NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.10: Kehidupan Menyebalkan

Tekanannya sangat luar biasa dan dengan cepat aku langsung loncat ke depan serta duduk seiza sambil agak menundukkan kepala. “Ba-baik.”

“Pertama-tama, maaf karena aku sedikit kasar padamu ya, Mr. James!” dia membungkuk padaku!

Dan... Mana mungkin semua yang kau lakukan padaku tadi sedikit kasar! Itu udah cukup kasar banget lho! Untung saja ini dunia fiksi.

Apanya? Entahlah, hahaha.

“Kalau boleh tahu, apakah kau benar-benar Keluarga yang Terkutuk?”

Matanya... Dia terlihat sangat serius dan agak khawatir padaku. Kayaknya orang ini baik? Jahat?

Aku sudah cukup sering dihukum olehnya dan hal tadi cuman kekasaran yang biasa saja.

Pada akhirnya, dia selalu meminta maaf dan sebelum aku pulang, dirinya selalu memberiku obat agar luka-luka ditubuhku cepat sembuh.

Bisa dibilang... Punya dua kepribadian kayaknya. Terlihat jahat padahal paling baik kepada kita.

Mungkin dia adalah guru yang seperti itu. Yaa... Mau guru yang seperti apapun itu, aku tak terlalu memedulikannya.

“Menurut Ippo-sensei aku terlihat Terkutuk atau tidak? Anda sendiri sudah tahu bukan! Keluargaku bisa membangkitkan sosok paling mengerikan di dunia ini.”

Dirinya tampak lebih khawatir lagi. Oh! Apa-apaan beliau ini? Sebegitu khawatirnya padaku kah?

“Keren. Normalnya, para ‘Clort’ akan mati. Itu adalah sesuatu yang sangat mutlak di dunia sihir ‘Magiort’ ini. Kau bisa menghindari hal tersebut, benar-benar menakjubkan.”

Hahaha. “Terimakasih banyak.” Kayaknya orang ini benar-benar guru yang baik hati.

“Kenapa berterima kasih padaku?”

Raut wajahnya kelihatan bingung. Aku pun menjawab: “Terimakasih karena sudah percaya padaku.”

“Hahaha, sama-sama. Dan... Hukumanmu mau apa kali ini? Lari 3 km mau?”

“Ti-tidak usah.”

“Bagaimana dengan 10 km?”

Aku lupa. Guru ini... Semakin kita menolak, maka akan semakin jauh penawaran hukuman yang akan diberikannya pada kita.

Lebih berat maksudku. Dan... “3 km saja.”

Tidakk!!!... “Baiklah. Cepatlah lari 30 km atau mau apa?”

“La-laksanakannn!!!”

Dengan cepat aku langsung lari menggebu-gebu. Begitu keluar dari ruangan, belok kiri dan lurus terus.

Kayaknya ada beberapa orang yang nggak sengaja ku tabrak. “Ma-maafkan akuuu!!!”

“Cepat sekali!”

“Hahaha! Dia dihukum lagi rupanya.”

“Hukuman memang mengerikan. Yang semangat nak!”

Te-terimakasih atas kata-katanya dan sedikit semangatnya. Dan... Huhuhuuu!! Kayaknya dia benar-benar jahat.

Sudahlah, aku takkan menganggapnya baik lagi. Benarkah? Mungkin bercanda atau serius.

Y-ya... Terserahlah.

[Guru yang keren. Menurutku, dia adalah yang paling peduli padamu sejauh ini.]

“Mana mungkin seperti itu, Takeuchi Hideki! Yang paling peduli padaku dan semua murid di sini sudah pasti Guru Sejarah ‘Magiort’.”

[Dari namanya entah kenapa aku meragukannya. Bisa jadi dia adalah orang jahat lho!]

“Hahaha! Tentu saja bukan. Dia adalah pria paling baik. Sangat berbanding terbalik dengan Ippo-sensei.”

“Tondo-sensei itu terlalu baik. Nanti kita akan ketemu setelah berkeliling di lorong yang sama ini. Kau nilai sendiri saja ya, Takeuchi Hideki!”

[Baiklah James Darren. Akan ku nilai sendiri seperti apa Tondo-sensei ini.]

Walau kau penyelamatku, kalau bilang Tondo-sensei bisa jadi jahat sangatlah keterlaluan.

