NovelToon NovelToon
Terikat Tanpa Pilihan

Terikat Tanpa Pilihan

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:44.1k
Nilai: 5
Nama Author: ludiantie

Tessa hanyalah gadis biasa yang hidupnya digerakkan oleh takdir dan kesalahan orang lain. Pernikahan mendadak dengan Nickolas Adhitama, pria kaya dan dingin, bukanlah pilihannya, tapi kenyataan yang harus dihadapinya.

Nick, yang terbiasa menguasai segalanya, kini berhadapan dengan Tessa, wanita lembut, teguh, tapi menantang yang membuatnya kehilangan kendali.

Sementara Tessa berjuang menjaga harga diri dan kemandirian, Nick harus belajar bahwa hati manusia tak bisa diatur dengan kekuasaan atau uang.

Di dunia di mana satu keputusan bisa menjadi perang psikologis, akankah cinta tumbuh di antara ketegangan dan luka masa lalu, ataukah mereka hanya menjadi tawanan takdir yang kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ludiantie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Napas Tessa tercekat.

Bisikan itu membuat bulu kuduknya meremang.

Namun alih-alih menyentuhnya, Nick justru menjauh satu langkah.

Pria itu mengambil kembali arlojinya dan meletakkannya di atas meja kecil di samping tempat tidur.

“Aku tidak tertarik pada wanita yang ketakutan,” ucapnya tenang.

Tessa berkedip.

“Apa?”

Nick menatapnya datar.

“Pernikahan ini sudah cukup dipaksakan. Aku tidak akan menambahkan satu hal lagi yang membuatmu merasa terpaksa.”

Kalimat itu menggantung di udara.

Tessa tidak menyangka jawaban seperti itu.

Tadi ia pikir Nick benar-benar akan…

Ia menelan ludah.

Nick berjalan melewati dirinya menuju sofa panjang di dekat jendela.

“Kau bisa pakai tempat tidur. Aku akan di sini.”

Hening.

Lampu kota di luar jendela berkilau seperti ribuan bintang palsu.

Tessa masih berdiri kaku.

“Kenapa?” akhirnya ia bertanya pelan.

Nick berhenti sejenak sebelum menjawab.

“Karena aku tidak menikahimu untuk menyentuhmu,"

Jawaban itu terdengar ambigu. Tidak lembut. Tidak juga kasar.

Justru misterius.

Tessa memandang punggung pria itu.

Untuk pertama kalinya malam itu, rasa takutnya sedikit bergeser… menjadi rasa ingin tahu.

Pria seperti apa sebenarnya Nick?

"Kau pikir aku membeli tubuhmu?” tanyanya rendah.

Tessa menggigit bibirnya.

“Apa bedanya?”

Pertanyaan itu menggantung, tajam.

Ia tidak bermaksud terdengar menuduh. Tapi luka yang belum sembuh membuatnya sulit menyaring kata.

Nick berdiri.

Langkahnya tidak tergesa, tapi cukup untuk membuat Tessa menegang lagi.

Namun kali ini, pria itu berhenti beberapa langkah darinya. Tidak terlalu dekat.

“Sepuluh miliar itu untuk menyelamatkan keluargamu,” ucapnya tegas. “Bukan untuk merendahkanmu.”

Tessa akhirnya menatapnya.

“Menyelamatkan?” suaranya pecah. “Atau mengikatku?”

Mata mereka bertemu.

“Aku tidak pernah menganggapmu murah,” lanjut Nick pelan. “Kalau aku mau wanita yang bisa dibeli, aku tidak perlu repot-repot membuang uangku untuk menyelamatkanmu,”

Kalimat itu membuat napas Tessa tercekat.

Ia ingin membalas. Ingin bertahan. Ingin tetap kuat.

Tapi kelelahan emosional malam itu terlalu berat.

Matanya memanas.

“Aku tidak pernah meminta semua ini,” bisiknya.

Air mata pertama jatuh sebelum sempat ia cegah.

Ia membencinya. Membenci dirinya yang menangis di hadapan pria yang bahkan nyaris tak ia kenal.

Namun Nick tidak berkata apa-apa.

Ia hanya berdiri di sana, menatapnya dengan sorot yang kini tak lagi sepenuhnya dingin.

