𝐌𝐞𝐠𝐮𝐦𝐢 𝐘𝐮𝐞, 𝐠𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐤𝐞𝐜𝐢𝐥 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐥𝐢𝐤𝐢 𝐭𝐮𝐛𝐮𝐡 𝐤𝐡𝐮𝐬𝐮𝐬 𝐝𝐢𝐛𝐮𝐫𝐮 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐝𝐚𝐦𝐩𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐩𝐢 𝐬𝐮𝐧𝐠𝐚𝐢. 𝐊𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐬𝐞𝐥𝐮𝐫𝐮𝐡 𝐝𝐞𝐬𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐜𝐮𝐫 𝐚𝐤𝐢𝐛𝐚𝐭 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐚𝐫𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐫𝐮𝐧𝐲𝐚. 𝐓𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐭𝐮𝐧 𝐗𝐢𝐚𝐨 𝐋𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐘𝐮𝐞 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐤𝐚𝐩𝐚𝐫. 𝐈𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐰𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 𝐝𝐢 𝐬𝐞𝐤𝐭𝐞 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐢 𝐁𝐞𝐧𝐮𝐚 𝐃𝐚𝐭𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐓𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐩𝐚𝐭𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐏𝐮𝐥𝐚𝐮 𝐄𝐬.
𝐒𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐞𝐦𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐛𝐚𝐭𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐚𝐭𝐚 𝐣𝐢𝐰𝐚 𝐝𝐞𝐰𝐚. 𝐃𝐮𝐠𝐚𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐧𝐤𝐚𝐫𝐧𝐚𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐞𝐰𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐭𝐮𝐧 𝐘𝐮𝐞 𝐦𝐞𝐧𝐜𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑾𝒆𝒍𝒂𝒔 𝑨𝒔𝒊𝒉, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puteri Agung
"Yue'er, Mi'er, kita akan menjual dulu batu jiwa ini untuk membeli kebutuhan kita." Xiao Li mengajak keduanya ke sebuah rumah pertukaran disana.
"Kita akan membeli apa guru?" tanya Yue semangat melihat sekantong besar uang hasil pertukaran itu.
"Karena kalian ingin mengikuti festival, kita harus membeli baju untuk penyamaran karena tidak diijinkan ada pendekar disini. Lalu membeli giok penyimpanan untuk kalian,untuk sementara biar guru menyimpan pedangmu dulu Yue'er " Xiao Li menunjuk pedang di punggung Yue karena akan menarik banyak perhatian warga sehingga tak akan bisa mengikuti festival.
Yue dan Yukimi setuju lalu mereka bergegas membeli pakaian untuk menutup identitas sebagai pendekar. Miu menarik Yue ke sebuah lemari yang berisi sebuah gaun berwarna biru sepasang dengan mahkota kecil. Pakaian itu sangat sederhana dibandingkan dengan pakaian lainnya yang tampak glamour.
Melihat Yue menatap sebuah gaun, Xiao Li dan pelayan disana menghampiri Yue. "Nona mata anda sungguh jeli, ini adalah satu set gaun dengan nuansa kerajaan, tapi kualitas bahannya dibawah yang lainnya bahkan hampir mendekati kualitas kelas dua" sahut pelayan menjelaskan.
Yue tak bisa berkata-kata, ia merasa sangat tertarik dengan pakaian tersebut. Miu menggosokan kepalanya pada kaki Yue.
"Guru, bolehkah aku mengambil yang ini?"tanya Yue penuh harap.
Xiao Li tak dapat mengatakan apapun, ia khawatir harganya akan mahal, namun ternyata penjual memberikan diskon 40% karena mereka membeli 3 set pakaian. Yue sangat senang. Mereka segera mengganti pakaiannya.
Miu mengikuti Yue untuk berganti pakaian, ketika mengenakan mahkota, keluar cahaya yang sangat menyilaukan membuat yue menyipitkan matanya.
'Ternyata dugaanku benar, itu adalah mahkota sang puteri. Namun orang-orang bodoh itu tak menyadarinya, Megumi Yue, Anugerah cahaya bulan,sungguh sebuah kebetulan yang sangat mengejutkanku' Miu hampir meneteskan air matanya, ia teringat akan tuannya dahulu.
Dulu Miu adalah peliharaan dari Ratu di sebuah kerajaan yang jauh dari dunia manusia. Mahkota tersebut merupakan mahkota kesayangan sang Ratu, Miu memanggilnya dengan sebutan Puteri Agung. Miu sangat menyayangi dan menghormati tuannya tersebut.
"Miu, lihat pakaianku bercahaya" seru Yue melihat pakaiannya bersinar bak ditaburi bintang-bintang.
Miu menghampiri Yue dan mengelilinginya dengan gembira. "Aku harus menutup cahaya ini atau Yue akan bahaya. Ahh sepertinya sudah tak pantas memanggilnya Yue.Mulai saat ini aku akan menghormatimu bukan hanya sebagai majikan namun sebagai tuanku yang agung. Puteri Agung, ia telah bangkit. Hatiku sangat gembira, aku sangat terharu"
Perlahan-lahan cahayanya meredup membuatnya tampak seperti pakaian biasa. Miu melompat ke pelukan Yue, Yue bisa merasakan bahwa Miu tengah bergembira. Yue memeluk Miu dengan penuh kasih sayang.
