NovelToon NovelToon
Petualangan 5 Sahabat

Petualangan 5 Sahabat

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:122.3k
Nilai: 5
Nama Author: GPS_17

Nadia, gadis berusia 20 tahun yang tidak tahu bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung Teratai Biru, Putri Nadi.

Saat sedang menginap di sebuah penginapan milik seorang kakek tua, Kakek San. Secara tidak sengaja Nadia telah membaca sebuah mantra yang membuat dia dan keempat sahabatnya masuk ke sebuah dunia asing.

Saat sudah mengetahui bahwa dirinya adalah reinkarnasi Sang Pelindung, Nadia harus menyelesaikan tugasnya yang belum usai, mengembalikan keseimbangan Negeri Resyam seperti sedia kala.

Di bantu keempat sahabatnya dan petunjuk dari Buku Resyana, Nadia harus membentuk kembali Pedang Emas Sang Pelindung yang terpecah.

Melewati dunia yang penuh bahaya dan melawan monster mengerikan. Bukan hanya itu, akan ada banyak misteri yang akan terpecahkan

Dimulai dari Naga kejam Man Black di Hutan Hitam, Monster Silver Death Worm di Dunia Kebalikan, hingga musuh terbesar Sang Pelindung, Perdana Menteri Basilia yang licik dan tamak. Dialah yang mengambil paksa tahta ayah Putri Nadi dan mengambil keseimbangan di Negeri Resyam.

Akankah mereka berhasil?

Skuy Simak...Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GPS_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Penolong

EPISODE SEBELUMNYA

Nadia yang masih setengah tidak sadar melihat seseorang sedang melawan ular raksasa itu. Namun ia tak tau persis siapa orang itu, pada akhirnya ia juga ikut pingsan.

...🍀🍀🍀🍀🍀...

\~PAGI HARINYA\~

Burung-burung berkicau dan sinar matahari menyinari ruangan Nadia yang sedang tertidur nyenyak.

"Aduhh.." kata Nadia terbangun dengan memegang kepalanya.

Ia membuka mata.

"Hah?! tempat apa ini? dimana aku?" tanyanya pada diri sendiri.

Ia lalu teringat kejadian semalam.

"Ular itu..ular"

Nadia lalu berlari keluar ruangan itu. Diluar ia melihat hutan dengan tanaman dan rerumputan hijau yang begitu indah disinari sinar matahari pagi serta terdapat sedikit embun di permukaan dedaunan hijau tersebut.

"Wow..indahnya" kata Nadia.

"Tunggu, ini rumah pohon..siapa yang membuatnya..ini begitu indah" kagum Nadia.

"Tapi bagaimana aku bisa selamat?...siapa yang menolongku?..Bagiamana dengan teman-temanku? apakah mereka selamat?" tanyanya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba..

🎶🎶🎶🎶🎶🎶

"Nada itu..nada seruling itu.." pikir Nadia. "Nada itu sepertinya aku familiar, tapi dimana aku mendengarnya?" pikirnya lagi.

Nadia mencoba mengingat-ingat tentang nada seruling itu. Saat ia sedang berpikir, nada merdu itu kembali muncul.

🎶🎶🎶🎶🎶🎶

"Nada itu lagi..aku harus mengetahuinya" kata Nadia.

Karena penasaran Nadia berlari menuju suara seruling itu. Dengan diiringi nada itu ia melewati hutan yang hijau dan luas. Dimana-mana terdapat hamparan pohon tinggi dan rumput yang tumbuh dengan suburnya. Ia terus berlari mencari sumber suara seruling. Nada itu berhenti.

"Hah..hah...nada itu berhenti disini" kata Nadia terengah-engah.

Sampailah ia di tengah hutan bambu yang indah. Dimana-mana hanya ada bambu hijau yang menjulang tinggi ke atas.

"Hey apa ada orang disini?" teriak Nadia.

Tidak ada jawaban, yang ada hanya angin yang menggoyangkan pohon bambu sehingga pohon bambu itu mengeluarkan suara merdu yang menenangkan.

"Hem..tidak ada siapapun disini..sebaiknya aku kembali saja" kata Nadia melangkah keluar dari hutan bambu itu.

"Tap..tap..tap"

"Sepertinya dari tadi aku ditempat yang sama deh..jangan jangan aku tersesat" kata Nadia mulai gelisah.

Nadia mencoba sekali lagi.

"Hah?! masih tempat yang sama kurasa.."

"Haah" Nadia duduk kelelahan di bawah bambu.

"Grrr"

"Em?! suara apa itu?"

"Grrr"

Nadia berdiri dan mulai waspada.

"Siapa disana?"

"Grrr"

Sesuatu mulai melangkah mendekati Nadia.

"Hah?! ada yang mendekat" pikir Nadia waspada.

"Dari mana suara itu berasal?" pikir Nadia lagi.

KRESEK..KERSEK..

"Hah?! siapa disana!"

Nadia menoleh ke belakang untuk memastikan.

"Tidak ada apapun"

Tanpa ia sadari ada sesuatu di belakangnya.

"Grrr"

"Glekk.." kaget Nadia menelan ludah dan menoleh perlahan.

"Arghhh!!" suara seekor Jaguar menyerang Nadia.

"Aaaa!!" teriak Nadia memejamkan mata.

"Auwo...uwo.."

"Hah?!" Nadia membuka mata keheranan.

Jaguar itu juga heran dan menoleh ke belakang.

