NovelToon NovelToon
Di Balik Mata INDIGO 2

Di Balik Mata INDIGO 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Horor
Popularitas:257.6k
Nilai: 5
Nama Author: Restia pratiwi

Setelah melewati begitu banyak hal yang menegangkan, akhirnya seorang Alia Ragasy bisa merasakan kehidupan yang tenang dan damai seperti orang lain pada umumnya, namun bukan berarti jika dia bisa lepas dari kehidupan lamanya. Saat ia pikir itu adalah hal terakhir dari masalah yang selalu mengganggunya, namun itu justru menjadi awal dari kehidupannya yang lebih sulit dari sebelumnya!

Saran author sebelum baca season ini baca yang season 1 dulu yah, karena ada beberapa bab yang akan flashback ke season 1, biar nggak bingung hehe
selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restia pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

...Di balik mata INDIGO season 2...

...BAB 10 Mimpi buruk...

Jantung Alia berdetak sangat kencang, keringat dingin mulai menetes di sekujur tubuhnya karena merasa sangat panik. Ia takut sekali jika tangan yang mengerikan itu akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap janin yang ada di dalam perutnya sekarang.

"Astaghfirullah... astaghfirullah... jangan! jangan!"

Alia berusaha untuk berteriak kepada sosok perempuan itu, namun teriakannya seolah sia-sia saja karena tangan yang mengerikan itu kini sudah menyentuh perutnya yang masih rata.

"Tolong jangan! jangan!!" teriak Alia lagi.

Tiba-tiba saja...

Azam yang duduk di samping Alia dan baru saja memejamkan matanya, mendengar Alia yang berteriak ketakutan, dia terkejut dan langsung membuka matanya kembali.

"Astaghfirullah Ragasy kamu kenapa?" tanya Azam sambil mencoba untuk menyadarkan Alia yang masih memejamkan matanya.

"Jangan!!" Alia masih saja berteriak.

"Ragasy, sadar!" ucap Azam dengan suara yang cukup tinggi.

Alia pun membuka matanya dan langsung bangun dari tidurnya. Seketika ia bersikap seperti orang linglung karena sangat bingung.

"Mas?" ucapnya pelan.

"Istighfar yah, aku di sini kok." ucap Azam yang mencoba menenangkan istrinya.

Dengan tangan yang masih gemetaran, Alia menggenggam tangan Azam dengan sangat erat, dia masih merasa takut sekaligus kaget dengan apa yang ia lihat barusan. Azam bahkan merasakan suhu dingin dari tangan istrinya itu yang ketakutan.

"Kamu mimpi buruk yah?" tanya Azam dengan pelan.

Alia hanya mengangguk sembari terus memegangi tangan Azam, ia masih tidak percaya jika hal yang ia lihat barusan ternyata hanyalah mimpi saja, namun ia juga bersyukur karena itu hanya mimpi dan tidak nyata.

Azam menengok ke arah jam dinding yang ada di kamar mereka, dan ternyata masih jam 3 pagi.

"Ambil wudhu yuk, kita sholat tahajud bareng?" Azam kembali berucap dengan lembutnya. Dia membantu Alia untuk bangun dari tempat tidur dan menuntunnya untuk mengambil air wudhu. Selain membuat hatinya merasa lebih tenang, hal itu juga semakin mendekatkan mereka kepada Tuhan dan juga ikhtiar untuk meminta perlindungan dari segala macam bahaya.

Setelah selesai mengambil air wudhu, Azam memulai sholat dan menjadi imam. Sekitar 15 menit kemudian mereka selesai, Alia masih terduduk diam di belakang Azam, Azam pun memutar posisi duduknya dan berhadapan dengan Alia.

Alia langsung meraih tangan kanan Azam dan menciumnya, lalu Azam pun membalasnya dengan mencium lembut kening Alia.

Tak lama setelah itu Alia langsung membaringkan tubuhnya di lantai dengan kepala yang berada di pangkuan Azam. Untuk sejenak Azam terdiam, mencoba memahami tentang ketakutan dan rasa kaget yang mungkin masih di rasakan Alia sampai sekarang.

Dengan lembut Azam membelai kepala Alia dengan tangan kanannya. Meskipun hatinya sudah merasa lebih tenang, namun pikirannya masih belum bisa melupakan hal yang tadi di alami, walaupun itu hanya mimpi, entah kenapa Alia merasa hal itu sangatlah nyata.

"Mas..." panggil Alia dengan sangat lirih.

"Ya... kenapa?" jawab Azam sembari terus membelai Alia.

"Aku mau dengar kamu mengaji mas..." ujar Alia.

Tanpa berkata-kata lagi, Azam pun langsung membacakan surat Al-Qur'an yang ia hapal dan juga sangat menjadi favorit Alia, yaitu surat Ar Rahman.

Seperti biasa, Azam membacakan surat itu dengan suara yang sangat merdu dan juga fasih. Itu membuat Alia merasa jauh lebih tenang hingga tanpa sadar matanya kembali terpejam.

Saat Azam menyelesaikan bacaannya, ternyata Alia sudah terlelap di pangkuannya. Dia pun melanjutkan lantunannya dengan sholawat dengan niat supaya Alia tidak mengalami mimpi buruk lagi.

