NovelToon NovelToon
[DISCONTINUE]If You Hate Me So

[DISCONTINUE]If You Hate Me So

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Putri

Hubungan pernikahan mereka penuh kepalsuan. Tak ada yang tau kebenaran dibalik senyum bahagia yang palsu itu. Grisha selalu menjadi budak yang dipaksa menurut seperti hewan peliharaan. Sedangkan Xeno adalah pemegang kendali yang menjalankan semua sandiwara ini. Meskipun disakiti berkali-kali, Grisha tetap mencintai suaminya sedangkan lelaki itu tampak begitu membencinya. Mampukah Grisha bertahan dengan cinta yang tak pernah terbalas? Atau melarikan diri untuk mencari kebebesan?

"Kenapa kau begitu membenciku, Xeno?"

"Ingat ya. Aku menikahimu hanya karena orang tuaku menyukai anak panti kampungan sepertimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 10

Grisha masih terpaku. Ia tak berani mengucapkan sepatah kata apapun. Ingin melarikan diri, namun tak sanggup. Lelaki yang masih berada didalam mobil itu masih setia tersenyum padanya.

Senyum yang membuat Grisha ingin menangis karena rasa bersalah.

"Kau sedang apa? Mau kemana?" Tanya nya dengan lembut.

"Aku...a-aku..."

"Naiklah!"

Gadis itu menggelengkan kepalanya. Grisha ingin menolak dan segera pergi dari hadapannya, ia tak sanggup menemui lelaki itu.

"Maaf Arka, tapi aku ada urusan...."

"Aku takkan melakukan hal aneh, percayalah padaku." Lelaki itu tampak memohon.

Namun melihat senyuman tulus itu, Grisha tak tega jika terus menolaknya.

Dengan ragu ia berjalan mendekati mobil itu dan masuk kedalamnya. Disambut dengan senyuman cerah dari sang mantan kekasih.

"Ini mobilmu?" Itulah pertanyaan pertama yang Grisha ucapkan. Ia berpikir bahwa ia tak bisa terus mengabaikan lelaki itu.

Arka Sebastian. Lelaki tinggi dengan rambut berwarna coklat tua. Kulitnya putih, dengan tahi lalat dibawah mata kanannya. Ia tak terlalu berotot, tidak juga kurus. Yang pasti tubuhnya dapat memberikan rasa aman dan nyaman saat tubuh itu mendekapmu.

"Mobil siapa lagi? Tentu saja ini mobilku."

Grisha menatap horor lekaki disampingnya. Sedangkan lelaki itu malah tertawa, sangat puas melihat reaksi dari mantan kekasihnya.

"Haha, apa kau kaget Grisha? Orang sepertiku bisa punya mobil? Apa kau rindu motor vespa ku?"

Grisha hanya diam, namun bibirnya melengkung membentuk senyum simpul. Jika boleh jujur, ia juga sedikit merindukan motor vespa itu. Motor yang selalu setia mengantarnya kemanapun ia mau.

"Syukurlah kau sudah sukses sekarang." Lirih Grisha.

Arka tersenyum samar, "Tidak juga. Apa kau tau? Tadinya uang yang kubelikan mobil ini akan aku pakai untuk biaya pernikahan kita. Tapi karena sekarang impian itu sudah tak mungkin terjadi, lebih baik aku belikan mobil ini saja! Haha, setidaknya sekarang aku masih bisa mengantarkanmu tanpa kepanasan seperti dulu."

Senyum Arka begitu terlihat tegar. Sedangkan Grisha hanya bisa menunduk, menahan matanya yang tiba-tiba memanas. Grisha tak tega, sungguh ia merasa bersalah.

Arka pria terbaik yang pernah ia temui. Lelaki itu selalu sabar, sangat pengertian, selalu memberinya nasihat, dan selalu menyayanginya. Grisha sangat beruntung bertemu dengan lelaki seperti Arka. Namun ia malah menyakiti lelaki itu.

"Maafkan aku..."lirih Grisha dengan suara bergetar.

Melihat Grisha yang gemetaran, Arka jadi tidak tega. Dengan segera ia mengganti topik pembicaraan. Hatinya sakit melihat Grisha seperti itu.

"Baiklah! Kau mau pergi kemana?" Tanya nya penuh semangat. Ia mulai menjalankan mobilnya.