Dia baik pada siapapun terutama kepada para cewek. Aku sendiri tidak terlalu mengerti, jadi terserahlah.

Oke, waktunya lanjut terus dan setelah beberapa menit berlalu akhirnya selesai juga.

“Waktunya kembali ke kelas.”

[Pelajaran selanjutnya apa?]

“Guru Sejarah ‘Magiort’. Kita akan melihat seberapa baiknya dia. Waktunya kau menilai oke, Takeuchi Hideki!”

[Ya, baiklah.]

Kekekek. Dia pasti akan mengakui bahwa Guru Sejarah ‘Magiort’ adalah orang yang sangat baik.

Cuman... Kenapa walau dia selalu baik pada cewek, dirinya selalu terlihat gugup serta kayak mau pipis di celana?

Dia baik-baik saja kan? Semoga saja iya, karena Tondo-sensei itu pria yang sangat baik.

“Baiklah, kita sudah sampai di kelas. Tondo-sensei harusnya sebentar lagi akan sampai.”

Baru saja aku selesai mengatakannya, pintu kelas ku buka dan dari belakang banyak sekali kilauan cantik muncul.

“Ahahaha! Pagi James-kun! Semangat seperti biasa rupanya dirimu.”

Awawa!! Dari belakang dong! Keren sekali cara munculnya. Arrgh! Hatiku terasa sakit sekali seperti ingin dibelai oleh tangan lembutnya.

Dan... Hal tersebut pun terjadi kepada semua murid di kelas baik cowok maupun cewek.

“Licik sekali. Aku juga mau disentuh dari belakang oleh Tondo-sensei.”

“Pengen diposisinya.”

“Kalau saja bisa mengulang waktu, pasti hal tadi bisa ku alami, hahaha. Membayangkannya saja membuat diriku sangat semangat menjalankan segala aktivitas.”

Aku mengerti maksud mereka, karena diriku pun sama seperti itu. Yahh... Kata-kata tadi cowok-cewek mengatakannya.

Rambutnya pirang dan wajahnya sangat tampan. Seluruh kulitnya putih bersih seperti tidak pernah kepanasan.

Usianya 31 tahun dan merupakan guru paling muda di sekolah ini. Hahaha, benar-benar menakjubkan. Nama penuhnya adalah Aranda Tondo.

“Oke, silakan langsung duduk saja di kursimu, James-kun!”

“Baik laksanakan, Tondo-sensei.”

Aku hormat padanya dengan semangat dan langsung pergi ke tempat dudukku yang berada di tengah jajaran kedua.

Tempat yang hanya ada diriku dan empat pria yang selalu menyakitiku. Bully? Ya, begitulah.

Kalau ada Tondo-sensei, hal-hal seperti itu takkan terjadi, karena auranya. Keren banget bukan! Pasti.

Begitu duduk di kursiku, itu berbarengan dengan di mana Tondo-sensei sendiri sampai di tempatnya duduk.

Apakah dia juga duduk? Ya, begitupun denganku. “Baiklah, kalian semua tidak perlu melihatku sampai sedetail itu.”

“Sekarang, ma-ma-ma-ma-ma-mari ki-ki-ki-ki-kita mulai pelajarannyaaa!!!”

[Kenapa saat menatap para cewek dia kelihatan gugup, James Darren? Kata-katanya sampai terbata-bata lho!]

Karena takut ketahuan berbicara sendiri serta dijadikan bahan bullyan lebih lanjut, diriku memilih mengecilkan suaraku sampai hanya terdengar olehku dan Takeuchi Hideki saja. “Entahlah.”

“Dari dulu Tondo-sensei memang selalu seperti itu setiap kali menatap para cewek bahkan berbicara dengan mereka pun sama. Kayaknya... Tak terbiasa berbicara dengan mereka.”

[Itu masuk akal dan sepertinya guru yang ada di depanku saat ini adalah orang baik. Maaf sudah menuduhnya jahat oke! Hanya saja... Kalau berbicara di depan umum sepertinya tidak bisa. Kita sebut saja dia ini introver.]

“Introver?”

[Biasanya sikapnya tertutup dan terkadang gugup kalau berbicara kepada bukan sesama jenis kelaminnya. Mungkin bisa dibilang juga sedang latihan untuk menjadi seorang ekstrover.]

“Kebalikannya dari introver kah?”

“Ya, benar sekali.”

