Zhou Ming, seorang pekerja kantoran di Bumi yang mati karena kelelahan bekerja berlebihan, tiba-tiba terbangun di dunia yang asing—dunia tempat para kultivator bertarung demi kekuatan, umur panjang, dan kedudukan tinggi. Ia masuk ke dalam tubuh tuan muda keluarga Zhou yang terkenal sebagai orang sampah: tidak memiliki akar spiritual, tidak bisa berkultivasi, selalu dihina, disiksa, dan akhirnya dibuang ke Hutan Kematian yang penuh bahaya saat tubuhnya sudah penuh luka parah.
Di saat harapan hampir lenyap, sebuah Sistem Poin Tak Terbatas muncul di pikirannya. Poin yang didapatkan dari setiap tindakan, pencapaian, atau bahkan hal kecil bisa ditukar menjadi segala sesuatu yang diinginkan: batu spiritual, teknik dewa, tubuh sekuat dewa, senjata legendaris, akar spiritual tingkat tertinggi, bahkan langsung menaikkan tingkat kultivasi dalam sekejap.
Dengan pengalaman hidup, pengetahuan, dan barang-barang unik yang hanya ada di Bumi—mulai dari masakan lezat yang bisa meningkatkan energi,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10: Jatuh ke Jurang Terlarang, Warisan Terakhir Naga Purba
Pertarungan melawan kawanan Babi Duri Perak Bertanduk berlangsung jauh lebih sengit dan berbahaya daripada yang Zhou Ming duga. Kulit mereka sekeras besi tempa, duri di punggungnya bisa melesat keluar seperti panah tajam, dan kekuatan hantaman tanduknya cukup untuk menghancurkan batu besar menjadi debu.
Terutama Raja Kawanan, kekuatannya benar-benar mendekati tingkat Pembentuk Inti. Setiap kali ia menginjak tanah, tanah di sekitarnya retak dan berguncang hebat. Zhou Ming terpaksa mengeluarkan seluruh kemampuannya: teknik Telapak Pemusnah digabung dengan kekuatan Tombak Yin Yang, tubuhnya bergerak secepat kilat menghindari serangan bertubi-tubi.
Meski ia semakin mendominasi pertarungan, kawanan binatang itu menjadi semakin gila karena marah. Raja Babi Duri itu mengaum panjang, mengumpulkan seluruh energinya di tanduknya, lalu melesat melaju kencang bagaikan peluru besi, mengincar tubuh Zhou Ming dengan niat menghancurkan sepenuhnya.
Zhou Ming hendak mengelak, tapi tanah di bawah kakinya yang sudah retak parah tiba-tiba longsor. Tubuhnya kehilangan keseimbangan, dan di saat yang sama, hantaman tanduk Raja Babi Duri itu menghantam bahunya keras.
DUM!!!
Tubuh Zhou Ming terlempar jauh, melintasi semak-semak, dan jatuh tepat ke tepian tebing terjal yang selama ini tertutup kabut tebal. Tanah tepian itu tidak kuat menahan beban, bergemuruh keras lalu runtuh seketika.
Zhou Ming tidak sempat melakukan apa pun. Tubuhnya melayang di udara, lalu jatuh bebas ke dalam jurang yang gelap gulita, sangat dalam, bahkan dasar jurang pun tidak terlihat sama sekali.
Suara angin menderu di telinganya, tubuhnya meluncur cepat ke bawah. Zhou Ming mencoba mengerahkan energi untuk menahan jatuhnya, tapi dampak hantaman tadi membuat energinya sedikit kacau, dan kedalaman jurang ini jauh melampaui perkiraannya.
Ia terus jatuh, jatuh, sampai akhirnya tubuhnya menghantam tumpukan daun kering dan tanah lunak di dasar jurang yang gelap.
DUM!
Zhou Ming mengerang pelan, rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya, tapi berkat tubuhnya yang sudah diperkuat air spiritual dan dasar tubuh yang kokoh, ia tidak terluka parah. Ia mengerang bangkit, mengusap debu di wajahnya, lalu mengamati sekelilingnya dengan hati-hati.
Dasar jurang ini sangat luas, udaranya dingin, penuh aroma lembab dan bau tanah tua. Cahaya matahari hampir tidak bisa masuk, hanya ada sedikit cahaya samar yang membuat tempat itu tidak sepenuhnya gelap. Di sekelilingnya tumbuh tanaman aneh yang bersinar hijau redup, dan di ujung tempat itu, terlihat sebuah gua batu besar yang mulutnya melengkung tinggi.
Saat Zhou Ming hendak bergerak memeriksa, suara napas yang berat, lambat, dan lemah terdengar jelas dari arah gua itu. Suara itu penuh dengan rasa lelah yang mendalam, seolah pemiliknya sudah bertahan hidup selama ribuan tahun dan sekarang sudah di ujung batas kehidupan.
