NovelToon NovelToon
Dendam Anisa

Dendam Anisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Kutukan
Popularitas:69.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.

siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.

Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Debat

"Ningsih, aku tidak setuju dan sebaiknya segera kau hentikan ini semua." Pak Hardi berbicara serius kepada sang istri.

"Apa yang harus aku hentikan sekarang? semua sudah terjadi begitu saja dan kita tidak bisa berhenti di tengah jalan." Ningsih berkata dengan sangat tegas.

"Lalu apa yang harus kita lakukan dengan dia bila kau tidak ingin menghentikan ini semua?" Pak Hardi berkata dengan emosi yang sangat tinggi.

"Sudah, dari pada kamu terus seperti ini maka lebih baik diam saja." Ningsih tidak ingin melanjutkan perdebatan yang menurut dia sama sekali tidak ada guna.

"Bu, Ayah benar berbicara seperti itu karena kita tidak mungkin selamanya akan terus seperti ini." Arumi juga setuju dengan Hardi.

Ningsih yang mendengar hal itu tentu saja menjadi semakin emosi dan dia menatap mereka berdua dengan tatapan yang begitu tajam, Arumi tertunduk karena dia tidak mau bila sampai kena marah oleh bu Ningsih ini karena dia juga mengetahui bagaimana tabiat Ningsih bila sudah terlalu marah.

Jujur saja sebenarnya mereka juga paham bahwa Ningsih bukan hanya merasa kesal atau marah kepada mereka berdua, tapi juga bercampur dengan rasa takut yang mendadak timbul di dalam hati karena tentu saja Ini semua di luar prediksi keluarga mereka, bahkan bisa di katakan mereka tidak tahu harus mengambil langkah apa untuk menyikapi masalah ini.

Namun Ningsih keras kepala dan tidak menerima masukan dari keluarga lain sehingga dia tetap kekeh pada pendirian dia sendiri, keputusan yang sudah dia ambil maka tidak akan pernah bisa berubah dan akan terus saja seperti itu, itu adalah salah satu sifat keras kepala dari Ningsih.

Arumi dan juga Hardi sebenarnya sudah berulang kali memberikan saran bahwa mereka tidak bisa mengambil keputusan ini, namun apa mau dikata karena Ningsih tetap saja kekeh ingin melakukan hal itu sehingga mereka berdua hanya bisa tutup mulut dengan perasaan takut serta rasa cemas yang terus berjalan di dalam hati.

Sama seperti sekarang walau telah berusaha untuk dibujuk berulang kali namun tetap saja Ningsih tidak bisa menerima hal itu, malah nanti yang ada mereka berdua akan disalahkan karena terlalu ikut campur dan bahkan sejak awal tidak bisa mengatur atau bahkan mencegah masalah ini agar tidak terjadi dalam keluarga mereka.

"Ini semua karena dirimu yang tidak becus menjadi seorang Ayah!" Ningsih akhirnya mengeluarkan kata andalan.

"Bu, Ayah sama sekali tidak bersalah dan Kenapa selalu saja menyalahkan dia seperti itu." Arumi membela Ayah dia.

"Kalau saja dia memiliki paras yang tampan maka Anisa tidak akan menjadi buruk rupa seperti." geram Ningsih.

"Ya Allah, Ibu!" Arumi saja tidak percaya bahwa Ningsih bisa berkata demikian.

"Kau sudah tahu sejak dulu aku memang seperti ini, lalu kenapa kau mau menikah dengan aku?" Hardi berkata pelan karena sesungguhnya hati dia juga sangat sakit.

"Demi tuhan aku sangat menyesal, penyesalanku semakin besar setelah Anisa lahir dan dia sangat mirip dengan dirimu!" Ningsih berkata dengan sangat lantang.

Ini keluar dari mulut Ningsih sendiri yang mengatakan bahwa Anisa memang buruk rupa seperti itu, andai saja Anisa masih ada maka hati gadis itu akan semakin sakit setelah mengetahui bahwa Ningsih juga mengatakan bahwa dirinya adalah gadis yang buruk rupa.

"Anisa itu menurun dari dirimu dan penyesalan ini semakin besar ketika dia terus mendapat hinaan, orang itu tidak bersalah karena Anisa memang buruk seperti kau!" sambung Ningsih kembali.

"Bu jangan keterlaluan seperti itu." Arumi tetap saja berusaha untuk menengahi.

"Kau diam!" Ningsih membentak dan menunjuk wajah Arumi dengan sangat kasar.

Arumi tersentak kaget dan bahkan dia sampai mundur karena tidak menyangka bahwa Ningsih bisa sangat kasar seperti ini, memang semua menjadi berubah ketika kematian Anisa datang dalam keluarga mereka dan keputusan yang begitu berat harus mereka ambil sehingga saat ini hidup mereka bisa dikatakan mulai kacau secara bersamaan.

"Kalian pikir aku bisa hidup tenang selama ini setelah Anisa mati bunuh diri? aku juga tersiksa dan tidak bisa tidur dengan nyenyak!" Ningsih berkata dengan air mata berderai.

"Itu karena keputusan nekat yang kamu ambil, padahal kita bisa memakamkan Anisa secara layak." ujar Hardi.

"Layak bagaimana maksudmu itu? apa semua warga di sini bisa menerima dan mau memakamkan Anisa secara layak ketika mereka mengetahui bahwa Anisa mati bunuh diri!" geram Ningsih.

"Ningsih, aku bisa berbicara kepada Pak RT atau Pak Lurah agar mereka menutup mulut dan tidak membicarakan kepada para warga." Hardi berusaha untuk berbicara lembut.

