NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

Sejak saat itu, Mei Yin sering diundang datang ke istana. Bahkan, dengan tegas Pangeran Zhao Li meminta kepada Jiya untuk tidak membiarkan Mei Yin menari untuk orang lain dan membiarkannya datang ke istana saat dia memanggilnya.

Jiya yang merasa diuntungkan karena selalu dibayar lebih oleh Pangeran Zhao Li tidak merasa keberatan. Bahkan, dia merasa sangat diuntungkan karena menerima bayaran yang cukup besar.

"Mei Yin, apa kamu tidak ingin keluar dari tempat itu?" tanya Pangeran Zhao Li saat gadis itu datang ke istana.

Mei Yin terdiam. Dalam hatinya, dia selalu berharap agar segera meninggalkan tempat itu, tapi setelah itu dia akan pergi kemana. Dia tidak punya rumah untuk pulang. Dia tidak punya saudara untuk dikunjungi. Dia hanya seorang gadis yatim piatu yang tak punya arah dan tujuan.

"Aku ingin sekali pergi dari tempat itu, tapi belum sekarang. Aku tidak tahu akan bertahan di tempat itu sampai kapan, mungkin sampai salah satu dari kalian ada yang mau berbaik hati untuk mengeluarkanku," ucapnya penuh harap walau perkataanya itu terlihat bagaikan sebuah candaan.

"Jangan khawatir, bersabarlah. Jika aku sudah menjadi Raja nanti, kamu pasti akan aku keluarkan dari tempat itu dan segera membawamu ke istana," ucap Pangeran Zhao Li dengan senyum yang membuat Mei Yin ikut tersenyum di balik penutup wajahnya.

Walau sudah bersahabat, tapi Mei Yin tidak pernah menunjukan wajahnya pada kedua sahabatnya itu. Di dunia ini, yang mengetahui wajahnya hanya Jiya, Hua Feng, dan Lian.

"Apa kamu masih tidak ingin menunjukan wajahmu itu pada kami berdua?" tanya Pangeran Zhao Li padanya yang sedang asyik membaca buku pengobatan.

"Kenapa? Apa kalian berdua masih penasaran dengan wajahku? Apa kalian masih mau bersahabat denganku kalau ternyata wajahku ini jelek? Atau, kalian mau setelah kalian melihat wajahku, kalian akan bertengkar karena jatuh cinta padaku?" tanya Mei Yin panjang lebar yang sontak saja membuat mereka menarik kembali pertanyaannya.

"Tidak perlu, lebih baik kita seperti ini saja. Aku lebih memilih melihatmu seperti ini dari pada harus melihat wajahmu karena aku takut kecewa," ucap Pangeran Zhao Li walau sebenarnya dia sangat penasaran dengan wajah gadis itu.

"Apa ada orang yang pernah melihat wajahmu?" tanya Liang Yi penasaran.

"Ada, kakekku," jawab Mei Yin santai dan membuat mereka kembali bertanya.

"Apa kamu punya kakek? Lalu, di mana akekmu itu?" tanya Liang Yi.

"Sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu," jawab Mei Yin yang langsung saja membuat mereka terdiam.

Walau dia telah bersahabat dengan kedua pemuda itu, tapi dia belum ingin memperlihatkan wajahnya pada mereka. Dia hanya ingin bersahabat tanpa ada beban. Dan juga, dia belum siap untuk menunjukan wajahnya pada orang lain. Karena jauh di dalam hatinya, dia telah berjanji akan menyembunyikan wajahnya untuk semua orang, terkecuali untuk seseorang yang sudah membuatnya jatuh cinta dalam diam.

"Lian, apa menurutmu aku tidak adil karena tidak memperlihatkan wajahku pada mereka, tapi hanya padamu?" tanya Mei Yin saat mereka berdua sedang menunggangi kuda untuk pulang.

Lian tidak menjawab. Raut wajahnya terlihat gusar. Dia seakan tidak rela kalau wajah gadis itu dilihat orang lain, tapi dia tidak mungkin mengatakan itu pada Mei Yin karena dia tahu, dia tidak berhak untuk melarang.

"Lian, apa kamu ingin wajahku dilihat oleh orang lain?" tanya Mei Yin kembali seakan dia ingin mendengar jawaban pemuda itu. Sementara Lian yang sedang menunggang kuda, langsung memandangi gadis itu yang sedang duduk di depannya dengan heran.

"Kenapa bertanya seperti itu padaku. Aku tidak punya hak untuk mengiyakan atau melarang, itu semua terserah padamu," jawab Lian yang membuat Mei Yin sedikit kecewa.

"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menunjukan wajahku pada mereka saat Pangeran mengundangku lagi ke istana," ucap Mei Yin yang membuat Lian tiba-tiba menghentikan kudanya dan dia pun memilih turun dari atas kudanya itu.

"Kenapa kamu turun, ayo naik," ajak Mei Yin sambil memandangi pemuda itu, tapi Lian tidak peduli dan terus berjalan di samping kuda itu.

