Yah, ganteng sih... tapppiiii pekerjaan pacar kamu kan Office Boy. Memangnya kamu ngga bisa cari yang lebih baik?
Disaat yang sama Boss Besar mengirimkan rangkaian bunga dan kalung berlian sebagai apresiasi pekerjaannya sebagai sekretaris.
Jadi, siapa yang harus dipilihnya?
Si Tampan Office Boy, atau si Milyuner Big Boss?
Gals, Yuhuuu..
Novel ini secara teknis sebenarnya sudah tamat di Bab 47, tapiiiiiii karena kesalahan teknis yangvtidak bisa dihapus, tampilannya jadi berantakan. Jdi diriku usahakan membuat cerita extra sampai Bab 65 yaaaa.
Terimakasih Yang Sudah Vote!!
Cup Cup Muahh deh, semoga semua yang Vote dan memberi diriku tips (hehe) hidupnya makin sukses dan selalu bahagia.
Aamiin...
hihi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
On Schedule
"Mbak... Dispenser dapur jadi rusak tuh, Jono lagi beli ketel listrik sampai dispensernya..."
"Iya iya iya ! Udah lo diem aja! Cari tukang reparasi aja gue belum gajian... Itu khilaf habis main terus gue berantem gara-gara..."
"Ssh..." Lucas menyahutnya supaya tidak terlalu kencang berbicara. Dan lagi ia tidak mau mendengarkan kalimat selanjutnya.
Number Nine merogoh dompetnya dan mengeluarkan 500rb untuk biaya reparasi sambil berungut-sungut.
Kalau dihitung, biaya reparasi tidak semahal itu sebenarnya, jadi Lucas rencananya akan membeli dispenser yang baru dengan model yang lebih sederhana. Kenapa sederhana? karena ia dapet feeling kalau akan 'rusak' lagi.
"Lucas..." panggil Nine. Lucas menatapnya dengan pandangan bertanya.
"Kalau kamu mau kamu bisa simpen, buat kalau malam ngga bisa tidur..." Nine menatapnya dengan pandangan menggoda sambil melambaikan amplop coklat tadi.
Lucas menyeringai terpaksa.
"Dirumahku banyak kucing Mbak Nine..." katanya.
"Apa hubungannya sama kucing?"
"Nanti mereka sangka ikan asin..." Pria itu tersenyum licik sambil berlalu.
Lucas ke meja Number Ten.
"Dari Aku ngga ada dokumen. Cuma ngingetin aja, tolong bilang lagi diperjelas ke Rapto kalau..."
"...bentar Mbak Ten..." Lucas meraih ponselnya dan mensetting aplikasi rekam, lalu meletakkannya didepan Number Ten.
"Silahkan." sahut Lucas mempersilahkan Number Ten untuk melanjutkan pembicaraan. Ten menatap bergantian antara Lucas dan ponselnya lalu berdecak.
Lucas menyeringai sambil mengerlingkan mata merayu Number Ten.
Seketika wajah wanita itu memerah dan menyinggingkan senyum malu.
"...bilang ke Rapto, tolong angkat meja dan kursi yang baru dibeli kemarin untuk ruang meeting besar jam 16. Dia yang angkat yah, Aku ga mau lagi denger alasan gara-gara nungguin Kamu lah gara-gara nungguin jono lah, jam 16 Aku periksa belum disetting, Aku ajuin keluhan ke Pak Andre. Biar tamat sekalian dia..." sahut Number Ten gamblang.
Lucas mengambil ponselnya dan memencet tombol save.
Number Ten menatap Lucas penuh arti.
"Nanti mau dibeliin cemilan apa?" tanya pria itu.
"Apa aja yang Kamu suka Aku makan..."
"Pete bakar. Mau?"
Number Ten langsung bersungut-sungut. "Selera Kamu bener-bener kampungan..." Sahut wanita itu.
"Emang Aku orang kampung..." dalih Lucas sambil beranjak pergi
Kenapa dari semua sekretaris yang memiliki obrolan berbobot cuma Bianca...