Tessa menutup wajahnya dengan telapak tangan.

Nick tidak bergerak untuk menyentuhnya.

Tidak juga mendekat.

Ia hanya berdiri di sana, memandangi Tessa yang mencoba menghapus air matanya sendiri.

“Aku tidak akan pernah memintamu melupakan siapa dirimu, disini kau akan tetap menjadi dirimu, hanya dengan versi yang berbeda,” ucapnya akhirnya.

Suaranya tetap tenang. Tetap datar.

Tessa tertawa kecil, pahit.

“Kau tidak perlu memintanya. Lingkungan ini sudah cukup untuk membuatku merasa tidak pantas.”

Nick menatap sekeliling kamar itu sekilas tempat tidur besar, lampu kristal, lemari penuh koleksi mahal.

“Kalau kau merasa kecil di sini,” katanya pelan, “itu bukan karena tempat ini terlalu besar.”

Tessa menatapnya.

“Lalu karena apa?”

“Karena kau sudah memutuskan menundukkan dirimu sendiri.”

Kalimat itu seperti tamparan.

Bukan kasar.

Tapi keras.

Air mata Tessa berhenti mengalir.

Nick melangkah satu langkah lebih dekat, namun tetap menjaga jarak.

“Aku menyelamatkanmu bukan karena kau lemah,” lanjutnya. “Jadi jangan bersikap seolah-olah kau memang begitu.”

Tessa terdiam.

Pria itu tidak memeluknya. Tidak mengusap air matanya. Tidak menawarkan penghiburan manis.

Ia hanya memberinya pilihan.

“Kalau kau ingin berdiri di rumah ini sebagai istriku, maka berdirilah dengan kepala tegak,” ujar Nick tegas.

“Aku tidak butuh wanita yang merasa dirinya dibeli.”

Hening memenuhi kamar.

Lampu kota di luar jendela berkilau dingin.

Jantung Tessa masih berdebar, tapi bukan lagi karena takut.

Melainkan karena harga dirinya seperti ditarik kembali… paksa.

Nick berbalik menuju sofa.

“Kau boleh membenciku,” katanya tanpa menoleh. “Tapi jangan pernah meremehkan dirimu sendiri di hadapanku.”

Kalimat itu menggantung lama di udara.

Dan untuk pertama kalinya malam itu, Tessa tidak merasa dipandang rendah.

Tidak lama ada suara ketukan pintu yang memecah keheningan mereka,

Nick melangkah membuka pintu,

"Ini Tuan, sesuai permintaan anda," kepala pelayan memberikan sebuah kotak yang nick minta,

Nick hanya mengangguk dan menutup pintu, lalu berjalan ke arah tessa dan menyerahkan kotak itu,

"Mandi dan pakai ini dulu, besok pagi asisten ku akan membawakan semua kebutuhanmu,"

Kemudian nick berjalan kembali ke sofa dan mulai merebahkan tubuhnya,

Tessa membuka kotak itu perlahan.

Di dalamnya hanya ada satu pakaian.

Sebuah gaun tidur polos berwarna putih susu. Tanpa renda. Tanpa bordir. Tanpa hiasan apa pun.

Potongannya lurus sederhana, jatuh ringan dengan bahan tipis yang terasa lembut di kulit.

Panjangnya sedikit di atas lutut. Lengannya terbuka, memperlihatkan bahu dan sebagian lengannya tanpa perlindungan.

Sederhana.

Terlalu sederhana untuk rumah semewah ini.

Tessa menatapnya lama.

Bukan karena pakaian itu buruk. Justru sebaliknya bahannya jelas mahal. Halus. Ringan. Berkualitas.

Namun desainnya yang minim membuatnya merasa… terbuka.

Terlihat.

Rentan.

Ia terbiasa tidur dengan kaus longgar dan celana panjang. Tertutup. Aman. Tak menarik perhatian siapa pun.

Gaun ini berbeda.

Ini bukan pakaian yang membuatnya merasa kecil.

Ini pakaian yang membuatnya sadar ia kini adalah seorang istri.

Dan entah kenapa, kesadaran itu membuat jantungnya kembali berdetak tak nyaman.