Belaian tangan Azam yang begitu lembut, dan juga suaranya yang sangat merdu, membuat siapapun yang mendengarnya merasa tenang hati dan tidak ingin ia berhenti.

Namun Azam harus berhenti saat suara adzan Subuh berkumandang. Dia pun segera membangunkan Alia dengan pelan untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah.

Saat selesai sholat, Alia dengan lambat membereskan mukenanya, ia juga terlihat agak melamun dan tidak fokus dengan apa yang sedang ia kerjakan, seperti ada sesuatu yang terus mengganggunya.

Azam pun segera mendekatinya dan mencoba bertanya apa yang sedang ia pikirkan.

"Jadi kamu kenapa?" tanya Azam.

"Aku masih bingung mas, mimpi aku itu terasa sangat nyata, dan biasannya mimpi aku selalu punya makna." jelas Alia.

"Memangnya kamu mimpi apa? dan apa seburuk itu?" tanya Azam lagi.

"Aku lihat perempuan, dan wajahnya sangat mengerikan, dia keluar dari kamar ini, auranya juga sangat kuat. Aku baru pernah melihat sosok dengan aura sekuat itu, dia sepertinya mengincar..." Alia menunduk sembari memegangi perutnya.

Azam pun melihat tangan Alia yang memegangi perutnya itu, dia sudah paham apa yang ingin di katakan oleh Alia.

Dengan perlahan Azam memeluk Alia untuk membuatnya merasa lebih tenang. Pelukan itu terasa sangat hangat bagi Alia, dan hanya pelukan itu yang mampu membuat perasaannya jadi lebih baik.

"Sepertinya ada aura jahat yang sudah masuk ke kamar ini." ujar Azam.

Untuk sejenak Alia diam dan berpikir dari mana datangnya aura jahat itu, dan tiba-tiba saja ia teringat akan sesuatu.

"Oh iya mas, boneka itu!" celetuk Alia.

Alia pun melepaskan pelukan Azam dan melihat boneka Barbie yang ia letakkan di atas meja belajarnya, dan betapa kagetnya perasaan Alia saat melihat keadaan boneka itu yang sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya.

Wajah boneka yang tadinya sangat cantik itu kini berubah menjadi hitam seperti tersiram oleh tinta pekat. Gaun putihnya yang tadinya sangat indah pun kini menjadi koyak dan bewarna agak coklat seperti kotor terkena noda tanah.

"Loh mas! kamu apakan bonekanya kok jadi jelek begini?" tanya Alia dengan perasaan yang masih terkejut.

Alia ingat betul bahwa sebelum ia tidur dirinya sempat memegang dan memandang boneka itu, rupanya juga masih cantik dan indah, namun sekarang...

Alia sempat berpikir bahwa mungkin Azam yang merusak wajah boneka itu, namun untuk apa? dan tidak ada untungnya juga bagi Azam.

"Apakan bagaimana?"

Azam pun balik bertanya karena merasa terkejut juga. Dia segera mendekati Alia untuk melihat keadaan boneka itu, dan Azam juga di buat terkejut dengan tampilannya sekarang.

"Kamu mendingan buang boneka itu!" perintah Azam.

Alia hanya terdiam, dia berpikir kalau Azam mungkin juga merasakan aura kuat yang berasal dari boneka itu.

Sebelumnya Alia berpikir jika aura kuat itu memiliki aliran yang netral, jadi ia merasa tenang untuk menyimpan boneka itu di dalam kamarnya, namun sekarang saat ia memegang boneka itu, benar-benar sangat terasa dengan jelas bahwa itu mengandung aura jahat dan sangat negatif.

Tanpa basa-basi, Alia pun segera berjalan menuju ke luar rumah. Dia melemparkan boneka yang kini lusuh itu ke kebun yang berada tidak jauh dari rumahnya.

...*...

...*...

...*...

...Jangan lupa dukung author yah! like komen dan juga kasih vote di karya author ini!...

1
Anggun Lastari
kak ini aku nunggu udah 4thn kayak nya lama banget gak up²
sampai aku baca berkali² kirain baru ternyata sama😄
Des Ariesta
ga ada update ny kah lagi thor??
W. Lea🌺
lama gak buka apk ini, eh tau2nya udh lanjut
next thor next 😭
kenapa sangat berduka sekali crita ini thor...😭😭😭
Puji Lestari
lanjut tor
Vierah
masyaallah setelah lama baru di up lagii lanjutannya thor.. semoga authornya sehat selalu 😇😇😇
lanjut lagii thor penasaran banget 🤭
Puji Lestari
lanjut
Puji Lestari
keren
Puji Lestari
up lagi
Introvert
semangat ka 🙆🥰
Puji Lestari
lanjut
Mutyara
mantap lanjutkan Thor
Puji Lestari
keren
Puji Lestari
lanjut
Introvert
keinget kata² seorang kakek yang bilang "ujian kali ini sangat berat"😭
Mutyara
lanjutkan Thor s
Mutyara
lanjutkan Thor
Puji Lestari
keren setelah sekian lama menunggu akhirnya up lagi
Puji Lestari
lanjut
Mutyara
lanjutkan Thor
Introvert
Alhamdulillah update lagi🥰🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!