Liburan yang harus nya bahagia, harus berakhir duka saat Renata Di jebak oleh sahabat dan calon suami nya. Renata tidak menyangka jika hari itu ia harus menikah dengan seorang pengangguran. Dengan mahar Seribu rupiah yang di miliki oleh pria asing itu, mereka pun akhirnya sah di mata para masyarakat.
Renata tidak pernah semalu itu. Ia di anggap berzina dan akhirnya di paksa menikahi pria asing.
Orang tua nya tidak tahu. Ia sendirian di sana. Mereka semua telah meninggal kan nya di desa terpencil itu.
Akan kah Renata bisa bangkit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
"Nona Renata! Akhir nya kami menemukan anda."
Kening Renata berkerut saat mendengar perkataan orang yang ada di hadapan nya. Mereka berpakaian layak nya orang desa. Penampilan mereka pun tidak mencurigakan.
"Kalian...."
"Kita bicara di tempat lain. Takut nya nanti ada yang mendengar percakapan kita." Ucap Rika.
"Baiklah. Ikut aku ke rumah kaca."
Rika dan Riko pun mengikuti Renata masuk ke rumah kaca. Di sana, mereka berdua lebih takjub lagi saat melihat beberapa tanaman hasil persilangan.
Bukan hanya tanaman saja. Bahkan lumut pun di budidayakan oleh Renata. Rika dan Riko tak bisa berkata-kata.
"Eh, jangan sentuh tanaman itu."
Renata menegur Riko yang hampir saja menyentuh tanaman beracun hasil budidaya Renata.
"Bukan kah ini buah anggur? Bentuk nya sangat unik dan sangat menggemaskan."
"Iya. Sekali kamu menyentuh nya, maka kamu akan keracunan. Apa tidak lihat bintik-bintik merah itu? Itu adalah sumber racun nya."
Riko melongo saat mendengar kan penjelasan Renata. Nona muda nya sangat lah hebat. Wajar saja jika ada yang iri. Kekurangan nona muda nya hanya terlalu baik dan percaya pada orang lain.
"Nona Renata sungguh luar biasa." Rika berbicara dengan mata yang berbinar.
"Aku tidak seperti itu. Dan, aku bukan lagi seorang nona. Aku sudah menikah. Dan ini adalah rumah suami dan mertua ku."
Lagi-lagi Rika dan Riko merasa tidak percaya. Dari sana, mengalir lah cerita dari masing-masing mereka. Rika dan Riko di urus oleh papa nya Renata. Dan Renata juga menceritakan apa yang terjadi pada nya di desa itu.
Tidak lupa Riko dan Rika merekam suara Renata untuk di kirimkan ke tuan mereka. Saat ini, jaringan masih agak sulit. Jadi, mereka tidak ingin sesegera mungkin memberitahukan tuan mereka.
"Kami tidak menyangka anda bisa bernasib seperti ini. Sungguh teman-teman dan juga mantan anda sangat lah jahat. Papa anda bahkan diam-diam mengirim kami agar tidak ketahuan. Dan, kami berencana membawa anda pergi dari desa ini."
Prang....
Suara cangkir yang jatuh membuat mereka semua menoleh ke arah pintu. Ternyata, ibu mertua nya Renata sedang berdiri dan membawa beberapa cangkir teh untuk di sajikan pada tamu nya Renata.
Wanita itu tidak sengaja menjatuhkan salah satu cangkir teh karena tangan nya yang bergetar. Apa yang ia dengar membuat nya tidak baik-baik saja. Ia sudah menganggap Renata seperti anak nya sendiri.
Oleh karena itu ia tidak siap saat mendengar jika Renata akan kembali ke kota bersama orang tua nya.
"Ibu... Ibu kenapa? Apa ibu sakit? Jika sakit, istirahat saja. Biar nanti Rena yang membuat minum nya sendiri."
"Tidak apa. Tadi tangan ibu licin. Oh ya, siapa mereka?"
"Mereka adalah orang-orang suruhan nya Papa. Ternyata papa juga menyadari keanehan Marisa dan Levaro dan menyuruh mereka menyelidiki Rena." Ucap Renata dengan bersemangat.
Ibu nya Fuad seakan tidak tega untuk mengatakan apapun. Mata Renata begitu berbinar saat tahu akan pulang ke kota. Ibu mertua nya itu benar-benar dilema.
"Oh begitu. Syukur lah jika mereka adalah orang-orang baik. Semoga saja kamu bisa bertemu dengan kedua orang tua mu, nak. Ibu turut bahagia mendengarnya. Kalau begitu, ibu permisi dulu. Ada pesanan tetangga yang harus ibu antar."