1
Zahraputri Putri
ternyata lucas Greysons sdh ada kamarnya sendiri😁
itsmecancer: Betul 😆 Lucas pindah rumah sekarang, sudah nggak jadi figuran lagi, sekarang dia jadi pusat masalahnya sendiri, kamu bakal lihat sisi dia yang beda disana, kalau sempat, boleh banget kenalan kesana juga ya☺️❤️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa nick tidak mau lucas mengambil alih aset reymond??
bukannya dg begitu reymond jadi gak bisa ngapa2in karena dia jatuh miskin jafi gak mungkin balas dendam lagi ke nick kan??
itsmecancer: yang jelas Nick bukan orang yang kayak gitu...lagian itu bukan bagian dari kesepakatan☺️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa keknya reymond ini lebih hebat dari nick ya .. buktinya dia tau kalo nick minta bantuan ke orang lain dan dia curiga ke lucas greyson ..
itsmecancer: karena dia main kotor beb... dan itu bukan dunia Nickholas
total 1 replies
Nur Halida
hancurkan reymond🤬🤬🤬
Nur Halida
jodohin orion dg gadis baik tulus dan ceria thor ..
kasihan banget lihat nick kesiksa ketika melihat orion orion dan tessa kek gitu
itsmecancer: nanti author pikir-pikir dulu 🤔
total 1 replies
Zahraputri Putri
udh thor buat sembuh aja orionnya ,gk tega lihat nick tersiksa bathin🤭
Zahraputri Putri: 🤣🤣tpi jangan lama lama dong kasian gk tega liatnya🤭
total 2 replies
Nur Halida
tessa kamu juga harus memikirkan kandunganmu .. jadi kamu harus istirahat
Nur Halida
next ..🥰🥰🥰
Zahraputri Putri
lehh....jangan gegabah nick tny yg jelas apa yg diinginkan lucas,jangan jangan nanti dia mala minta istrimu😁
Nur Halida
apa .??lucas minta imbalan apa ??jangan2 nanti bakal minta tessa ke nick...
gak boleh thor karena tessa sudah milik nick dari awal .. aku gak rela kalo lucas yg pendatang baru akan merebut tessa dari nick
Nur Halida
kamu satu2nya tempat tessa pulang pulang nick..
bukan orion ..
bukan juga siapapun ..
semangat nick🥰🥰🥰
Bunga
cinta yang rumit🤭
itsmecancer: serumit situasinya 😬
total 1 replies
Nur Halida
tenang nick ... aku masih di pihakmu..
tessa cuma merasa bersalah karena orion mengorbankan dirinya demi melindungi tessa .. tessa cuma baper dikit nick😁😁
sabar ya mungkin karena tessa juga hamil jadi perasannya jadi kacau gitu tapi aku yakin dia tetap cintanya untukmu
itsmecancer: asli sih nyesek banget jadi Nick disini, dia harus mengerti keadaan, juga harus membereskan masalah yang belum selesai😌
total 1 replies
Zahraputri Putri
sdh orion istirht aja sembuh dulu nanti dpt jodoh lagi koq,,jangan dibikin mati thoe orionnya kasian
Zahraputri Putri: ok jangan ada
total 2 replies
Zahraputri Putri
dn jangan buat nick slh paham ya dengan kata kata tessa waktu mengenang dikampus dulu🤭smg aja nick mengerti
Zahraputri Putri: 😤😤mangkanya jngn buat marah nick🤭
total 2 replies
Zahraputri Putri
jangan buat meninggal la kk,,kasian nanti tessa mala yg disalahkan
Nur Halida
apa yg akan terjadi selanjutnya??
sesak banget jadi nick tapi gak b8sa ngapa2in karena orion yg menyelamatkan tessa .. semoga orion sembuh dan punya jodoh yg baik tapi bukan tessa ...tessa sama nick aja
itsmecancer: sementara ini, Nick lagi disuruh sabar dulu...
total 1 replies
Nur Halida
wahhhh .. apakah orion bakal selamat??
Ririn Susanti
gila hebat banget si author bikin si pembaca deg degan dan penasaran kelanjutan ceritanya 😍
Nur Halida
semakin deg2an dan semakin penasaran ..
gak sabar nunggu up lagi .. 👍👍👍
itsmecancer: ditunggu kelanjutannya ya, makin tegang nanti🤫
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!