"Lian, apa kamu marah padaku?" tanya Mei Yin dengan suaranya yang terlihat sedih.

"Kenapa? Memangnya kalau aku memintamu untuk tidak memperlihatkan wajahmu pada orang lain, apa kamu akan melakukannya?" ucap Lian seakan dia sedang cemburu.

"Aku akan melakukannya kalau itu yang kamu mau. Aku tidak keberatan kalau selamanya harus menutup wajahku di depan orang lain. Aku tidak keberatan, asalkan kamu selalu ada di sampingku. Aku tidak keberatan," ucap Mei Yin dengan suara yang mulai bergetar karena menahan tangis.

Mendengar perkataan gadis itu membuat Lian menghentikan langkahnya. Sejurus, dia memandangi wajah gadis itu.

"Apa aku tidak pantas mencintaimu karena aku hanyalah seorang wanita penghibur?" tanya Mei Yin sambil menangis yang membuat Lian segera naik kembali ke atas punggung kudanya.

"Maafkan aku. Jangan menangis, aku tidak ingin melihatmu menangis. Selama ini, aku diam-diam mencintaimu dan selalu menahan cemburu saat kamu menari untuk laki-laki lain, tapi aku pikir aku tidak pantas untuk mencintaimu karena kamu ibarat bulan purnama yang mustahil untuk aku miliki," bisik Lian pelan di belakang telinga Mei Yin hingga membuat gadis itu menitikkan air mata bahagia.

Lian tidak menyangka, kalau Mei Yin merasakan hal yang sama dengannya. Sejak hari pertama bertemu dengannya, Lian sudah mulai menyukai gadis itu. Walau dia berusaha untuk mengingkari perasaanya, tapi nyatanya rasa itu semakin kuat hingga membuatnya harus menahan rasa cemburu.

"Aku mencintaimu. Bersabarlah, aku pasti akan mengeluarkanmu dari tempat itu," ucap Lian dengan penuh kesungguhan.

"Aku akan menunggu sampai saat itu tiba. Aku akan bersabar," ucap Mei Yin dengan senyum bahagia yang terpancar dari bibir mungilnya.

Sejak saat itu, Lian sudah menjadi orang yang spesial di hatinya. Di depan orang, mereka bersikap layaknya seorang majikan dan pengawal, tapi di saat mereka sendiri, mereka tak sungkan-sungkan untuk bergandengan tangan atau bahkan saling melempar senyum layaknya orang sedang berpacaran.

Mei Yin sangat mencintai pemuda itu. Entah mengapa, dia tidak ingin pemuda itu jauh dari pandangannya. Dia merasa tidak nyaman kalau pemuda itu jauh darinya. Dia merasa dimanjakan dengan kehadiran Lian yang selalu ada untuknya.

"Lian, berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan pernah pergi dariku. Aku tidak tahu apa aku bisa hidup tanpamu," ucap Mei Yin sambil memeluk pemuda itu.

"Aku berjanji, aku akan selalu ada di sisimu. Aku tidak ingin pergi darimu dan aku akan selalu menjagamu," jawab Lian sambil memeluk erat tubuh Mei Yin. Di hatinya, hanya ada gadis itu. Di setiap ingatannya, hanya ada wajah gadis itu. Mei Yin, telah mengalihkan dunianya. Dia ingin membawa Mei Yin dari tempat itu dan hidup bahagia dengannya tanpa ada yang mengganggu. Dia ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan gadis yang sangat dicintainya itu. Dia ingin hidup lebih lama untuk bisa membuat gadis itu bahagia.

Begitu banyak khayalan bahagia yang terlintas di pikirannya, hingga kadang membuat dia tersenyum sendiri. Begitu banyak impian yang ingin dia bangun bersama Mei Yin yang membuatnya lebih bersemangat.

Namun, kadang dia merasa sangat cemburu ketika Mei Yin harus menari di depan lelaki lain. Di saat seperti itu, dia memilih untuk memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin melihat tubuh wanita yang dicintainya itu meliuk-liuk di depan lelaki lain selain dirinya, tapi apa mau di kata karena dia belum mampu membawa Mei Yin keluar dari tempat itu dan dia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena ketidakmampuannya itu.

"Istirahatlah, kamu pasti lelah karena baru saja menari," ucap Lian dengan lembut.

Mei Yin tersenyum. Walau lelah, tapi saat melihat Lian semua rasa lelah itu akan menghilang. Melihat Lian yang ada di sisinya, sudah cukup untuk membuatnya bersemangat kembali.

Walau Pangeran sudah membayar cukup mahal untuk mengdatangkannya ke istana, tapi Jiya tidak merasa puas. Dia masih saja menyuruh Mei Yin menari untuk orang lain walaupun Pangeran sudah melarang. Namun, karena kepopuleran seorang Mei Yin, membuat Jiya tidak bisa menolak kalau ada yang menginginkan gadis itu untuk menari.

"Jiya, apa boleh aku keluar sebentar? Aku ingin jalan-jalan di luar. Aku lelah karena beberapa hari ini terus menari," ucap Mei Yin hati-hati.

