Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mertua galak 8
"Semangat sekali kamu pagi ini beb," bisik ku tepat di telinga Bani sambil memeluknya.
"Kamu yang selalu membuat aku bersemangat kan?" ucap Bani membelai rambutku.
"Udah mandi sana siap siap kita mau ke kebun binatang hari ini" ucap Bani menyuruhku bersiap untuk pergi seperti yang sudah di janjikan nya kita mau ke tempat wisata hari ini.
"Oke, aku mandi dulu, terus dandan yang cantik" Sahut ku sambil ambil handuk siap siap mandi.
Kami menikmati hari libur ke kebun binatang, walau sederhana, walau kami belum bisa menikmati bulan madu seperti pasangan pada umum nya, sepertinya aku sudah cukup senang, Semoga kedepan nya akan terus bahagia hubungan pernikahan ini.
\=\=\=
📲 "Bani, mampir kerumah mama ya" suara telpon dari mertua.
📲 "Kalau bisa ya ma, Mampir kalau sibuk belum bisa mampir maaf" jawab Bani menjawab telpon mertua.
📲 "Ya uda mama tunggu pokoknya" jawab mertua lagi sembari menutup telpon.
"Nanti sepulang kerja mama minta mampir, kita mampir dulu ya," kata Bani.
"Engga ah, aku mau pulang duluan, badan rasanya ngerentek, pengen cepat istirahat sepulang kerja, kamu aja mampir sendiri ya," jawabku sambil sarapan pagi.
Yah selalu saja begini, Bani mama sakit anterin ke dokter, Bani anterin mama ke pasar mampir ke rumah dong Bani anterin mama belanja kain, Bani mama ada yang mau di omongin Dateng ke rumah ya, itu adalah contoh yang sering di lakukan ibu mertua seakan dia cemburu dengan kasih sayang sang anak yang sudah terbagi dengan istrinya, Jadi kalau menurutku seperti Bani mempunyai dua istri, di perlukan di rumah istri tua (mertua), di butuhkan di istri muda atau istri yang sebenarnya.
\=\=\=\=
"Hufffsstt" Aku menghela nafas yang sangat panjang di meja kerjaku.
"Kenapa sih saraha?" tanya Mira.
"Nggak apa apa sih, cuma urusan pribadi" jawab ku lemas.
"pasti karena urusan mertua ya, Sahara, sudah nggak usah di pusingin namanya juga mertua" ucap Mira lagi.
"Dirumah ada anak bujang loh Mir, kalau ada apa apa, yang jauh di telpon mulu, mending kalau ngomongnya enak di hati sama mantu" jawab ku lagi.
"gue juga kadang di bandingin sama mantu yang satu nya Sah, ya saat ini gaji suami gue kan nggak cukup kalau gue nggak kerja, di omong gue deh, anak gue g ke urus karna mama nya sibuk kerja, hello kalau g kerja ntar di omongin lagi Ama dia" curhat Mira.
"Sudah lah setiap orang punya cerita atau masalah rumah tangga nya sendiri termasuk ujian dari mertua ini salah satunya, kalian harus sabar dalam berumah tangga" Sambung Rani.
Aku termenung mendengar omongan Rani, benar juga mungkin ujian rumah tanggaku ada di ibu mertua, yang selalu ngomong tak mikir perasaan orang, namun kalau di balas suka drama nangis dan ngadu ke anak nya, akibatnya kita selalu berantem jika sudah menyangkut soal ibu mertua ini.
Aku sendiri merasakan kurang komunikasi sama mertua, aku mencoba ngobrol jawabnya ketus, nggak nyambung sama obrolan, dia di kasih tau jaman yang sekarang tidak bisa, entah tidak mau tau atau orang nya yang bebal, jawabnya selalu dulu engga begitu, selalu jaman dulu terus terusan, aku nggak tau jaman dulu seperti apa, beliau juga nggak tau wanita jaman sekarang sudah sekolah dalam artian terdidik, belajar kerja kantoran, ya bisa masak tapi kan tidak seperti wanita jaman dulu yang kerja kasar.
Apakah pembaca ada solusi aku harus bagaimana?, mertua ku sangat kolot sekali tidak menerima kehadiran jaman modern. bisanya jika berbicara suka ngasal nyeletuk bikin sakit hari mantu tapi dia g berasa, kalau mantu ngegas dia playing victim drama dibilangnya mantu kasar, nggak sayang mertua, nggak menghormati yang lebih tua,
Aahhh ya sudahlah perjalanan pernikahanku masih panjang, semoga aku kuat menjalani ini semua, walau badai cobaan dari keluarga suami alias ibu mertua kuat menerjang, semoga pernikahanku akan langgeng sampai kami tua, rejeki kami akan terus mengalir, kami akan hidup sejahtera, sehingga kami bisa membantu saudara kita yang membutuhkan. semoga Tuhan mendengar smeha doa ku ini.
\=\=\=
"Sahara istriku tercinta, Terimakasih" ucap Bani memeluk tubuhku.
"Terimakasih untuk apa" tanyaku
"Untuk semuanya, kamu telah mau mendampingi hidup ku yang serba kekurangan ini, kamu melengkapi hidupku" sahut Bani.
"Sama sama Bani, semoga kita bersama akan tahan akan setiap ujian yang menggoyahkan rumah tangga kita ini" jawabku.
~Bersambung~
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