Tiba-tiba datanglah seorang pemuda memakai rompi dan celana selutut berwarna cokelat, memakai ikat kepala di keningnya, beralaskan sandal kulit seperti sandal gunung berwarna cokelat, dan membawa seruling, datang berayun menolong Nadia. Ia menarik tangannya sehingga Nadia ikut berayun bersamanya dan meninggalkan jaguar itu.

"Iwow!" kata Nadia melihat ke bawah.

"Tunggu..bukannya ini hutan bambu?..bagaimana dia bisa berayun?..hah?" pikir Nadia lalu ia menatap pemuda itu.

...🍀🍀🍀🍀🍀...

"Yap kita sudah sampai." kata pemuda itu menurunkan Nadia.

"Eh, ini rumah pohon yang tadi," kata Nadia.

"Wah, ingatanmu sangat bagus ya" kata pemuda itu.

"Ya kali.." pikir Nadia.

"Tunggu kau bisa bicara?" kata Nadia.

"Tentu saja aku bisa!..kau kira aku apa, hah!" gertak pemuda itu.

"😅ahahaha..aku kira kau seperti tarzan...auwo!!" kata Nadia.

"Jahat" pikir pemuda itu membungkuk lemas.

"Emm..bagaimana kau bisa berayun di pohon bambu? secara kan.." tanya Nadia ke pemuda itu.

"Oh itu..mudah, aku hany-_"

"Nadia?" kata seseorang.

Nadia menoleh "Hah?! Rio..kau selamat?" tanyanya.

"Ya tentu saja, kan aku berdiri disini." jawab Rio.

"Kalau kau juga selamat berarti teman-teman kita.."

"Selamat" sahut Fikram, Dina, Manda.

Nadia dan Rio juga pemuda itu menoleh.

"Ya kami juga selamat." kata Fikram.

"Tapi siapa yang menyelamatkan kita dari ular gendut itu," kata Dina.

"Emm..aku tidak tahu..apa?.." kata Nadia melirik ke arah pemuda yang menyelamatkannya tadi.

"Eh..kenapa kau meliriku begitu?" kata Pemuda itu.

"Kau kan yang menyelamatkan kami..iya kan?..jawab!" tanya Nadia.

"E..e..e" gugup pemuda itu.

"Dia siapa, Di?" tanya Rio.

"Iya, kau siapa?" kata Manda.

"Hey..hey..siapa kamu?" tanya Fikram dengan nada menyanyi.

"Ish" Dina memukul lengan Fikram.

"Aduh..apaan sih?" rintih Fikram

"Iya, siapa kau sebenarnya?" tanya Nadia.

"Hah?! dia memang bukan Nadiku" gumam pemuda itu.

DI KERAJAAN..

"Ooo..jadi dia yang mengalahkanmu, Dus" kata Raja melihat pemuda yang menolong Nadia tadi di bola kristal miliknya.

"Iya Raja..mohon maaf raja nama saya Medusa..bukan Dus"

"Ah..suka hati saya dong! siapa kamu berani mengajariku!" marah Raja.

"Ampun raja..hamba tidak bermak-_"

"Ah, cukup..dasar Dus Atua!" bentak Raja pada Medusa sambil meminum anggurnya.

Medusa terdiam.

"Tunggu, siapa dia? Maha Raja" kata penasehat menunjuk ke arah Nadia.

Raja memuntahkan anggurnya setelah melihat Nadia.

BRUZZZZ..

"Di..di...dia masih hidup?!" panik Raja.

"Haah..kenapa aku yang kena sembur sih" gerutu Medusa dalam hati.

"Jadi..benar ramalan itu" kata penasehat raja.

"Hiih..tak akan ku biarkan ramalan itu terjadi!" geram Raja.

"Hey, ditanya malah melamun" kata Nadia melambaikan tangannya dihadapan pemuda itu.

"Hah?! iya kenapa.." bingung pemuda itu.

"Aduh..namamu itu siapa?" tanya Nadia.

"Oh..namaku..bilang dong dari dulu. Ok, jadi namaku...

Bersambung...

1
Muhammad Fauzi
kebanyakan flashback thor,,, jadi teka-teki sendiri/Hey//Hey//Hey/
Muhammad Fauzi
kepalaku loading dah kalo gini bacanya.
masa baca juga sambil mikir artinya/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Muhammad Fauzi
jangan" rio dan nadia adalah sepasang kekasih di masa lalu
/Smug//Smug//Smug/
Ucy (ig. ucynovel)
wah sdh end, semangat buat karya baru thor 😊
Ucy (ig. ucynovel)
hai otor keren, aku mampir lg setelah sekian.abad 😁
silviaanugrah
follback dong kak 🙏
Pa'tam
menarik
Eva Santi Lubis
boom like
S_P astuti
mereka ternyata dimanfaatkan dikelabuhi gelem akunya...
S_P astuti
pipo... aku bersedia... dengan senang hati .

senior galak hadir lagi , maaf lama tak mampir ..
S_P astuti
ganti baju nya dulu neng...
biar syantik😍
chonurv
Wah, bukunya ternyata pakai jaringan. Haha.
KOwKen
uih udah sebanyak ini, bakalan balik lg ni dr atas
Kayuni"
mampir yok kak di novelku ketentuan Nasib, terimakasih 🙏
Raza Alfz
woah
Esa Aurelia
Maaf namanya wedus bukan medusa 🤣🤣🤣😂
Esa Aurelia
ngeri banget ada ular siluman dah 😌
Esa Aurelia
sekarang bukan keroncongan lagi ya tapi konser dangdut 🤣
Tetesan Tinta
semangat kk💪

kalau ada waktu luang mampir juga dikaryaku😅
sri har yanti
mantappp👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!