NovelToon NovelToon
Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Disty Milik Javeno (Aku Pelacur Milik Javeno)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Penyelamat
Popularitas:923
Nilai: 5
Nama Author: S.Lintang

⚠️⚠️

Bukan Cinta Yang Memiliki.
Tapi Obsesi Yang Menjerat.

⚠️⚠️

~•~

Aku bukan milikmu
tapi kamu tidak pernah melepaskanku.
- Disty -

Kamu milikku, dan tidak ada
yang berhak memilikimu selain aku.
- Javeno -

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.Lintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Javeno masuk ke dalam rumah setelah menerima paket makanan yang sempat ia pesan dari gofood untuk camilan di kamar bersama Disty.

Saat masuk ia malah melihat pandangan memuakkan.

Gaveno Mixvell. Saudara kembar nya yang memang baru datang beberapa menit yang lalu.

"Sudah ku katakan untuk tidak melakukan hal kotor di rumah ku, Gav!"

Suara dingin Javeno itu membuat Anggun yang berada di pangkuan Gaveno sedang bercumbu langsung panik. Namun Gaveno menahan pinggang nya.

Pemuda itu menatap Kakak nya dengan senyuman. "Gadis mu salah paham melihat ku barusan," katanya sangat santai.

"Aku akan mencekik mu sampai kehabisan napas Gav," geram Javeno segera berjalan cepat untuk kembali ke kamar.

"Tuan." Anggun ketakutan sekarang.

Gaveno terkekeh kecil lalu membawa Anggun pergi dan tetap berada di gendongan nya.

"Kita ke hotel saja," katanya setelah membuat kekacauan pada hati Disty yang ternyata salah paham.

Javeno sudah mengetuk pintu kamar yang di kunci dari dalam dengan brutal.

"Disty," panggilnya cepat.

Namun tidak ada sahutan membuat Javeno menggeram marah. "Gaven sialan," umpatnya sambil menendang kuat pintu kamar hingga terbuka dengan kasar.

Javeno melihat tubuh bergetar Disty yang ada di balik selimut. Javeno melangkah masuk sambil meletakkan Pizza, donat dan macaroni yang ia pesan untuk camilan tadi.

Mendekat dan naik keatas ranjang, membuka selimut dan memeluk Disty dari belakang.

"Memangnya bisa tidur tanpa pelukan ku?" tanya Javeno lembut mencium pipi Disty.

Javeno tau kalau tadi Disty menangis, tapi ia diam.

"Sudah selesai?" tanya Disty pelan dan tenang. Nadanya berbeda, tidak lembut penuh ketakutan seperti biasanya, kali ini terkesan dingin.

"Apanya?" tanya Javeno pula.

"Aku ngantuk," kata Disty dan memejamkan matanya.

Javeno tidak membiarkan itu, dia membawa tubuh Disty untuk berpindah di atas tubuhnya.

Cup

Javeno mencium hidung mancung Disty yang matanya terlihat sembab.

"Apa yang kamu lihat?" tanya Javeno.

"Nggak tau," jawab Disty ketus dan meletakkan kepala di dada bidang Javeno.

"Itu bukan aku," kata Javeno yang membuat Disty berdecih tanpa sadar.

Javeno mengulum senyum. Sangat jarang bahkan tidak pernah melihat Disty yang mungkin cemburu seperti ini.

"Gaveno. Dia yang kamu lihat. Kembaran ku," ujar Javeno mengusap kepala Disty.

"Sejak kapan kamu jadi pengarang cerita?" Disty bertanya ketus.

"Periksa leher ku. Tadi kamu lihat kalau gadis itu sedang bercumbu di leher kan? Periksa dan lihat," ucap Javeno.

"Males," kata Disty menolak.

"Menolak?" Nada Javeno berubah dingin membuat Disty cemberut dan terpaksa memeriksa leher Javeno. Tapi memang tidak ada apa-apa di sana.

"Bisa aja dia nggak ninggalin jejak karena udah ketahuan kan?" tanya Disty menahan gemuruh di hatinya yang menjalar panas.

Javeno diam, satu tangannya bergerak mengambil ponsel dan menghubungi Gaveno secara langsung di hadapan Disty.

"Ck jangan mengganggu Jav!" Gaveno sedang menahan erangan tertahan akibat ulah nakal Anggun di sebarang telepon.

"Aku akan membunuhnya, Gav," desis Javeno dingin.

"Cih ayolah, gadis mu saja yang bodoh. Dia yang salah paham tidak mengenali dirimu, kenapa malah ingin menghukum Anggun? Sudahlah. Dia akan ku bawa ke mansion setelah ini, jangan mengusiknya."

Sambungan terputus. Javeno melemparkan ponsel ke sebelah, lalu menatap Disty yang cengo.

"Kamu beneran punya kembaran?" tanyanya syok dan bercampur malu juga.

"Hm," dehem Javeno dingin lalu membawa Disty untuk duduk.

"Aku keluar untuk itu!" Javeno menunjuk tiga kotak makanan di atas meja kaca itu.

Blushhh

Pipi Disty memerah malu sekarang.

"Kamu cemburu hm?" Javeno berbisik dan sedikit mengendus telinga Disty.

"Aku ngantuk," ucap Disty merebahkan tubuh lagi dan memejamkan mata dengan erat.

"Malu Disty, udah nangis sambil ngunci kamar, ternyata salah orang," batin Disty menahan rasa malu.

Javeno sendiri tersenyum dalam diam dan memeluk Disty, memejamkan mata juga dan tidur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!