emelli adalah gadis tomboy yang cantik karna perjodohan yang di lakukan orang tua nya ia harus menikah dengan seorang mafia,sebenar nya mafia tersebut di suruh untuk memilih antara emelli dan amella sang kembaran nya tapi mafia itu memilih emelli,amella marah karna yang di pilih bukan dia melain kan emelli kembaran nya ia sangat mengidolakan mafia itu ia juga ingin menikah dengan nya karna cemburu dan iri ia balas dendam dengan trik trik yang menghancur kan hubungan emelli dan rian(mafia).
emelli berubah drastis alasan nya karna ia sudah jatuh cinta kepada rian tapi hati nya hancur kala mendengar dari cinta pertama rian kalo dia sedang mengandung anak rian.
benar benar hancur ia merasa cinta nya bertepuk sebelah tangan dan orang yang mengaku hamil anak rian itu meminta nya untuk meninggal kan rian demi anak nya dan rian. emelli yang tidak bisa berfikir jernih lagi dan juga ia tidak bisa egois demi bayi yang belum lahir dalam kandungan wanita itu. ia dengan sedih dan hati yang hancur pergi sejauh jauh nya tanpa sepengetahuan rian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode kesepuluh
sepasang mata yang melihat dengan tajam gio dan emelli dengan tatapan tidak suka.
ya itu adalah rian ia menatap dari jendela kamar yang berada di lantai 8.
di kampus
"woi men masih ngampus juga lho,gue kira kagak secara kan lho udah nikah hahaha"semua teman geng tertawa terbahak bahak.
"wah kampret lhu semua"ucap emelli pura pura nganmbek.
"owh cuma becanda kok li"goda teman teman emelli dan mereka kembali tertawa terbahak bahak.
"woi jangan macam macam sama emelli lho kalian tau siapa suamai dari sobat kita ini.."ucap salah seorang dari teman mereka yang membuat semua penasaran karna mereka memang tidak tau sama sekali sebagian sih udah tau.
"rian varadex" ucap ando tegas teman segeng emelli.
sebagian besar yang belum tau begitu terkejut sekali gus kagum.
"beneren li" ucap mereka serentak tak percaya.
"si mafia kejam itu"tanya seorang lagi
"salah satu orang keterkaya di negara kita ini"tanya seorang lagi
"ia katanya kampus kita ini juga milik keluarga varadex benar gk sih li"tanya seorang lagi begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh teman teman emelli yang membuat li pusing.
"DIAM!!!!!!"teriak emelli yang sontak membuat mereka semua diam
"gue bener bener gk tau sama sekali dan gue juga gk tau apa yang kalian omongin itu" jelas emelli teriak teriak sehingga semua mata menuju pda mereka.
emelli yang merasa bahan perhatian makin kesel.
"tau akh"lanjut emelli menghentak kan kaki nya lalu berlari ke kelas.
"li tunggu, lho kenapa"
"jangan ngambek dong li"teriak seorang lagi
meski pun semua teman teman emelli laki laki mereka sangat perhatian dan sangat akrab, baik, dan setia kawan.
"huh semua orang berpikir aku tu nikah gara gra ngincar harta nya si rian"
"pada hal aku gk kepikiran sampai situ dan bahkan aku gk tau kalo dia sekaya itu huh aku gk butuh semua itu, aku hanya butuh kebebasan"gerutu emelli.
sedangkan
"lho kok bisa kalah sih la sama adek tomboy lho itu hahaha...."ejek teman teman amella.
"ia ya kurang apa lagi lho la seksi sian juga lho dari pada emelli cewek tomboy itu hahaha..."
"ia la lho rugi banget padahal kan cowok itu rian varadex salah satu orang terkaya di negara kita ini dan dia tu ganteng banget......pokonya idaman para wanita deh akhhh " teriak ririn teman amella histeris kala membayang kan wajah rian.
