NovelToon NovelToon
PUTRI MAHKOTA TANPA SINGGASANA

PUTRI MAHKOTA TANPA SINGGASANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: sjulerjn29

Dia dilahirkan bukan dari darah bangsawan, namun takdir memilihnya sebagai pewaris tahta. Elisa, sang putri mahkota justru menolak singgasananya bukan karena takut, tapi karena keyakinan bahwa saudaranya lebih pantas menduduki posisi itu. Namun niat tulusnya justru memicu perpecahan, meninggalkan luka dan kepergian sang kakak dalam diam.
Dalam pencarian untuk memulihkan kehormatan dan cinta keluarganya, Elisa terseret dalam pusaran pengkhianatan, ambisi, dan cinta yang menghancurkannya. Ditinggalkan oleh cinta pertamanya, dikhianati oleh orang-orang yang ia percaya, dan dipertemukan dengan cinta baru yang penuh tantangan. Elisa belajar bahwa "Mahkota" tak selalu berupa logam mulia, kadang mahkota sejati tersembunyi dalam kebenaran, keberanian, dan ketulusan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sjulerjn29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. HILANG INGATAN

‎Fajar mulai menampakkan sinarnya. Cahaya pagi menyelinap di sela pepohonan, menyentuh wajah Elisa yang terlelap. Ia mengucek matanya perlahan, lalu menguap lebar tanda tidur yang terasa begitu nyenyak.

‎“Nyenyak sekali tidurku…” gumamnya pelan, matanya masih berat menyesuaikan diri dengan cahaya.

‎Namun beberapa detik kemudian, dahinya mengernyit. Ada sesuatu yang terasa ganjil.

‎“Ini… bukan kamarku. Kenapa aku..” ucapannya terhenti saat pandangannya turun ke jubah yang menutupi tubuhnya.

‎“Jubah siapa yang kupakai?” bisiknya heran.

‎Saat ia bergerak, tangannya tanpa sengaja menyentuh sesuatu yang hangat.

‎Elisa menahan napas. Perlahan, nyaris tak berani, ia menoleh ke samping. Jantungnya seketika berdegup keras ketika melihat Johan tertidur di sebelahnya, lengannya melingkar pelindung di pundaknya.

‎Seketika wajah Elisa memucat. Ia nyaris berteriak, namun cepat-cepat menutup mulutnya sendiri, menahan kepanikan agar tak memicu kehebohan di istana.

‎“Kenapa aku bisa tertidur di sini… bersamanya?” bisiknya dengan suara gemetar.

‎Matanya menelusuri wajah Johan yang masih terlelap. Guratan lelah jelas terlihat, seolah ia hampir tak tidur sama sekali. Namun perhatian Elisa justru tertuju pada sesuatu yang lain, bibir Johan tampak sedikit bengkak, dengan luka kecil di sudutnya.

‎Seketika dadanya terasa sesak.

‎“Apa yang aku lakukan semalam…?” gumamnya panik.

‎Ia mencoba mengingat, memaksa pikirannya menelusuri potongan ingatan yang tersisa, namun hasilnya nihil. Kepalanya terasa kosong.

‎“Apa aku memukulnya? Kalau aku bertanya pada Jo… tidak, itu tidak mungkin. Bagaimana ini?” napasnya memburu.

‎Tak ingin mengambil risiko, Elisa perlahan melepaskan diri dari pelukan Johan. Ia berdiri dengan hati-hati, memastikan tak membangunkannya.

‎“Aku harus pergi dari sini. Sekarang,” bisiknya tegas pada diri sendiri.

‎Dengan langkah tergesa namun senyap, Elisa berlari kembali ke dalam istana sebelum ada mata yang melihat kebersamaan mereka.

‎Sesampainya di kamar, kegelisahannya justru semakin menjadi. Ia mondar-mandir tanpa arah, pikirannya penuh dengan tanda tanya yang tak terjawab. Ia menggigit bibir bawahnya tanpa sadar hingga terasa perih.