Zhou Ming menegang, tangannya erat memegang gagang Tombak Yin Yang di lengan bajunya, lalu berjalan perlahan masuk ke dalam gua besar itu.
Semakin ia masuk, aroma yang sangat kental, penuh energi murni dan kekuatan kuno semakin kuat tercium. Di tengah gua, di atas tumpukan batu permata dan tanaman obat langka, terbaring makhluk raksasa yang membuat mata Zhou Ming membelalak tak percaya.
Itu adalah seekor NAGA PURBA!
Panjang tubuhnya mencapai lebih dari lima puluh meter, tubuhnya ditutupi sisik berwarna emas kemerahan yang dulu pasti berkilau indah, tapi sekarang banyak yang pudar, retak, bahkan ada yang rontok. Sayap besarnya terlipat lemas di tanah, tanduknya yang megah sudah patah sebagian, dan darah berwarna emas kental terus mengalir dari luka besar di dadanya, merembes ke tanah.
Aura yang keluar dari tubuhnya masih sangat dahsyat, jauh melampaui tingkat Pembentuk Inti, bahkan mungkin sudah mendekati tingkat Kelahiran Jiwa. Tapi aura itu lemah, semakin lama semakin menipis, tanda bahwa makhluk agung ini sudah hampir mencapai akhir hidupnya.
Naga itu perlahan membuka matanya yang besar seperti piringan emas, menatap Zhou Ming dengan pandangan yang lemah namun masih penuh kewibawaan. Suara berat namun lembut terdengar langsung di dalam benak Zhou Ming, seolah berbicara tanpa suara.
“Anak manusia… jangan takut. Aku tidak akan menyakitimu… tubuhku sudah rusak parah, umurku sudah habis. Aku sudah bertahan di sini ratusan tahun hanya untuk menunggu seseorang yang datang… seseorang yang memiliki darah dan potensi naga di dalam tubuhnya… kamu adalah orang yang aku tunggu.”
Jantung Zhou Ming berdebar kencang. Ia teringat bahwa dirinya baru saja mendapatkan Tubuh Dewa Naga, itulah sebabnya naga purba ini bisa merasakan hubungan darah yang samar di antara mereka.
Zhou Ming menundukkan kepalanya dengan hormat. Makhluk di hadapannya ini adalah legenda yang hanya ada di cerita kuno, penguasa segala makhluk buas, makhluk dengan darah bangsawan tertinggi di dunia ini.
“Yang Mulia Naga… apakah ada yang bisa aku bantu?” tanya Zhou Ming dengan suara rendah dan hormat.
Naga itu menggerakkan kepalanya perlahan, lalu pandangannya beralih ke sudut gua yang redup. Di sana, terbaring seorang gadis muda berusia sekitar 16–17 tahun, tubuhnya kecil dan ramping, kulitnya putih bersih seperti porselen, rambutnya panjang hitam legam terurai di tanah. Wajahnya sangat cantik, indah bagaikan bidadari turun dari surga, mata tertutup rapat seolah sedang tidur panjang.
Yang aneh, gadis itu tidak memiliki aura apa pun, terlihat seperti manusia biasa yang lemah, tapi di dahinya ada tanda lahir kecil berwarna emas berbentuk sisik naga yang samar.
“Ini adalah anakku… satu-satunya keturunan yang aku miliki,” suara naga itu penuh dengan rasa sayang dan kesedihan yang mendalam. “Darahnya murni naga purba, tapi saat baru lahir, dia belum sempat bangun ke wujud aslinya, dan aku sudah terluka parah. Aku menidurkannya dalam tidur panjang agar umurnya tidak habis bersamaku. Dia berwujud manusia agar bisa hidup dengan aman di dunia luar, tapi kekuatan darah naganya masih tertidur di dalam tubuhnya.”
Naga itu menghela napas panjang, membuat udara di dalam gua bergetar pelan.
“Sekarang aku sudah tidak punya waktu lagi. Aku tidak bisa melindunginya selamanya… Anak manusia, aku merasakan di dalam dirimu ada tekad baja, hati yang adil, dan potensi yang tak terbatas. Kamu juga memiliki Tubuh Dewa Naga, jadi kamu adalah orang yang paling cocok untuk menjaganya. Aku menitipkan anakku kepadamu… rawat dia, lindungi dia, sampai dia cukup kuat untuk berdiri sendiri, atau sampai dia menemukan jalan hidupnya sendiri.”
Zhou Ming menatap wajah gadis cantik yang sedang tidur itu, lalu menatap mata naga purba yang penuh harap itu. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengangguk tegas.
“Baiklah, Yang Mulia. Aku Zhou Ming berjanji, selama aku masih bernapas, tidak ada satu orang pun yang bisa menyakiti rambut rambutnya. Aku akan menjaganya seperti menjaga nyawaku sendiri.”
