tari seorang gadis miskin yang bekerja menjadi pembantu rumah tangga bersama ibunya harus terusik saat dia bekerja sendiri dengan tuan Angga seorang pria muda yang mapan dan juga tampan namun memiliki sikap yang kasar dan tempramen kerena masa lalunya yang kelam
awalnya tari pikir hidupnya akan berubah menjadi lebih baik dan bisa mewujudkan mimpinya untuk hidup layak namun tuan Angga sering memperlakukannya dengan kasar dan menyiksa tari secara fisik dan batin dengan ancaman
siapa sangka ternyata benih cinta secara diam diam mulai tumbuh mengiringi kebersamaan mereka yang selalu berbeda sikap, saat tuan Angga mulai termakan cemburu buta dia memperkosa tari
menjadi korban pemerkosaan oleh tuan Angga telah merubah perilaku tari yang mulai menyukai kehidupan sex bebas tuan Angga hingga menariknya pada jurang kehancuran
dan hamil diluar nikah.
padahal disisi lain ada pria lain yang mencintai tari secara tulus tuan jagad sahabat tuan Angga sendiri
.
apakah tari dan Angga masih bisa menemukan kebahagian yang sejati? dan seperti apa kisah itu akan berhenti ? saat cinta sangat sulit terlihat sebab tertutup oleh rasa sakit hati dan benci
" aku tidak suka dibantah " Angga
" aku tidak suka kau mengekang diriku " tari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tra lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tuan Angga
jam empat pagi tari sudah bangun sebelum masuk ke dapur terlebih dahulu tari bersih bersih dan berdoa tari memakai seragam barunya sesuai dengan jadwal hari ini adalah hari Jumat jadi tari memakai seragam berwarna hijau
tari sedikit merapikan rambut panjangnya dengan mengikatnya menjadi satu kebelakang dan sejenak melihat penampilan dirinya sendiri didepan cermin
* wah ternyata tubuhku indah juga kalau memakai seragam ini pas banget jadi kelihatan pantatku yang montok hihihi *
puji tari yang melihat tubuhnya terlihat lebih berisi dengan seragam itu, sebelum keluar dari kamar tari membaca lagi menu masakan untuk hari ini berhubungan jam masih jam lima lebih tari bersih bersih rumah terlebih dahulu sebelum memasak
tari mulai dari mengelap perabot rumah yang kecil kecil, mengelap bingkai foto ,meja makan, meja tamu dan lemari dengan cepat sebab sudah biasa jadi tari bisa melakukan pekerjaan itu dengan cepat
kemudian tari menyedot seluruh ruangan itu menggunakan vacum cleaner alias penyedot debu agar lebih cepat dan gampang sehingga seluruh sofa bisa tari bersihkan juga setelah selesai tari masuk kedalam kamar tuan Angga yang masih tertidur dengan nyenyak untuk mengambil pakaian kotor
tari membawa keranjang pakaian kotor itu kebelakang tempat cuci baju yang letaknya dekat dengan dapur lalu memasukkannya kedalam mesin cuci tinggal pencet-- tekan-- tekan masukkan deterjen kewadah takarnya dan pewanginya juga lalu tutup buka kran airnya tinggal deh
tanpa terasa sudah jam enam tiga puluh pagi tari mulai memasak air untuk membuat kopi buat tuan Angga dan mulai memotong motong bahan untuk membuat sarapan tuan Angga, saat sedang memasak tari mendengar langkah kaki tuan Angga yang turun dari tangga lalu menuju pintu depan untuk joging.
tari mengintip tuan Angga dari jendela, tari mencoba mengamati apa yang sedang dilakukan oleh tuan Angga didepan rumah ternyata tuan Angga sedang melakukan pemanasan sebelum pergi joging keluar dari rumah untuk keliling komplek
setelah tuan Angga pergi tari mematikan kompor dan cepat cepat berlari menuju kamar karena takut kalau salah membaca agenda hari ini, tari membuka jurnal itu dengan terburu buru dan mulai membaca lagi isinya dan oh tuhan ..............