"Baiklah, tapi jangan lama-lama," ucap Jiya yang membuat Mei Yin tersenyum dan mengangguk pelan.

Dengan menunggangi seekor kuda, Mei Yin dan Lian menyusuri jalan-jalan kota. Gadis itu terlihat bahagia karena bisa keluar bersama Lian. Dia ingin menikmati kebersamaan mereka tanpa ada yang curiga.

Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah bukit kecil yang terlihat indah yang di penuhi dengan padang bunga yang sedang bermekaran. Di bawah bukit itu, ada sebuah danau yang terlihat tenang.

Setelah menurunkan Mei Yin dari atas kuda, Lian meraih tangan kekasihnya itu dan mengajaknya duduk di atas sebuah batu. Padang bunga yang terlihat sunyi itu ternyata sangat indah bila dilihat dari tempat duduk mereka. Aroma semerbak bunga tercium begitu wangi yang menggelitik hidung mereka. Sesaat, Mei Yin terpana melihat pemandangan di tempat itu.

"Apa kamu suka dengan tempat ini?" tanya Lian lembut di belakang telinga Mei Yin sambil memeluk gadis itu dari belakang.

"Aku sangat suka. Ternyata, ada juga tempat yang secantik ini," jawabnya dengan perasaan kagum.

"Aku pasti akan sering-sering mengajakmu ke sini. Bahkan kalau kamu mau, aku akan membangun sebuah rumah untuk kita di sini," ucap Lian sambil mengeratkan pelukannya.

Mei Yin tersenyum bahagia mendengar ucapan kekasihnya itu. Perlahan, dia membalikkan tubuhnya dan menatap wajah kekasihnya itu. Sorot mata sebiru lautan membuat Lian tak bisa berpaling. Perlahan, Lian mendekatkan wajahnya dan mencium mesra kening gadis itu. "Aku mencintaimu," ucap Lian yang membuat Mei Yin segera memeluknya dengan erat.

Di depan kekasihnya itu, Mei Yin tidak ragu untuk memperlihatkan wajahnya tanpa selembar penutup wajah. Dia seakan bangga bisa menunjukkan wajah cantiknya untuk kekasihnya itu. Bahkan, dengan indahnya dia menari di depan kekasihnya di antara bunga-bunga. Di atas batu tempat Lian duduk, dia bisa menikmati kecantikan wajah dan keindahan tarian yang sengaja Mei Yin persembahkan untuknya.

Lian tersenyum bahagia melihat gadis itu menari untuknya. Sesaat, khayalan indah mulai bermain di pikirannya. Suatu saat nanti, dia akan melihat Mei Yin menunggunya pulang sambil berdiri di depan rumah yang akan dibangun untuk keluarga mereka kelak. Dia akan melihat anak-anak mereka bermain dengan ceria di antara bunga-bunga. Dia ingin menghabiskan hari tuanya di tempat ini bersama Mei Yin. Perlahan, sebuah senyum terlintas di wajahnya. Betapa semua khayalan itu telah membuatnya tersenyum bahagia.

Mei Yin mendekati Lian yang masih duduk memandanginya tanpa berkedip. Diraihnya tangan kekasihnya itu dan diajaknya untuk menari. Mereka terlihat bagaikan sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Melihat senyum di wajah Mei Yin, membuat Lian kembali memeluk gadis itu. Dia seakan tidak ingin melepaskan pelukannya. Melihat sikap Lian, Mei Yin pun membalas pelukannya dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang kekasihnya itu.

"Aku berharap, selamanya kita akan seperti ini," ucap Lian lembut hingga membuat Mei Yin mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Mei Yin menenggelamkan tubuhnya dalam dekapan tubuh Lian yang kekar. Rambut panjangnya terurai karena embusan angin yang bertiup. Sesaat, mereka hanyut dalam pelukan hingga mereka tersadar, kalau sudah waktunya untuk mereka segera pulang.

"Kita harus segera kembali. Aku tidak ingin melihat kamu dimarahi oleh Jiya," ucap Lian, walau Mei Yin belum ingin melepaskan pelukannya.

Dengan kecewa, Mei Yin melepaskan pelukannya dan berjalan meninggalkan Lian. Melihat tingkah Mei Yin, Lian kemudian mengikutinya dan langsung meraih tubuh gadis itu dalam gendongannya.

"Jangan marah. Aku akan membawamu ke sini lagi, aku janji," ucap Lian sambil menggendong tubuh Mei Yin dan mencium keningnya dengan mesra. Mei Yin tersenyum dan melingkarkan kedua tangannya di leher kekasihnya itu.

Hari itu, adalah hari yang sangat membahagiakan bagi mereka berdua. Tanpa malu, mereka bisa melepaskan perasaan cinta yang selama ini mereka simpan. Mereka bebas berpelukan tanpa harus takut dilihat orang. Dan kini, mereka harus kembali lagi ke tempat yang sebenarnya ingin mereka tinggalkan. Entah, harus bertahan sampai kapan.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!