Saat Yue menghampiri sang guru yang sudah menunggunya. Xiao Li dan Yukimi terpana melihat Yue, keduanya bengong tanpa sepatah katapun.
"Yue'er, apa ini benar muridku?" Xiao Li menghampiri Yue melihat dari atas sampai bawah. Yue tak menjawab pertanyaan Xiao Li.
"Dasar murid nakal, kau hampir membuatku membungkuk hormat padamu. Ku kira kamu seorang Ratu yang nyasar sampai ke sini" Xiao Li menyentil kening Yue.
"Kakak Yue, cantik sekali" Yukimi menatap Yue dengan penuh rasa kagum.
Yue hanya tersenyum canggung, ia melihat sekelilingnya, tak hanya guru dan adik seperguruannya, semua orang yang ada disana terpaku melihat penampilan Yue. Tak sedikit dari mereka yang menghampiri dan mengungkapkan rasa kagum, bahkan pelayan tadi ikut terpana melihatnya.
"Nona, ini luar biasa sekali. Sudah beberapa orang yang mencoba pakaian ini namun selalu ada kekurangan. Entah itu terlalu besar atau terlalu kecil di tubuh mereka. Bahkan saat ukurannya sudah pas, mereka tak menyukainya karena kualitas bahan yang rendah. Tapi setelah anda kenakan, seolah aura sang puteri memancar darimu. Sungguh aura yang suci, kami senang bisa membuatmu tampil sempurna di acara festival ini" pelayan tersebut memberi hormat pada Yue.
Yue terkejut dan memintanya untuk tidak bersikap seperti itu. Namun pelayan itu menolak ia mengatakan jika ia tak bisa menahan diri untuk membungkuk hormat. Beberapa pelayan mengikuti tindakan temannya tersebut. Xiao Li dan Yukimi dibuat terkejut setengah mati melihat reaksi orang-orang yang menurutnya terlalu berlebihan. Meskipun keduanya ikut merasakan aura yang dipancarkan Yue.
"Akhirnya... " gumam seseorang dengan topi bertudung putih di sudut ruangan.
Yue meminta sang guru untuk mempercepat transaksinya dan pergi dari sana. Ia merasa tak enak hati dengan sikap orang-orang tersebut. Xiao Li mengerti perasaan Yue, ia segera menyelesaikan urusannya dan mereka keluar dari sana.
"Hufftttt.. Aku tegang sekali, kenapa mereka bersikap seperti itu. Hanya karena aku memakai mahkota bukan berarti aku seorang ratu kan" gerutu Yue kelelahan.
'Anda tidak tahu mahkota apa yang anda kenakan Puteri Agung, suatu saat aku akan menceritakan kisah pemilik mahkota itu sebelumnya' Miu ingin sekali bicara pada Yue untuk menceritakan semuanya, namun ia tahu ini bukan saat yang tepat.
"Dasar. Kau membuat gurumu kewalahan. Lihat sampai sekarang mereka masih membuntuti kita diam-diam. Mereka pikir kita tidak tahu" Xiao Li menunjuk ke belakang mereka, terlihat beberapa orang masih berjalan mengikutinya bahkan ada beberapa yang mengintip dari balik jendela atau pintu.
"Kau membuat gurumu terlihat seperti pengawal yang sedang melindungi tuannya. Sebenarnya siapa guru nya disini" Xiao Li saking kesalnya menggerutu sepanjang jalan. Yukimi dan Yue hanya tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan gurunya.
"Selamat datang untuk para tamu-tamuku. Berbahagialah karena hari ini kita akan mengadakan festival termegah yang pernah ada. Mari kita sambut tuan acara kita hari ini. Pemimpin Organisasi Teratai Salju, tuan Kazehua" seru seseorang menyambut pria muda yang sangat tampan menaiki podium yang ada di pusat acara.
"Terimakasih untuk saudara-saudaraku yang ikut memeriahkan acara ini........ " kazehua memberikan pidatonya.
"Malas sekali mendengarkan ocehan seperti itu. Guru ayo kita cari makan, aku lapar" Yue menarik jubah gurunya menuju sebuah kedai tak jauh dari sana.
"Kalian ini hanya tahu makan dan belanja saja" gerutu Xiao Li yang tengah diseret oleh Yue.
'Ituuu... Kenapa ada aura pembunuh disini? Orang-orang itu... Tampaknya tidak asing' batin Xiao Li melihat beberapa orang mencurigakan berkumpul di dekat kedai yang mereka tuju.
Yue menghentikan langkahnya tepat beberapa meter sebelum mereka tiba di kedai. 'Ada yang tidak beres' Yue ikut menyadari situasi tersebut.
"kakak Yue, kenapa berhenti?" Tanya Yukimi karena Yue tiba-tiba berhenti.
"Ahh, tidak. Akuu... hanya lupa belum minta uangku pada guru. Lihat aku sudah mendapatkan tempat penyimpanan, berikan uang hasil penjualan inti jiwa miliku. Pedangku nanti saja, takut ada yang melihat. " ujar Yue menekankan kalimat terakhirnya sebagai isyarat ada yang tidak beres.
'Anak ini...' batin Xiao Li menyadari Yue sudah mengerti situasinya.
gaspooool pokoke up nya 🤗🤗👍☕😇
💪💪☕💪💪