mata tari langsung melotot kaget saat mengetahui bahwa ada satu hal yang dia lewatkan yaitu membuat jus karena tidak ingin mendapat pinalti dan tamparan dari tuan Angga sekali lagi tari segera menutup jurnal itu dan berlari ke dapur
cepat cepat tari membuka lemari es dan mengeluarkan satu buah mangga dan segera memprosesnya menjadi jus tari jadi ingat saat pertama bertemu tuan Angga dirumah nyonya besar, nona Vita juga meminta tari membuat jus mangga yang banyak untuk tuan Angga sayang usahanya di klaim oleh orang lain
untung saat tari selesai membuat jus mangga pas banget tuan Angga telah siap dari lari paginya dan masuk kedalam halaman rumah untuk melakukan pendingin
" tari ....... !"
" iya tuan ....! " jawab tari dari dalam dapur sembari berjalan keluar dengan membawa satu gelas jus mangga menemui tuan Angga yang sekarang berada diruang makan
" ini tuan "
ucap tari sopan sembari meletakkan jus mangga itu dihadapan tuan Angga
" terima kasih, ..........jadi kamu sudah baca agendanya ?"
tanya tuan Angga sambil meminum jus tersebut dengan lahap
" sudah tuan, saya sudah membacanya. tapi maaf tuan menurut agenda hari ini ada pertemuan dirumah apa saya perlu pergi belanja? "
" sementara tuan tahu kalau persediaan bahan makanan di kulkas mulai habis sedangkan nanti malam teman teman tuan akan datang untuk berkumpul apa saya perlu masak, tuan ? "
" boleh juga, kamu nanti siang pergi belanja aku akan mengirimkan supir kantor untuk mengantarmu dan beli semua bahan makanan yang tidak ada dan sudah habis karena aku tidak suka kamu keluar rumah "
jawab tuan Angga tegas akan perintah sekaligus peringatan untuk tari
" iya tuan saya mengerti, ........... kalau begitu saya permisi tuan "
" ya ...... "
jawab tuan Angga acuh namun ketika tari sudah berjalan berapa langkah dari ruang makan tiba tiba tuan Angga memanggilnya
" tari ?! "
" iya tuan ? "
jawab tari langsung menghadap kearah tuan Angga
" apa kau sudah menyiapkan keperluan ku untuk pergi kerja ? "
" sebentar lagi tuan akan saya siapkan "
jawab tari sedikit ragu ragu karena pasti tuan Angga akan marah sebab tari tidak memberikan jawaban yang menyenangkan untuk tuan Angga dengar
" kenapa harus nanti ?! bukanya kamu sudah baca agendanya ! lalu tunggu apa lagi, ingat ya tari saya tidak mau telat, mengerti !!"
bentak tuan Angga marah kepada tari karena masih saja teledor dan juga ceroboh dalam mengerjakan tugasnya untuk melayani tuan Angga dengan baik
teriakan tuan Angga yang membentak dirinya membuat tari makin takut dan juga panik, seketika rasa percaya dirinya hilang. putus sudah harapan untuk tari agar bisa menjadi pembantu yang cerdas cekatan cantik dan bisa diandalkan oleh tuan Angga seketika runtuh.
