NovelToon NovelToon
The Antagonist From Paris

The Antagonist From Paris

Status: tamat
Genre:Fantasi / Bad girl / Antagonis / Tamat
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vanilla Ice Creamm

Pantanganya hanya satu, TIDAK BOLEH MENIKAH. Jika melanggar MATI MEMBUSUK

Putus asa dan hancur, Bianca Wolfe (25) memilih mengakhiri hidupnya dengan melompat dari apartement Le Manoir d'Argent yang mewahnya di pusat kota Paris, Perancis. Namun, maut menolaknya.

​Bianca terbangun di ranjang mewahnya, dua tahun sebelum kematian menjemputnya. Di sebelahnya cermin, sesosok kuasa gelap bernama Lora menagih janji: Keajaiban tidaklah gratis.

​Bianca kembali dengan satu tujuan. Ia bukan lagi gadis malang yang mengemis cinta. Dengan bimbingan Lora, ia menjelma menjadi wanita paling diinginkan, binal, dan materialistis. Ia akan menguras harta Hernan de Valoisme (40) yang mematahkan hatinya, dan sebelum pria itu sempat membuangnya, Bianca-lah yang membuangnya lebih dulu.

​Kontrak dengan Lora memiliki syarat: Bianca harus terus menjalin gairah dengan pria-pria lainnya untuk menjaga api hidupnya tetap menyala dan TIDAK BOLEH MENIKAH.

Jika melanggar, MATI.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanilla Ice Creamm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Elias Thorne, Lolos

Bianca meletakkan cangkir tehnya yang sudah kosong ke atas meja.

"Lakukan, Lora. Percepat semuanya. Aku sudah benci jika tahu endingnya begini. Aku ingin segera mengepak koperku dan memulai perjalanan keliling dunia itu."

"Tapi ingat, jika aku mempercepat waktu untuk Hernan, kau juga harus mempercepat 'perburuanmu'. Jangan biarkan satu malam pun terbuang tanpa gairah dari pria baru. Tubuhmu butuh asupan energi yang besar jika kita ingin melakukan lompatan takdir ini."

Bianca berdiri, berjalan menuju lemari pakaian besarnya. "Jangan khawatir. Sore ini, kita tunggu Elias."

Satu bulan menuju kebebasan dimulai sekarang.

"Lora... tunggu, tolong jangan setiap malam. Aku butuh waktu buat diriku sendiri, aku juga ingin menonton televisi, mendengarkan musik.. aku ini masih muda Lora. Kau bilang lelah itu wajar bukan? tolonglah kumohon."

Lora terdiam, lalu melayang mendekati permukaan kaca hingga wajahnya seolah hampir menyentuh wajah Bianca di dunia nyata.

​"Tentu saja, Bianca. Aku tidak ingin instrumenku rusak sebelum konser besarnya dimulai. Jika kau kelelahan, 'rasa' yang kau hasilkan akan menjadi pahit. Aku tidak menyukai energi yang dipaksakan. Aku butuh gairah yang murni, bukan kelelahan yang dipoles."

Lora mengibaskan tangannya, dan cahaya keunguan di dalam cermin meredup, menjadi cahaya rembulan yang lembut dan tenang.

​"Baiklah. Aku akan memberimu waktu. Setiap tiga hari sekali, aku akan menutup 'selera' pria-pria itu terhadapmu. Kau akan menjadi tidak terlihat di mata mereka. Di malam-malam itu, kau bisa menjadi Bianca yang kau inginkan. Menonton film, menyesap teh tanpa harus memikat siapa pun, atau sekadar tidur tanpa gangguan."

​"Tapi ingat, saat masa jeda berakhir, aku ingin kau kembali dengan binar mata yang lebih tajam. Saat kau beristirahat, aku akan tetap bekerja di balik layar, -memastikan kesehatanmu prima dan stamina pria-pria yang akan kau temui tetap terjaga. Aku akan memastikan tidak ada penyakit atau kotoran duniawi yang menyentuhmu, sehingga saat kau kembali 'bertugas', kau adalah versi terbaik dari dirimu sendiri."

...****************...

Bel pintu apartemen Le Manoir d'Argent berbunyi tepat saat matahari Paris mulai dengan warna keemasan.