‎“Ah…” desahnya pelan.

‎Langkahnya terhenti di depan sebuah cermin berlapis emas di atas meja rias. Ia menatap pantulan dirinya sendiri, wajah pucat, mata gelisah, dan jejak kelelahan yang tak bisa disembunyikan.

‎“Astaga… apa yang terjadi padaku?” bisiknya lirih.

‎Tangannya terangkat, menyentuh bibirnya sendiri seolah mencari jawaban.

‎“Jangan-jangan…” kalimat itu menggantung, tak sanggup ia lanjutkan.

‎Elisa menutup mata, berusaha mengingat kembali kejadian malam sebelumnya. Namun ingatannya tetap gelap, seolah ada bagian waktu yang sengaja dihapus dari hidupnya.

‎Dan ketidaktahuan itu justru membuat dadanya semakin sesak.

‎Di tempat lain, Johan mulai terbangun. Matanya terbuka perlahan, dan senyum spontan langsung terlukis di wajahnya. Ingatan tentang kejadian semalam membuat rautnya tampak cerah, hampir tak bisa disembunyikan.

‎“Hemmm… semalam adalah malam terindah dalam hidupku,” gumamnya puas.

‎Ia menoleh ke samping, berharap melihat sosok yang sama seperti saat ia terlelap. Namun tempat itu sudah kosong. Elisa telah pergi.

‎Johan tersenyum kecil, bukannya kecewa, justru seolah menyimpan kenangan manis itu rapat-rapat.

‎“Aku tak akan melupakan malam itu… sampai kapan pun,” ucapnya lirih.

‎Tangannya terangkat, menyentuh bibirnya sendiri. Tanpa sadar ia terkekeh, senyum kecil mengembang di wajahnya.

‎Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama.

‎Tiba-tiba seseorang muncul dari balik bayangan dan menarik kasar kerah bajunya. Tubuh Johan tersentak ke depan.

‎“Jo… kau munafik sekali!” bentak Ray dengan mata menyala. “Kau bilang padaku kau tak akan menyukainya, tapi semalam kau begitu akrab dengannya!”

‎Ray mendengus penuh amarah.

‎Johan justru tertawa kecil, mengejeknya. Ia menepis tangan Ray dengan santai.

‎“Memangnya kenapa?” jawabnya dingin.

‎“Kau ingin merebutnya dariku?” Ray menekan suara, penuh ancaman. “Atau kau memang berniat bersaing denganku?”

‎Tanpa peringatan, tinju Ray melayang menghantam pipi Johan.

‎Bugh!!

‎Johan terhuyung sedikit, refleks memegangi pipinya yang terasa panas. Namun tatapannya justru mengeras.

‎“Memang kenapa?” katanya menantang. “Kau takut?”

‎Ia menegakkan tubuhnya kembali, menatap Ray tanpa gentar.

‎“Lihat saja nanti. Aku akan menghalangi niat burukmu pada Elisa,” ucapnya tajam.

‎“Kau tahu apa?” lanjut Ray, suaranya bergetar oleh emosi yang tertahan. “Aku menyukainya dengan tulus.” bantah Ray.

‎“Aku tahu kau berbohong, Ray,” lanjut Johan, lalu mendorong tubuh Ray hingga pria itu terhuyung mundur. Ekspresi Ray yang gelagapan seolah membenarkan dugaan Johan.

‎Lalu keheningan tercipta sesaat.

‎Akhirnya Johan menarik napas dalam.

‎“Baiklah,” katanya datar. “Aku jujur. Aku memang menyukainya. Dan mulai sekarang, kita bersaing… secara sehat.”

‎Tanpa menoleh lagi, Johan berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Ray yang masih terpaku di tempatnya.

‎“Baik! Siapa takut!” teriak Ray sambil menunjuk punggung Johan yang semakin menjauh. “Lihat saja nanti!”