"Itu tidak akan berguna karena pasti nanti akan tersebar dan semua orang jadi tahu bahwa Anisa mati gantung diri." jawab Ningsih lagi.

"Lalu memangnya kenapa bila Anisa mati gantung diri? kenapa kita tidak mengatakan secara jujur kepada para warga!" Arumi juga mulai berteriak karena dia sangat frustasi dengan masalah ini.

"Kau masih bisa bertanya seperti itu?" Ningsih menatap Arumi dengan tatapan sinis.

Arumi menelan ludah dengan susah payah karena dia juga menyadari bahwa masalah yang ada di dalam keluarga mereka semakin rumit, walau dia juga sangat tahu bahwa rumit masalah ini karena keputusan yang telah Ningsih ambil secara sepihak itu sehingga mereka sekarang harus menanggung semua imbas nya.

"Entah sampai kapan kita akan menutupi masalah ini, Joko meninggal dunia dengan keadaan seperti itu dan pasti Purnama sebentar lagi akan mengurus." Hardi berkata serius.

"Purnama sedang tidak ada saat ini di desa kita." tegas Ningsih.

"Purnama tidak selamanya terus ada di kota, suatu saat dia akan pulang dan pasti nanti ada yang membicarakan tentang kematian Joko!" bentak pak Hardi.

"Apa yang membunuh Joko itu adalah arwah Annisa?" Arumi bertanya dengan gemetar.

"Jaga bicara kamu saat ini, Anisa tidak bangkit atau bahkan gentayangan sehingga kau tidak perlu merasa takut." Ningsih menunjuk Arumi yang mulai pucat karena ketakutan.

"Bu, sepertinya memang lebih baik bila kita menguburkan mayat Kak Nisa secara layak saja." Arumi sampai memohon dan menangis.

"Diam! kalian semua lebih baik diam bila tidak ada solusi yang tepat." Ningsih justru semakin histeris.

"Kalau kau memang tidak mau maka aku sendiri yang akan menguburkan Nisa secara layak!" pak Hardi sudah habis kesabaran.

Sebab dari tadi dia berusaha untuk tetap sabar agar bisa menemukan titik atau pun solusi yang tepat, tapi apa mau dikata karena Ningsih tetap saja keras kepala seperti itu sehingga mereka sama sekali tidak menemukan keputusan atau bahkan titik terang, jadi mau tidak mau pak Hardi harus mengambil keputusan itu sendiri.

Selamat sore, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita othor ya.

1
Apriyanti
lanjut thor 🙏
neni nuraeni
waduh s Anisa jht juga ya,,,, kasian Zora udah lah dia baru jdi member purnma,, mlh lngsung metong
Eli Rahma
wah zora musnah yach
Eli Rahma
tenanglah Ki...mak othor udah nyiapin jodoh buat dirimu..tapiii masih diumpetin..🤣

aayooo thor..kita tunggu loh jodohnya Kiara. harus yg sakti melebihi Kiara ...biar gak dianggap remeh sama kiara nya..yang ganteng ..yang gagah..pokoke laki² yg sempurna yg cuma ada didunia novel../Facepalm/
Iis Dawina
lha br juga gabung dah musnah LG tuh Zora kasihan
Nurr Tika
baru masuk agensi purnama udah musnah
tse
kasihna sekali Zora harus musnah da. arwahnya malah jadi makanan iblis jahat yang merasuki tubuhnya anisa...
siapa sebenernya iblis jahat itu...
apa motif drai rencannya bu ningsih ya... kenapa dia membangkitkan anisa dengan mengisi tubuh anisa dengan arwah jahat....
iblis ini sungguh licik karna bisa menghilahkan jejaknya sehingga para member kesulitan menemukan dan menangkapnya...
ayo Purnama mulailah melakukan penyelidika. karna anisa sudah hidup kembali....
Raffaza Direzky87
buktinya zidan yg gak bisa bela diri, masih pantas bersanding sama ratu ular alias purnama...
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Nengsih Irawati
Y ampun kasihan banget sih km Digo🥺
yanti ikhsan
mungkin Digo bukan jodohnya Kiara,,klo Digo gak ahli beladiri setidaknya pandai ilmu agama seperti Zidan..
Apakah ada tokoh baru untuk jodoh Kiara,,,Digo kurang pas lah ..tapi semua ada di tangan othor sih 🤭🤭
Nurr Tika
jangan putus semangat go blm tentu apa yg dikatakan koswara benar
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bhahaahaaa Digo di roasting member baru nya purnama 🤣🤣...tau sendiri member purnama pedes2 bacot nya 🤣
Nikmatul Ngainiah
Menghilang dulu Digo,biar Kiara merasa kehilangan,biar tidak digantung perasaan anak orang.
Marsiyah Minardi
Dihh masa gitu aja dah patah hati Digo
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
K & T K & T
pagi jg Bess..
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
Siti Sarifah
selamat pagi author....Digo tambah sedih, kasihan sekali
Eli Rahma
pagiiiii...
Digo dibuat sedih atas ucapan zora dan koswara...
Aditya hp/ bunda Lia
kalo sampe Kiara tahu atau purnama tau digo dihina sama Koswara dan Zora gimana yaaah ... terus apa Digo bakalan mundur yah dan bilang putus sama Kiara 🤔
Raffaza Direzky87
koswara kenapa gak ngmong aja, klo dapat tugas dari purnama untuk jaga kmpung juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!