Ibu nya Fuad langsung pergi dan sesekali mengusap air mata yang tidak sengaja turun ke pipi nya. Ia bahkan tidak menyadari akan hal itu. Renata bahkan sempat melihat ibu mertua nya dan merasa tidak enak.
Karena walau bagaimanapun, mertua nya juga ikut andil dalam proses nya saat ini. Karena mertuanya yang begitu baik, Renata bisa merasakan hidup enak di desa dan mendalami hobi nya.
Setelah ibu mertua nya pergi, Renata pun kembali bertanya tentang apa yang terjadi sejak ia tidak ada di rumah. Rika dan Riko pun menceritakan jika Marisa ingin di akui sebagai anak angkat dari keluarga Mama dan Papa nya Renata.
Namun, banyak keluarga yang tidak setuju karena Marisa bukan lah keturunan langsung keluarga besar Sharka. Marisa hanya kebetulan beruntung bisa berteman dengan Renata dan menikmati semua fasilitas yang diberikan oleh nya.
Rumah, apartemen mewah, kendaraan dan juga semua milik Renata saat ini digunakan oleh Marisa untuk berfoya-foya. Ia dan juga Levaro sudah berkali-kali jalan-jalan keluar negeri dengan menggunakan uang itu.
Bahkan uang milik Renata sendiri di gunakan untuk menyuap para penjaga di daerah perbatasan. Agar Renata tidak bisa keluar dari desa itu untuk selamanya.
******
Ibu nya Fuad duduk di dapur sambil mengaduk gulai ayam. Ia termenung dan masih saja memikirkan perkataan orang-orang asing yang kata nya akan membawa Renata pergi.
Beliau tidak bisa berkutik dan menahan Renata jika ingin pergi. Karena walau bagaimanapun, Renata dan Fuad menikah karena di fitnah. Bukan karena suka sama suka.
"Bu, ada apa? Mengapa ibu termenung sampai santan nya pecah begini?" Tanya Fuad yang baru saja pulang dari memanen sayuran. Ia melihat ibu nya yang termenung di depan kompor.
"Eh, kamu sudah pulang. Ayo mandi dulu."
"Bu, jangan mengalihkan perhatian. Ibu kenapa? Sudah lama Fuad tidak melihat ibu seperti ini. Biasa nya ini begitu ceria dan bahagia sejak kedatangan Renata. Apa Renata membuat ibu sedih?"
Mendengar nama Renata disebut, Ibu nya Fuad pun langsung mengeluarkan air mata nya. Padahal ia sama sekali sudah menahan sekuat tenaga. Akan tetapi, air mata nya benar-benar tidak bisa di ajak kompromi.
"Renata akan pergi, Fuad. Ia akan pulang dan kembali ke kota untuk bertemu dengan orang tua nya. Pasti nanti ketika di sana dia akan melupakan kita." Suara ibu nya Fuad pelan dan penuh dengan kesedihan.
"Darimana ibu tahu? Apa Renata sudah berhasil mengumpulkan uang untuk kembali ke kota, Bu?"
"Ibu tidak tahu tentang uang. Yang ibu tahu, ada dua orang asing yang datang mencari nya dan mengatakan jika mereka adalah suruhan orang tua Renata. Mereka berencana membawa Renata pergi dari sini."
Deg.
Jantung Fuad seperti akan berhenti berdetak. Hal yang paling ia takuti saat ini adalah jauh dari Renata. Beberapa bulan bersama dengan nya, Fuad sudah merasa nyaman.
Ia juga sudah menganggap Renata sebagai istri nya walaupun mereka sama sekali belum pernah melakukan hubungan suami istri.
"Lalu, bagaimana dengan kita, Bu? Apa Renata mau meninggal kan kita di sini?"
"Ibu tidak tahu. Rasanya ibu tidak sanggup untuk bertanya pada nya. Bagaimana jika ia memutuskan untuk bercerai dengan mu? Apalagi kalian menikah siri dan tidak memiliki buku nikah."
"Kalau begitu, aku akan segera mengurus buku nikah agar sah secara hukum dan agama dengan Renata!"
kasih racun saja tuh 🤣🤣🤣🤣
aduh kan ya gmn masa iya krn uang bnyk trus bnyk istri kan ya kasihan istri sah pertamnya kan
tinggal ngu aja kapan itu datang
weeekkk
ahahaha soookorrrrr
ben kapok
perlu di tiadakan itu
jangan2 fuad anak jenius tp krn kecelakaan jd kek gtu
pasti trauma yg buat dya sprti anak kecil stop di memori di situ juga
ringan dan bisa belajar dari ketulusan berteman it seperti apa