Wajah naga itu seolah tersenyum lega.
“Bagus… Terima kasih… Sebagai imbalan, dan sebagai warisan terakhirku… terimalah dua hadiah ini dariku.”
Cahaya emas lembut keluar dari tubuh naga itu, melayang ke arah Zhou Ming.
Yang pertama adalah selembar pakaian yang melayang di udara. Itu adalah Jubah Perang Sisik Naga, terbuat dari sisik naga murni yang diolah dengan teknik kuno, berwarna emas kemerahan, halus namun sekeras baja naga.
Jubah Perang Sisik Naga (Tingkat Dewa Rendah)
- Menutupi seluruh tubuh, ringan dan nyaman dipakai.
- Pertahanan mutlak: Tahan senjata tajam, tahan serangan energi, tahan api, air, petir, dan segala elemen. Bahkan serangan orang Tingkat Kelahiran Jiwa pun sulit menembusnya.
- Menyerap energi alam secara pasif, mempercepat pemulihan luka dan energi pemiliknya.
- Bisa mengecil atau membesar sesuai ukuran tubuh, bisa disimpan menjadi seukuran telapak tangan.
Yang kedua, cahaya emas itu masuk perlahan ke dalam tubuh Zhou Ming, menyatu sempurna dengan Tubuh Dewa Naga yang sudah ia miliki sebelumnya. Dasar tubuhnya langsung diperkuat lagi, darahnya semakin panas dan murni, aura naga yang tersembunyi di dalam dirinya menjadi semakin tebal dan kuat.
“Ini adalah bagian dari darah dan kekuatan murniku… akan menyempurnakan Tubuh Dewa Nagamu, membuatnya tumbuh lebih cepat dan lebih kuat. Sekarang… pergilah, bawa anakku pergi dari sini… saatnya bagiku untuk kembali ke alam semesta.”
Suara naga itu semakin lemah, tubuhnya perlahan mulai memancarkan cahaya putih yang terang. Sisik-sisiknya mulai bersinar dan perlahan menghilang, tubuh raksasanya perlahan menjadi kabur dan berubah menjadi butiran cahaya halus.
Zhou Ming menundukkan kepalanya dalam-dalam dengan rasa hormat yang tulus.
“Selamat jalan, Yang Mulia Naga. Aku akan menepati janjiku.”
Suara gemuruh halus terdengar, dan perlahan-lahan, tubuh raksasa naga purba itu lenyap sepenuhnya, tidak meninggalkan sisa apa pun. Makhluk agung yang pernah menguasai wilayah ini ratusan tahun lamanya, akhirnya berpulang dengan tenang.
Zhou Ming berjalan perlahan mendekati gadis cantik itu, lalu dengan hati-hati dan lembut, ia mengangkat tubuh mungilnya ke dalam pelukannya. Tubuh gadis itu hangat, ringan, dan sangat lembut, wajahnya tetap damai seolah masih sedang tidur nyenyak.
Zhou Ming mengenakan Jubah Perang Sisik Naga ke tubuhnya. Begitu tersentuh kulit, jubah itu langsung menyesuaikan ukuran dengan sempurna, terasa hangat dan melindungi seluruh tubuhnya dengan kokoh. Rasa aman yang luar biasa langsung dirasakannya.
Ia memastikan gadis itu aman dalam pelukannya, lalu memandang sekeliling gua kosong itu sekali lagi.
“Tenanglah… Ayahnya. Mulai hari ini, dia adalah tanggung jawabku. Aku akan menjaganya dengan sekuat tenaga.”
Zhou Ming kemudian bergerak keluar dari gua, membawa gadis itu bersamanya. Dengan kemampuan memanjat dan kekuatan tubuhnya yang hebat, ia dengan mudah mendaki dinding jurang yang terjal dan curam itu, perlahan naik kembali ke permukaan tanah.
Saat ia akhirnya melangkah keluar kembali ke hutan yang penuh kabut, matahari sore yang redup menyinari tubuhnya. Di pelukannya ada tanggung jawab baru yang besar, di tubuhnya ada perlindungan terkuat yang pernah ada, dan di dalam darahnya mengalir kekuatan naga purba yang semakin murni.
Perjalanannya di Hutan Kematian ini ternyata membawa kejayaan dan tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sampingnya sekarang, ada nyawa lain yang harus ia lindungi, dan kekuatan baru yang akan membuat langkahnya ke depannya semakin kokoh dan tak tergoyahkan.
Zhou Ming menatap gadis cantik yang masih tertidur lelap itu dengan pandangan lembut, lalu melangkah kembali masuk ke dalam kedalaman hutan, bersiap menghadapi segala bahaya yang masih menanti di depan.