Oh iya, setelah kami semua mendengarkan kata-kata awalnya itu, tawa kecil kami lakukan, termasuk aku.

Suaranya agak imut gitu sih. Hehehe, eemm... Di-diriku masih normal kok! Tenang saja, bukan abnormal.

Keren bukan! Mungkin ya dan tidak, jadi... Terserah.

Lalu... Waktunya mendengarkan semua yang dia ajarkan pada kami semua. Dirinya selalu terfokus ke papan tulis.

“Jantogen. Salah satu makhluk mistis terkuat yang hidup di hutan antago. Kemarin-kemarin, ada yang berani mendatanginya sampai memilih menetap di sana saking terpukaunya melihat kumpulan Jantogen.”

[Jantogen mungkin terkuat, tapi ada yang lebih kuat lagi dibandingkannya. Bagaimana kalau kau bertanya: Apakah Jantogen lebih kuat atau lebih lemah dari Lemmor?]

“Lemmor ya! Baiklah.”

Aku mengangkat tangan dan mengencangkan suaraku. “Tondo-sensei, aku ingin bertanya!”

Dia membalikkan kepalanya. “Wow! Agak jarang juga kau bertanya padaku ya, James-kun! Baiklah. Mau bertanya apa?”

“Jantogen lebih kuat atau lebih lemah jika dibandingkan dengan Lemmor?”

Mukanya tiba-tiba jadi pucat dan terlihat menjiwai. “Lemmor ya! Salah satu makhluk yang dilarang disebut. Tapi, terimakasih atas pertanyaannya. Karena kita di Akademi, harusnya aman-aman saja jika diriku sebagai seorang Guru Sejarah ‘Magiort’ memberitahumu tentang makhluk itu.”

[Ternyata benar-benar dilarang ya!]

Diriku memelankan suara lagi. “Kau tahu nama makhluk itu darimana?”

[Ayah suka menceritakannya sebelum aku benar-benar tidur nyenyak. Fufufu, cukup seru lho! Menurutku ceritanya bagus dan agak menyedihkan.]

Aterrapa Yukigo mengetahui makhluk terlarang adalah salah satu hal yang normal baginya. Hahaha, untung saja dia masih aman-aman saja, walau... Sudah mati ya!

Tapi... Apakah dunia ini itu bisa dibilang universe? Belahan dunia lain gitu? Eemm... Entahlah.

“Jadi...”

Ia berjalan perlahan dan begitu duduk di kursinya, tatapannya serius sekali saat menatap kami semua.

Tondo-sensei tidak terlihat gugup sama sekali. Kau keren, Takeuchi Hideki! Hahaha, yang tadi ku maafkan.

Apanya? Sudah pasti saat aku tidak memaafkannya karena mengira Tondo-sensei itu jahat.

Yahh... Jangan terlalu dipikirkan dan waktunya mendengarkan ceritanya.

“Lemmor adalah makhluk paling lemah urutan ke-999 yang pernah diciptakan oleh sosok paling mengerikan di dunia ini yang katanya dapat memusnahkan dunia ini.”

“Apakah kalian ingin tahu siapa nama sosok ini?”

Apa!? Memangnya itu boleh! Karena kami semua penasaran, dengan serentak kami semua langsung mengangguk.

Dia mengembuskan napas pelan. “Namanya__”

Baru saja Tondo-sensei mau mengatakan nama dari sosok paling mengerikan di dunia ini, pintu dibuka cepat banget hingga terlempar serta berada di tembok sisi paling kiri.

Wow! Sampai menembus gitu ya! Yang bisa melakukan itu hanyalah Ippo-sensei seorang.

Di sini kami berdua ada dua sisi. Yang satu takut, satunya lagi semangat. Kenapa? Melihat dua rival beradu pendapat tentunya.

Hahaha, ini akan menjadi sangat menarik.

“Takeno-kun, kau pikir apa yang kau lakukan? Sekarang lagi pelajaranku lho!”

“Jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu bodoh! Untung saja aku datang tepat waktu. Kalau tidak...”

Kedua matanya mengerikan banget!. “Nyawamu sudah melayang lho!”

Adu tatapan semakin sengit. Ipponsu Takeno atau ‘Ippo-sensei’ dan Aranda Tondo atau ‘Tondo-sensei’, keduanya sama sekali tidak mau kalah juga tidak mau disalahkan.

Bersambung...

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!