"Uhmm...."Grisha mendongakkan kepala, bingung membuat alasan logis kemana tujuannya pergi. Jika ia bilang ingin pulang, Arka bisa mengetahui alamat rumahnya. Itu berbahaya. Xeno pasti akan marah.

"Aku tau apa yang dipikirkanmu Grisha." Ujar Arka tanpa memalingkan wajahnya.

"Apa?" Grisha reflek menoleh pada lelaki yang sedang fokus mengemudi itu.

"Kau takut aku akan sering-sering ke rumahmu kan?"

Grisha bungkam. Apa jalan pikirnya terlalu mudah ditebak?

"Tapi apa yang kau pikirkan tidak salah." Lelaki itu tersenyum. "Aku akan sering kesana untuk menemui kekasihku yang terpaksa harus menjadi milik orang lain."

"Jangan!" Grisha menggeleng dengan raut sedih.

"Jangan menaruh harapan padaku. Aku tidak bisa lepas dari Xeno. Tolong mengertilah.."

Arka terdiam, "Apa kau sudah mulai mencintainya?"

Grisha tersenyum miris. Mencintainya? Apa ia pantas? Masih bisa kah?

"Aku sedang berusaha mencintainya. Mau bagaimanapun juga dia tetap suamiku."

Arka tersenyum kecut, "Apa kau bahagia bersamanya? Apa dia memperlakukanmu dengan baik?"

Grisha kembali bungkam. Kali ini ia harus menjawab apa? Jujur kah? Atau harus berbohong lagi?

"Jika kau menawarkan tumpangan hanya untuk menyanyai urusan rumah tanggaku, lebih baik turunkan aku!" Grisha terpaksa harus meninggikan suaranya.

Mobil itu segera menepi, Grisha hendak membuka pintu namun pintu tersebut masih terkunci. Grisha terus memaksa keluar sampai bahu kanannya terasa berat. Ia menoleh, dan menemukan Arka yang tengah menyandarkan dahinya.

"Aku tau kau tidak bahagia. Dia tak memperlakukan mu dengan baik. Aku tak rela, sampai saat ini pun aku masih menjaga perasaan ini untukmu. Aku harus bagaimana? Aku tak bisa mengabaikan mu yang terus tersakiti begitu saja. Katakan Grisha, aku harus bagaimana?"

Grisha menegang. Suara Arka begitu serak dan bergetar. Lelaki itu selalu tegar dan kuat. Selama ini ia belum pernah melihat Arka yang begitu rapuh.

"Apa aku sudah sangat keterlaluan? Maafkan aku Arka, aku tidak punya pilihan..."

Grisha tak sanggup. Ia tak bisa mengabaikan dan mendinginkan hatinya lagi. Ia segera berbalik dan memeluk pria itu. Pria yang sangat ia sayangi namun telah ia sakiti.

"Maafkan aku...maafkan aku..."

"Tolong jangan simpan sendiri masalahmu. Aku akan selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahmu. Bahumu terasa berat, terlalu banyak beban yang kau pikul. Setidaknya berikan beban itu sedikit padaku! Jangan kau tanggung sendirian!"

Grisha hanya diam seraya mengusap punggung yang bergetar itu. Arka mulai menangis, terbukti dari bahunya yang basah. Lelaki itu sudah mencapai batas tegar nya. Bahkan saat seperti ini pun, lelaki itu tetap mengkhawatirkannya.

"Kau tidak perlu mencemaskanku. Kau harusnya mengkhawatirkan dirimu sendiri. Lihatlah, kau jadi lebih kurus. Kau harus lebih bahagia sekarang..."

"Tapi...bagaimana?"

Grisha melepaskan pelukannya lalu beralih menangkup wajah yang sangat ia rindukan.

"Carilah kebahagiaan baru! Buka lembaran baru dengan orang baru. Aku yakin, kau pasti akan segera menemukannya. Kau pria terhebat yang pernah kukenal."

Arka kembali menangis. Katakan saja kalau dia cengeng, ia tak peduli. Ia sangat menyayangi Grisha, dan hatinya sudah tidak sanggup lagi melihat gadis itu tetap tersenyum padahal hidupnya mulai menderita karena lelaki itu! Xeno Arsene.

"Baiklah..."lirih Arka. Grisha tersenyum lega.

"Tapi Grisha, bolehkah aku meminta satu permintaan terakhir?"