Lucas tiba di kantor pusat di area yang berbeda dari Gedung Beaufort Finance. Gedung Beaufort Company ditempati oleh tiga anak usaha Beaufort Grup yang lain yaitu Beaufort Techno, Beaufort Mining dan Beaufort Property. 40 lantai dengan kapasitas huni 1.500 orang.
Ia naik ke lantai 25 lewat lift barang. Lalu melewati operator untuk pemeriksaan, dan sampailah ia di ruangan Bara di Beaufort Techno.
"Bagaimana?" tanyanya.
"Belum ada pergerakan lagi, pak." sahut Bara. Pria itu sedang memperhatikan layar besar penuh kode binary yang bergerak cepat.
"Saya kirimkan algoritma dari firewall yang baru."
"Baik pak akan segera kami proses."
"Mesin detektor sudah sampai mana?"
"Suku cadang akan tiba besok sore pak. perakitan memakan waktu kurang dari satu bulan."
"Supplier tidak tahu barang itu untuk apa kan?"
"Blue print ada disini." Bara menunjuk dahinya. Sambil tersenyum bangga.
"Usahakan jangan amnesia yah, nanti Saya kerja sendirian." dengus Lucas. Karena yang tau detail blue printnya hanya ia dan Bara.
Lalu ia berjalan ke lantai 40, lantai teratas gedung, lagi-lagi menggunakan lift barang. Ia tiba di operator yang menunduk menghormat padanya, lalu melenggangkan kaki ke ruangan Leon di Beaufort Mining.
"Pagi, Pak Alex..." Sapa Leon.
"Pagi. Coba Kamu baca dulu statementnya." Lucas menyerahkan amplop coklat ke Leon.
"Lalu tolong infokan ke kurir untuk belikan ini." Lucas menyerahkan daftar belanja milik Number Seven dan Number Eight.
Leon mengernyit membacanya. “Popok bayi enam plastik, pak?!” Lucas berdecak.
Lucas keluar dari ruangan Leon dan menuju ke ruangannya. Ia menempelkan telapak tangannya ke meja di depannya untuk membuka akses komputer.
Alexander Lucas Beaufort.
Begitu yang tertera pertama kali di layar.
Lucas memeriksa email dari semua anak usaha Beaufort dan membacanya satu persatu dengan seksama.
Ia menolak surat penawaran untuk salah satu buyer di Beaufort Mining lalu menandatangani memo internal milik Beaufort Property.
Terakhir ia mengirimkan draft memo internal untuk Beaufort Bank yang isinya kurang lebih mulai besok ia akan berhubungan langsung lewat pesan singkat dengan Number Six sebagai penghubung resmi. Ia mengirimkan email ke Leon sambil bertanya-tanya bagaimana raut muka pria itu sekarang saat menerima emailnya.
Seperti tujuan awalnya, ia ingin membuat Bianca jatuh cinta padanya. Yang ingin ia tahu Bianca akan memilih Dirinya yang OB atau Dirinya yang CEO.
Menjelang siang, Lucas kembali ke gedung Beaufort Finance untuk menyiapkan catering makan siang para sekretaris dan snack untuk meeting jam 16.
Lalu sekitar pukul 15 ia kembali lagi ke gedung pusat untuk bekerja sebagai CEO sampai malam hari.
Pukul 19 waktunya bersih-bersih. Lucas kebagian untuk bebersih di lantai 10, ruangan Direksi, dan lantai 15, ruangan Divisi Operasional, Umum dan Akunting.
Banyak hal menarik hari ini yang ia dapatkan.
Diantaranya Rapto yang misuh-misuh mengancam resign karena menurutnya perusahaan tidak adil, ada kertas covernote penting dan asli milik pengacara yang tertinggal di mesin scanning, duplikat bilyet palsu yang menyelip di sela-sela box file milik salah satu karyawan bernilai 10 milyar dengan grafir hampir sempurna, coret-coretan menyerupai tanda tangan miliknya di atas kertas hvs (mungkin sedang latihan memalsukan tandatangannya), beberapa noda air mani di ruangan pak Bima...
