NovelToon NovelToon
Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Singgasana Untuk Istri Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: PandaMaiden

Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mila, perempuan yang telah bersuami itu mampu menggetarkan hatinya hingga membuat dia mencari tahu seperti apa kehidupan yang sedang di jalani Mila bersama suaminya. "Mila, kau tak pernah bahagia kan hidup bersama suamimu itu?" tanya Andra menatap serius Mila. "Bapak tidak perlu tahu urusan rumah tanggaku!" sentak Mila. "Ceraikan saja suamimu dan jadilah istriku, kau akan kujadikan ratu dalam hidupku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PandaMaiden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Ke Hotel

Bab 10

Ke Hotel

Di rumah Arjun, meja makan penuh dengan makanan. Sementara di sofa, kantong plastik berukuran besar berisi minuman dan juga snack ringan. Pria itu baru saja beli makanan dan camilan banyak.

"Nikmatnya hidup ini, makanan aman, rokok aman. Sekarang tinggal mikir, kapan gue bisa kerja di perusahaan ternama itu. Sampai sekarang kok belum ada panggilan," gumam Arjun sambil menikmati gado-gado.

"Tapi, selagi ada Mila amanlah dunia ini," pikir Arjun lagi.

Sungguh pria itu, ingin enaknya sendiri. Seolah lupa dengan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan kepala keluarga. Beruntungnya Mila belum mau punya anak meski Arjun sudah berapa kali ingin.

"Wih, habis borong nih!" Seru Vio dari depan pintu.

Gadis itu baru saja sampai bersama dengan bu Lisa.

"Cair nih yee..." Imbuh bu Lisa yang langsung menarik kursi di ikuti oleh Vio.

Sementara Arjun tersenyum puas, "iya Ma, makanlah. Ini aku sengaja beli banyak, karena kalian pasti datang tanpa perlu aku telpon."

Ibu dan juga adik Arjun menyantap makanan yang sama seperti pria itu. Lengkap dengan kerupuknya juga.

"Ketemu di mana kak?" Tanya Vio di sela makannya.

"Di kantor," jawabnya singkat.

"Kemarin bilangnya nggak ada uang, ini giliran kamu yang minta ada uangnya, Jun." Sewot bu Lisa.

"Ya kan aku suaminya, Ma. Mama gimana sih!"

"Kalau gitu, bagi Mama duit. Mama nanti sore mau arisan."

"Sekalian Kak, uang kuliah aku belom di bayar loh. Terus juga aku ada tugas, butuh duit," timpal Vio.

Ck!

"Iya, Mama berapa buat arisan?"

"500ribu, tapi bedak Mama juga habis. Kasih lah 1 juta ya," pinta bu Lisa dengan senyum anggun.

Arjun mengeluarkan dompet dan memberi ibunya uang sejumlah satu juta. Lalu ke Vio sesuai dengan jumlah uang yang dia butuhkan.

"Kak, ini nggak ada lebihnya buat aku shoping gitu?" Cebik Vio.

"Ya udah, ni. Kakak tambah 300 ribu. Cukup-cukupin." Arjun menyimpan kembali dompetnya.

"Yeay, gini kan jadi enak. Kalau gitu aku pergi dulu ya," pamit Vio pada ibu dan juga kakaknya setelah perutnya kenyang dan dompetnya menebal.

Vio naik taksi untuk pergi ke sebuah tempat. Di mana dia akan menemui seseorang, bukan kampus tujuannya. Melainkan tempat janjiannya dengan seorang pria.

Gadis itu mengganti pakaiannya dengan yang ketat dan super seksi. Wajahnya sudah di rias make up seperti wanita dewasa.

*

"Pak, jam 11 nanti ada pertemuan dengan investor baut di hotel Merah Hati," ucap Mika setelah dia membuka jadwal bosnya.

"Baik, nanti kamu dampingi saya. Karena kamu tahu kan, Ardi hari ini tidak masuk," pinta Andra.

"Baik, Pak." Mila mengangguk setuju.

Meski ini bukan yang pertama kali dia menemani Andra untuk pertemuan penting, tapi entah kenapa sekarang malah membuat jantungnya berdebar.

"Kau kenapa, kok wajahmu memerah?" Tanya Andra.

"Ah, sepertinya saya agak kurang enak badan." Mila menggerakkan lehernya untuk meregangkan otot.

"Kalau kau sakit, kita batalkan saja pertemuannya. Kamu bisa pulang dan istirahat," ujar Andra.

"Eh, mana bisa begitu. Saya mau ambil air hangat dulu biar agak enakan, Pak." Mila beranjak dari kursinya tapi lengannya di tahan oleh Andra.

"Kamu duduk saja," pinta Andra. Lalu pria itu meraih telepon dan mengubungi bagian office boy.

Tok

Tok

"Masuk!" Titah Andra.

Seorang OB masuk dengan membawa segelas air hangat dan juga teh hangat. Lalu meletakkannya di meja sesuai perintah.

Andra mengambil segelas air putih lalu menyodorkan pada Mila.

"Pak, Bapak tidak perlu melakukan ini, saya bisa sendiri."

"Jangan menolak, kau sedang tidak enak badan."

Jantung Mila semakin berdegup tak menentu, akhirnya dia menerima gelas itu dan meminum air tersebut.

"Terimakasih Pak," ucap Mila.

Sejam kemudian, mereka pun bersiap untuk pergi ke pertemuan. Tapi Andra sekali lagi memastikan keadaan Mila. Pria itu takut jika Mila masih tidak enak badan.

