dapur untuk memasak makanan kesukaan sang suami, sebagai tanda permintaan maafnya atas kejadian kemarin.

berbagai makanan sudah tersaji di atas meja. terlihat sangat lezat dan menggugah selera.

bahkan bau harum dari masakan Aluna sudah menyebar ke seluruh ruangan.

"Akhirnya selesai juga.... aku harap dengan ini semua. mas Aryan bakal mau memaafkan aku atas kejadian kemarin" ucap Aluna tersenyum sembari mengelap keringatnya yang sudah bercucuran. dia sudah berjam-jam bertempur dengan alat-alat masakan pagi ini.

Aluna terduduk di salah satu kursi di sana sambil menunggu suaminya turun dari ruangannya.

sudah beberapa menit menunggu, tapi sang suami masih belum turun juga. hati Aluna mendadak gelisah dan cemas. karena tidak kunjung turun, akhirnya Aluna pun berdiri dari duduknya, berniat untuk memanggil sang suami.

baru saja akan berdiri, suara langkah kaki mulai terdengar dari arah tangga. Aluna segera menolehkan kepalanya dan menatap suaminya yang sedang menuruni anak tangga.

"mas, kamu sudah turun.... kalo begitu ayo sarapan. aku udah bikin masakan kesukaan kamu loh" ucap Aluna tersenyum manis ke arah sang suami yang hanya menatapnya datar.

Aryan hanya menatap Aluna dari atas sampai bawah. dari arah matanya, terlihat jelas kalau Aryan sangat tidak menyukai Aluna.

karena tidak ingin berlama-lama di sana, tanpa menyahuti ucapan Aluna, Aryan malah memilih pergi dari sana dengan salah satu tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.

Aluna terus memanggil Aryan dan membujuknya untuk sarapan terlebih dahulu. tapi sayangnya Aryan tidak mendengarkan apapun. apakah memang tidak mendengar, atau malah sebaliknya, yang memang tidak peduli dengan panggilan Aluna?

Aluna memandang punggung suaminya yang mulai menjauh. dia melihat semua makanan yang sudah dibuatnya dengan susah payah harus direlakan sia-sia seperti ini.

Aluna menundukkan kepalanya. matanya memerah berkaca-kaca. jantungnya seakan terasa sangat sesak, tapi dia hanya bisa menguatkan dirinya sendiri. dan akan terus berusaha agar sang suami mau memaafkannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!