"Apa itu?"

"Maukah kau berkencan denganku untuk yang terakhir kalinya?"

Grisha ingin menolak. Tapi saat melihat ekspresi putus asa itu, Grisha tak mampu menolaknya lagi.

Dengan senyum manis yang menyejukkan, Grisha menjawab. "Ya, mari kita berkencan."

.....

Xeno pulang saat waktu menunjukkan pukul 23.00 WIB. Wajahnya tampak lelah sekali, langkahnya pun terasa berat.

Ia menemukan ruang tengah yang gelap dengan TV yang masih menyala. Samar-samar ia melihat Grisha yang tertidur di sofa menghadap TV tersebut.

"Kenapa dia tidur di sofa begitu?"

Xeno mendekati Grisha dan menatapnya sejenak. Wajah gadis itu tampak lelah. Matanya sedikit membengkak, mungkin habis menangis.

Grisha meringkuk di sofa. Tanpa selimut maupun jaket. Penghangat ruangan pun tidak dinyalakan.

Melihat itu, membuat amarah Xeno yang sempat muncul seketika hilang entah kemana.

Lelaki itu membuka jas kerjanya dan menyimpannya diatas meja. Lalu menggulung kemeja kerjanya sampai siku. Xeno membungkuk untuk mengangkat tubuh Grisha menuju kamarnya yang berada di lantai dua.

Saat sedang menaiki tangga, ia merasakan pergerakan dari tubuh yang sedang digendongnya. Grisha menggeliat kecil, tampak lucu. Gadis itu semakin mendekatkan diri pada dadanya, mencari kehangatan. Hal itu justru membuat Xeno merasa geli.

Setelah pergerakkan itu berhenti, ia kembali melanjutkan langkahnya.

Ia meletakkan Grisha ke atas ranjang dengan hati-hati, takut membuat gadis itu terbangun. Jika gadis itu bangun dan melihatnya, ia tak tau harus meletakkan wajahnya dimana karena malu.

Setelah menyelimuti Grisha dan memastikan posisi tidur istrinya nyaman, ia segera beranjak pergi meninggalkan kamar itu sebelum aroma khas Grisha membuatnya ingin berlama-lama disana.

Kamar itu dipenuhi dengan wangi manis seperti gulali. Manis namun menenangkan.

Xeno turun ke lantai satu, dimana kamarnya berada. Malam ini ia terpaksa harus menahan amarahnya karena ulah Grisha. Ia dimarahi oleh sang ibu karena tidak mengetahui keberadaan istrinya seharian.

"Kemana saja dia seharian?"

1
Cacha_Bee🐝
bagus
Cacha_Bee🐝
masi nunggu
ni thor,dr 2021 smpe skrg.ternyta ga update2 juga pdhl udh berharap suatu saat novel ini dilanjutkan 😭😭🙏🙏
Galuh Indra Haryanti
karakter jessie itu artis thailand min... bukan bule
kavena ayunda
jahat bgt di kasih nama kambing hitam goblok sakit bgt bacanya q
bundaoskaa
typo nama
Awan
Hay author bisa follback gue ada tawaran menarik buat lu
Su Sin
episode ini haru thor
Su Sin
jurig kebon 🤣🤣🤣
dhapz H
xeno nya aja yg berpikiran jahat
dhapz H
xeno klo tau kaki grisha patah kok tdk di bawa ke mh skt
dhapz H
pergi dan tinggalkan xeno jls dia membencimu
dhapz H
jangan senang dulu
dhapz H
kasian grisha hrs berjuang sendiri
dhapz H
siapa yg bener" mencintai
dhapz H
klo hanya cinta sebelah kenapa hrs ada pernikahan
Mitsuka_chan
hueee sedih bgt ini novel kaga di lanjut :(( xeno baik" ya jgn nakal lagi lu

love u pokoknya
en_en
aku juga berharap suatu saat nanti cerita ini akan dilanjutkan. tiwas bacut seneng critane
Abi Mancung
amit"Thor ko dibuat lelakinya GX punya otak buat berfikir,terlalu.!kaya binatang punya otak GX pnya pikiran
Novie Achadini
jurig kebon😀😀😀ada2 aja author nya humoris
Selvi Tyas
kita bisa bertahan apa bila yg kita pertahankan jg bisa untk dipertahankan🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!