"Saya sudah lebih baik, Bapak tidak perlu khawatir berlebihan seperti itu," kata Mila meyakinkan.

Menurutnya perhatian yang Andra berikan berlebihan, karena dia tidak pernah mendapat perhatian sedetail ini dari Arjun. Ada rasa hangat di hatinya ketika dia di perhatikan seperti itu. Namun di lubuk hati yang paling dalam, dia tidak boleh terlalu terhanyut.

Setibanya di hotel Merah Hati, Andra dan Mila langsung menuju ke ruangan yang sudah di siapkan.

Dua jam berlalu akhirnya acara pertemuan tersebut selesai. Mila membereskan berkas penting hari ini.

"Kita ke restoran dulu," ajak Andra

Lebih ke perintah daripada ajakan.

"Mau ngapain Pak," tanya Mila. Pasalnya mereka baru saja selesai makan snack.

"Temani saya ngopi. Kamu tahu kan, di hotel ini terkenal dengan kopinya yang enak," beber Andra.

Padahal, dia hanya ingin selalu berada di dekat Mila. Rasanya tidak rela jika waktu cepat berlalu.

"Baiklah," wanita itu pun menurut.

Mereka menuju ke lantai dua, memesan meja privat. Karena Andra tak ingin terlalu ramai.

"Kan cuma mau ngopi Pak, kenapa harus meja privat," protes Mila. Dia merasa tidak nyaman jika hanya berdua saja.

"Kenapa kamu sekarang pandai protes, ya." Andra menatap Mila intens. Membuat wanita itu salah tingkah.

"Eh, wajar dong Pak kalau saya protes. Nanti kalau kena masalah gimana," ujar Mila.

"Kamu tahu kan saya ini siapa. Hmm." Andra menaikkan dagu Mila dengan wajah yang begitu dekat. Tatapan mereka bertemu.

Sementara dari arah lain, Vio bersama seorang pria paruh baya baru saja keluar dari ruang privat. Gadis itu tak sengaja melihat Mila bersama Andra dengan posisi yang begitu intens. Tak ingin melewatkan momen, dis segera memotret kakak iparnya.

"Kamu ngapain?" Tanya pria di sisi Vio saat melihat gadisnya menyalakan kamera.

"Oh, enggak, salah pencet kok Om. Ayo kita pergi sekarang." Vio segera menarik lengan pria itu untuk menuju ke kamar yang sudah di pesan.

*

Mila menatap Andra yang tengah menikmati kopi panas. Sedangkan di hadapannya terdapat kentang goreng dan juga jus, jika di perhatikan dengan saksama, pria itu sangat tampan dan juga penuh kelembutan. Tapi terkadang juga berubah sesuai situasi.

"Kenapa malah bengong. Makanannya tidak enak?" Tegur Andra membuat Mila sedikit tersentak.

"Enak kok. Saya cuma lagi kepikiran sesuatu," katanya pelan.

"Masalah pagi tadi?" Andra memastikan.

"Iya, nanti saya akan ganti uangnya Pak." Mila tertunduk lesu.

Andra tersenyum hangat, lalu maju beberapa senti dan berbisik pelan, "lepaskanlah pria itu agar beban kamu tidak seberat ini,"

"Saya sudah berencana sih Pak, tapi ..."

"Saya siap membantu sampai prosesnya selesai." Sela Andra cepat.

"Bapak serius?" Mila memastikan dan menatap pria itu. Tak ada kebohongan di mata Andra, hanya memancarkan ketulusan dan harapan.

"Tentu, karena saya sudah berjanji akan meratukan mu nanti kalau mau menikah denganku." Andra dengan mantap berucap.

Degh

Benarkah apa yang di ucapkan oleh Andra. Mila merasakan ketulusan dari pria yang menjadi bosnya itu.

1
Elisabeth Ratna Susanti
waduh aku deg2 an nih
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
HiaTus: 😍makasi akak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
semoga rencananya berhasil.....amin 🥰
HiaTus: aminn🙏
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ibu mertua macam apa ini pengen tak getok pake high heels nih😄
Rani
numpang iklan 🙏
Elisabeth Ratna Susanti
ish! main tampar saja nih orang
NyonyaMuda
jangan galau lagi mila, cepat tinggalkan saja si arjun💪
NyonyaMuda
senangnya sapat traktiran😍😍
NyonyaMuda
pak wagio ngarep banget deh😄
NyonyaMuda
pak andra harus cepet ungkapin ke mila🤭
Elisabeth Ratna Susanti
setuju, jangan aneh2 ya 😄
Santai Dyah
bner mila nurut aja jgn berdebat dengan andra
HiaTus: biar nanti cepet di halalin
total 1 replies
Santai Dyah
jhat nya bu lisa ngetawain mila yang jatuh
HiaTus: iya, mereka keterlaluan
total 1 replies
Santai Dyah
sabar vio mungkin kk kmu lg bhagia mknya brisik
HiaTus: 🙏🙏betul itu
total 1 replies
Santai Dyah
enaknya bisa numpang mndi di tawarin mkn pula si mila
HiaTus: rejeki nomplok🤣
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
jangan bawa2 roman, roman nggak salah 😄
Elisabeth Ratna Susanti: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh cowok apaan ini? bayar listrik aja nggak bisa 🫣
HiaTus: kan dia pengangguran🤣
total 1 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!