‎Ray mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras.

‎“Tujuanku pasti tercapai,” gumamnya dalam hati.

‎“Dan tak ada siapa pun yang boleh menghalangiku… termasuk dia.” ujarnya dalam hati.

‎Di tempat lain, Liliput baru saja kembali dari perjalanannya mencari rempah-rempah, bahan langka yang ia perlukan untuk menyempurnakan ramuannya.

Tubuh kecilnya melangkah cepat menyusuri hutan, namun langkahnya mendadak terhenti begitu melihat rumahnya, pintunya terbuka. ‎Alisnya berkerut, ada sesuatu yang tak beres.

‎Saat ia masuk, pemandangan di dalam membuat dadanya berdesir. Peralatan berserakan, botol-botol ramuan tak lagi tersusun rapi, dan beberapa lembar catatan tergeletak sembarangan.

‎“Astaga… kenapa berantakan sekali?” gumamnya.

“Siapa yang berani masuk ke sini?”

‎Ia terdiam sejenak, lalu wajahnya berubah.

‎“Tapi… yang mengetahui tempat ini hanya aku dan Elisa.”

‎Jantungnya berdegup lebih cepat.

‎“Jangan-jangan… ini ulahnya.”

‎Liliput segera merapikan ruangan dengan cekatan. Saat itulah matanya menangkap sesuatu di atas meja, sepucuk surat yang dijepit sebuah gelas kosong. Tangannya yang keriput meraih surat itu, lalu membacanya dengan saksama.

‎“Liliput, kamu ke mana? Aku butuh bantuanmu. Maafkan aku jika semua berantakan. Satu hal lagi, aku terpaksa menghabiskan air minum mu karena tenggorokanku sangat haus. Jangan marah padaku!”

‎Wajah Liliput langsung memucat.

‎“Apa…?” suaranya tercekat.

‎Ia menatap gelas kosong itu dengan mata membelalak.

‎“Itu bukan air biasa…”

‎Air itu adalah ramuan yang ia buat dan belum sempurna, belum stabil, sama sekali belum aman.

‎“Astaga… Elisa,” desahnya cemas. “Jika sedang panik kau memang selalu ceroboh.”

‎Tanpa membuang waktu, Liliput langsung bergerak. Ia menyalakan api, meletakkan kuali di atasnya, lalu meracik penawar dengan tangan yang sangat terlatih. Rempah-rempah alami dimasukkan satu per satu, diaduk cepat, uap harum bercampur energi magis memenuhi ruangan.

‎Karena kemampuannya, ramuan penawar itu tercipta dalam waktu singkat.

‎“Pasti sekarang dia sedang kebingungan,” gumam Liliput. “Dan akan sangat berbahaya jika ada orang lain yang menyadarinya.”

‎Ia menuangkan cairan itu ke dalam dua botol kecil, lalu mengikatnya dengan tali. Sebuah surat kecil ia selipkan di sisinya, berisi peringatan dan petunjuk singkat.

‎Liliput melangkah keluar rumah dan menengadah.

‎“Raja… Rajawali… kemarilah. Ada tugas untukmu.”

‎Dari kejauhan terdengar pekikan nyaring membelah udara. Sesaat kemudian, seekor burung pemangsa melesat turun. Sayapnya lebar, paruhnya tajam, cakarnya kuat, cukup untuk membuat siapa pun gentar.

‎Namun di hadapan Liliput, burung itu patuh. Ia bertengger di lengan mungil Liliput tanpa perlawanan. Ternyata Rajawali adalah burung pemberian Elisa, pengantar pesan rahasia di antara mereka.

‎Liliput mengikat botol penawar itu di kaki sang burung.

‎“Tolong antarkan ini pada Elisa,” ucapnya serius. “Jangan sampai ada seorang pun yang mengetahui. Berangkatlah sekarang.”