Bianca membuka pintu, menampilkan sosoknya dalam balutan summer dress tipis yang memeluk lekuk tubuhnya dengan provokatif. Ia sengaja menyandarkan bahunya di kusen pintu, memberikan tatapan yang seduktif.

Namun, pria di hadapannya hanya mengangguk sopan. Elias Thorne berdiri di sana dengan kemeja flanel cokelat yang rapi dan aroma kayu pinus yang segar. Rambutnya disisir klimis, memberikan kesan bersahaja namun berwibawa. Tangannya yang kokoh menggenggam kotak perkakas kayu yang tampak berat.

"Selamat sore, Nona Bianca. Saya datang untuk memperbaiki panel dinding yang Anda katakan lapuk kemarin," ucap Elias dengan suara berat yang tenang. Tatapannya lurus menatap mata Bianca, sama sekali tidak turun di bagian yang mengekspos kulitnya.

"Masuklah, pintu itu."

Bianca sengaja mendekat saat Elias mulai membongkar peralatannya di sudut ruangan. Ia membungkuk rendah, pura-pura memperhatikan gergaji kecil di dalam kotak, hingga helaian rambutnya menyentuh lengan Elias yang berotot.

"Udara di sini agak panas, bukan begitu, Elias? Kau tidak ingin melepas kemejamu?" bisik Bianca lembut.

Elias menghentikan gerakannya sejenak, lalu menoleh dan memberikan senyum tipis.

"Terima kasih tawaran Anda, Nona. Tapi saya sudah terbiasa bekerja dengan pakaian seperti ini. Melindungi kulit dari serpihan kayu jauh lebih penting," jawabnya tenang.

Ia kembali fokus pada pekerjaannya, jemarinya yang terampil mulai mengukur kayu dengan presisi tinggi. Bagi Elias, Bianca hanyalah pemilik apartemen yang membutuhkan jasanya. Segala pesona dan lekuk tubuh yang dipamerkan Bianca seolah membalul pada dinding kaca yang tak kasatmata; Elias Thorne berada di sana hanya untuk bekerja, bukan untuk terjerat dalam permainan yang tidak ia pahami—atau memang tidak ingin ia pahami.

"Goda dia, Bianca agar jatuh ke ranjangmu! Dia santapan organik!" Perintah Lora bergema di kepalanya.

Bianca tersenyum tipis, sebuah senyum predator yang telah menguasai seni memikat. Setelah Elias selesai mengukur panel yang akan diganti, Bianca mendekat. Ia sengaja menjatuhkan bolpoinnya di dekat kaki Elias, lalu membungkuk perlahan, memastikan gaun merahnya terangkat sedikit dan menampilkan lebih banyak lagi jenjang kakinya yang mulus. Jari-jemarinya menyentuh sepatu Elias saat ia mengambil bolpoin itu, dan saat berdiri, ia sengaja membiarkan dadanya bergesekan pelan dengan lengan Elias.

"Ups, maafkan aku, Elias," bisik Bianca, suaranya serak dan sensual. Matanya yang jernih menatap lurus ke mata pria itu, penuh janji dan gairah tersembunyi. Ia lalu menarik napas dalam, membuat lekuk dadanya semakin menonjol. "Udara panas ini membuatku sedikit ceroboh."

Elias hanya menarik tangannya dengan gerakan halus. "Tidak apa-apa, Nona," katanya datar, tanpa sedikit pun kerutan di dahinya. Ia bahkan tidak berkedip

"Sepertinya akan lebih baik jika Anda tidak terlalu dekat dengan alat-alat tajam ini."

Ia mengambil perkakasnya, berbalik, dan melangkah menuju teras dengan langkah tegap, seolah-olah baru saja menasihati seorang anak kecil. Tidak ada rona merah di pipinya, tidak ada tatapan melirik, bahkan tidak ada sedikit pun tanda bahwa ia terpengaruh oleh aroma parfum Bianca yang memabukkan atau sentuhan kulitnya yang menggoda. Elias Thorne seperti biksu yang tak tergoyahkan.

Pekerjaan Elias selesai tak lama setelah itu. Panel dinding yang lapuk kini tergantikan dengan kayu baru yang serasi, dipasang dengan presisi seorang ahli. Ruangan kembali rapi, dan semua perkakas sudah tersimpan kembali dalam kotak kayu Elias yang usang.