Dan Bianca yang keluar dari kamar mandi dengan dandanan yang luar biasa cantik.
Kali ini ia berpakaian casual. Dress selutut dan boot sebetis.
Lucas tidak bisa menahan dirinya untuk tidak memeluk bahu wanita itu.
"Hei Sayang... Mau kuanter pulang?" desisnya ke Bianca.
"Lagi seneng yah? Traktir starb**ks doong..." sahut Bianca yang kini memeluk pinggangnya.
"Tapi habis itu pulang bareng Aku. Besok Aku anter ke kantor."
"Oke. Eh, Tadi Samantha dateng ke kantor sama Pak Aria. Mukanya sumringah bener haha. Proposal dia disetujui Big Boss." Cerita Bianca.
"Wah itu sih hasil kerja keras Mbak Six yah..." sahut Lucas.
"Bianca..." sungut wanita itu kesal. "Ih, gue cium juga lo!"
"Boleh..." tantang Lucas.
Bianca menghadiahi Lucas kecupan di pipi sekilas. Hanya menempel namun membuat Lucas tertegun.
"Apa ya tadi?" tanyanya pura-pura tidak terkesan.
"Nyamuk." balas Bianca sambil menyeringai jahil.
"Bener-bener yah...nekat!"
Bianca melepaskan pelukan dan berlari menjauh, ia terkekeh menggoda Lucas.
"Kalo berani, balas..." tantangnya.
"Waduh... Kasus yah Kamu." sahut Lucas sambil berjalan santai ke arah wanita itu.
Masih terdengar tawa bergurau wanita itu.
Lucas memutuskan untuk tidak membalasnya.
Kenapa?
Karena jantungnya mulai berdegup kencang.
Ia harus membatasi pergerakan.
Karena misinya adalah membuat Bianca jatuh cinta padanya, bukan sebaliknya.
DOA TAHTIM/KHATAMAN SETIAP MALAM JUMAT
_Juz_
1. Ali. M🚣🏻🎣
2. Ali. F💫
3. Yazid🤲🤲🤲
4. Imam/ Diryono🕋
5. Fitri 🕋
6. Amel/ Umami
7. Elya 🕋❤️
8. Yoyok/Afifah🕋🫰
9. Ipeh🕋
10. Zainu🕋
11. Tri' 🥰🕋
12. Jarot😎😎😎
13. Indarti /Inayah
14. Tarom/Anik🌻
15. Asfurin🇲🇨🇲🇨🇲🇨
16. Mawar 🕋
17. Khuzaenal🕋
18. Karwati/Yossy🕋
19. Wahyudin🎓
20. Iftah🕋
21. Taufiqi 💯
22. Zaenal 🕋
23. Tutik 🕋
24. Rofi'i🌽
25. Zaini/Samsul
26. Umi Hanik✅
27. Suryanti🕋
28. Haris🕋
29. Dewi/ Kodriyah 🕋
30. Qoif 🕋🕋
*Bagi yang berhalangan bisa menghubungi yg belum dapat juz atau segera mencari yg badali terima kasih*🙏
*Mohon dibaca sesuai waktunya, kalau memang tidak bisa segera laporan biar bisa digantikan yang lain, terima kasih 🙏*
malah mantan😉
kalo stag gak nemu novel baliknya kesini lagi kesimu lagi..
kayak kisah Jihan pacarnya baratadhika , ada di dunia nyata habis diperawanin pacar digilir temen²nya bedanya di dunia nyata sampai meninggal si cewe. sekarang juga lagi viral fantasi cinta sed4rah seperti di novel nya bang Sena. atau seperti kisah Kayla nya Zaki.
aku sabar madam menanti update nya novel ongoing... mungkin madam lagi cari inspirasi, sukses dan sehat selalu madam Septira ♥️
balek lagi ke Andre....
grusah grusuh Andre kiii😔 bawa Dimas yg pinter siasat kek , apa Alex atau pak Sebastian yg kolega nya banyak , apa minta bantuan nenek nya Gerald bagaswirya yg punya bolosewu . pasti dah gengster tanpa disentuh pun mati.