‎Rajawali itu mengepakkan sayapnya, lalu terbang cepat menembus langit dengan pekikan melengking. Suaranya menggema, membuat siapa pun yang mendengarnya bergidik ketakutan.

‎Sementara Liliput hanya bisa menatap kepergiannya dengan cemas.

‎“Bertahanlah, Elisa,” gumamnya pelan. “Semuanya masih bisa diperbaiki… selama belum terlambat.”

Bersambung...

Apa yang akan direncanakan Ray selanjutnya?

Siapa yang akan terpilih oleh Elisa ya?

Semoga obat penawarnya sampai di waktu yang tepat ya..

kawal terus kelanjutannya ya jangan lupa kasih suport seperti vote, like, komen dan subscribe. Terimakasih 🥰

1
Risa Yayang Selamanya Bahagia
Ceritanya menarik dan seru banget selalu membuat penasaran dengan kelanjutan kisah Elisa alurnya juga keren dan kata katanya mudah di pahami
Risa Virgo Always Beau
Kasihan banget Elisa di khianati orang orang yang di percaya seru banget deh novelmu tentang fantasi wanita ayo semangat up kak
Raine
bukannya bagus ya bisa dengar pikiran orang lain, kalau ada yg niat jahat bisa siaga duluan
sjulerjn29: iya juga sih k,cuman kalo dengar pikiran semua orang dalam satu waktu bisa buat pusing juga
total 1 replies
checangel_
Posthing aja, mungkin menjadi lebih baik lagi dari masa lalu/Smile/
checangel_
Ada baiknya kamu tidak membuat ramuan itu, Liliput ... kamu jadi kena getahnya bukan? gimana kalau beralih profesi aja? /Hey/
sjulerjn29: iya nanti dia jadi mantri ajalah🤭
total 5 replies
checangel_
Bener Kak, terkadang apa yang kita inginkan tak sepenuhnya takdir kita🤧
sjulerjn29: benar k, terkadang sesuatu yang kita dapatkan lebih baik dari apa yang kita inginkan
total 1 replies
checangel_
Kok berasa, ingat realita 🤧
checangel_
Bukan kebetulan tapi kesengajaan 🤣
checangel_
Tingkah mereka mengingatku pada trio pengawal Raisa 🤭
sjulerjn29: okeh ka🤭
total 5 replies
checangel_
/Good/
Oma yeni*🦋
nggak mungkin Elisa mudah melupakan mimpinya
Oma yeni*🦋
kalau begini, kelihatannya nggak ada satupun di antara mereka berdua yg bakal jadi pasangan Elisa
sjulerjn29: haha..bener ya Meilani sama Selina gk marah nih🤣
total 3 replies
Oma yeni*🦋
dalam kehidupan nyata, harta lebih utama hingga tak kenal sanak saudara /Sleep/
Oma yeni*🦋
itu seringkali terjadi, rain 🤭
Oma yeni*🦋
untunglah, Elisa sudah sadar
checangel_
Macam deja vu, tapi ini beda🤧 gimana ya jelasinnya? soalnya senyata itu dan seklop itu antara mimpi dan realitas
sjulerjn29: iya kadang kita ngerasa ngos ngosan padahal realnya lg tidur
total 1 replies
checangel_
Iya benar, karena urusan yang tak penting lebih baik abaikan dan tinggalkan🤭
sjulerjn29: bener ka🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᴊᴇᴍɪᴍA💘ѕ⍣⃝✰zc❖
astaga Elisa dmna2 banyak yg menyerangmu, ampe di mimpi pun 🥺
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘᴊᴇᴍɪᴍA💘ѕ⍣⃝✰zc❖
ni mksdnya Elisa spesial kah?
Oma yeni*🦋
kayaknya Elisa ini punya seseorang yg melindunginya tanpa terlihat wujudnya 🤭
Oma yeni*🦋: 🤣🤣🤣🤣🤣 Kodam nenek leluhur
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!