"Sudah selesai, Nona Bianca," kata Elias sambil berdiri tegak di hadapan Bianca. Aroma kayu dan keringat tipis menguar darinya, namun tetap bersih.

Bianca tersenyum kecut, Ia mengambil beberapa lembar uang Euro dari dompetnya dan menyodorkannya pada Elias.

Jumlahnya jauh lebih banyak dari yang seharusnya.

"Ini, untuk jasamu."

Elias mengambil uang itu, menghitungnya sejenak, lalu mengernyitkan dahi. "Ini terlalu banyak, Nona Wolfe. Hanya 14 Euro saja." Ia menyodorkan kembali kelebihannya.

"Ambil saja kelebihannya untuk membeli rokokmu,"

"Terima kasih, tapi saya tidak merokok," jawab Elias kalem, wajahnya tulus dan polos.

Bianca mencebik kesal. "Terserah buat apa pun yang kau suka. Kau boleh pergi." Ia mengibaskan tangannya, mengusir Elias, tidak lagi basa-basi.

Elias hanya mengangguk sopan. "Terima kasih, Nona Wolfe. Selamat sore." Ia pun berbalik, membawa kotak perkakasnya, dan melangkah keluar dari apartemen itu tanpa menoleh lagi. Pintu tertutup dengan suara pelan, meninggalkan Bianca sendirian dalam keheningan yang tiba-tiba terasa begitu dingin.

"Tidak masalah, Bianca. Anggap saja camilan yang gagal. Sekarang istirahatlah,"

"Esok, pria Zurich itu telah menantimu. Setelahnya, nikmati libur dua harimu. Aku akan mulai bekerja, menanamkan benih kegelisahan pada Hernan dan mantannya dan menarik tali takdir mereka dipercepat."

1
Addb_Rh
Bianca.. dr sekian pria perkasa, mana yg paling Jos Gandosss, Bianca.. jawab? 😩🤣
Vanilla Ice Creamm: kalau menurut author sih brandon, soalnya dia yg paling tulus sblm ktmu belahan jiwanya, elias 🥰
total 1 replies
Addb_Rh
Simon aya awewe na, ribet ceunah.. coba cari bujang laen, yg single meuren😌
Pengabdi Uji
cieh elah udh kadung jatuh cinta yak sama si bianca🤭 gimana ituu insting liyar nya bkin smgt yaa
Laila Sarifah
Tugas berat Bianca itu buat muasin Friedrich🤭
Alfatia🌷
Aline juga korban dari Ibunya. Tapi jadi Bianca lebih sakit.
mama Al
cermin? kok horor ya?
Addb_Rh
aku suka kata-kata mu Bianca..
"Menikmati pria-pria tampan di setiap negara" 🤣😭
Laila Sarifah
Kalau Bianca udh nggak haid lagi, habislah dia sama Friedrich🤭
Pengabdi Uji
bianca,bgitu soalnya dlu ama hernan hampir di bun bun kan jd waspada bat dy
Its me
ini ceritanya kayak reinkarnasi gitu?
Vanilla Ice Creamm: time travel kak
total 1 replies
Alfatia🌷
Aline masih punya naluri sebagai ibu. Hanya saja dia haus harta, egois, ambisius.
aska
udah sama sama selingkuh.... kelarin dulu aja🤣
Alfatia🌷
Lora itu sejenis iblis yang terbentuk dari kegelapan. Tapi disini Lora gak nahan Bianca, dia malah bantu Bianca buat lepasin kutukan itu.
aska
baru kali ini Bianca digituin.... kasian juga jadinya
Laila Sarifah
Apa Friedrich nggak ada keinginan untuk menikahi Bianca ya😣
Pengabdi Uji
apa anke bakal bantu bianca buat kabur ya🫠 kayanya kasian jg bianca di kungkung lora,tp di tanah fred jg ksian bgt idupnya🫠
Addb_Rh
Herman, jan tinggalin Bianca dulu ya. hartamu belum di kuras habis soalnya. Tunggu dong, 😌
Alfatia🌷
Lora, aku kira kamu iblisnya. Ternyata ada yang lebih inlis dari kamu😭
aska
ni orang gak ada capek nya napa
Laila Sarifah
Benar-benar Bianca dijaga alias terpenjara oleh Friedrich😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!