" tari ........ ! "
" maaf tuan .......... saya sedang masak sarapan untuk tuan sekarang, jadi rencananya setelah ini selesai saya akan menyiapkan keperluan tuan Angga "
jawab tari takut tanpa berani menatap wajah tuan Angga yang mulai memerah seperti kepiting rebus
" oh .......... jadi maksudmu aku baru boleh siap siap harus menunggu kamu selesai dulu ! .....iya ! katanya sudah baca agenda kenapa masih juga salah begini sih ?! "
bentak tuan Angga sekali lagi memarahi tari
" maaf tuan ...... "
jawab tari bergetar karena sangking takutnya pada tuan Angga yang sedari tadi terus membentak dirinya dengan keras
" percuma aku membentak mu , kupikir kamu pembantu yang cerdas dan juga cekatan ternyata aku salah ,........ kamu cuma seorang pembantu yang cengeng ! lamban ! pemalas ! dan tak becus bekerja !! sial "
cecar tuan Angga dengan kata kata pedasnya menghina harga diri tari secara terang terangan sehingga membuat tari makin sakit hati dan juga sedih
" brengsek! gara gara kamu aku jadi terlambat "
umpat tuan Angga lagi pada tari sebelum pergi untuk naik tangga keatas menuju kamar tuan Angga sendiri buat bersih bersih sebelum berangkat kerja
Lima menit kemudian tari masuk kedalam kamar tuan Angga kebetulan tuan Angga masih berada dikamar mandi saat tari masuk kedalam dengan membawa buku agenda sebagai panduan,
tari mulai mengambilkan pakaian tuan Angga dan menaruhnya diatas tempat tidur baju jas kemeja kaos dalam celana dalam ikat pinggang jam tangan dasi dompet serta sepatu dan kaos kaki baru serta tas kerja tuan Angga tari siapkan dan letakkan ditempat yang sudah ditentukan sesuai petunjuk dibuku agenda
seperti pagi ini tari harus benar benar bekerja ekstra cepat dan rapi setelah menyiapkan semua keperluan tuan Angga tari buru buru kembali ke dapur dan langsung menyalakan kompor gasnya untuk melanjutkan masakannya yang terbengkalai
disela sela aktivitasnya memasak tari mematikan mesin cuci yang telah selesai lalu mulai menyeduhkan kopi untuk tuan Angga dan meletakkan masakan yang telah matang diatas piring lalu membawanya kemeja makan sebab tuan Angga tengah bersiap dimeja makan sekarang
" permisi tuan, ...........ini silakan dinikmati kopi dan sarapannya "
tutur tari sopan mempersilahkan tuan Angga untuk mencicipi masakan pertama yang dia buat untuk tuan Angga sebelum pergi berangkat kerja
tuan Angga mencicipi masakan tari beberapa suap dengan tenang tak ada suara ataupun komentar yang keluar dari mulut tuan Angga saat menikmati makan itu setelah dirasa cukup tuan Angga menyesap sedikit kopinya beberapa kali lalu berkata
" ehm !.... aku tidak mau hal ini sampai terulang lagi, karena aku tidak suka ! kali ini aku memaafkan mu tapi lain kali aku akan menghukummu dengan keras "
ucap tuan Angga pada tari lalu pergi dari tempat itu begitu saja
" iya tuan ....... "
ucap tari sembari mengiring kepergian tuan Angga sampai kedepan pintu baru setelah tuan Angga pergi tari baru bisa menarik nafas lega
" hah! hah! .......... aaaaa! akhirnya pergi juga "
tari duduk dibekas kursi yang diduduki oleh tuan Angga lalu tanpa merasa jijik atau risih tari meminum kopi sisa tuan Angga dengan lahap beberapa kali
" ah nikmatnya dunia " ucap tari setelah menyesap kopi nikmat sisa dari tuan Angga
* ah capek banget hari ini, pagi pagi udah dimarahi sial *
" nyicip dulu ah "
tari mulai memakan makanan sisa tuan Angga dengan lahap maklum tadi saat masak tari tidak sempat menyicipi hasil masakannya sebab buru buru untung tidak keasinan lumayan enak hasilnya meski kurang pedas sedikit
ya dari pada mubasir tari memakan sisa makanan itu dengan lahap tanpa berfikir yang aneh aneh mengenai tuan Angga ( punya penyakit misalnya ) tapi berhubung perutnya juga sedang lapar sekarang tari akhirnya menghabiskan semua makanan dan kopi itu sampai kenyang ah nikmat .......
i like it
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu