NovelToon NovelToon
DIKEJAR MANTAN

DIKEJAR MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.

"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.

Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BIAR SELAMAT

"Mama ke mana?" tanya Gesta dalam panggilan telepon, pulang kerja bukan disambut masakan mama malah melihat dua orang stress karaoke di ruang tengah. Siapa lagi kalau bukan Dion dan Wilona. Gesta sampai bingung, hubungan mereka itu sudah putus apa belum sih, kenapa setelah Wilo bersama Bang Anton, dan Dion masih terima. Pikiran Gesta, memang kalau sudah berbuat begitu dengan lelaki lain, mau gitu terima dan dipakai lagi. Mendadak Gesta pusing, dan ingin melempar vas keramik pada mereka.

"Ini rumah orang bukan tempat karaoke bersama LC!" ucap Gesta sembari mematikan tv, ia juga memikirkan kenyamanan sang papa. Kesalahan papa memang fatal, tapi Gesta masih punya hati untuk memperhatikan kesehatan dan juga kenyamanan beliau.

"Sewot amat, Pak. Papa sambung aku aja gak protes," sahut Wilona sembari duduk di sofa dan menegak minuman beralkohol. Dion pun mengikuti apa yang dilakukan Wilona.

"Papa kamu sudah istirahat, kamu lupa kalau kamar papamu sekarang kedap suara? Gak usah lebay. Sebentar lagi kamu bakal aku tendang dari rumah ini kalau kebanyakan protes!" ancam Dion.

Gesta pun berlalu dan segera menghubungi sang mama, heran juga kenapa mama tidak ada di rumah semalam ini.

"Mama menginap di klinik, Ges. Dua monster itu masih di rumah, dan mama gak mau tambah stress!" jujur mama lebih baik mengalah demi kewarasan mental beliau. Mungkin bagi beberapa orang, lawan saja orang yang semena-mena seperti Dion. Pertahankan harta yang sudah dikumpulkan bersama suami, enak aja ada anomali yang tak pernah berjuang malah menguasai harta itu.

Hey, toples wafer. Kalau pikirannya terfokus pada harta memang ada rasa kecewa membiarkan dua anomali itu menguasai rumah, tapi mama Gesta tak mau mentalnya berantakan hanya melihat kelakuan bodoh keduanya, ditambah sang suami sepertinya sangat berat melarang adiknya. Saatnya fokus dengan diri sendiri, toh aset atas nama mama Gesta juga banyak, dan disimpan di tempat aman. Kalau mereka mau ambil rumah itu silahkan, percayalah, rumah yang sudah terlalu banyak dijadikan huru-hara dan ada pengkhianatan sudah tak pantas disebut rumah lagi.

Gesta pun juga begitu, daripada Wilo berbuat senewen. Lebih baik ia pergi juga, membawa berkas penting yang ia miliki dan beberapa potong baju, melewati keduanya tanpa menyapa, menemui sang mama.

"Lihatlah, katanya sayang sama suami dan papanya. Ujung-ujungnya meninggalkan, abang aku juga! Miris ya abang punya anak dan istri seperti mereka," celoteh Dion seolah kakak ipar dan keponakannya salah. Padahal, kalau dipikir, mama Gesta juga cukup sabar menghadapi dirinya yang menggerogoti rumah tangga mereka sedikit demi sedikit. Tak salah kan seorang perempuan pergi, bila suaminya tidak bisa melindungi diri. Saat masih sehat saja, sangat melindungi sang adik, apalagi saat sakit begini yang tak punya power sama sekali. Pasti membiarkan apa yang dilakukan Dion.

"Kita jahat gak sih, Ma meninggalkan papa sendiri?" sebagai anak tunggal, tentu Gesta juga berat meninggalkan sang papa sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, rumah itu sudah tidak layak disebut rumah. Tak ada kenyamanan, malah memberikan efek negatif pada diri orang waras.

"Salah. Tapi mama memang mau egois!" jawab mama tegas. Selama ini memaklumi sikap sang suami kepada adiknya, tapi kali ini tidak. Mama akan egois, dan lebih mementingkan diri sendiri. Rumah tangga harusnya setara, bukan untuk saling menyakiti, terlebih ada pengkhianatan.

"Mama saat ingin bercerai, karena papa masih membela Dion dulu, pada akhirnya mengalah juga. Masa' sekarang harus mengalah lagi, mengikuti tingkah Dion yang senewen itu. Ya yang waras, Ges. Kok hidup mama akan dibuat menderita di akhir demi Dion, bila mengalah terus. Mama tak mau itu terjadi."

"Gesta tahu, Ma. Lalu papa bagaimana di sana?" tanya Gesta.

"Silahkan kamu jenguk, pastikan beliau baik-baik saja dengan perawatnya. Dion dan Wilona tidak akan keluar dari rumah itu memang!" jelas sang mama kemudian menunjukkan sebuah chat.

Abang memberi izin aku pulang ke sini, dan Wilona juga. Jadi gak usah sok menguasai rumah ini. Chat Dion inilah yang menjadi alasan mama Gesta tidak pulang. Masih tidak habis pikir sang suami mengizinkan sang adik dan Wilona untuk tinggal di situ, mama Gesta tak tahu rayuan apa yang dilontarkan Dion pada sang suami.

"Papa sudah cerai kan dengan ibu Wilona?" tanya Gesta, sepemahaman dia sudah. Tapi mama menggeleng.

"Tak tahu, dan mama tak mau tahu, yang jelas Wilo masih menyebut papa sambung!"

"Kita harus mulai hidup mandiri, Ges. Persiapkan dirimu untuk melepas perusahaan itu, karena mama yakin suatu saat nanti, orang seperti Dion dan Wilona kalau sudah tak punya uang akan melakukan banyak cara untuk mengeruk uang perusahaan. Mama gak mau, hidup kamu berantakan demi menyelamatkan perusahaan itu. Mama minta ke kamu untuk hidup tenang, berkecukupan, meski tak bergelimang harta seperti sekarang!"

"Iya, Ma!" jawab Gesta. Percakapan dalam antara mama dan anak, berharap lebih baik untuk esok hari. Berhadapan dengan orang yang gila harta juga berat, tentu mereka akan melakukan banyak cara agar tujuannya tercapai.

Selamat pagi, Pak Gesta.

Papa Anda sudah bersih dan sedang berjemur, namun saya ingin melaporkan. Bahwasannya adik beliau sedang mengajak bicara dengan menyodorkan beberapa berkas. Saya khawatir dengan kondisi papa Anda, karena beliau harus tenang. Mohon, sekiranya Pak Gesta datang untuk mengecek kondisi beliau.

Chat dari perawat papa, membuat Gesta menghela nafas berat. Harusnya pagi itu chat yang masuk, chatnya Niar agar menambah semangat. Ini malah chat berat dan masih berurusan dengan Om sialan itu.

Gesta terpaksa langsung menuju rumahnya dulu, menginformasikan ke Jaka bahwa dirinya telat. Begitu sampai rumah, sebuah pemandangan yang tak pernah ia inginkan. Bagaimana tidak, Wilona memakai baju super sexi dan bergelayut manja pada Dion di ruang tengah.

"Wah, datang di saat yang tepat!" ucap Dion dengan seringai tipis, dan spontan melempar sebendel berkas.

"Baca!" lanjut Dion tegas.

Gesta mengambil berkas itu, dia tersenyum muak. "Om paksa papa bagaimana?" tanya Gesta setelah membaca sekilas perihal berkas itu. Sang papa menyetujui Dion kembali ke perusahaan dan mengolah bersama dengan Gesta.

"Kalau mau ambil semua saja!" lanjut Gesta tak peduli dengan kelakuan Omnya. Ia menuju ke halaman samping, sang papa masih berjemur.

"Pagi, Pa!" sapa Gesta sembari berjongkok di depan sang papa.

"Pa..pa.Pagi. Maaf!" ucap beliau terbata, Gesta tersenyum karena sang papa tampak sehat. Sang perawat pun menjauh, mungkin memberi ruang pada ayah dan anak untuk bicara.

"Ma..af!" ucap papa lagi. Gesta mengangguk.

"Om Dion mungkin lebih membutuhkan, Gesta juga tak mau bertengkar karena harta dengan keluarga papa. Papa pasti yakin, Gesta bisa membangun usaha sendiri, ya kan?" Gesta masih berpikir positif, sang papa yakin akan kemampuannya. Sehingga mengizinkan Dion masuk.

"Pa..pa ten..tena tenang!" lanjut beliau. "Pa ..pa salah!"

"Papa tenang kalau perusahaan itu jatuh ke Om dan Gesta bangun usaha sendiri?" tanya Gesta mengartikan ucapan terbata sang papa. Papa mengangguk.

"Karena banyak kesalahan yang papa dan kakek lakukan dari perusahaan itu?" tanya Gesta lagi dan papa mengangguk.

"Bial se..se...selamat!" ucap papa dengan cadel. Gesta paham, dan mungkin ia lebih legowo tak memegangnya.

Cay. Bantu aku ya! Chat Gesta setelah menemui sang papa. Mungkin lebih baik memang begini, dan orang pertama yang dimintai tolong adalah Niar untuk tumbuh bersama.

1
FiKiBiMi
kok ya seneng akunya..
lanjotkan kak🤭
Nur Wakidah
stop jangan marah Bang Gessss 🤣🤣🤣 kan situ ndiri yg kurang tegas ,
FiKiBiMi
maaciyaw akak. sering2 5bab minimal 🤭
FiKiBiMi: 😄😄😄😄😄😄😄
total 2 replies
Sri Wahyuni Abuzar
cuus ke tukang jahit aahh..harus buat 2 kebaya ini ..buat lamaran dan nikahan niar...ee tunggu tunggu...aku di undang kann yaa niar 🤣🤣
Lel: yuk kondangan yuk
total 1 replies
Nurul Boed
Gass pollll,, kelamaan nunggu Gesta 🤭
Lel: buang aja ke laut
total 1 replies
Jumi Saddah
yeeeeeeey langsung lamaran plus nikah sja,,,,
Lel: enaknya gitu gak sih
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
boleh jgnknn geal geol akrobat jg boleh🤣
Lel: malu nanti🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
weh doamu trkabul zif pnya kk ipar niar..g nyangka org yg baru aja ktmu mlh jodoh e gentel n mapan sih..nyesel km ges salahe mlh njaga angel n anak yg bpk nya g jls siapa
Lel: kita ledek gesta nanti ya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
aku sih yess niar🤭
Lel: aku juga😍😍😍
total 1 replies
Ne Ajja
sippp....
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
Lel: betullll 😍😍😍
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
da da da...geestaa

tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Lel: pastinya
total 1 replies
dwi ka
Asiik akhirnya sama zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭
Lel: biar kapok harus ditinggal lagi
total 1 replies
Nur Wakidah
nah ini baru pas gk janji2 mulu🤭🤭🤭
i
Lel: udah capek ya dijanjiin pemerintah???
total 1 replies
Ne Ajja
aku suka...aku suka....
cowo kaya gini nih...sat set...
ngajakin nikah...bukan pacaran...apalagi balikan...
Ne Ajja: pokoknya ada lahhh....🤣🤣
total 2 replies
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
nahh laki gentle begini gak ngajak balikanbtapi masih dekat sama yg katanya adek2an 😏
Lel: beres ya🤭🤭🤭
total 1 replies
vans
ahhhhh ikut meleleh bacanya 😍😍
Lel: meleleh bareng yuk
total 1 replies
FiKiBiMi
lagi dong. nungging (nanggung) kak
Lel: otw ya kak
total 1 replies
FiKiBiMi
atu aja kak???
Lel: nanti kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Jumi Saddah
aq suka cara zaldy gas poll,,,di tunggu undangan nya,langsung lempar ke gesta🤭🤭🤭 pokoke jgn mudah luluh deh niar dgn gesta,,apa lgi janji2 mulu tpi plin plan,,,kta orang buang sj mantan ke laut🤭🤭
Lel: habis ini dibuang ke lubang semut
total 1 replies
Ne Ajja
nah...tuh... dengerin nasehat Kaka kamu, Niar....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!