"andai aku yang jadi emelli aku pasti jadi wanita terbahagia di dunia ini" sindir teman amella lagi yang membuat amella semakin emosi.
"DIAM!!!"teriak amella emosi mendengar perkataan teman teman nya itu
"gara gara lho li gue di permaluin sama teman teman gue gue benci sama lho gue gk bakalan pernah lupain hal ini" batin amella emosi dan marah.
"
"
"gue nebeng sama lho ya gi"naik ke motor sport gio
"yo'i"
"seandainya kita yang di jodohin lho bakalan nolak gk li"ucap gio gerogi.
"mmmm...."
"li itu bukan nya si rian suami elho"ucap gio memperhatikan orang yang turun dari mobil mewah bersama wanita yang cantik dengan beberapa pengawal.
"dia sma cewek tuh li....eh..eh.. dia rangkul tu cewek dengan mesra banget bener bener tu orang..udah punya istri malah kelayapan perlu di kasih pelajaran tu orang" lanjut gio emosi dan ingin menghampiri rian.
"santai aja gi,gue gk masalah kok kita kan cuma di jodoh kan dan sama sama gk punya perasaan satu sama lain dan itu wajar dia menacari wanita yang ia cintai heh... jadi fine fine aja ia kan"
"kenapa dada gue rasa nya sesak gini ya" batin emelli.
"kalo gitu lo sama gue aja biar sama sama cinta ia kan hahahah..." mereka berdua tertawa seperti tak ada masalah.
"ah ia.. ia.. hahaha.."
"gue belum pengen balik ke apertemen nih"ucap emlli spontan.
"gimana kalo kita party, soalnya kan kita menang judi dua hari yang lalu"
"akh ia !!!!kok gue bisa lupa ya"
"gue ajak geng dulu nih ke bar xxxx biar party nya tambah seru"
tanpa di ketahui mereka berdua ternyata sepsang mata yang sangat tajam nan burung elang menatap penuh emosi seperti ingin memangsa mangasa nya.
***
"huh akhir nya sampai juga untung aja gue tau pasword ni apertemen"mendudukkan bokong nya di sofa sambil membuka sepatu nya.
"moga moga aja tu orang udah tidur"
"kenapa pulang malam malam"ucap seseorang dari belakang.
tiba tiba emelli kaget dan takut
"hehe..i..i..itu party party sama temen temen soal nya kita menang judi dan hasilnya lumayan ba...."ucap emelli terpotong
"cukup..!!! mulai sekarang kamu tidak boleh lagi pulang malam malam dan mulai sekarang kau tidak boleh lagi berteman dengan semua laki laki tidak bener seperti mereka" tegas rian dingin dan meninggal kan emelli yang mematung membanting pintu kamar.
"enak aja lho bilang teman teman gue gk bener"
"emang lho si...."lanjut emlli teriak tapi seketika terpotong
"karna sekarang aku suami kamu"teriak rian keras dari dalam kamar
"suami hah.. pret..."gumam emelli dengan suara kecil lalu masuk kekamar membanting pintu sekencang kencang nya.
"kayak nya besok gue mesti jemput motor gue dari rumah mama nih"ucap emelli sebelum pergi ke alam mimpi nya.
"hoaam..."
"duh gawat kayak nya gue bakalan telat lagi nih"ucapa emelli sambil berlari ke kamar mandi.
saat semua telah selesai emelli buru buru keluar ingin menuju lift tapi tiba tiba tangan nya di tahan oleh seseorang.
"duh men gue gk mau debat sama lho skarang gue udah telat nih"berusaha melepaskan tangan nya dari tangan rian.
"trusss apa peduli gue"ucap rian tidak melepaskan lengan emelli.
"pliss dong bro lepasin gue lho gk tau gimana hukuman kalo terlambat masuk kampus, apa lgi masul kelas, emang salah gua apa sih"ucap emelli dengan suara lirih dan nada memohon